Analisis Watak Tokoh Utama pada Cerpen Anak Kebanggaan Karya A.A Navis

Analisis  Watak Tokoh Utama pada Cerpen Anak Kebanggaan Karya A.A Navis
Oleh : Dimas Zakaria (1888201036)
Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia 
Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sosial
Univetsitas Nahdlatul Ulama Blitar



1. Latar Belakang 
Setiap pengarang mempunyai cara tertentu dalam melukiskan watak pelaku dalam sebuah karya. Dalam cerpen, pengarang dapat menggambarkan watak para tokohnya dengan menggunakan beberapa teknik perwatakan yaitu teknik  analitik dan teknik dramatik yaitu pelukisan watak para tokohnya melalui jalan cerita. Dalam struktur unsur intrinsik suatu karya, watak pelaku dalam sebuah karangan biasa dikenal dengan penokohan. 
 Menurut Sudjiman (1988), penokohan lebih cenderung membahas bagaimana jalan pikir si pengarang dalam menentukan dan memilih tokoh yang nantinya berperan dalam sebuah cerita. Menurut Dewojati (2010), unsur karakter yang terdapat dalam sebuah drama bisa disebut penokohan yang juga merupakan bahan yang paling aktif menggerakkan alur. Melalui penokohan, pengarang bisa mengungkapkan alasan yang logis terhadap tingkah laku tokoh.
Pada kali ini kami akan melakukan sebuah Analisis watak tokoh utama pada cerpen Anak Kebanggan karya A.A Navis. Cerpen Anak Kebanggaan memceritakan seorang bapak sebagai tokoh utama yang terlalu sayang kepada Anak semata wayang nya. Selain terlalu sayamg si Bapak ini tergila-gila dengan gelar dan kehormatan sehingga si Bapak menyekolahkan anak nya satu-satu nya ke sekolah ternama di Jakarta. Ketika anaknya meminta apapun oleh si bapak diberi bahkan minta uang pesangon yang sangat banyak tetap di beri demi anaknya dan sebuah gelar. Akan tetapi ternyata si anak dijakarta hanya berfoya-foya dengan uang yang diberi oleh si bapak. Hanya dengan membuat surat dan mengirim nilai-nilai sekolah yang bagus,sibapak langsung meleleh dan menuruti segala permintaan nya. Akan tetapi sifat dan kelakuan si anak sudah diketahui oleh masyarakat yang juga merantau ke jakarta. Setiap warga yang pulang kampung dan menceritakan kelakuam si anak yang buruk, si Bapa langsung marah  dan mengolok-olok dengan   kata-kata kotor . Si bapa tetap percaya kepada si Anak nya. Suatu hari si bapa kepikiran untuk menikahkan anak nya dengan gadis-gadis di desanya karena iri melihat orang2 menikah. Kemudian sibapak setiap berjalan bertemu seorang oerwmpuan langsung menawarkan anaknya dan tidak satu pun ynag mau karena  semua pendusuk desa mengetahui sifat dari si Anak. Kemudian untuk membuat senang si anak, si bapa membuat surat bahwa semua wanita didesa ingin meminangnya ( adat didesa si peremouanlah yang meminang). Karena surat tersebut si anak menjadi kepo dan menyuruh mengirim foto wanita wanita tersebut. Sang bapak kemudian mengieim foto foto wanita tidak perduli foto tersebut dari mana dan iti fotonya siapa. Suatu hari sibapak kehabisan foto dan pas si anak tidak menjawab surat sebelumnya, sehingga si bapa merasa lega. Beberapa minggu berlalu si anak tidak merespon suratnya, sehingga si bapa menjadi bingung dan terus mengirim surat ke anaknya. Berbulan bulan telah berlalu dan sianak belum mengirim surat, kemudian suatu hari datanglah pak pos dengan membawa surat yang banyak sekali dan si bapa langsung ceria dengan datang nya pak pos , akan tetapi kebahagiaan itu hancur karena ternyata surat surat yang dikirim dulu dikembalikan. Setelah kejadian itu si bapa seperti orang pengantin baru yang menunggu kekasihnya, selalu menjunggu surat bahwa si Anaknya sudah mendapat kan gelar doktornya. Berbulan bulan berlalu sibapak semakin memburuk kesehatanaya dan mengalami kelumpuhan, setiap hari hanya tergeletak ditempat tidur. Berbulam bulan berlalu datanglah pak pos dengan membawa sepucuk telegram,dan diamblnya oleh si orang petama ia tahu bahwa surat itu bukan surat pemberitahuan gelar anaknya akan tetapi telegram yang menyatakan anaknya tewas. Akan tetapi sebelum tokoh aku mengambil telegram tersebut , si bapa tiba2 di belakangnya, sibapa bagaikan superhero uang tiba toba bangkit dari sarangnya. Kemuduan si bapa menyuruh si orang pertama membacakanya , dan kemudian sibapa langsung merebut nya dan tidak mau membacanya karena kebahagianaan nya dengan datangnya sebuah telegram yang menurut si bapa sebagai mtelegram gelar anknya.

