Kumpulan Esai
“ Sudah TK Kok Belum Bisa Baca ?” (Indonesia vs Finlandia)
oleh : Dimas Zakaria
Ibu-ibu : “Anaknya si A Sudah TK kok belum bisa baca ?” aiishh setelah itu ibu dari si anak A akan memaksa anaknya untuk belajar dirumah/memasukkan les Privat. Tentunya pasti anak agak rewel (yaaa biasa anak-anak), lalu muncul pemaksaan, bagaimanapun keadaanya si anak yang penting belajar. Mau si anak nangis, jungkir balik, klesotan yang pentig belajar. bahkan anak tetangga dijadikan patokan keberhasilan. Hahaha, yang lebih parah sampai muncul kata “ gitu aja gak bisa !” (hmm menyakitkan)
Haduhh.. Memang kata-kata “ sudah TK kok belum bisa baca” sangat menusuk
jiwa dan raga orang tua. Tapi lebih menusuk lagi jika orang tua memaksa si anak
untuk bisa. Orang tua paling cuma malu sama orang-orang, merasa dirinya gagal
dalam mendidik anak. Ahh Cuma malu, kita lihat dari segi si anak. kalau sampai
ada paksaan terhadap si anak akibatnya bisa fatal lo, bisa mengganggu psikologi
anak. Misal orang tua mengajari anak membaca, tapi si anak gak bisa-bisa, karena
terbawa emosi sampai membentak-bentak (ngomong-ngomog itu yang ibu saya lakukan
terhadap adik saya, tapi sekarang sudah enggak hehehe)lalu apa yang terjadi
kedepanya ? pasti si anak juga akan mudah membentak-bentak, bahkan hal yang
lebih parah si anak akan temperamental dikit-dikit marah, ngambek.
Sekarang coba kita tengok pendidikan di Finlandia. Kenapa Finlandia ?
yaa karena Finlandia dianggap sebagai salah satu sitem pendidika terbaik di
Dunia, selalu mengalahkan Amerika Serikat dalam literasi membaca, sains, dan
matematika. Selain itu Finlandia selalu menempati skor terbaik dalam Program For International Student Assessment
(PISA) yang dilakukan tiga tahun sekali sejak tahun 2000.
Ok kembali lagi ke tema, jadi di Finlandia sangat percaya untuk
membiarkan anak-anak menjadi anak-anak, dengan berfokus pada permainan,
kesehatan, dan kesejahteraan anak secara keseluruhan. Selain itu memberdayakan
anak-anak untuk mengeksplorasi kreativitas alami mereka. Di Finlandia sebelum umur 7 tahun penekanannya
bukan pada matematika, membaca atau menulis tetapi permainan kreatif, Begitu si anak terlibat dalam tugas yang mereka
sukai, apakah memerankan sebuah cerita atau membangun sebuah bangunan,
anak-anak menjadi termotivasi untuk terus memperbaiki dan meningkatkan tugas
mereka dan untuk meningkatkan tantangan. Dari sudut pandang psikologis,
dapat melihat bagaimana bermain dapat membantu anak-anak menjadi pembelajar
yang kuat. Selain itu Permainan yang diatur dengan hati-hati membantu
mengembangkan kualitas seperti rentang perhatian, ketekunan, konsentrasi, dan
pemecahan masalah, yang pada usia empat tahun merupakan keberhasilan akademis yang lebih kuat daripada
usia di mana seorang anak belajar membaca. Kali ini Saya mengutip dari Tiina Marjoniemi, kepala pusat penitipan anak
di distrik Kallio di Helsinki kota Franzenia, beliau berkata “Kami percaya anak-anak di
bawah tujuh tahun belum siap untuk mulai sekolah, Mereka membutuhkan waktu
untuk bermain dan aktif secara fisik. Ini adalah waktu untuk kreativitas.” Oh
iya, Nyatanya umur ideal anak membaca dan menulis adalah 6-10 tahun. Itulah
kenapa Finlandia terus percaya diri sebelum umur 7 tahun, anak tidak diajarkan membaca dan menulis.
Nahh .. gimana ibu-ibu ? masih memaksa anak TK untuk bisa membaca dan menulis
? nyatanya antara bisa membaca diumur 4 tahun dengan 6 tahun tidak ada bedanya
untuk si anak. Paling Cuma orang tuanya yang besar kepala, karena anaknya
diumur 4 tahun sudah bisa baca. Apalagi kalau ada tetangga yang memuji si Anak.
Aaissshh, seakan orang tua merasa berhasil mendidik anak (hahaha).
oleh : Ainun Nafi'ah
Pembicaraan mengenai
seks kepada dan di kalangan remaja masih dianggap tabu. Orang tua kerap
menghindari atau menutupi obrolan-obrolan seputar seks dengan dalih pembicaraan
tersebut dianggap jorok dan tidak etis untuk diperbincangkan. Namun, di sisi
lain aktivitas seks tetap lumrah hadir menemani sendi-sendi kehidupan remaja
dan dewasa muda. Hal inilah yang membuat remaja tidak melakukan seks
berdasarkan pengetahuan yang cukup dan keputusan yang tepat dan dengan cara
yang aman.
Padahal, pendidikan
seks termasuk edukasi soal kesehatan reproduksi di dalamnya dan memiliki peran
penting dalam mencegah perilaku seks yang menyimpang, pernikahan dini, maupun
pelecehan atau kekerasan seksual. Dengan pengetahuan seputar kesehatan
reproduksi, remaja diharapkan menjadi lebih mengerti bahwa pernikahan dini
menyebabkan kehamilan dan kelahiran yang penuh dengan risiko.
Tak heran, angka
kematian ibu melahirkan di Indonesia masih tinggi. Tingginya angka kematian ibu bermula dari rendahnya tingkat
pelaksanaan pendidikan seks kepada remaja. Tanpa pengetahuan yang cukup, mereka
tidak paham bahwa aktivitas seksual dan reproduksi membutuhkan perencanaan yang
matang. Oleh karena itu, dibutuhkan peran orang tua untuk mengajarkan
pendidikan seks kepada anak-anaknya.
Tidak banyak orang
tua yang membicarakan kesehatan reproduksi dengan anak karena kebanyakan dari
mereka masih menganggap hal tersebut tabu atau tidak pantas untuk dibicarakan.
Ada juga yang tidak tahu atau bingung bagaimana cara menyampaikannya. Sementara
yang lain merasa enggan lantaran takut mendapat pertanyaan aneh atau justru
dianggap mengajarkan anak untuk melakukan seks bebas. Padahal, menyembunyikan
pendidikan seks dari anak justru akan membuat mereka lebih rentan, karena anak
remaja sedang berada dalam fase mencari tahu dan memiliki rasa keingintahuan
yang sangat tinggi. Kondisi tersebut membuat anak sama sekali tidak memiliki
edukasi tentang seks dan suatu ketika saat anak sudah terbiasa bersosialisasi,
mereka justru mendapat pengetahuan tentang seks dari teman-temannya atau
memilih mesin pencari sebagai sarana untuk mempelajari mengenai seks dan
kesehatan reproduksi. Alih-alih mendapat informasi yang akurat mengenai
kesehatan reproduksi, anak remaja bisa saja tersesat akibat memperoleh
informasi dari sumbersumber yang tidak aman dan tidak kredibel.
Oleh karena itu,
peran orang tua sangat penting untuk memberikan anak pendidikan seks sejak
dini. Meskipun pelajaran mengenai reproduksi dasar sudah ada di sekolah,
memberikan pendidikan dan pengertian mengenai seks kepada anak membuat mereka
merasa lebih aman dan nyaman membicarakan perkara seksualitasnya secara pribadi
dan mendapat saran dari orang tua. Tak hanya itu, lewat pendidikan seks,
anak-anak juga akan mengerti bagian-bagian tubuh yang tidak seharusnya
disentuuh atau dilihat oleh orang lain. Sehingga dapat mencegah kemungkinan
terjadinya kekerasan seksual pada anak.
Ada beberapa alasan
mengapa topik tentang seks dianggap tabu. Alasan yang pertama adalah mengenai
bahasanya sendiri. Tidak ada kata-kata yang tepat untuk menjelaskan suatu
tindakan seks atau bagian tubuh tertentu. Kemudian alasan yang kedua,
seringkali kata-kata yang digunakan untuk merujuk pada seks juga dijadikan
kata-kata ‘umpatan’. Oleh karena itulah obrolan terbuka mengenai seks kerap
menimbulkan stigma dan konotasi negatif. Selain itu, banyak orang yang tidak
mengetahui terminologi yang tepat untuk digunakan. Misalnya, menggabungkan
makna vagina (jalan yang menghubungkan bagian luar tubuh ke rahim) dan vulva
(nama untuk bagian luar alat kelamin). Karena tidak memiliki bahasa yang tepat
untuk bagian tubuh tertentu sangat mempengaruhi seseorang untuk
mengomunikasikan pengetahuan mengenai seks.
Sudah lama menjadi
perbincangan bahwa menonton pornografi dapat membuat orang mempunyai ekspektasi
yang tidak realistis tentang seks, terutama jika mereka melakukannya di usia
muda. Namun, fakta yang tidak dapat dipungkiri bahwa banyak anak muda menonton
film porno tanpa sepengetahuan orang tua atau wali mereka. Oleh karena itu
penting bagi mereka untuk berdiskusi dengan orang yang lebih mengerti baik guru,
ahli, maupun orang tua tentang pornografi sehingga mereka dapat memiliki ruang
untuk mengeksplorasi pertanyaan dan kekhawatiran yang mungkin akan terjadi
kepada mereka. Pendidikan seks seharusya tidak hanya tentang reproduksi.
Padahal, pendidikan seks adalah pengetahuan yang berisi tentang segala sesuatu
yang berhubungan dengan anatomi tubuh manusia, sistem reproduksi manusia,
proses pembuahan hingga kehamilan, hubungan seksual yang sehat, tingkah laku
seksual, dan penularan penyakit seksual seperti HIV/AIDS.
Pendidikan seks juga
mengajarkan mengenai perkembangan alat kelamin dan perubahan fisik pada
laki-laki dan wanita seperti proses menstruasi dan mimpi basah. Terkadang para
remaja terlalu malu untuk bertanya kepada orang tua mereka hingga akhirnya
mereka mencari tahu sendiri dan berujung mendapatkan informasi yang salah dan
tidak tepat.
Dengan kondisi
tersebut, rasanya tidak berlebihan jika pendidikan seks harus diberikan sejak
dini. Memberikan pendidikan seks sejak dini bisa melindungi anak dari berbagai
gangguan seksual. Beberapa orang masih banyak yang menganggap pendidikan seks
adalah sesuatu yang tidak penting atau bahkan tidak perlu. Padahal, ada banyak
manfaat dari pendidikan seks bagi anak dan remaja, di antara lain dapat
memberikan informasi yang benar dan jelas tentang perkembangan tubuh di masa
peralihan anak ke remaja, dapat mencegah remaja melakukan seks bebas, dapat
mencegah kekerasan dan pelecehan seksual dengan menyadarkan bahwa mereka harus
menghargai dan menjaga tubuh mereka, dapat mencegah aborsi akibat kehamilan di
luar nikah, dapat mencegah pernikahan usia dini, dapat mencegah penularan
penyakit kelamin, dapat membuat remaja mampu menghadapi tekanan dari temanteman
mereka, dan dapat memelihara tegaknya nilai-nilai moral.
Strategi yang baik
untuk memulai pendidikan seks kepada anak adalah dilakukan saat mereka masih
usia dini dan dilanjutkan hingga mereka tumbuh dewasa, dengan demikian orang
tua akan lebih mudah dan nyaman dalam menjelaskan ke anak saat anak mencapai
usia remaja. Berikut adalah beberapa cara mengenalkan pendidikan seks kepada
anak-anak dan remaja. Yang pertama mengenalkan anggota tubuh yang dilarang
untuk disentuh dan dilihat oleh orang selain dirinya, mengajarkan perbedaan
anggota tubuh dan alat vital antara perempuan dan lakilaki, menanamkan rasa
malu kepada anak sejak kecil, membatasi aktifitas menonton dan menggunakan
gawai, mendekatkan diri kepada anak agar anak merasa percaya kepada orang tua,
dan membicarakan mengenai seks secara santai kepada anak.
Problematika
sistem pendidikan di Indonesia
Oleh
: Andi Kurniawan
Jika dihadapkan dengan sistem pendidikan di negeri lain,Indonesia sangat memilki banyak kekurangan walaupun di situ ada kelebihan tidak memungkiri bahwa pendidikan Inonesia masih sangat tertinggal dengan negeri lain, itu menurut pernyataan saya. Indonesia masih perlu merivisi SDM yang ada agar SDM dalam negeri sehingga mampu bersaing diluar sana. Kelemahan ini tidak hanya bersumber pada sistem pendidikan saja, tapi juga pada peserta didik, maka dari itu untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia harus memperbaiki tuntas sampai keakanya supaya tidak ada problem lagi di system pendidikan Negara Indonesia.
Permasalahan yang akan kita bahas pertama kali adalah system
kurikulum pendidikan. Kurikulum yang digunakan di Indonesia masih kurang
merata,sebagian masih menggunaka KTSP sehingga saat mereka naik ke jenjang
kelas atau sekolah dengan menggunakan system kuriklum 2013 maka akan terjadi
kebingungan sampai mereka bias beradaptasi kepada sitem pendidikan yang baru.
Bahkan ada juga ekolah yang menggunakan kebijakan kurikulum berganti-ganti,
seperti tahun ini menggunkan KTSP dan tahun depan diubah menjadi K13 dan
sebaliknya, kebijakan tersebut dilakukan para guru karena adanya kendala di
sarana prasanan sekolah yang tidak memungkinkan melanjutkan program tersebut,
seperti contoh sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 terhalang dengan
fasilitas computer dan lain-lain akan berpindah ke KTSP yang manual saja demi
memenuhi tuntutan jam pembelajaran.
Selain itu akan terjadi permasalahan lagi ketika siswa yang
pindah kesekolah yang menggunakan kurikulum K13 akan kesulitan karena materi
yang diajarkan jauh berbeda dengan KTSP. Contohnya siswa SMP yang menggunaka
KTSP pindah ke SMA yang sudah menerapkan kurikulum k13 maka siswa tersebut aan
bingung karena sebagian materi tidak dijelaskan saat siswa tersebut menempuh di
pembelajaran KTSP, itu akan membuatsiswa ketinggalan dalam proses pembelajaran
jika iswa tersebut tidak mengejarnya dengan jam tambahan.
Dilain sisi pendidikan di Indonesia bias tertinggal juga
karena kurangnya SDM yang mumpuni dan sarana prasarana yang ada tidak dapat
menajmin terjadiya pembelajaran yang efektif. Contohnya saj bisakita lihat
system pendidikan di pedalaman , masih sangat tertinggal dengan dunia luar itu
membuktikan bahwa pemeraptaan pendidikan
di Indonesia belu maksimal, dalam bentuk sarana contohnya, banyak
sekolahan yang berada di pedalaman kekurangan saranan dalam melakukan proses
pembelajaran, seperti klas yang layak untuk para siswa melakukan proses belajar
mengajar masih sangat meprihatikan. Dan dari segi SDM sendiri bahkan ada di
sekolah – sekolah bahkan mungkin rata, satu guru memegang tiga mata pelajaran
sekaligus, menurut saya itu sudah tidak logis, missal guru pendidikan olah raga
memegang pelajaran agama, maka dari itu Indonesia harus leih memilih dan
memilah kembali SDM yang ada supaya lebih maksimal lagi dalam proses
pembelajaran.
Pendanaan di setiap sekolah juga menjadi hal yang sangat
sekunder, mengingat bahwa sarana prasarana itu membutuhkan dana,bukan hanya
keihklaasan dari guru atau pengajar banyak guru yang mengeluh akan gaji yang
sedikit bahkan tidak ada tunjangan dalam proses belajar mengajar, dari sisi itu
banyak juga guru yang mengundurkan diri memilih menajdi pengusaha yang lebih
menjanjikan dari sini bias kita lihat bahwa pendanaan dapat berakibat buruk
kepada pendidikan di Indonesia. Lain lagi dengan sarana prasarana, kadan
adasekolah yang masih tertinggal tentang IT nya sudah lama berdiri tapi tetap
saja manual menggunakan buku, bahkan listrik pun tidak ada, ini yang sangat
berakibat fatal dalam pendidikan sehingga membut indonesi terpuruk dalam hal
pendidikan.
Pada era saat inipendidikan sudah menjadi kebutuhan bukan
lagi sebatas kewajiban yng harus dilakukan, semoga hal ini akan menjadi sebuah
kebutuhan kepada setiap oang yang haus akan ilmu. Pendidik yang kreatif juga
menjadi hal yang sangat signifikan mengingat guru adakah penyampai dalam proses
pembelajaran, guru yang kreatif mampu menciptakan metode baru demi menopang
kegiatan belajar mengajar supaya lebih efektif dan efisien.