Tujuan dari kajian prosa ini untuk mengaptesiasi sebuah prosa dengan sudut oandamg penokohan  dan menunjukan  sifat oramg yang terlalu gila dengan kehormatan dan gelar yang itu dapat membutakan hati dan fikiran.
2. Analisis 
Pada kali ini kami akan menggunakan teori struktural , yaitu teori bahwa suatu karya dibentuk dari berbagai unsur yang ada. Menurut Levi-Strauss, yang mengatakan bahwa strukturalisme adalah segala ilmu yang mempersoalkan struktur, yaitu cara yang bagian-bagian sebuah sistem saling berkaitan.
Jika ditinjau dari segi struktural, maka untuk menentukan penokohan dapat dilihat dari berbagai unsur oembentuk suatu karya sastra.
Dalam cerpen ini si Bapa memiliki sifat gila kehormatan, sampai sampai nama anak semata wayangnya sama dengan nama raja inggris, raja mesir . Tetapi ketika raja mesir dan inggris turun tahta karena sebuah masalah , si Bapa merasa nama anaknya ikut tercemar.
Si bapa memiliki sifat terlalu sayang kepada anaknya , sehingga apapun keinginan anaknya ia selalu menuriti. Seperti pada penggalan tentang anaknya yang menginginkan sebuah nama '' Ompi jadi jengkel. Tapi karena sayang sama anak, ia terima juga nama itu, asal di tambah di belakangnya dengan Indra Budiman itu. 
Dan juga dibuktikan dengan apapun kebutuhan si anak ketika dijakarta , semua dituruti bahkan meminta uang yang banyak pun dituruti walaupun ternyata si anak betbohong dan sudah diberitahu masyarak kalau anaknya tidak sesuai persepsinya tetapi si bapa tetap saja percaya keoada si anak. Dibuktikan dengan penggalan ''Dan segera ia mengirim uang lebih banyak, tanpa memikirkan segala akibatnya. Dan itu hanya semata untuk menantang omongan yang membusukkan nama baik anaknya.''
Si bapa terlalu gila kehormatan, dalam sifat ini dapat dilihat dari semua unsur cerita , semua menunjukan si bapa yang terlalu gila kehormatan dengan menyekolahkan anak nya di jakarta hanya untuk agar anaknya memilik gelar doktor

3. Kesimpulan 
 teori struktural , yaitu teori bahwa suatu karya dibentuk dari berbagai unsur yang ada. Menurut Levi-Strauss, yang mengatakan bahwa strukturalisme adalah segala ilmu yang mempersoalkan struktur, yaitu cara yang bagian-bagian sebuah sistem saling berkaitan.
Pada cerpen Anak Kebanggaan karya A.A Navis tokoh utama memiliki sifat atau watak gila keormatan dan terlalu sayng kepada anaknya sehingga membutakan hati dan fikiranya. 

Daftar Rujukan 
Aptesiasi Prosa karya Aminuddin
Cerpen Anak Kebanggaan karya A.A Navis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Situs Umpak Balekambang Kabupaten Blitar

Kumpulan Esai