Sebenarnya indonesia dapat memecahkan maslah pendidikan ini
dengan banyak cara. Sebenarnya juga pemerintah sudah menjalankan banyak solusi
untuk maslah ini, namun semua itu sia-sia kalau hanya pemerintah saja yang
bergerak melakukanya sedangkan para masyarakat tidak bergerak dan
berprtisipasi. Contohnya banyak anakyang sudah memutuskan utnuk tidak lanjut
sekolah, mereka seperti itu karena faktor orang tua atau juga faktor ekonomi
keluarga yang tidak mendukungnya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang
berikutnya. Tetati juga ada masalah ainya seperti dari guru yang bersangkutan,
banyak guru yang tidak berkompeten dalam mengajar, misalnya guru yang hanya
memberikan tugas dan tugas, atau guru yang tidak perhatian acuh tak acuh kepada
siswa didiknya. Kaeran keadaan guru yang seperti inilah yang tidak mampu
meningkatkan dan mencerdaskan generasi penerus bangsa indonesia. Keadaan guru
seperti ini pasti ada, tidak bisa ita pungkiri banyak guru yang masih
mengunakan sistem tugas dan tanpa penjelasan lalu pulang seenaknya sendiri,
guru sepeti ini tidak bisa di hentikan maka dari tu harus siswa itua yang sadar
akn pentingnya pendidikan demi masa depan dan negaranya.
Dari kekurangan-keurangan tersebut ternyata indonesia
memiliki kelebihan, salah satu kelebihan pendidikan di indonesia adalah
kedisiplinanyang dihasilkan saat sekolah, namun tidak semua sekolah
memilikikedisiplinan tersebut, seperti masuk kelas tepat waktu, mengumpulkan
pekerjaan rumah tepatwaktu dan lain-lain. Dan juga ada yang menerapan peraturan
tegas sehingga siswa yng telat dihukum dan lain-lain, tapi dari semua itu jika
tidak diterapkan dengan maksimal akan sulit membanfun karakter siswa yang
disiplin karenameemehkn peraturan yang ada.
Jadi permasalahan pendidikan di indonesia masih sangat
banyak dan perlu banya perbaikan supaya pendidikan di idonesia lebih maju dan
tidak terus terpuruk ke depanya, mungkin dengan cara meningkatkan sarana
prasarana, materi pemblajaran yang tidak terpaku kepada fakta, peningkatan
pendidikan moral dan kreatifitas agar indonesia memiliki SDM yang berkualitas
dan dapat menjunjung tinggi tanah air indonesia.
Harapan saya adalah indonesia kedepanya bisa memiliki kualitas para pelajar dan pengajar yang berkualitas baik dan tinggi akan moral. Mungkin memang banyak noda diwajah pendidikan bangsa indonesia tapi yakinlah semua akan menjadi mungkin untuk berubah kearah kemajuan apabila kita serius dalam hal perubahan yang lebih maju dan pembenahan yang maksimal. Apabila pemerintah dan masyarakat dan seluruh elemen masyarakat saling menyadari akan pentinya pendidikan dan menyadari posisinya masing-masing dalam kesinergitasan upaya pembenahan dankemajuan pendidikan indonesia, tidak mugnkin semua harapan itu sia-sia jika semua elemen berdaulat menyatukan niat agar terwujut impian hebat. Semoga kebaikan bangsa ini kan terlihat seiring dengan kebaikan seluruh warga negeri ini. Untuk menjunjung tinggi dan mengharumkan nama bangsa indonesia dan membuktikan ke negara lain bahwa pendidikan di indonesia mampu bersaing dengan pendidkan di negara luar, semoga terlaksana dengan hasil yang baik selaras dengan kebaikan niat utamanya.
Kurangnya Study Tentang Bapak Bangsa atau
Ir. Soekarno di sekolah-sekolah
Penulis
: Anang Prabowo
Ir.Soekarno mungkin sudah tak lagi asing di telinga kita kususnya
sebagai bangsa indonesia. Siapa yang tak kenal bapak Ir.soekarno, beliau adalah
sang revolusioner besar sekaligus presiden Republik Indoesia yang pertama.
Namanya sangat harum sampai saat ini meskipun beliau sudah lama meninggal
dunia. Bahkan untuk mengabdikan keharuman beliau banyak didirikanya
patung-patung serta nama beliau di
gunakan nama jalan-jalan yang ada di kota-kota besar yang ada di Indonesia.
Tapi sayangnya banyak dari pemuda ataupun orang tua masih belum tahu
siapa Bung karno dan pemikiran-pemikiranya. Yang mereka tahu hanyalah bung
karno adalah presiden RI yang pertama, yaa mungkin ada beberapa orang yang
mengetahui pemikiran Soekarno lebih
dalam tapi jumlahnya bisa di hitung jari. Miris bukan ?, padahal Bung karno adalah bapak bangsa yang
seharusnya pemikiran-pemikiran beliau di jadikan pembelajaran untuk para
generasi bangsa.
Dr. Ir. H Soekarno adalah
Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1945 –
1967. Ia memainkan peranan penting dalam memerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah
Belanda. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada tanggal
17 Agustus 1945.
Nama kecil Soekarno adalah Koesno Sosrodihardjo karena sering
sakit-sakitan namanya di ganti menjadi Soekarno. Lahir di Surabaya, 6 juni 1901
merupakan putra dari Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Ibunda
bung karno merupakan bangsawan Bali. Kedua orang tua Soekarno bertemu saat
menjadi guru di Bali.
Masa kecil bung karno di besarkan di
tengah-tengah keluarga kecil. Tetapi hal itu tidak menjadikannya mimpi buruk
dalam masa kecil Soekarno. Soekarno juga memiliki eksistensi yang kuat,
terbukti disaat bermain bersama teman-temanya, ia selalu menjadi pemimpin dalam
permainanya tersebut. Setelah ia lulus dari HBS ( Hoogere Burger School)
Sekolah Bumiputera. Kemudian ia dititipkan ayahnya kepada seorang teman yang
dapat merubah pemikiran dan tindakanya. Yaitu Cokroaminoto pendiri sarekat
Islam di Surabaya.
Disana Bung karno banyak belajar dari Cokroaminoto sang guru, mulai dari
berpidato sampai pemikiran-pemikiran agamis dan komunis. Dirumah pak Cokrolah Soekarno mengerti tentang ilmu
agama, fiqh, syariah, belajar mengaji dan lain-lain. Soekarno di kenal sebagai
“kutu buku”. Tokoh islam yang dianggap mempengaruhi pemikiran islam Soekarno adalah
KH. Ahmad Dahlan pendiri organisasi Muhammadiyah di Yogyakarta yang dikenal
sebagai ajaran TBC 9 ( Tahayul Bid’ah Churafat) dan Ahmad Hassan yaitu pemimpin
Persatuan Islam (Persis), yang ia kenal sejak ia sekolah di bandung. Meskipun Soekarno adalah seorang nasionalis
dan dapat dikatakan sekuler, ada juga yang mengatakan Soekarno adalah
sosiallis-religius.
Pemikiran Soekarno tentang persatuan dan kesatuan dipengaruhi oleh
pemikiran Pak cokro. Itu terlihat dari idenya tentang NASAKOM ( nasionalis,
agamis, dan komunis). Pemahaman Soekarno mengenai islam lebih dari sekedar
orang pada umumnya. Ia mempelajari buku islam yang di tulis oleh cendikiawan
muslim dan para orientalis yang biasanya memiliki gagasan kritis tentang islam.
Gagasan Soekarno tergolong baru dan segar pada saat itu. Ia lebih modern dan
maju dari pada tokoh agama islam di masanya.
Pemikiranya tentang nasionalisme atau kebangsaan dan tanah air merupakan
suatu kesatuan yang tak mampu di pisahkan. Ia memandang semuanya itu sebagai
“Ibu Indonesia” yang memberikan seluruh isi alamnya untuk hidup kita semua. Itu
sebabnya ia mengajak kita semua untuk mencintainya dan menghambakan diri
kepadanya. Nasionalisme menurut Soekarno merupakan sebuah kekuatan bagi bangsa
– bangsa yang terjajah yang kelak akan membuka masa gemilang bagi bangsa
tersebut.
Selain itu Bung karno juga dipengaruhi oleh gerakan modernisasi Islam
ala Kemal Attatruk di Turki. Konsep Marxisme telah pula mempengaruhi pemikiran
Soekarno. Hal tersebut tampak dengan PNI menyusun strategi perjuanganya, yaitu
bersifat non-kooperasi, masa aksi, dan “ machtvorming” atau pembentukan
kekuatan yang revolusioner.
Gerakan Politik Islam Soekarno tidak terlalu tampak. Karena ideologi
nasionalisme Soekarno lebih mendominasi daripada sisi keislamanya. Sikap Bung
karno yang cenderung ke arah sekularisme, terlihat pada pemahamanya tentang
bentuk negara. Menurutnya, demokrasi akan hidup jika tidak dicampur adukkan
dengan agama, dan sebaliknya ada kerugian ( demokrasi tidak hidup) jika
keduanya dicampur adukkan. Karena itu bagi Soekarno hanya ada dua mengenai
hubungan agama da negara, persatuan agama dan negara tapi tanpa demokrasi atau
demokrasi tapi negara dipisahkan dari agama. Tetapi ia memiliki konsep
persatuan agama dan negara tersendiri, dengan cara cita-cita negara dapat
bersatu dengan agama meskipun asas konstitusinya memisahkan diri dari agama.
Pemikiran Soekarno mengenai perempuan juga dipengaruhi oleh semangat
sosialis-Marxis. Soekarno begitu mencintai dan menghormati perempuan. Tidak
bagi para istrinya, melainkan bagi para perempuan pada umumnya, terlebih pada
perempuan-perempuan yang mencintai dan menghargai kerja keras suaminya. Tanpa
seorang istri suami-suami dipelosok dunia manapun tak akan mampu bertahan dalam
kerasnya hidup. Maka soekarno selalu menulis buku untuk para istrinya sebagai
rasa hormat dan terima kasihnya. Dan Soekarno juga tak lupa menulis buku
“sarinah” yang berisi tentang perempuan Indonesia yang di persembahkan untuk
Sarinah. Mengingat jasa Sarinah yang sudah membuat sosok Soekarno menjadi pribadi
yang lebih baik dari sebelumnya.
Dari kalimat yang saya tulis
tentang biografi Bungkarno dan pemikiran-pemikiranya, saya ingin sedikit
mengulas dari perjalan sang Proklamator ini. Saya sangat sedih akir-akir ini
ketika saya terlibat dari beberapa diskusi dengan para pemikir-pemikir yang
peduli dengan Bung Karno. Kususnya sebagai pemuda Blitar, yang dimana Blitar
adalah Bumi peninggalan Bung karno serta makam Bung karno pun juga ada di kota
Blitar.
Tapi kenapa banyak sekali yang belum kita ketahui tentang bung karno,
Kemaren dengan tidak sengaja saya ditemukan oleh para aktivis-aktivis dari
organisasi baik itu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan
Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (
IMM) serta para cendikiawan dan kepala perpusnas yang ada di depan makam Bung
Karno sendiri. Kita berbincang-bincang sangat panjang tentang
pemikiran-pemikiran Bung karno yang mungkin banyak dari pemikiran beliau yang
belum bisa di wujudkan. Dari berbincangan itu menghasilkan pemikiran yaitu
kenapa di sekolah-sekolah baik itu
SMP,SMA/SMK tidak di berikan muatan lokal tentang pemikiran Bung karno supaya
generasi mengetahui sosok dari bung Karno yang bukan hanya Presiden RI yang
pertama saja melainkan juga pemikiran-pemikiranya yang negarawan. Di samping
itu untuk menstimulus dari pemuda bangsa untuk mencintai tanah air dan semangat
bela negara.
Perlu pembelajaran tentang pemikiran bung karno akan membuka pikiran
pemuda bangsa untuk berfikir maju dengan semangat membangun negara yang lebih
baik. Selain itu dari pembicaraan kemaren juga menhasilkan kesepakatan untuk
membuka “Rumah study Bung karno” kususnya di kota Blitar ini. Tujuan didirikan
Rumah Study ini agar para pemuda baik yang bersekolah atau yang tidak sekolah
bisa belajar tentang pemikiran-pemikiran Bung Karno tersebut.
BENERAN NGOPI ATAU HANYA TRADISI DAN LIFESTYLE
oleh : Eva Nur Asyirah
Sekarang
ini ngopi merupakan hal wajib bagi mayoritas anak muda. Tak kenal waktu pagi,
siang, sore, atau malam. Jika dahulu penikmat kopi banyak didominasi oleh pria
paruh baya, kini trennya meluas ke kalangan anak muda bahkan keluarga. Tak
hanya dari sisi usia, tempat menikmati kopi pun kini telah bergeser dari warung
kopi pinggir jalan, atau tukang kopi sepeda keliling ke tempat kopi kekinian
seperti coffe shop, kedai kekinian,dan tempat yang dimodifikasi sebaik mungkin
untuk menunjang kepuasasan yang kenyamanan para konsumen .Kata ngopi pasti
tidak asing lagi di telinga . Ya walaupun kadang yang mereka beli bukan kopi
melainkan segelas es coklat ataupun minuman manis lainnya seperti red velvet.
Entahlah itu tak penting, yang mereka cari adalah sesuatu yang mereka sebut
ngopi. Berkumpul bersama teman, menikmati waktu luang, mencari spot foto
esthetic, atau mereka para pemburu kafein yang sedang mencari surganya kopi.
Semua dikemas dalam satu kata yaitu ngopi.
Aktivitas ngopi
di indonesia kini telah manjadi fenomena yang menarik untuk dibicarakan bagi
penikmat kopi maupun para konsumen awam. ngopi sendiri sudah ada sejak dahulu.
Lebih tepatnya bisa dikatakan sebagai tradisi dan hal wajib bagi sebagian
kalangan. Setiap daerah di indonesia memiliki tradisi ngopi. Misalnya saja
Masyarakat Aceh sangat senang meminum kopi. Daerah mereka pun sangat terkenal
dengan kopi kelas dunia yaitu Aceh Gayo, masyarakat Aceh akan melakukan obrolan
ringan ditemani oleh secangkir kopi dan ditambah dengan beberapa gorengan untuk
menambah kehangatan suasana obrolan. Selain itu, Di Yogyakarta, masyarakatnya
mengenal istilah kopi joss, yaitu kopi tubruk yang dimasukkan sebuah arang yang
masih menyala. Kombinasi dari kopi tubruk dan arang yang masih menyala ini
memberi sensasi rasa unik . Oleh masyarakat Yogyakarta, berkumpul dengan
ditemani secangkir kopi joss diibaratkan mengumpulkan kembali balung tulang
yang hilang atau dalam artian lain menjaga hubungan kekerabatan. Di Madura,
tradisi minum kopi akan terlihat ketika menghidangkan kopi kepada tamu yang
datang. Tidak peduli banyak sedikitnya tamu, asalkan terdapat kopi untuk
disajikan, maka cukup untuk memulai silaturahim. Menurut masyarakat Madura,
kopi lebih berarti dari nasi, makanan ringan, ataupun susu. Dari kopi ini juga
terjalin hubungan silaturahim.
Sekarang
ngopi tidak hanya sebagai saranya untuk berkumpul tetapi juga sebagai ajang
untuk memamerkan finansial . Semakin terkenal tempat dan semakin mahal
kopi maupun makanan yang dipesan, itu artinya akan mempengaruhi pola pikir yang
semakin merasa mampu.Selain itu, di era milenial ini sudah banyak warung
kopi,kedai, dan restoran yang menghadirkan aktivitas ngopi dengan sensasi yang
berbeda. Ditambah, kecanggihan teknologi yang sudah meraja lela.Tempat yang
nyaman dan Wifi merupakan salah satu
objek pendukung paling kuat mengapa remaja merasa betah untuk berlama-lama
larut dalam aktivitas ngopi. Secara tidak langsung aktivitas ngopi yang sudah
disalah gunakan akan menjadi suatu kebiasaan yang buruk. Para remaja akan
menghabiskan waktunya untuk aktivitas ini.
Padahal
menurut bkkbn pada tahun 2020-2030 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi,
yaitu jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) mencapai sekitar 70 persen,
sedang 30 persen penduduk yang tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan usia
di atas 65 tahun) . Dimana bonus demografi sendiri diartikan sebagai keadaan di
mana usia produktif akan lebih banyak dibandingkan dengan usia tidak produktif.
Artinya menurut data dari bkkbn diatas, remajalah yang mendapatkan bonus
terbesar. Remaja sebagai tumpuan indonesia tuk yang lebih maju. Disini
diharapkan peran remaja dalam meningkatkan produktifitas untuk terus
mengasah kemampuan diri, mengembangkan inovasi-inovasi serta tudak bergantung
pada yang sudah ada.
Bila di
bandingkan dengan realita yang ada pada saat ini,sangatlah krusial. Para remaja
masih membuang-buang waktunya untuk aktivitas yang tidak produktif. Seperti
aktivitas ngopi yang hanya sekedar berkumpul, serta memainkan gadget .
maka dari itu, Aktivitas ngopi harus diimbangi dengan produktifitas yang
tinggi. jika tidak, Bonus demografi itu akan sia-sia.Keadaan tersebut
dimsnfaatkan para pebisnis untuk mengembangkan usahanya dengan berbagai
strategi dan konsep semenarik mungkin. Oleh karena itu, perkembangan dunia
perkopian semakin menjamur dan berkembang.
Saat ini
industri kopi sudah berkembang dengan sangat pesat. Kopi sudah mengalami
pergeseran budaya dikalangan generasi muda. Seperti hal nya dahulu, masyarakat
yang mengunjungi warung kopi hanya untuk menikmati secangkir kopi hitam. Namun
saat ini tujuan seseorang datang ke kedai kopi bukan hanya untuk menikmati
secangkir kopi. Istilah tempat kopi saja sudah bertransformasi, dari warung
kopi menjadi kedai kopi. Tidak disangka saat ini kopi menjadi wadah untuk para
pembisnis mendapatkan keuntungan yang besar. Dan kini biji kopi seolah menyulap
perindustrian kopi untuk menjadi bisnis yang
menjanjikan.
Semenjak
media sosial makin populer dan banyak digunakan, bisnis kafe dan restoran
semakin diminati karena sebagian besar anak muda mengalami masa transisi
hobi.Diakui pula oleh sosiolog Sigit Rohadi, nongkrong di kafe merupakan gaya
hidup anak muda perkotaan. Namun, gaya hidup ini merupakan gaya hidup yang
konsumtif, semi hedonis.Maraknya tempat nongkrong itu bisa mengubah gaya hidup
seseorang, tergantung juga pada karakteristik orang itu sendiri. Kalau
orang tersebut merupakan pribadi yang tergolong “senang bergaul dan suka untuk
mencoba hal baru” dan mereka sendiri tidak pelit untuk mengeluarkan uang
berapapun jumlah hal tersebut dapat mengubah gaya hidup mahasiswa itu sendiri,
seperti dirinya membuat dirinya seperti kaum dia yang sebenarnya bisa saja ia
hanya tergolong sebagai kaum “proletar” yang tanpa dirinya dirinya untuk
seperti kaum hedonisme. para mahasiswa yang datang ke kafe dan restoran
Faktor penting adalah kafe dan resto kini sudah sangat beragam dan pilihan
harganya juga menjangkau semua kalangan mulai dari kalangan atas, ekonomi kelas
menengah, maupun masyarakt kalangan bawah.
Keberadaan kafe dan
resto menjadi gaya hidup yang konsumtif karena nongkrong di kafe adalah suatu
kegiatan yang biasa dilaksanakan setiap
akhir pekan dan salah satu aktivitas wajib untuk mengisi waktu luang . Dari sini bisa dilihat, bahwa
nongkrong dan ngopi sudah membudaya dan bisa juga disebut dengan life
style di setiap kalangan. Kedai kopi adalah lokasi paling nyaman untuk menikmati
kopi maupun suasana. Baik ramai-ramai atau sendiri, pesan kopi atau tidak,
diskusi atau sekedar membaca dan bersantai, kedai kopi adalah tempat
terbaik. Namun, juga harus diperhatikan bahwa kegiatan ngopi juga
seharusnya diseimbangkan dengan kegiatan positif lainnya. Ngopi secukupnya
sebagai sarana untuk mengisi waktu luang
atau menunjang kegiatan lainnya, tanpa mengganggu atau menghambat kegiatan
inti. Dengan begitu kegiatan ngopi yang dilakukan tidak sia-sia, waktu yang
dibuangpun bermanfaat, dan pastinya uang yang dikeluarkanpun juga berfaedah.
Sistem Proses
Pembelajaran Masa Pandemi
oleh : Renita Meila Safitri
Pada awal tahun 2020, dunia dimunculkan virus yang sangat mematikan. Virus tersebut adalah virus Corona atau covid-19. Virus Corona pertama kali ditemukan di Wuhan negara Cina. Virus Corona ini menyebar sangat cepat karena ditularkan melalui cairan tubuh seperti ludah dan darah serta perantara benda yang ada di sekitar kita seperti udara. Penderita covid-19 sangat sulit untuk dideteksi secara kasat mata karena gejala yang muncul hampir sama dengan gejala demam pada umumnya. Akibatnya beberapa negara di dunia menerapkan sistem. Begitu pula negara Indonesia, selama masa pandemi pemerintahan Indonesia menerapkan kebijakan lockdown di beberapa daerah ataupun provinsi. Selama masa pandemic pemerintah menetapkan kebijakan untuk mengatur sistem pendidikan secara lebih lanjut. Kebijakan tersebut adalah mewajibkan peserta didik untuk melakukan proses pembelajaran secara daring. Adanya kebijakan tersebut tentu saja banyak hal yang harus dipersiapkan oleh berbagai pihak, untuk menjelang keberlangsungan proses pembelajaran secara online atau daring. Selain itu adanya perlombaan dalam sistem pendidikan ini, mengakibatkan para peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan melewati masa transisi, dari proses pembelajaran tatap muka ke pembelajaran virtual atau daring.
Proses pembelajaran secara dari ini menuai problem mati di
berbagai kalangan. Terutama di kalangan peserta didik dan orang tua peserta
didik. Mereka yang setuju akan kebijakan tersebut serta memiliki fasilitas yang
sudah lengkap beranggapan bahwa proses pembelajaran dari ini dapat menghemat
biaya hidup mereka. Sepati biaya transportasi dan konsumsi yang berkurang serta
pengumpulan tugas bisa dilakukan melalui platform dan aplikasi pada berangkat
seluler lainnya. Singa tidak perlu mengumpulkan tugas secara langsung seperti
pada waktu pembelajaran tetap mukaSehingga tidak perlu mengumpulkan tugas
secara langsung seperti pada waktu pembelajaran tatap muka. Berbeda dengan
mereka yang merasa keberatan yang beranggapan bahwa pelaku pembelajaran cara
dari kurang efektif untuk diberlakukan. Alasannya karena tidak semua orang
memiliki kemampuan yang sama dalam menangkap informasi atau menerima
pembelajaran. Akibatnya adalah pemahaman peserta didik pada materi yang
diberikan secara dari menjadi tidak maksimal. Selain itu pendidik juga
mengalami kesulitan dalam memberikan pemahaman mengenai pendidikan karakter
pada siswa yang seharusnya dilakukan secara objektif atau melalui pengamatan
langsung. Bahkan tidak hanya itu keterbatasan perangkat dan kendala sinyal
menjadi permasalahan utama yang menghambat proses pembelajaran daring.
Proses pembelajaran berbasis daring atau online, siswa
mendapat materi dan tugas lewat sosial media seperti kebanyakan lewat wa
(WhatsApp). Siswa mengerjakan dirumah dan di foto kemudian dikirim lewat wa
(WhatsApp). Tidak tau siswa ataupun wali murid maupun guru lesnya, guru hanya
mengetahui siswa yang sudah mengirim hasil tugas di wa (WhatsApp) sudah
dianggap tuntas tanpa mengetahui proses mengerjakan siswa tersebut. Siswa hanya
diberi tugas dan materi lewat online. Proses pembelajaran dirumah tergantung
dari siswanya tersebut dan wali murid atau orang tua yang mendampinginya atau
mengawasinya. Terkadang siswa tidak benar-benar belajar apabila tidak ada
pengawasan dari wali murid atau orang tua. Bakhan tidak ada semngat dalam
belajar. Dan banyak wali murid atau orang tua yang tidak memperdulikan anaknya
dalam belajar bahkan membiarkan anaknya mau belajar atau tidak.
Pembelajaran daring belum efektif dalam menilai hasil
belajar siswa karena biasanya siswa diberi tugas dari guru yang mengerjakan
bukan siswanya sendiri tetapi orang lain seperti wali maupun orang tuanya.
Bahkan ada juga siswa yang satu semester tidak tahu materi apa yang diterima
selama satu semester. Pada waktu ulangan dilaksanakan juga secara dari itu pun
juga tidak dikerjakan oleh siswanya sendiri. Banyak siswa yang beranggapan
bahwa mereka akan lulus dalam pembelajaran karena yang mengerjakan tugas-tugas
bahkan ulangan itu walid ataupun pulang tuanya. Berbeda dengan sistem pembelajaran
dahulu sebelum daring. Pembelajaran dahulu guru bisa melihat kemampuan dari
setiap siswanya mana yang sudah paham dan belum paham berbeda dengan sekarang
karena pembelajaran secara itu guru tidak bisa membedakan mana yang sudah paham
dan tidak paham karena guru juga tidak tahu proses pembelajaran di setiap rumah
siswa masing-masing. Adanya pemberitahuan dengan diperbolehkan sekolah tatap
muka walaupun belum seminggu penuh seperti biasa dan siswa diberi tugas banyak
siswa yang tidak bisa mengerjakan bahkan ada yang mengaku tidak pernah belajar
selama daring dirumah. Banyak siswa yang mengalami penurunan terhadap hasil
nilai mereka. Karena dalam proses daring banyak siswa yang tidak
sungguh-sungguh bahkan tidak belajar karena tidak ada pengawasan dari wali
murid atau orang tua mereka. Banyak siswa yang tugas dari awal semester sampai
akhir semester menumpuk tidak dikerjakan.
Perbeda dengan sistem belajar sebelum pandemi atau disebut
dengan pembelajaran tatap muka. Siswa belajar belajar dari pagi sampai siang
bahkan sore. Ini mnegajarkan kedisiplinan siswa dalam bangun pagi dan datang
tetap waktu serta berseragam rapi di sekolah. Tidak hanya diajarkan dalam hal
pengetahuan, tapi juga diajarkan berperilaku dan keterampilan dalam hal positif
di sekolah yang bisa membentuk karakter siswa-siswinya. Guru memberi materi dan tugas pada siswa.
Guru bisa mengetahui siapa saja yang sudah paham dan belum dari keseluruhan
siswa dan guru bisa memberikan penjelasan kembali materi yang belum paham
bahkan kalau masih belum paham dijelaskan kembali dipertemuan keesokan harinya.
Walaupun ada sebagian siswa yang kurang semangat pembelajar pasti ada salah
satu pembelajaran yang diingatnya. Wali murid ataupun orang tua sangat
mempercai sekolah atau guru untuk anaknya dalam proses belajar mengajar di
sekolah. Wali murid hanya memantau anaknya dari nilai rapot di akhir semester
dan anak yang mungkin mendapat nilai terendah atau mempunyai masalah disekolah,
guru akan memberitahukan wali murid atau orang tua jika guru sudah tidak sanggup
mengatasi siswanya. Guru juga memberikan tolerasi nilai kepada siswa apabila
perilaku siswa disekolahan baik dan sopan. Bahkan guru memberikan nilai siswa
sampai siswa tersebut tuntas dan naik kelas.
Covid-19
sangat merugikan sebagian besar pihak dan keberlangsungan hidup manusia. Salah
satunya disektor pendidikan di Indonesia. Selama masa pandemic, kita banyak
mengandalkan teknologi, dan menerima berbagai macam informasi yang kebenarannya
juga belum dapat dipastikan. Oleh karena itu, sangat penting adanya kesadaran
dari dalam diri untuk menyaring setiap informasi yang masuk, serta
memaksimalkan potensi diri untuk lebih fokus dalam belajar di masa pandemic.
Selain itu, peran orang tua atau wali murid juga sangat penting dalam
mendampingi, mengawasi, dan membimbing anak-anak mereka. Pada intinya, kasus
covid-19 ini haruslah menjadi pembelajaran untuk kita semua, agar membiasakan
diri dengan pola hidup bersih, disiplin, dan teratur, sehingga tercapai
kehidupan yang normal seperti dulu sebelum ada pandemi. Pemerintah juga harus
lebih bijak dalam peraturan karena pendidikan itu sangat penting diharuskan
pembelajaran tatap muka diliburkan dengan diganti dengan pembelajaran berbasis
daring, sedangkan masih banyak diluar pendidikan seperti pariwisata dan kegiatan
laiinya diperbolehkan.
Ekspektasi VS
Realita Perkuliahan Daring
Oleh: Mutoharul Janan
Perkuliahan daring atau online bukanlah sebuah sistem baru dalam dunia pendidikan, melainkan suatu sistem yang telah ada dengan beriringnya perkembangan dunia teknologi. Dunia boleh saja berbicara bahwa semua lini kehidupan telah diwarnai dan harus beradaptasi dengan teknologi. Akan tetapi, fakta di lapangan berbicara lain. Salah satunya adalah sistem pendidikan, dengan media digital atau daring masih sangat kurang di Indonesia. Perkuliahan daring tidak hanya memvirtualkan bahan pengajaran, tetapi juga soal fasilitas dan penyebaran jaringan internet. Selain itu, kemampuan para dosen dalam memberikan materinya dan daya tangkap mahasiswa lewat daring sangat perlu di evaluasi.
Perkuliahan online atau daring menjadi alternatif yang
dianggap efektif di tengah merebaknya virus corona. Pandemi ini menuntut semua
lembaga, tanpa pengecualian untuk menggunakan sarana media digital dalam
kegiatan belajarnya semaksimal mungkin. Berbagai universitas berlomba-lomba
mencari cara-cara yang efektif untuk mengoptimalkan sistem pengajarannya.
Perkembangan teknologi yang kian canggih diharapkan mampu mengakomodasi dan
memobilisasi sistem perkuliahan ini.
Akan tetapi, ada saja kerentanan dalam penerapan sistem
perkuliahan darurat yang berbasis digital ini. Penyebaran jaringan internet
yang belum merata ke semua daerah, sehingga efektivitas dan mutu perkuliahan
menjadi rendah dan sukar untuk dipahami dengan cepat. Kepemilikan media
pembelajaran jarak jauh juga masih sangat kurang. Tentunya media atau sarana
menjadi penentu. Jika masih sangat kurang, sampai kapanpun sistem daring tidak
akan bisa menjadi solusi di tengah pandemi ini.
Media bisa menjadi tolok ukur sejauh mana perkuliahan online
dinyatakan masih minim atau telah maksimal. Selain itu, kegagapan para dosen
dan mahasiswa dalam mengakses daring juga menjadi faktor penentu. Bisa saja
jaringan dan fasilitas lengkap, tetapi kemampuan kedua belah pihak masih
kurang, sangat berpengaruh dalam penerapan sistem daring. Kegagapan dari
keduanya atau salah satu dari keduanya akan membuat kecanduan minimalis daring
tak terobati. Kerentanan-kerentanan ini yang menghadirkan berbagai potret
ketidakpuasaan dan ketidakefektivan dari sistem daring darurat selama pandemi
Covid-19. Dengan demikian, perkuliahan daring di tengah pandemi ini adalah
sebuah solusi yang efektif?
Institusi pendidikan dinilai sebagai salah satu sektor yang
cepat menanggapi gelombang penyebaran virus corona. Institusi pendidikan
membuat reaksi cepat karena dinilai potensial meningkatkan penyebaran. Sekolah
dengan basis jumlah murid yang cukup banyak sangat berpengaruh terhadap proses
penyebaran Covid-19. Selain sekolah, universitas pun ditutup untuk sementara.
Perkuliahan dialihkan ke rumah. Semuanya pun berlangsung dari rumah. Proses
belajar-mengajar akhirnya tersendat.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pun menerapkan kebijakan
sistem belajar dari rumah. Belajar dari rumah membuat slogan merdeka belajar semakin kelihatan. Apa
maksud merdeka dalam konteks belajar dari rumah? Dari fenomena dan kesan umum
yang terlihat, proses belajar justru di luar kendali. Belajar dari rumah untuk
konteks pelajar SD-SMA adalah liburan. Kita tidak bisa menyangkal bahwa
efektivitas kegiatan belajar dengan pantuan jarak jauh oleh para pendidik dan
bimbingan langsung dari orangtua hanya berlangsung di pekan awal. Berada di
rumah selama pandemi diharapkan tetap produkif dalam belajar. Akan tetapi,
kadang-kadang orang justru merasa bebas-merdeka untuk belajar. Dalam hal ini,
juga diterapkan prinsip “semau gue.” Belajar dari rumah adalah sebuah tameng
yang dipakai untuk menahan tuduhan bahwa selama Covid-19 sistem pendidikan
vakum.
Pada jenjang yang lebih tinggi, seperti Perguruan Tinggi
(PT), kebijakan belajar dari rumah ditopang kuat dengan optimalisasi penggunaan
sarana teknologi komunikasi. Dari sini, kemudian kita mengenal istilah “belajar
online.” Sistem belajar ini diperkuat lagi dengan istilah e-learning. Mekanismenya pun sepenuhnya diberikan kepada teknologi.
Kuliah dengan dengan sistem online,
penilaian dan pengiriman tugas dengan sistem online, hingga absensi kehadiran
juga dilakukan dengan sistem online. Dalam sistem belajar berbasis online ini
mengandaikan bahwa semua peserta didik dan pendidik paham tentang teknologi dan
fitur-fitur yang dioperasikan. Selama pandemi, pendidikan terasa adanya leap
terhitung sejak awal akhir Februari 2020. Pasca instruksi pemerintah untuk
belajar dari rumah, bekerja dari rumah, ataupun beribadah dari rumah dan lain
sebagainya membuat situasi di Indonesia menjadi beda. Hal ini juga berdampak
dalam proses pendidikan. Bagaimana tidak, hampir 100% aktivitas kerja dan
sekolah dilakukan dari rumah. Dengan fenomena ini teknologi menjadi penguasa
yang membius mata masyarakat. Serba-serbi kehidupan diwarnai oleh dunia online.
Absensi, materi pembelajaran, tugas, kuis, ulangan harian, dan berbagai ujian
dilakukan dari rumah via berragam aplikasi yang ada dalam jasa daring. Dengan
adanya sistem ini seolah semua orang telah pandai dengan sistem daring.
Akan tetapi, fenomena di lapangan mengafirmasi adanya
kendala yang tak terelakkan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya fasilitas,
persiapan, dan mental pendidikan Indonesia, masih menjadi momok mematikan bagi
proses pembelajaran daring. Kita perlu menyadari bahwa tidak semua mahasiswa
berasal dari keluarga kelas menengah ke atas. Tidak semua mahasiswa dan
pengajar di Indonesia menikmati proses milenial ini. Tidak semua mereka
memiliki gawai dan laptop. Ada yang punya tetapi susah untuk mendapatkan akses
internet. Bahkan di daerah tertentu tidak ditemukan jaringan internet. Ada yang
tidak memiliki duaduanya. Selain itu, kapabilitas dan kreativitas para dosen
adalah salah satu tuntutan terbesar dalam sistem perkuliahan daring atau jarak
jauh di satu sisi. Di lain sisi, ketekunan, keseriusan mahasiswa menjadi
tuntutan lain. Akan tetapi keduanya tidak terlepas dari jaringan atau koneksi.
Hal ini tentunya menjadi salah satu faktor penentu dalam pelaksaan perkuliahan
online.
Sistem ini sebenarnya sebuah peralihan metode face to face (jarak dekat) ke metode screen to screen (jarak jauh). Dasarnya
adalah ketersediaan semua informasi yang relevan secara real time melalui
jaringan dengan menghubungkan orang, benda dan sistem dioptimalkan,
terorganisir secara mandiri dan penciptaan nilai lintas jaringan yang dapat
sesuai dengan berbagai kriteria, seperti biaya, ketersediaan dan sumber daya.
Tentunya sistem ini mempunyai visi yang sangat membantu mahasiswa dan pengajar
dalam keadaan apapun dan dimanapun tetap bisa melaksanakan perkuliahan.
Lalu, seberapa efektif model pembelajaran online ini
berpengaruh bagi proses belajar para peserta didik atau mahasiswa? Dari
fenomena yang terlihat, intensitas ketertarikan peserta didik dalam mengikuti
kuliah online sangat kecil. Bahkan, kebanyakan menciptakan kejenuhan dalam
proses belajar. Beberapa mahasiswa merasa kehilangan momen perjumpaan langsung
dengan dosen-dosen favorit. Seperti tak ada yang dipelajari selama semester
ini. Ini reaksi-reaksi spontan yang disampaikan mahasiswa terkait sistem
belajar online. Intensitas ketertarikan pada sistem belajar online tentunya
membuat seseorang tidak produktif dan memilih absen. Padahal, kehadiran
(presence) merupakan salah satu tolok ukur dalam membantu proses internalisasi
pendidikan dalam kegiatan belajar. Dari sharing banyak mahasiswa, kebanyakan telah
memilih pulang kampung dan berlibur. Tak ada kuliah. Kuliah memberatkan karena
memerlukan data dan harus mencari tempat baik agar terkoneksi.
Kuliah online dengan kata lain menambah beban perkuliahan
karena harus membeli data agar bisa masuk dalam kelas online dan
mendownload-upload tugas perkuliahan. Menurut penulis, sistem perkuliahan
daring di tengah pandemi adalah sebuah solusi dan sekaligus pelarian. Mengapa
demikian? Dapat dikatakan solusi jika pihak universitas atau fakultas telah
memberikan input dan praktik skill dalam penetrasi berbagai fasilitas
“elearning”. Pemantapan dalam soal fasilitas dan skill para pengajar menjadi
salah satu standar penting dalam perkuliahan daring. Sementara di lain sisi,
dapat dikatakan sebagai pelarian jika proses perkuliahan yang terjadi dalam
kebingugan, entah karena sarana maupun faktor dosen dan mahasiswa. Hal ini
diafirmasi oleh banyaknya keluhan dari mahasiswa.
Perkuliahan online hanyalah judul belaka. Banyak dosen
kebingungan, dalam waktu singkat harus mempelajari macam-macam sarana
pembelajaran daring. Karena tuntutan segera melanjutkan proses pembelajaran,
metode ralat dan galat (trial and error) terpaksa di terapkan. Dan yang terjadi
adalah para pengajar hanya dan selalu memberikan tugas online setiap kali jam
pelajarannya, tanpa mengadakan tatap muka dengan menggunakan berbagai aplikasi
yang ada.Tanggung jawab utama dari para pendidik ialah bahwa mereka tidak hanya
sadar akan prinsip-prinsip umum pembentukan pengalaman saat ini dengan
menciptakan kondisi lingkungan tertentu, tetapi mereka juga menerima dalam
bentuk konkret hal-hal di sekitarnya yang sangat kondusif bagi perolehan
pengalaman yang menuntun pada pertumbuhan dan pencapaian ilmu yang diperoleh
peserta didik. Namun situasi sekaramg sangat memberi beban pada mahasiswa dan
membuat pengalaman perkuliahan menjadi sesuatu yang membosankan, bahkan bisa
sampai pada titik kejenuhan dan berdampak pada tidak berkualitasnya pendidikan
yang diperoleh.
Mahasiswa terengah-engah mengikuti proses pembelajaran.
Dalam sekejap tugas menumpuk. Mereka dituntut bertransformasi jadi pembelajar
mandiri dalam waktu semalam. Ini didasarkan kegagapan para pengajar yang tidak
mempunyai skill khusus dalam bidang ini atau tidak adanya keseriusan dari pihak
universitas atau fakultas dalam merespon dan memaksimalkan perkembangan
teknologi dalam dunia pendidikan. Hal ini nyata ketika dunia pendidikan
berhadapan dengan situasi pandemi. Ada begitu banyak lembaga pendidikan yang
tidak siap untuk melaksanakan sistem pembelajarannya secara online. Jika
terjadi, maka itu bisa saja ikut-ikutan dan terpaksa.
Perkuliahan daring di tengah pandemi Covid-19 sering
dikatakan sebagai kurikulum darurat. Kurikulum ini bisa dikatakan sebagai babak
baru dalam sistem pendidikan di Indonesia. Ketersediaan software (piranti
lunak), website, akses internet, listrik, gadget, dan komputer menjadi ciri
khas implementasi model ini. Karakteristik proses pendidikan abad ke21 selalu
menemui tantangan dan juga sekaligus mendatangkan peluang baru. Gejala ini hadir
sebagai konsekuensi dari perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Reformasi pendidikan yang berasal dari pengembangan model
kurikulum virtual akan berdampak pada terciptanya sistem pendidikan gaya baru.
Lyn Haas menegaskan bahwa pendidikan itu harus bersifat demokratis, yakni;
pendidikan untuk semua. Hal ini senada dengan spirit pasal 31 ayat (1) UUD
1945, “semua warga negara berhak mendapatkan
pendidikan”, maka semua mahasiswa dan pengajar seharusnya memperoleh
perlakuan yang sama, memberikan skill dan keterampilan yang sesuai dengan
kemajuan teknologi terkini, kemampuan komunikasi global.
Semoga wabah
Covid-19 ini tidak hanya membawa kepanikan di ruang publik, tetapi ini menjadi
salah satu titik pacu bagi bangsa Indonesia, khususnya pemerintah dan
kementerian terkait untuk berkonsentrasi penuh mengerahkan seluruh anggaran
pendidikan tahun ini untuk menciptakan kurikulum virtual. Proses belajar
mengajar via teknologi daring, sambil menyiapkan sarana prasarana pendukung,
ketersediaan jejaring internet, manajerial yang berdaya saing, sampai pada
keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan. Pemerataan kualitas dan kuantitas
pendidikan di Indonesia menjadi kewajiban yang mesti diprioritaskan, sesuai
amanat sila ke-5 Pancasila; “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Indonesia yang adil, sama rasa–satu rasa, proses pendidikan wajib memberi
kenyamanan bagi seluruh peserta didik dan pendidik se-Indonesia Raya.
HADUH!!!
PEMAHAMAN SALAH KAPRAH, MASA DEPAN ANAK
BUBRAH
oleh : Silvi Latifatul Ummah
Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan bagian dari usaha sadar melaksanakan pembangunan manusia seutuhnya, sejak dekade terakhir telah mengambil tempat yang sentral dalam membangun masyarakat Indonesia. Pendidikan anak usia dini telah mengalami perubahan paradigma. PAUD merupakan usaha sadar dari seluruh masyarakat, sekolah, pemerintah, swasta dalam melakukan tugas pendidikan. Pendidikan yang dilakukan pada anak usia dini pada hakikatnya adalah upaya memfasilitasi perkembangan anak secara menyeluruh dengan menekankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak. Perkembangan anak usia dini merupakan peningkatan kesadaran dan kemampuan anak untuk mengenal dirinya dan berinteraksi dengan lingkungannya seiring dengan pertumbuhan fisik yang dialaminya. Pendidikan bagi anak usia dini menjembatani agar proses perkembangan anak tidak mengalami kendala atau hambatan pada masa perkembangannya yang sangat diperlukan untuk modal berinteraksi dengan lingkungannya. Oleh karena itu, pendidikan anak usia dini telah menjadi perhatian berbagai kalangan, baik para orang tua, para ahli pendidikan, masyarakat, dan pemerintah.
Perhatian yang begitu besar terhadap pendidikan anak usia
dini dapat dimengerti karena berbagai hasil penelitian menyimpulkan bahwa
perkembangan yang diperoleh pada masa usia dini sangat mempengaruhi
perkembangan anak pada tahap berikutnya dan dapat meningkatkan perkembangan
produktivitas kerja di masa dewasa. Namun, dalam kenyataan sehari-hari, praktik
pembelajaran PAUD, misalnya di Taman Kanak-Kanak, telah menjadi permasalahan di
Indonesia pada beberapa tahun terakhir ini. Hal ini disebabkan pola
pembelajaran yang dilaksanakan cenderung bersifat akademis, yaitu pembelajaran
yang lebih menekankan pada pencapaian kemampuan anak dalam membaca, menulis,
dan berhitung. Pembelajaran kurang memperhatikan usia dan tingkat perkembangan
anak. Kecenderungan ini disebabkan antara lain oleh pemahaman yang keliru
terhadap konsep pembelajaran awal pada anak usia dini.
Banyak anak-anak tingkatan taman kanak-kanak belum bisa
membaca dan mengeja di daerahku. Orang
tua selalu menuntut anaknya bisa membaca. Setiap hari mereka disuruh untuk
membaca-membaca dan membaca. Anak menjadi bosan dan enggan untuk belajar.
Bahkan, banyak orang tua yang membanding-bandingkan dengan anak tetangganya
yang masih kecil tetapi sudah mahir membaca. Dengan berperilaku sepeerti itu
mereka mngharapkan menjadi semangat anaknya ketika belajar. Akan tetapi, anak
malah enggan dan pesimis untuk belajar membaca. “Halah, angel gak iso aku!” (halah, susah tidak bisa baca aku.) Sentak
anak yang belum bisa baca. Mereka sulit untuk diajak belajar. Disisi lain orang
tua sangat menuntut anaknya bisa membaca. Mereka mengharapkan ketika anaknya
nanti masuk di Sekolah Dasar sudah mahir membaca.
Sejak tahun 2019 di Indonesia, pembelajaran sekolah yang
biasa dilakukan secara tatap muka dialihkan menjadi online
atau biasa disebut daring (dalam
jaringan). Karena dampak dari virus covid 19. Hal ini menjadi masalah besar
dalam dunia pendidikan khususnya tingkat PAUD. Banyak orang tua yang resah akan
hal ini. Pasalnya anak yang sudah mulai bisa membaca, sekarang enggan dan malas
untuk belajar. Mereka malah memilih bermain dengan gawainya.
Tak sedikit dari orang tua yang mengambil tindakan dengan
mengantarkan anaknya ke bimbingan belajar Anak Usia Dini. Mereka hanya
mengantarkan, kemudian pulang. Selang beberapa saat mereka menjemputnya
kembali. Ketika anak mulai bisa mengeja di sekolah atau tempat belajar (bimbel)
seharusnya di rumah juga dibimbing untuk belajar. Namun, itu mustahil. Orang
tua hanya menyuruh anaknya belajar. Namun tidak mau untuk mendampingi, apalagi
mengajarinya. Setelah pulang ya sudahlah. Tidak ada refleksi dari orang tua.
Hingga ketika pembelajaran di rumah si anak lupa terhadap pembelajaran kemarin.
Ada orang tua yang berusaha mengajari anaknya mengeja di
rumah. Namun saat pembelajaran
berlangsung, melihat proses belajar dan kemampuan belajar anaknya yang
minim. Mereka langsung menggeretak anaknya. “ngene
lho le, kat mau ra iso-iso to jan bocah kok bodo eram.” (gini lho nak, dari
tadi kok tidak bisa –bisa, kamu bodoh sekali). Si anak langsung terdiam,
menangis dan enggan untuk belajar kembali. Melihat anaknya yang seperti itu,
orang tua malah langsung pergi dan membiarkan anaknya. Si anak langsung lari
dan bermain dengan teman-temannya.
Kurangnya perhatian yang dicontohkan orang tua seperti, anak
yang masih duduk dibangku TK yang masih memerlukan kasih sayang atau perhatian
dari orang tua, karena kesibukan ibu yang mementingkan pekerjaan. Karena mereka
beranggapan uang adalah segalanya. Ketidak pedulian yang konstan dari orang tua
dapat berdampak hasil belajar yang buruk disekolah akan mengakibatkan anak
tidak naik kelas, hal tersebut dapat menurunkan semangat anak dalam mengikuti
pembelajaran ulang. Anak menjadi tidak semangat dalam belajar. Ketika melihat
temannya yang selalu diantar sekolah, disuapi ibunya ketika makan dan ditanya
sudah makan atau belum. Si anak pasti merasa iri dengan temannya yang demikian.
Mereka tidak pernah merasakan betapa senangnya mendapatkan perhatian yang penuh
dari orang tua mereka.
Orang tua adalah pendidik yang pertama dan utama bagi anak.
Orang tua harus bisa menjadi suri tauladan bagi anaknya. Apalagi di masa
pandemi ini, banyak orang tua yang harus bekerja dari rumah. Otomatis, setiap
hari dan setiap saat selalu bertemu dengan keluarga termasuk anaknya. Untuk itu
diperlukan sikap yang baik dan bijak sebagai orang tua. Anak Usia Dini tidak
hanya disuruh untuk belajar membaca saja. Semestinya anak juga diajak untuk
berinteraksi tentang beraneka cara. Misalnya mengajak kegiatan menyirami bunga
di taman, memberi makan hewan, mengajak bercengkrama, berbagi rasa dengan anak
dan lain sebagainya.
Orang tua harus dapat memahami karakteristik anak mereka.
Bukannya malah mebandingkan anak mereka dengan anak tetangga. Karakter
merupakan sifat bawaan yang biasanya diturunkan dari kedua orangtua. Karakter
ini terkadang bisa membuat orang-orang di sekitarnya senang, namun beberapa
juga membuat para orang tua kesulitan untuk mengatasinya. Sayangnya banyak pula
orang tua yang belum paham menangani perilaku anak-anak pada usia dini.
Sehingga dibutuhkan pengertian serta wawasan yang luas bagi orang tua dalam
memahami karakteristik anak. Sehingga nantinya tidak akan memberikan pengaruh
buruk pada perkembangan anak.
Pemahaman orang tua tentang pembelajaran Anak usia dini harus sudah bisa membaca itu adalah hal yang salah. Perlu adanya penjelasan dan pembenahan tentang pemahaman tersebut. Padahal seharusnya pembelajaran yang dilakukan pada anak usia dini adalah untuk mengembangkan seluruh potensi meliputi fisik, kognitif, bahasa, sosio emosional. Tujuan pendidikan pada anak usia dini adalah untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya. Sehingga anak memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa depan. Orang tua harus membantu menyiapkan anak mencapai belajar di sekolah. Seorang anak akan semangat belajar jika orang tua memberi perhatian, motivasi atau dorongan terhadap pendidikan anak.
GAYA BELAJAR DIMASA PANDEMI (oleh : Adi Triana)
Awal 2020 di dunia dihebohkan dengan adanya virus yang sangat mematikan, virus tersebut adalah Covid19. Virus tersebut pertama kali di Wuhan, kemudian menyebar diseluruh dunia termasuk di Indonesia. Adanya virus tersebut membuat Indonesia menerapkan kebijakan lockdown . pandemic covid19 ini bedmpak signifikan terhadap berbagai sektor, salah satunya dibidang pendidikan.
Karena selama pandemi ini, pemerintah menetapkan kebijakan
untuk mengatur sistem pendidikan sebaik mungkin. Salah satu sistem pembelajaran
yang diterapkan oleh pemerintah yaitu pembelajaran daring, dengan sistem
pembelajaran daring tentu saja semua pihak harus mempersiapkan segala hal
dengan sebaik mungkin untuk menunjang keberlangsungan proses pembelajaran
daring.
Karena pembelajaran daring sangatlah berbeda dengan
pembelajaran sebelum adanya daring, sehingga para pendidik, peserta didik serta
tenaga pendidik harus melewati masa transisi, yang mulanya dari proses
pembelajaran tatap muka, menjadi pembelajaran daring atau online.
Bagiamana
pembelajaran dimasa pandemi ini? Cukup membosankan atau cukup menyenangkan?
Pertanyaan tersebut sangatlah sering kita dengar dari
orangorang,bahkan orang tua sendiri. Pelajar yang lain pun pastinya juga
sering mendengar, sampaisampai mereka bingung mau menjawab apa. Karena belajar
dimasa pandemi ini ada sisi positif maupun negatif.
Banyak yang beranggapan bahwa proses pembelajaran dimasa
pandemi ini cukup efektif. Karena dapat meminimalisir tersebarnya virus
covid19. Proses pembelajaran secara daring ini menuai polemik di berbagai
kalangan masyarakat, terutama dikalangan peserta didik dan orang tua peserta
didik.. bukankah pembelajaran daring ini sangat menguntungkan ?.. Mereka yang
memiliki fasilitas lengkap pastinya beranggapan bahwa pembelajaran daring ini
dapat mengehemat biaya hidup mereka, seperti biaya transportasi ke sekolahan
dan uang saku peserta didik. Intinya proses pembelajaran daring banyak membawa
sisi positif, bukankah begitu ?.
Tetapi bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki fasilitas
yang lengkap ?..pastinya mereka sangat keberatan dengan proses pembelajaran
daring ini. Menurut mereka kurang efektif untuk diberlakukan. Karena tidak
semua peserta didik maupun orang tuanya memiliki fasilitas untuk melakukan
daring, salah satunya yaitu Hp atau Handphone. Karena alat tersebut merupakan
hal yang sangat penting dan tidak semua peserta didik memiliki kemampuan untuk
memahami atau menangkap atau menerima materi pembelajaran dari pendidik.
Sehingga mengakibatkan peserta didik kurang maksimal dalam memahami materi yang
disampaikan. Tidak hanya peserta didik, pendidikpun pastinya juga mengalami
kesulitan dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik.
Apakah hanya ituitu saja kesulitan yang dialami oleh
peserta didik maupun pendidik ?.. tentu saja tidak..yang menjadi permasalahan
utama dalam proses pembelajaran daring ini yaitu kendala sinyal. Terutama bagi
mereka yang tinggal di pelosok atau daerah terpencil.
Dengan berbagai permasalahan yang ada, akhirnya pemerintah
bertidak untuk mengatasi permasalahanpermasalahan yang ada, salah satunya
memberikan bantuan kuota gratis bagi seluruh peserta didik di Indonesia, Namun
tunjangan tersebut belum menjamin maksimalnya proses pembelajaran online atau
daring. Karena besar kemungkinan peserta didik, menggunakan bantuan kuota
gratis tersebut untuk kepentingan lain, di luar kepentingan pembelajaran
daring..Bukankah begitu? Tentu saja benar…. anak jaman sekarang pastinya tidak
bisa jauh dengan yang namnaya media sosial. Pastinya bantuan kuota tersebut
digunakan untuk media sosial yang mereka miliki, seperti Fb. Twitter, Ig,
bahkan mungkin untuk melihat film di YT yang membutuhkan kuota yang besar.
Sehingga bantuan kuota yang mereka dapat akan cepat habis. Tentu saja
mengakibatkan proses pembelajaran daring tetap tidak berjalan secara maksimal.
Kalo membicarakan masalah pembelajaran dimasa pandemi ini,
tidak ada habisnya. Saya sendiri sebagai pelajar juga merasakan efek dari
proses pembelajaran daring. Awalawal diberlakukan pembelajaran daring menurut
saya cukup menyenangkan dan lebih efisien. Tetapi setelah beberapa bulan
pembelajaran daring, saya merasakan sangat membosankan. Karena tidak bisa
bertemu dengan temanteman, disisi lain saya juga merasakan bahwa saya
kesuliatan dalam memahami materi yang disampaikan dan menjadikan saya malas
dalam belajar. Jadi kalo dipikirpikir, pembelajaran daring menyenangkan dan
lamakelamaan juga membosankan.. Apa kalian sependapat dengan saya ?
Tetapi setelah hampir satu tahun diberlakukan proses
pembelajaran daring. Dan dikarenakan virus Covid19 mulai mereda. Kini
pemerintah mulai merancang kebijakan baru terkait sistem pembelajaran yang akan
diberlakukan di tahun 2021, setelah mempertimbangkan berbagi hal dan melihat
situasi dan kondisi penyebaran virus Covid19. Pemerintah menerapkan bijak
yaitu memperbolehkan pembelajaran tatap muka..wah pastinya senang bukan ?..
Saya sendiri mendengar kabar tersebut merasa senang bukan main. Bagiamana
dengan kalian ?..
Kebijakan tersebut harus dengan syaratsyarat khusus
pastinya.. kalo tidak ada persyaratan dan semua instansi pendidikan
melaksanakan pembelajaran tatap muka, bukankah malah memperparah penyebaran
virus Covid19. Nah.. jadi untuk menyegah penyebaran Covid19, pemerintah
memberikan kebijakan hanya kepada daerah yang zona hijau dan pastinya harus
ijin dipemerintah setempat. Pembelajaran tatap muka sendiri dibatasi, maksutnya
siswa ketika masuk sekolah dibagi menjadi 2 kelompok pada setiap kelasnya.
Kelompok pertama masuk hari senin dan kelompok kedua masuk hari selasa, dan
seterusnya..Tetapi tergantung atau melihat situasi kondisi instansi sekolah
tersebut. Muridnya sedikit atau banyak, jika banyak bisa dipertimbangkan lagi
dengan menggunakan cara yang sudah saya sampaikan di atas.
Tetapi pastinya pembelajaran tatap muka tersebut juga
memiliki dampak negatif maupun positifnya.. bagiamana dengan kalian para
pelajar yang saat ini sudah merasakan pembelajaran tatap muka. Cukup
menyenangkan atau samasama membosankan ?.. Kalau menurut saya, sebagai
pelajar, yaa pastinya menyenangkan. Karena bisa bertemu dengan temanteman, di
samping itu bisa mendapatkan uang saku.hehehe.. Kalian juga begitu kan ?
Nah.. untuk daerah yang masih zona merah, kuning maupun
oranye bagaimana. Apa sama seperti didaerah zona hijau?..Pastinya tidak. Karena
daerah yang berada ketiga zona tersebut belum diperbolehkan melaksanakan
pembelajaran tatap muka.. mereka hanya bisa melakukan pembelajaran secara
daring samapai zona daerah mereka hijau.. tetapi jangan berkecil hati yaa..
tetap semangat belajarnya..
Penularan Covid19 yang sempat menurun, kini mengalami
kenaikan kembali karena banyaknya masyarakat yang tidak mematuhi protokol
kesehatan dan mungkin salah satunya karena penerapan kebijakan pembelajaran
tatap muka di beberapa daerah. Sehingga untuk meminimalisir penularan virus
covid19, beberapa instansi pendidikan membatalkan atau mengurungkan untuk
melaksanakan proses pembelajaran secara tatap muka. Mereka sangat
mengkhawatirkan upaya yang dilakukan akan siasia atau bahkan akan membawa
dampak buruk yaitu bertambahnya penyebaran virus covid19.
Memang tidak
dapat dipungkiri covid19 sangatlah merugikan berbagai pihak, salah satunya
sektor pendidikan. Dimasa pandemi ini teknologi sangatlah dibutuhkan, dan
banyak informasiinformasi baik itu positif maupun negatif yang kita dapat.
Jadi, kita sebagai pelajar sangatlah harus berhatihati dalam memilih dan
memilah informasi yang didapat, dan bagi para orang tua harus selalu siap dan
sigap dalam mengawasi anakanaknya dalam penggunaan gadget dan ketika proses pembelajaran
daring. Pada intinya tetaplah semangat walaupun dalam proses pembelajaran
daring, dan tetaplah mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari virus
covid19.
Pendidikan dan Perempuan
oleh : Vella Yunanda Fitri
Di zaman maju seperti ini, masih ada saja yang menganggap perempuan tidak harus sekolah tinggi. Anggapan tersebut sering kita dengar bukan?
Anggapan tersebut pastinya sering kita dengar dari
orang-orang di sekitar. Entah itu dari tetangga bahkan saudara kita.
Sebenarnya, akupun juga tidak tahu mengapa di era seperti ini masih ada
orang-orang yang beranggapan seperti
itu. Saya juga tidak habis pikir mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Terkadang saya bertanya-tanya apakah pemikiraan seperti itu muncul karena
mereka benci dengan dunia pendidikan, tidak suka kemajuan, atau mungkin ingin
maju tapi tidak ada kesempatan?
Ya...begitulah, permasalahan ini terjadi di daerahku.
Pasalnya banyak dari mereka yang beranggapan bahwa setelah anak lulus SMA, maka
sudah cukup baginya untuk belajar.
Orang-orang di daerahku beranggapan bahwa sekolah itu
menghabiskan banyak uang. Seperti yang kita tahu, di era seperti ini banyak
sekali beasiswa pendidikan, banyak tunjangan biaya sekolah, bahkan pemerintah
pada saat ini juga menyediakan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program
Indonesia Pintar (PIP) yang bisa digunakan sebagai tunjungan biaya pendidikan.
Tidak hanya itu, hampir di setiap sekolah juga memfasilitasi biaya sekolah,
mulai dari beasiswa siswa berprestasi, beasiswa tahfid qur’an, bahkan beasiswa
kurang mampu pun disediakan. Sebenarnya, mengeluh karena biaya pendidikan itu
sudah wajar. Yang tidak wajar di sini adalah ketika seseorang beranggapan
bahwa sekolah selalu menghabiskan banyak uang.
Anggapan
tadi bukanlah satu-satunya permasalahan di daerahku. Alasan lain bahwa
perempuan tidak harus sekolah tinggi yaitu “sekolah tinggi ora njamin sukses”
(gumam mereka). Beberapa dari mereka mengatakan bahwa sekolah tinggi tidak
menjamin kesuksesan. Dari pernyataan tersebut saya berpikir bahwa selama ini
beberapa orang masih berpikir sempit. Maksud saya, banyak dari masyarakat
mengartikan sukses merupakan sebuah ukuran kekayaan. Tetapi kenyataanya sukses
merupakan kemampuan untuk hidup mandiri dengan usahanya sendiri tanpa meugikan
orang lain. Memang, anggapan-anggapan masyarakat seperti ini bisa terjadi,
bahkan tanpa bersekolah tinggi seseorang juga bisa sukses, namun ada hal yang
perlu kita tahu bahwa minimnya pengetahuan serta rendahnya pendidikan menjadi
faktor utama seseorang gagal dalam usaha.
Bukan hanya itu, banyak dari mereka mengatakan bahwa
“timbang di engge mbayar sekolah, luwung di engge tuku sapi”. Maksudnya, dari
pada uangnya untuk membayar biaya pendidikan lebih baik digunakan untuk membeli
sapi. Memang tidak bisa dipungkiri, masyarakat jawa sangat suka dengan dunia
ternak, khususnya ternak sapi. Menurut orangorang disekitarku sapi merupakan
segalanya, hal ini dikarenakan sapi
dapat beranak pinak serta memiliki daya jual yang semakin harinya bisa
bertambah. Hal inilah yang mendasari mereka lebih suka membeli sapi dari pada
untuk biaya sekolah.
Berbicara tentang beberapa masalah di atas, antara perempuan
dan pendidikan memang sulit untuk disatukan. Pasalnya anggapan-anggapan seperti
ini terus ada dan selalu ada. tidak hanya orang tua, bahkan juga anak muda
memiliki anggapan yang sama. Entah sampai kapan masyarakat akan selalau
beranggapan seperti ini. Terkadang saya sempat
kepikiran, bagaimana jika pemikiran seperti ini terus ada dan berkembang.
Sungguh miris bukan?
Masyarakat yang tidak suka dengan dunia pendidikan pastinya
akan selalu berpikiran negatif tentang pendidikan. Hal ini dikarenakan
pemikiran masyarakat yang masih sangat jahiliyah. Ya....memang betul, sekarang
ini memang sudah masuk era globalisasi. Era dimana kehidupan semakin maju dan
canggih. Seharusnya saat ini masyarakat
sudah sadar akan pentingnya pendidikan. Seperti yang kita ketahui, banyak
teknologi terbaru yang memudahkan kita dalam melakukan sesuatu. Tetapi sayang,
anggapan-anggapan negatif n tentang dunia pendidikan terus berkembang. Zaman
sekarang ini memang bisa dikatakan maju, tetapi pemikiran masih dahulu. Masih banyak pandangan negatif
tentang pendidikan. Sebenarnya tidak semua masyarakat memiliki pandangan
seperti ini, tetapi juga tidak jarang masyarakat yang berpikiran sempit tentang
pendidikan.
Ada satu alasan yang memang menurut saya sangat tidak masuk
akal. Alasan ini menurut saya sudah tidak ada sangkut pautnya dengan
pendidikan, apalagi pada perempuan. Mengapa saya katakan tidak masuk akal? hal
ini dikarenakan masih ada yang beranggapan bahwa “cah wedok sekolah duwur
diengge opo, bakale yo rabi” maksudnya untuk apa perempuan sekolah tinggi,
nanti ujung-ujungnya juga menikah. Saya sering tertawa sendiri apabila ada
orang yang masih beranggapan seperti ini. Pertanyanya, apakah perempuan
berpendidikan tidak boleh menikah? Apakah ada dasar hukumnya sebelum menikah
perempuann tidak boleh mengejar pendidikan dahulu? Bukannya belajar adalah
suatu kewajiban? Lantas mengapa masih ada masyarakat yang beranggapan demikian.
Beberapa masyarakat memang masih berpikiran kuno, mereka masih ada yang
beranggapan bahwa perempuan yang memasuki usia remaja harus disegerakan untuk
menikah. Mungkin sebagian dari mereka takut apabila putrinya tidak segera
menikah, hal ini dikarenakan jika anak remaja tidak segera dinikahkan maka akan
jadi perawan tua. Ketakukan seperti inilah justru yang membuat indonesia banyak
kasus pernikahan dini, perceraaian, putus sekolah, serta maraknya
pengangguran.
Berbeda
dengan anggapan masyarakat, ternyata sebagian dari kita, entah anak-anak,
remaja, bahkan orang dewasa terkadang juga berpikiran kuno. Banyak sekali
alasan tentang putusnya pendidikan, khususnya bagi anak perempuan. Mereka kerap
berpikir tidak ingin melanjutkan ke jenjeng sekolah tinggi dengan alasan biaya.
Sering kali saya mendengar alasan mereka tidak melanjutkan pendidikan
dikarenakan mereka tidak ingin menyusahkan orang tua.
Mereka lebih memilih untuk bekerja dengan alasan mendapatkan
uang serta bisa membeli apa yang mereka inginkan. Dari sini dapat kita ketahui,
ternyata masih banyak sekali anak muda yang berpikiran sempit. Karena faktor
ekonomi mereka berpikir seperti ini. Tetapi ada yang perlu kita garis bahwahi
bahwasanya kualitas pendidikan nantinya akan menentukan pekerjaan. Dengan
pendidikan pekerjaan kita juga menjadi layak, memang tidak ada jaminanya bahwa
orang yang berpendidikan selalu mendapatkan pekerjaan mapan, tetapi pekerjaan
pada zaman maju seperti ini memandang suatu pendidikan, betul begitu bukan?
Berbagai pernyataan-pernyataan di atas seharusnya tidak
pantas untuk dilontarkan. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa anggapan seperti
ini sulit untuk dihilangkan. Selalu ada anggapan bahwa pendidikan pada
perempuan memang kurang penting. Sebenarnya baik perempuan ataupun laki-laki
menurut saya tidak ada batasan untuk belajar. Ketika mereka masih mampu, maka
wajib baginya untuk selalu menuntut ilmu. Pendidikan merupakan ajang potensi
diri. Dengan pendidikan kita bisa memantaskan diri, menjadi perempuan yang
berhati nurani, berwawasan luas serta dihormati. Dengan pendidikan seorang
perempuan akan mampu membantu pasangannya dalam menyelesaikan masalah dalam
kehidupan. Selain menjadi wanita yang cerdas bagi pasangan, pendidikan dapat
menjadikan perempuan sebagai guru terbaik
bagi anak anaknya kelak.
Sudah sepantasnya perempuan berpendidikant tinggi. Bukan
untuk mencari nama, bukan untuk ajang lomba, tetapi patut kita garis bawahi
bahwa sejatinya perempuan yanng berpendidikan adalah perempuan yang sadar akan
kemajuan.
AKU TIDAK SUKA, HINGGA AKU SANGAT MENYUKAINNYA
oleh: Alfina Candra Sagitri
Entah ada berapa hal yang tidak aku sukai di muka bumi ini,
salah satunya adalah jengkol. Jengkol adalah tumbuhan khas di Asia Tenggara,
masyarakat Indonesia mengenalnnya sebagai bahan pangan. Jengkol termasuk dalam
polong-polongan dan diketahui jengkol dapat mencegah diabetes karena bersifat
diuretic dan baik untuk kesehatan jantung namun tidak berlebihan dalam
mengkonsumsinnya selain itu tanaman jengkol memiliki kemampuan menyerap air
tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.
Lalu apa yang membuatku tidak suka bahkan melihatnya saja
ingin muntah, ya tentu saja bau jengkol yang menyengat.
Dulu kala saat aku berusia 8 tahun mama dan papa mengajakku
pergi ke acara keluarga, disana aku menikmati acarannya hingga tepat waktunnya
untuk makan. Semua makanan telah aku cicipi namun ada satu makanan yang
disajikan dalam mangkuk sedang berisi masakan baloda dan aku hanya menatap
karena aku tidak tau apa yang dimasak dalam bumbu balado itu.
Hingga tanteku menghampiri dan memaksaku untuk mencoba
memakannya. Aku tidak yakin dan bingung waktu itu apakah makanan itu boleh
dimakan oleh anak-anak dan rasannya seperti apa, entah tanteku yang usil atau
bagaimana ia terus memaksaku untuk memakannya dan terus menungguku untuk
memakan jengkol itu
Hingga aku memaksakan diri memakannya, pertama yang aku
rasakan adalah bumbu baladonnya kemudian tekstur jengkol yang liat saat aku
mengunyahnnya tiba-tiba aku merasakan
ada sedikit rasa pait, akhirnya aku muntahkan sebelum rasa aneh lainnya timbul.
Sedikit jengkel kepada tanteku karena memaksaku memakan
jengkol yang tak seharusnya anak-anak makan. Keponakan yang seusiaku ingin
mengajak bermain bersama, saat aku berbicara lebih dekat dengannya dia berkata
mulutku bau dan meninggalkanku.
Aku menangis tidak diajak main karena bau mulut, aku pergi
ke mama dan bercerita sambil memangis. Bau mulutku disebabkan oleh jengkol yang
aku makan tadi walaupun cuma sedikit baunya membekas. Kemudian mamaku
menyuruhku menggosok gigiku lagi dan memakan buah-buhan untuk menghilahkan
baunnya.
Semenjak kejadian itu aku tidak suka dengan jengkol. Sampai
aku tumbuh dewasa aku tetap tidak menyukainnya aku selalu menghindarinya saat
di jamuan makan, makan diwarteg, makan di restaurant atau dimanapun, saat
sepulang dari kantor aku pernah mendapat nasi kotak didalamnya ada lauk jengkol
dan aku memilih membuangnya.
Namun semua itu berubah setelah kakakku menikah. Kakakku
menikah dengan perempuan yang cantik, jago memasak, dan pecinta jengkol. Pernah
dijam makan siang kakak ipar memasak untuk kami tentunnya ada menu berbau
jengkol yang tak terlewatkan yaitu semur jengkol. Aku hanya diam dimeja makan
menatap masakan itu tersaji dimeja makan ini.
Lagi-lagi dengan paksaan, kakak ipar memaksaku untuk mencoba
memakan semur jengkol buatannya dia meyakinkanku bahwa masaknnya sangatlah
enak. Tak hanya kakak ipar, kakakku pun juga ikut memaksaku kembali mencoba
makan jengkol.
Akhirnya aku mencoba kembali memakannya dengan gigitan kecil
dan aku ulangi dengan gigitan besar. Aku kaget rasanya benar-benar enak tidak
sama dengan waktu dulu, jengkolnya empuk tidak liat, bumbu semurnya berasa dan
satu yang aku temui saat mengunyahnnya aku tak mencium bau menyengat hanya bau
rempah-rempah dan tidak ada rasa pait didalamnnya. Semenjak hari itu aku mulai
mencoba makan jengkol yang ada di warteg atau dimanapun itu. Dan lama kelaman
jengkol menjadi satu menu kesukaanku. Dari sini aku menyimpulkan jangan pernah
mencoba satu kali untuk menemukan rasa lain yang lebih enak.
Sama halnnya dengan kita memilih produk-produk lokal atau brand lokal, namannya juga lokal pasti
ada beberapa yang kurang baik dalam penyelesain produknya dikarenkan beberapa
fator, jika kita mau memilih produk atau brand
lokal dengan selektif kita akan menemukan produk atau brand lokal yang sangat luar biasa kualitasnnya bahkan produk atau brand luar negeri saja tidak ada
apa-apannya.
Seperti brand
Erigo Apparel yang menyedikan kaos, jaket dan fesyen lainnya, kualitas bahan
dan edisinya tak kalah bagus dengan H&M. lanjut ada brand Matoa, produk yang disajikan oleh Matoa adalah jam tangan
yang terbuat dari kayu lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan jam tangan
yang terbuat dari stainless stell dan sejenisnya, buat pecinta jam tangan atau
kolektor harus tau brand ini selain
hargannya yang pas dikantong daya saing atau daya jual pasarnnya tidak kalah
dengan jam tangan kenamaan Rolex.
Buat kalian yang suka koleksi sepatu ada brand dari Nah Project, kualitas sepatu
dari brand ini sudah tidak diragukan
lagi bahkan orang nomor satu di Indonesia memakainnya, Nah Project ini tak
kalah saing dengan brand mendunia
seperti Nike ataupun Jordan. Dan masih banyak lagi brand lokal yang keren tentunnya.
Daripada
membeli yang KW kenapa tidak membeli brand
lokal Indonesia yang sama bagusnya. Serta jangan takut untuk mencoba memakai brand lokal Indonesia. Banyak brand lokal yang bagus, jika dirasa kamu
tidak cocok dengan salah satu brand
lokal sebenarnnya kamu hanya belum menemukan brand apa yang sesuai dengan keinginanmu dan di Indonesia
menyediakannya mulai dari fesyen, aksesoris, perkakas, dan masih banyak lagi.
Ayo dukung terus brand lokal
Indonesia agar menjadi brand-brand yang sangat dibanggakan oleh
masyarakat Indonesia.
Bullying Adalah Malapetaka
oleh : Fahmi Khairudi Anwar
Percaya atau tidak, masalah sesederhana apapun kalau memang tidak ditanggapi dengan serius pasti akan menghasilkan dampak atau efek yang luar biasa. Bullying adalah salah satunya. Siapa sangka, ada orang yang rela mengakhiri hidupnya karena di-bully. Mengerikan bukan? Ya, Tapi jangan khawatir, semua permasalahan selalu ada solusinya. Mungkin banyak dari kita yang pernah mendengar kata bullying. Tetapi apa sebenarnya makna dari bullying? Bullying atau perundungan merupakan suatu tindakan mengintimidasi dan memaksa seorang atau kelompok yang lebih lemah untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka kehendaki, dengan maksud untuk membahayakan fisik, mental atau emosional melalui pelecehan atau bahkan penyerangan. Orang tua, pendidik dan sekolah bahkan sering tidak menyadari adanya tindakan bullying ini.
Bentuk yang paling sering dijumpai dari perundungan/ bullying di lingkungan sekolah adalah
pelecehan dalam bentuk ucapan/verbal, yang bisa datang dalam bentuk ejekan,
menggoda atau meledek dalam penyebutan nama. Jika tidak diperhatikan, bentuk
penyalahgunaan ini dapat meningkat menjadi teror fisik seperti menyerang fisik,
intimidasi berkelompok secara terus menerus atau bahkan tidak menutup
kemungkinan terjadinya pemerkosaan.
Biasanya pelaku memulai bullying
di sekolah pada usia muda, dengan melakukan teror pada salah satu atau beberapa
anak laki-laki dan perempuan yang ia anggap lebih lemah dan bisa diganggu
secara emosional atau intimidasi psikologis. Anak bisa melakukan perundungan
karena berbagai alasan.
Mencari perhatian. Ya, alasan sepele ini jika tidak
ditanggapi akan memunculkan terjadinya bullying.
Biasanya karena mencari perhatian dari teman sebaya dan orang tua mereka, atau
juga karena merasa penting dan merasa memegang kendali. Banyak juga tindakan bullying di sekolah dipacu karena meniru
tindakan orang dewasa di sekitarnya atau program televisi. Mendapatkan
keuntungan. Ini juga bisa menjadi alasan seorang anak untuk melakukan bullying. Ia merasa bisa mendapat
keuntungan tertentu, mulai dari keuntungan material hingga seksual, kepuasan
diri. Jika ini yang menjadi alasan untuk menjadi pelaku bullying, maka sebenarnya dirinya sudah dekat dengan sifat
psikopat. Ia akan merasa puas ketika melihat orang lain menderita dan tersiksa.
Penindasan/perundungan/bullying
memiliki efek jangka panjang, baik pada korban maupun si penindas itu sendiri.
Untuk korban, perlakuan itu merampas rasa percaya diri mereka. Ini akan menciptakan
trauma berkepanjangan. Untuk pelaku bullying, efeknya adalah menjadi sebuah
kebiasaan dan kenikmatan untuk meningkatkan ego mereka serta menumbuhkan
karakter seorang kriminal.
Ketakutan dan trauma emosional yang diderita si korban dapat
memicu kecenderungan untuk benci pada hal-hal yang berbau sekolah. Ada sebuah
ketakutan dan kengerian bagi mereka setiap mereka pergi ke sekolah. Akibatnya
bisa fatal, mereka bisa memilih untuk putus sekolah. Sedang di lain pihak,
anak-anak yang terbiasa melakukan atau menjadi korban bullying di sekolah akhirnya dikhawatirkan dapat menjadi orang
dewasa yang kejam atau penjahat.
Saya jadi teringat kisah pilu dibalik kebengisan musuh
batman yakni “joker” sosok komedian gagal, Arthur Fleck pria yang diabaikan
oleh masyarakat dan berubah menjadi penjahat yang sangat keji. Arthur tumbuh
dari masyarakat kalangan bawah yang terus gagal untuk meraih kesuksesan dalam
profesinya sebagai komedian stand up.
Hidupnya kerap dirundung pilu. Titik terbawah hidup Arthur terjadi saat ia
diolok-olok oleh presenter yang diperankan lewat siaran TV nasional. Begitu
banyak kekecewaan yang membuatnya menjadi pribadi pahit dan akhirnya, berubah
menjadi pembunuh. Arthur ini mengubah identitas dirinya dengan menjadi badut
Joker, menampilkan pribadi baru yang jahat. Lewat kisah itu, bisa kita rasakan
betapa luar biasanya efek dari tindak bullying ini. Walaupun hanya sebatas
kisah opini saja sih, tetapi ngeri juga bila memang benar-benar terjadi.
Dapat disimpulkan dari tulisan di atas, bahwa alasan utama
seseorang melakukan tindak bullying menurut saya adalah untuk mencari atau
mendapatkan suatu kepuasan diri. Tidak bisa dipungkiri saya sendiri pernah
menjadi pelaku tindak bullying. Dan
benar, saya mendapat kepuasan diri yang saya harapkan begitu. Iya, tetapi itu
hanya sebatas tindak bullying yang ringan menurut saya yakni sarkasme dan
satire. Dan anggapan saya dengan tidak merasa berdosa waktu itu untuk melatih
mental siswa baru di sekolah. Secara kan, sebagai senior sekolah apalagi juga
anggota OSIS saat itu juga ingin dong menunjukkan eksistensinya. Ternyata
ketika saya memahami hakikat dan akibat yang begitu berdampak pada banyak aspek
dari tindak bullying tersebut, ya
tetap merupakan Tindakan yang salah. Saya memahami stigma berpikir kalau kita
lihat, kan sekarang masih ada beberapa kegiatan yang menggunakan kekerasan
untuk kegiatan penerimaan anggota baru. Dan biasanya hal tersebut akan menjadi
siklus, junior yang dulunya pernah mengalami bullying akan melakukan hal yang sama ke juniornya lagi, karena
ketika ia melakukan itu, ia merasa percaya diri karena mereka bisa menguasai
orang lain Apapun itu, bagaimanapun bentuk tindak bullying tetap menimbulkan
efek jangka pendek maupun jangka panjang, langsung maupun tidak langsung yang
tetap membekas pilu.
Ada kasus anak dibully dengan cara diledek dan itu sangat
berpengaruh dalam hidupnya karena ia tidak mendapatkan social support yang
cukup dari orang tua maupun lingkungannya. Begitupula ada kasus yang
sebaliknya, dimana korban bisa membela dirinya lantaran mempunyai social
support yang besar dari keluarga. Jadi dampak bullying itu sangatlah beragam.
Perilaku bullying tentu saja bisa dihilangkan dan
pastinya penghilangan tindak bullying tersebut
memerlukan kerjasama berbagai pihak, terutama untuk remaja yang tidak berada
dalam perlindungan /tanggung jawab institusi tertentu. Karena itu, kita
membutuhkan kolaborasi yang baik dari berbagai pihak, mulai dari orang tua,
sekolah dan masyarakat (organisasi pemuda, organisasi keagamaan, institusi
pendidikan) sehingga bisa menjadi panutan yang memberikan petunjuk sekaligus
menyeleksi mana kegiatan yang positif yang harus dikembangkan, dan mana
kegiatan yang negatif dan wajib diberhentikan.
Karena itu, orang tua harus mendidik anak agar berdaya dan
mandiri sejak dini, agar anak punya rasa percaya diri yang baik sehingga anak
tidak mudah dimanipulasi oleh orang lain. Salah satu cara yang bisa dilakukan
para orang tua adalah dengan memasukkan anak ke berbagai aktivitas, karena
dengan mengikuti aktivitas tersebut akan menimbulkan perasaan mampu, dan
percaya diri pada dirinya. Selain itu, orang tua juga harus sadar pada segala sesuatu yang terjadi pada
sang buah hati, sehingga apabila ada suatu permasalahan, orang tua bisa
mendeteksinya sejak dini, dan menyelesaikannya.
Kepada orang tua yang saat ini sedang memiliki buah hati yang sedang menuntut ilmu dimanapun ia berada saya berpesan agar selalu memperhatikan kebiasaan anak. Jika mulai ada perubahan segera diskusikan dengan anak. Jangan posisikan diri sebagai seorang yang berkuasa atas diri anak tetapi posisikan diri anda sebagai seorang sahabat
Garuda Indonesia dan Korupsi
oleh : Faruk Ahmadi Maruf
Pada akhir-akhir ini kita disuguhkan dengan fakta tentang salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, yang mengalami kondisi keuangan yang tidak sehat diketahui bersama pandemi Covid 19 setahun terakhir menghatam berbagai sektor industri, ekonomi di masyarakat termasuk salah satu perusahaan berplat merah ini. Krisis yang dialami berdampak pada anjlok jumlah penumpang domestik maupun Internasional, di lain sisi utang perseroan terus menumpuk mencapai Rp. 70 Triliun dan diperkirakan bertambah Rp. 1 Triliun disetiap bulannya.
Menghadapi permasalahan seperti ini manajemen Garuda
Indonesia tidak berpangku tangan begitu saja, berbagai upaya telah dilakukan
untuk memastikan solvabilitas dapat dikurangi dengan baik. Selain itu pihak
manajemen maskai tengah melakukan upaya renegosiasi dengan lessor pesawat, tak
hanya itu perseroan melakukan restrukrisasi utang usaha termasuk terhadap BUMN
dan mitra usaha yang lain dan negosiasi restrukturisasi pinjaman perbankan dan lembaga
keuangan lainnya.
Berbagai macam permasalahan muncul di perseroan ini Tak
hanya itu, pada tahun 2019 Garuda Indonesia kembali digoncang oleh
penyelundupan Harley yang dilakukan mantan Dirut Garuda, Ari Askhara hal itupun
menambah garam di luka perusahaan ini. Selain itu terdapat beberapa kasus
seperti Komisi Pengawas Persaingan Usaha memeriksa indikasi kartel yang
dilakukan Garuda Indonesia terkait kenaikan tarif pesawat dan biaya kargo.
Terjadi praktik monopoli dan rangkap jabatan dikalangan pimpinan perusahaan.
Kasus laporan keuangan Garuda Indonesia jajaran Komisaris menolak hasil laporan
keungan yang disampaikan Direksi, lembaga negara seperti BEI, OJK hingga BPK
dan Kementrian Keuangan telah turun tangan mengahadpi masalah ini. Ohak
kemenkeu menjatuhkan sanksi kepada Akuntan Publik Kasner Sirumapea dan Kantor Akuntan Publik
sebagai auditor laporan keungan Garuda sejumlah denda sebesar 1,25 M harus
dibayar pihak Garuda Indonesia atas laporan keungan mereka yang bermasalah.
Jika melihat berbagai masalah yang ada harusnya ini menjadi
bahan evalluasi dari Pemerintah untuk memilih jajaran pimpinan perseroan yang
mempunyai kapasitas dan kapabilitas. Tak hanya itu lembaga harus mampu membuat
organisasi yang sehat, organisasi sehat sendiri merupakan organiasai yang mampu
berkinerja tinggi dan sustainble dengan 9 ciri-ciri antara lain adanya direction, accountability, coordination and
control, environment and values, external orientation, motivation,
capablilities, innovation and leadership.
Pencegahan tindak pidana korupsi merupakan pekerjaan yang
berat dilakukan. Hal ini harus dilakukan dengan bersama-sama serta membutuhkan
komitmen nyata dari pimpinan. Selain itu strategi pencegahan korupsi
diperlukan, agar bahaya korupsi dapat ditanggulangi dan celahnya dapat
tertutup. Kecenderungan orang melakukan korupsi terjadi ketika ada motif,
rasionalisasi yang berasal dari masing-masing individu dan ada kesempatan yang
berkaitan dengan sistem yang memiliki celah korupsi. upaya pencegahan korupsi
tidak cukup dengan perbaikan sistem, namun harus juga dilakukan melalui
perbaikan perilaku dari setiap individu. Selain itu komitmen harus di mulai
dari diri sendiri.
Impor Biji Plastik Terhadap Pengusaha Biji Plastik Di Indonesia
oleh : Febry Mubayanah Zulfa
Sekarang ini plastik sudah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat modern. Penggunaan plastik menjadi cara yang nyaman dan mudah untuk menyimpan atau membawa makanan dan barang lainnya. Dari berbagai aspek kehidupan, penggunaan plastik menjadi alternatif yang menarik dari pada penggunaan bahan lainnya. Namun, penggunaan plastik dapat menimbulkan banyak dampak negatif bagi lingkungan, hal ini berkaitan dengan meningkatnya produksi barang-barang plastik yang sekali pakai dan tidak diimbangi dengan kemampuan dalam menangani limbah plastik tersebut. Sampah plastik yang berada di lingkungan sekitar tidak dapat membusuk seperti sampah organik. Kebanyakan sampah plastik tidak dapat terurai dengan sendirinya dan bahkan jika sampah plastik tersebut mampu terurai sendiri akan menimbulkan plastik mikro atau bahan plastik yang menjadi potongan mikroskopis. Hadirnya sampah plastik adalah ancaman terhadap lingkungan.
Bukan hanya di perkotaan saja permasalahan sampah ini terjadi, bahkan sekarang di daerah pedesaan mulai menimbulkan kegelisahan. Sampah memberikan dampak terhadap penurunan kualitas lingkungan, baik udara, air, dan tanah. Penurunan kualitas lingkungan ini juga dapat menimbulkan penyakit karena adanya organisme yang tumbuh pada sampah. Sampah yang tidak dikelola dengan baik sudah pasti memberikan dampak negatif dari berbagai sisi, oleh karena itu di zaman sekarang ada yang berusaha membuat sampah anorganik plastik, khusunya botol minuman dan gelas plastik untuk dijadikan sebuah peluang usaha dalam mendapatkan keuntungan. Baik dijual secara langsung di pengepul rosok maupun diolah menjadi biji plastik yang tentunya akan memiliki harga jual yang lebih tinggi.
Biji plastik sendiri merupakan bahan dasar dari pembuatan
perabot rumah tangga berbahan plastik hingga karung. Usaha biji plastik sendiri
dapat dikatakan sebagai usaha yang menjanjikan, karena masih sedikit yang
mengetahui tentang usaha ini dan bagaimana langkah penyetorannya. Dengan adanya
para pendiri usaha biji plastik ini, dapat memberikan angin segar bagi para
warga sekitar yang belum memiliki pekerjaan. Lapangan pekerjaan terbuka lebar
bagi warga sekitar yang dapat melakukan hal-hal berkaitan dengan kemampuan
fisik. Akan tetapi usaha biji plastik ini juga dapat dikatakan sulit, botol
plastik maupun gelas plastik harus dikelompokkan dari jenisnya terlebih dahulu.
Walaupun sama-sama memiliki nama botol plastik atau gelas plastik, tentu saja
bahan pembuatannya berbeda.
Pengelompokan botol plastik atau gelas plastik ini bertujuan untuk mempermudah dalam proses penggilingan. Pada hasil akhir setelah proses penggilingan warna yang akan dihasilkan dari setiap botol plastik maupun gelas plastik akan terlihat. Ada yang berwarna putih bersih dan ada yang berwarna sedikit kecoklatan.
Untuk mensiasati hal tersebut, ada pemilik usaha biji plastik yang memilih menggunakan bahan kimia. Bahan kimia dipergunakan dalam proses pencucian botol plastik maupun gelas plastik. Di dalam proses pencucian plastik mentah dengan bahan kimia khusus inilah bertujuan untuk menghasilkan plastik yang bersih dan untuk mendapatkan hasil akhir penggilingan berwarna putih. Penggunaan bahan kimia tersebut dapat dikatakan aman bagi penggunanya selama melakukan sesuai dengan aturan yang sudah tertera. Memakai masker, kaca mata, sarung tangan, serta berpakaian tertutup. Hal ini harus dilakukan bagi pengguna bahan kimia karena efek yang ditimbulkan dari bahan kimia ketika mengenai anggota tubuh adalah panas dan sedikit membengkak. Efek akan mereda dalam beberapa hari, akan tetapi lebih baik jika dapat mencegahnya terlebih dahulu.
Bahan kimia yang dibutuhkan dalam proses pencucian botol plastik maupun gelas plastik sampai saat ini belum tersedia di daerah kota Blitar, sehingga para pemilik usaha biji plastik yang sudah mengetahui cara ini harus pergi keluar kota terlebih dahulu untuk mendapatkannya. Dalam penggunaan bahan kimia pun harus dilakukan secara berulang-ulang kali, tidak dapat hanya sekali coba. Setelah pencucian, botol plastik atau gelas plastik dimasukkan ke dalam mesin pemanas, agar cepat kering dan dapat digiling. Akan tetapi kendala dapat ditemui pada tahap ini jika tidak ada mesin pemanas. Menjemur di bawah terik matahari menjadi alternatif yang tentu saja jika datang musim hujan, plastik atau botol plastik membutuhkan waktu lebih lama untuk lanjut ke proses penggilingan.
Tahapan selanjutnya dalam mengolah biji plastik adalah menggilingnya, penggilingan ini membutuhkan waktu yang lama serta mesin yang cukup banyak. Mulai dari digilingnya plastik besar ke plastik kecil, dilanjutkan dengan proses perebusan, dan pengecekan berkalikali untuk mendapatkan plastik yang sesuai. Di dalam proses penggilingan juga memerlukan tempat yang luas dengan tujuan di dalam sekali proses mendapatkan hasil yang banyak. Dalam proses penggilingan inilah yang membutuhkan waktu lama, hasil giling yang tidak sesuai akan terus diulang sampai benar-benar memeroleh hasil yang sesuai.
Pemilik usaha biji plastik akan menargetkan sendiri kapan saja waktu kirim ke perusahaan plastik yang disesuaikan dengan banyak biji plastik yang mampu diolahnya. dalam sekali kirim dengan berat 7-8 ton dan dapat dilakukan 3 kali kirim dalam seminggu dapat berkurang dengan seiring berjalannya waktu. Pengusaha biji plastik baru saling bermunculan sehingga membuat ketersediaan bahan mentah botol plastik dan gelas plastik menjadi berkurang. Ditambah lagi dengan keputusan baru pemerintah tahun 2019 akhir yang membuka impor plastik besar-besaran. Impor plastik ini memberikan dampak yang sangat buruk bagi para pemilik usaha biji plistik di Indonesia.
Salah satu dampak yang dapat dirasakan bagi pemilik usaha biji plastik adalah penurunan harga. Impor plastik memberikan keuntungan dengan harga yang jauh lebih murah dibanding biji plastik di Indonesia. Warna biji plastik lebih putih juga menjadi unggulan dari dari impor biji plastik. Hal tersebut tentu saja lebih dipilih perusahan plastik untuk pengolahan lebih lanjut dan dalam sisi lain para pemilik usaha biji plastik dalam negeri tengah berusaha keras untuk meningkatkan kualitas produksi biji plastik.
Pengaruh dari impor biji plastik, semakin lama mempersempit
pasaran bagi pemilik usaha biji plastik dalam negeri, hal ini terlihat dari
semakin banyaknya plastik yang diimpor. Tentu hal ini semakin membuat pemilik
usaha biji plastik dalam negeri semakin tercekik. Banyak pemilik usaha biji
plastik dalam negeri memilih mengehentikan karyawankaryawannya. Kebanyakan para
pengusaha biji plastik memilih mengerjakan sendiri keseluruhan proses
penggilingan, hal ini bertujuan guna menekan pengeluaran. Menekan biaya
pengeluaran dan memberikan dampak buruk bagi kesehatan menjadi pilihan. Dengan
pengerjaan keseluruhan proses penggilingan secara mandiri tanpa adanya karyawan
seringkali membuat pengusaha biji plastik lebih memilih untuk menutup usaha dan
berencana mencari pekerjaan lain. Tentulah hal ini berdampak buruk bagi
Indonesia, dengan mengutamakan impor plastik maka sampah plastik yang semula
dapat dijadikan peluang jitu harus kembali merasakan kegelisahan terhadap
banyaknya sampah plastik. Apalagi sampah plastik tidak dapat terurai dengan sendirinya.
Tercatat sampah plastik khususnya botol plastik dan gelas plastik dapat terurai
di alam membutuhkan sekitar 450 tahun. Dengan adanya impor plastik permasalahan
sampah di Indonesia tidak dapat diminimalisir kecuali dengan adanya kesadaran
tersendiri dalam mengurangi penggunaan bahan plastik atau bahkan beralih ke
produk alami.
IDUL ADHA YANG
BERBEDA
Oleh: Hidayatul Fitriani
Dalam
kondisi yang seperti ini akankah kegiatan kebersamaan dalam perayaan Idul Adha,
sholat berjamaah, penyembelihan hewan kurban tidak bisa kita jalankan? Tetap
bisa dong, pelaksanaan kegiatan kurban di tengah situasi pandemi tetap berjalan
optimal dengan mempertimbangkan aspek pencegahan dari penyebaran covid-19.
Dengan demikian umat Islam tidak
perlu kawatir untuk tetap merayakan Hari Raya Idul Adha, tentunya dengan tetap
mematuhi peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Setiap tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahunnya, umat Islam
merayakan Idul Adha.
Kata Idul Adha
berasal dari kata “id” dan “adha”. “Id” berakar pada kata “aada ya'uudu” yang
memiliki arti dasar “menengok” atau “menjenguk” atau “kembali”. Disebut
demikian karena hari raya terus kembali berulang setiap tahunnya. Di
Indonesia, Id kerap disamakan
artinya dengan “ayyada”, yakni “berhari raya”. Sedangkan kata Adha bermakna
“qurban”.
Dengan demikian, Idul Adha
berarti kembali melakukan penyembelihan hewan kurban atau kerap disebut istilah
Hari Raya Kurban. Idul Adha juga dikenal sebagai
“Lebaran Haji”. Sebab, di saat yang
sama, umat Islam dari berbagai penjuru dunia juga tengah menunaikan ibadah haji
di Tanah Suci.
Pada saat itu Nabi
Ibrahim belum dikaruniai seorang anak. Maka setelah Allah
SWT menganugerahkan seorang anak untuk Nabi Ibrahim hasil pernikahannya
dengan
Siti Hajar, maka Allah SWT melihat bahwa
Ibrahim sangat mencintai anaknya dan Allah takut kecintaannya tersebut
melebihi cinta Ibrahim kepadaNya sehingga Allah menguji dan memerintahkan Nabi
Ibrahim untuk menyembelih putra kesayangannya tersebut. Kala itu, Nabi Ibrahim
telah lanjut usia dan Ismail mencapai usia remaja. Dikisahkan, Nabi Ibrahim
mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail. Mimpi tersebut merupakan
bagian dari wahyu Allah SWT.
Ketika terbangun, Ibrahim merasakan kesedihan yang mendalam.
Sebab, setelah sekian lama menunggu penantian sang buah hati, dia harus
mengorbankan anaknya. Allah hendak menguji sejauh mana keta'atan Nabi Ibrahim.
Sebagai seorang hamba yang beriman dan taat kepada Allah, dia harus
melaksanakan perintah Allah. Nabi Ibrahim kemudian mendatangi Nabi Ismail dan
meminta pendapatnya.
Rupanya, jawaban dari Nabi Ismail sungguh luar biasa. Nabi
Ismail justru meminta ayahnya untuk melaksanakan apa yang diperintahkan Allah
kepadanya. Ismail berkata demikian, "Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang
telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku Insya Allah
sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah Allah." (QS.
Ash-Shaffat:102)
Nabi Ibrahim
lantas menangis haru mendengar penuturan anaknya. Nabi Ibrahim pun dengan
ikhlas dan sungguh-sungguh melaksanakan apa yang Allah perintahkan.
Namun ketika hendak dilaksanakan,
Allah menggantinya dengan binatang domba. Dengan demikian, Nabi Ibrahim dan
Nabi Ismail telah berhasil melewati ujian keimanan tersebut. Domba yang menjadi
pengganti Nabi Ismail untuk disembelih itu menjadi asal mula melakukan ibadah
qurban pada Idul Adha.
Hukum melaksanakan qurban itu sendiri wajib bagi orang yang
mampu atau memiliki keluasan rezeki untuk berqurban. Sebagaimana disebutkan
dalam Alquran surah Al-Kautsar ayat 1-2, "Sesungguhnya Kami telah memberikan
nikmat yang banyak. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan
berqurbanlah."
Hari Raya Qurban ini diperintahkan selama 4 hari, yakni
sejak maghrib pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) sampai hari raya 'Id (10
Dzulhijjah), disambung 3 hari tasyrik. Manusia diharuskan melaksanakan haji dan
qurban agar ingat bahwa hartanya yang digunakan itu untuk lebih mendekatkan
diri padanya, yang dimana umat muslim diberi cobaan dengan mengorbankan
hartanya untuk beribadah. Seperti sebuah ujian, umat muslim akan lulus jika ia
dengan ikhlas mengunakannya untuk ibadah haji atau mau mengunakannya untuk
berqurban (menyembelih hewan), baik itu
berupa sapi, kerbau, maupun kambing.
Sepatutnya semua orang dapat mengambil hikmah-hikmah di
balik hari raya kurban ini. Pimpinan-pimpinan negeri harus menunjukkan sifat
ketakwaan, keadilan, dan rasa peduli kepada yang dipimpin yaitu rakyatnya
sehingga rakyat memiliki kepercayaan dan kepatuhan kepada pemimpinnya.
Ketakwaan yang tinggi pula akan membuat pimpinan-pimpinan negeri tidak akan
memanfaatkan wewenang yang dimiliki untuk memperkaya diri sendiri bahkan orang
seperti ini akan merasa malu jika kehidupannya lebih mewah daripada rakyat yang
diwakilinya. Begitu pula rakyat selaku yang dipimpin, harus taat dan patuh
kepada pemimpin serta selalu mendoakan pimpinan agar tetap adil dalam memimpin
rakyatnya.
Hari raya kurban ini mengajarkan kita cara untuk berhubungan
baik kepada sang Pencipta (hablumminallah) dan juga cara berbuat baik kepada
sesama manusia (hablumminannas). Dalam hubungannya dengan Allah, manusia
mempersembahkan setiap ibadahnya khususnya ibadah kurban ini hanya kepada
Allah, dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. Dalam
hubungannya dengan manusia lain, maka manusia akan senantiasa berada dalam
status kehidupan sosial. Ajaran Islam begitu memperhatikan solidaritas sosial
dan mengejawantahkan rasa solidaritas tersebut melalui hari raya kurban ini
yang begitu kental akan rasa saling berbagi. Kurban adalah salah satu media
berbagi selain zakat, infak, dan sedekah untuk mengejawantahkan sikap kepekaan
sosial.
Hendaknya hikmah dan pelajaran pada hari raya kurban tidak
semata-mata diterapkan hanya dalam satu hari itu saja. Karena sesungguhnya
hikmah dan pelajaran di balik hari raya kurban berlaku di sepanjang tahun.
Pelajaran-pelajaran yang kemudian akan menghantarkan cinta Allah dan cinta
manusia kepangkuan kita ketika kita mempelajari, mengamalkan, dan membagikan
hikmah-hikmah dibalik hari raya kurban lalu bersabar di atasnya.
Pada hari raya ini, umat islam yang mampu akan membeli dan
menyerahkan hewan kurban kepada masjid terdekat atau menyetorkan uang atau dana
pembelian hewan kurban ke lembaga ZIS nasional untuk dibagikan kepada kaum
dhuafa yang membutuhkan. Hal ini menjadi momentum yang baik di mana setiap
muslim bisa saling berbagi, saling membantu, dan saling berbagi rezeki, lewat
hewan kurban yang dibagikan tersebut.
Sebagaimana firman Allah SWT: Allah tidak akan membebani
seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan)
yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.
(mereka berdoa) : Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa
atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban
yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya
Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami
memikulnya. Beri maaflah kami ; ampunilah kami ; dan rahmatilah kami. Engkau
penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (Q.S. Al-Baqarah:
286)
Jika
sebelumnya kita merasa kesulitan untuk memiliki ketaqwaan tinggi kepada Allah
SWT, seperti sulit meninggalkan larangan-Nya, dan merasa hati gundah gelisah
karena sering kali meninggalkan perintah-Nya. Karena itu, pada hari raya Idul
Adha memberi keutamaan untuk menghadapi permasalahan tersebut. Sebagaimana
Allah SWT. berfirman: Daging-daging unta
dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi
ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.
Demikianlah Allah telah
menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya
kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orangorang yang berbuat baik.
(Q.S. Al Hajj: 37)
Sebuah harta hanya sebuah pegangan, tapi pegangan hidup
tidak hanya berpacu pada harta. Jadi momentum Idul Adha membuat kita dapat
merelakan sebagian harta dan menciptakan sebuah harta itu menjadi pahala atau
pembentukan sebuah ketakwaan.
Selamat hari raya idul Adha 2021, patuhi protokol kesehatan,
memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak,
menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi. Walaupun sedang dalam
ujian menghadapi pandemi Virus Covid-19, tidak menjadi penghalang untuk
meninggalkan perintahNya.
Konten Kreator TikTok
Semakin Dihujat Semakin Viral
Semakin Amoral
oleh: Ika Nur Anisah
Aplikasi tiktok merupakan aplikasi yang rilis pada tahun 2016 dan baru terkenal di tahun 2019. Masa pandemi sekarang membuat aplikasi ini banyak diminati dari berbagai kalangan. Pada mulanya isi dari konten tiktok didominasi oleh konten berjoget. Seiring berputarnya waktu sekarang sudah banyak jenis konten tiktok. Hal yang perlu digaris bawahi di sini adalah terlalu banyak konten yang kurang bermakna dan kurang bermanfaat. Banyak kreator berlomba-lomba membuat konten agar mendapatkan fyp (For Your Page= rekomendasi langsung dari pihak tiktok), sayangnya konten yang dianggap lazim dan sudah biasa jarang mendapat fyp dan sedikit sekali viewer-nya. Sedangkan konten yang tidak pantas mendapatkan viewer yang lebih banyak. Konten yang sudah biasa seperti cara memasak, belajar, tutorial tentang suatu hal akan kalah dengan konten tiktok yang berjoget-joget, konten perselisihan, konten pacaran, konten nikah muda, dan konten tabu lainnya. Hal ini lah yang membuat para konten kreator mulai memutar otaknya dengan melakukan berbagai cara agar viewer dan folower-nya meningkat.
Kalau diperhatikan banyak artis tiktok yang dulunya adalah
konten kreator yang dijadikan panutan, tapi lambat laun viewer-nya mulai sedikit, dan follower-nya
masih tetap saja. Sehingga satu-satunya jalan adalah membuat sensasi baru
dengan melakukan hal anehaneh, dan yang paling cepat adalah konten
sindir-sindiran. Alhasil viewer-nya
meningkat tetapi dengan jalan hujatan dari netizen, para konten kretor tiktok
justru merasa senang jika dihujat. Karena hal itu membuat dirinya lebih viral
dan banyak endorse yang akan datang.
Banyak artis entertainment yang juga
mengikuti cara ini, mereka saling sindir saling hujat lewat konten dengan
mengaitkan segala hal sambil berkata kasar. Banyak penonton yang menikmati
drama tiktok ini, tanpa mereka sadari mereka telah membuang banyak waktu untuk
hal sepele. Tidak cukup sampai di situ, bahkan banyak konten kreator yang mulai
menantang kreator lain. Hal tersebut
berhasil menuai hujatan netizen dan nama kreator tersebut menjadi lebih viral.
Jika panutannya saja seperti itu bagaiamana dengan followernya? Tentu jawabanya mereka juga meniru apa yang dilakukan
panutan, kebnayakan konten kreator tiktok baru akan memulai karir dengan drama
menyindir kretor lain atau grub lain, setelah mendapat hujatan netizen seminggu
kemudian dia akan membuat video klarifikasi dan permintaan maaf. Setelah itu
nama dia menjadi redup lagi, kemudian dia akan mulai dengan konten meresahkan
yang lain kemudian klarifikasi lagi, hal ini terus berlanjut sampai
sekarang.
Mirisnya lagi banyak kreator tiktok yang mengubah dirinya
agar dihujat netizen sehingga dia akan viral dan terkenal. Banyak kreator
laki-laki mengubah dirinya menjadi perempuan lalu berpenampilan culun dan mulai
menggoda kreator laki-laki tiktok yang terkenal. Hal itu membuat dia menerima
hujatan dari fans kreator laki-laki
dan setelahnya dia menjadi viral. Perilaku yang seperti ini juga dilakukan oleh
kreator perempuan dengan berdalih mengatakan jika dia adalah laki-laki dengan
memakai kerudung, ia mengatakan jika hal itu hanya sebuah penanda ciri khas.
Lebih parahnya lagi melihat barisan guru-guru juga mengikuti prinsip ini. Hanya
demi sebuah konten dia menggunakan profesinya untuk memviralkan diri.
Sebenarnya tidak ada salahnya guru membuat sebuah konten tiktok, yang salah
adalah isi konten isi tersebut menyalahi aturan.
Seorang konten kreator harusnya bisa memberikan konten yang
positif, dan bermanfaat bagi follower-nya.
Lucunya negeri ini kreator yang memberi
konten positif malah sepi penonton karena dianggap kurang menarik. Sedangkan
konten tidak pantas banyak bertebaran menghiasi fyp beranda tiktok. Hal tersebut juga memancing warga luar negeri
agar dapat terkenal. Kebanyakan yang sering dijadikan konten antar negara
adalah sebuah perselisihan yang tidak ada ujungnya. Seperti konten mengenai hak
milik Indonesia dan hak milik Malaysia, beberapa bulan terakhir ini juga
dihebohkan dengan konten warga luar negeri yang menganggap warga Asia sebagai
kumpulan orang rasisme. Kasus lain yang kerap kali adalah dengan mulai
menghujat apa yang ada di Indonesia kemudian mereka menjadi viral dengan
hujatan, lebih enehnya lagi banyak konten kreator luar wanita yang
melakukannya, biasanya pada awalnya mereka menyanjung Indonesia lambat laun saat
viewer mulai sepi mereka mulai
mengkritik Indonesia.
Lebih jauh lagi, perseteruan tiktok yang selalu viral adalah
konten konflik antara game Free Fire
dengan PUBG dan Mobile legend, KPOPERS dengan Anime Lovers, dan antar artis
tiktokers. Anehnya kreator dari konflik tersebut yang paling banyak viral itu
adalah wanita, pada awalnya penonton laki-laki mulai menyajung kontennya. Tapi
lama-lama mereka mulai sadar jika kreator itu biasa saja lalu muncul kreator
tiktok yang lain yang lebih cantik. Sehingga membuat kreator lama meredup dan
mulai mengekspos konten yang tidak benar. Lucunya jika kreator wanita ini
terlalu viral sampai-sampai banyak lelaki yang menjadikan kontennya sebagai
status WhatsApp maka dia akan dihujat oleh semua penonton wanita di Indonesia.
Hal itu diatasnamakan ketidakterimaan mereka karena pacarnya membuat postingan
mengenai kreator tiktok tersebut. Memang netizan wanita Indonesia terkenal
keganasannya, bahkan mereka pernah menghilangkan akun artis tiktok Filipina
terkenal bernama Reemar yang dinilai menyaingi perempuan Indonesia. Hal itu
terus berlanjut ke artis tiktok perempuan indonesia seolah seperti tradisi yang
mendarah daging.
Konten tiktok sekarang merupakan ajang membuka aib, para
kreator dengan berani dan tanpa malu menunjukan hal itu. Bagi mereka siapa yang
memiliki aib lebih banyak maka akan semakin viral. Bahkan banyak tren tiktok
yang tidak senonoh diikuti oleh kreator tiktok
Indonesia. Tren yang menunjukan jika sudah menikah diumur 14 tahun dan
punya anak, tren menggunakan bahasa asing yang memiliki arti tidak patut, tren
menunjukkan aib diri atas korban pelecehan, tren membuka leher bagi wanita
berhijab ke pacarnya, tren prank yang
tabu, dan masih banyak tren tiktok masa kini yang kurang patut.
Bahkan perilaku stalking
sudah wajar dibuat konten, mereka menyalahi privasi orang lain dengan memvideo
orang tersebut secara diam-diam. Kemudian kreator tersebut mengunggahnya di
tiktok dengan dalih tiktok “do your
magic-temukan orang ini untukku”, kemudian akan banyak viewer yang mencoba
membantu dia. Setelah bertemu dengan orang yang ada di video, para viewer akan
berbondong-bondong menjodoh-jodohkan mereka tanpa peduli perasaan dari orang
yang ada divideo. Ada beberapa yang saling menerima perasaan, ada juga yang
terang-terangan merasa risih, bahkan sampai ada seorang istri yang melabrak
konten kreator tiktok karena memvideo suaminya secara diam-diam lalu dijadikan
konten. Penonton yang melihat tren ini bukannya mengingatkan penyalahan hak
privasi orang lain, mereka malah semakin
mendukung kreator untuk berbuat melewati batas.
Ada beberapa alasan lain yang membuah rasa malu kreator
konten tiktok memudar dan semakin giat membuat konten tabu tanpa malu, karena
zaman sekarang ada istilah “kalau enggak
good looking enggak dihargai” dan
“good looking selalu dibela”, artinya jika penampilan fisik tidak
cantik atau tampan akan dicap buruk bagi netizen walaupun kontennya bagus dan
jika kreatornya memiliki konten buruk dan tidak baik karena dia good looking maka akan selalu dibela
oleh netizen. Hal ini seperti pepatah orang yang sedang jatuh cinta yaitu
“tinja kucing enak rasanya”.
Zaman sekarang bahakan dunia privasi ditiadakan, semuanya dibuat konten tidak ada privasi dalam kejadian dan kegiatan di rumah. Hal itu dilakukan semata hanya demi mendapat sebuah viewer dan follower dalam jumlah besar. Sebenarnya dalam membuat sebuah konten itu kuncinya konsisten, percuma viral sekali dari jalur hujatan maka hasilnya juga akan redup lagi. Lebih baik membuat konten yang lebih bermanfaat dan bermakna, tetapi hal ini juga tidak bisa dipersalahkan satu pihak saja. Dari pihak viewer juga harus memiliki kesadaran tinggi mengenai konten-konten yang bermanfaat dan tidak bermanfaat serta mendukung konten-konten positif. Istilah baru sekarang bukan lagi mulutmu harimaumu, melainkan jarimu harimauamu. Semakin banyak hujatan bukan lagi membuat kreator down malah menambah sikap amoralnya, tetapi jika banyak dukungan pada konten positif maka orang juga akan mengikuti konten-konten positif tersebut. Sehingga banyak orang yang viral dari konten positif bukan lagi konten negatif.
MENGAPA MEARAGUKAN VAKSIN? AYO KITA BERANGKAT VAKSIN
oleh : Irma Nurul Lutfiah
Corona yang tak kunjung pulang membuat seluruh makhluk di bumi pontang-panting berlari menjauhinya. Sejauh saya bisa berlari dari corona malah si dia ngenalin kerabatkerabatnya. Pasukannya dibawa semua. Gak habis pikir, corona betah sekali menghantui imun tubuh. Lockdown pun sudah dilakukan yang hampir melumpuhkan roda kehidupan. Bagaima enggak? PHK dimana-mana, perusahaan-perusahaan gulung tikar, aktivitas perekonomian mogok di tengah jalan, sedangkan aktivitas kesehatan diharuskan berjalan tanpa hambatan. Jika tak memiliki pekerjaan bagaiamana mau beli makan? Ga ada asupan gizi dan akhirnya kelaparan, tak mati sekalian? Heiii itu pikiran pendek sekali.
Corona takut ko sama kebersihan, itu yang saya tahu saat
awal mula corona menjajaki Indonesia. Dulunya mencuci tangan hanya menyiram
tangan dengan air, sejak corona datang setidaknya mencuci tangan dengan sabun
hingga berbuih. Berburu masker yang mendadak harganya naik melejit. Bahkan
fashion pun juga menciptakan masker-masker yang fashionable buat ootd an biar
keren, kemudian foto pasang senyum manis dan muka sinis, cekrekk upload di laman instagram dan faceboook. Tapi karena #dirumahaja harus
tetap ditaati banyak masyarakat yang mengalihkan aktivitasnya ke dunia maya.
Aktivitas di luar rumah sangat dibatasi. Sekolah dengan kegiatan tatap muka
ditiadakan, diganti dengan cara daring. Siswa-siswi bersekolah dari rumah.
Gedung-gedung sekolah seperti bangunan terbengkalai karena memang tak ada
aktivitas di dalamnya.
Awal tahun 2020 dimana virus ini mulai menyebar di
Indonesia, dengan penyebaran yang sangat cepat. Hal ini memaksa dan
mengharuskan pemerintah untuk membuat
kebijakan-kebijakan dalam menangani virs ini. Kebijakan awal yang
dilakukan adalah dengan memberi perintah kepada kedutaan Indonesia yang ada di
China guna memperhatikan WNI yang terisolasi di Wuhan. Yaa virus ini berasal
dari Wuhan, China. Sudah tahu kan bagaimana menakutkannya virus ini di Negara
tersebut. Banyak sekali manusia yang tumbang karena virus ini. Memaksa
pemerinah China membangun dua buah rumah sakit besar hanya dengan waktu yang
singkat.
Pada April 2020 pemerintah memberlakukan PSBB (Pembatasan
Besar Berskala Besar) yang merupakan pembatasan kegiatan tertentu penduduk
dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Corona
Virus Disease 2019 (COVID !9) sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan
penyebaran yang lebih luas, yang meliputi wilayah Provinsi DKI Jakarta, Kota
Depok, Kota Makassar, Kota Tanggerang Selatan, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota
Pekanbaru, Kabupaten Tanggerang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi dan Kota
Tanggerang. PSBB ini berakhir pada Juni 2020 dengan diberlakukannya normal
baru.
Hingga kini sudah tercatat 2,16 juta kasus dengan 1,87 juta
sembuh dan 58.024 meninggal dunia. Angkanya tak main-main. Pemerintah masih terus
melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona ini. Pada Juni 2021
pemerintah telah mengupayakan dengan salah satunya program vaksinasi pemerintah
menurunkan 14 juta vaksin di tanah air yang akan disebarluaskan di seluruh
Indonesia. Ini merupakan vaksin tahap ke-18 dengan jenis vaksin sinovac. Hingga
kini pemerintah sudah menerima 118,7 juta dosis vaksin yang terdiri dari 13,2
juta dosis vaksin jadi produksi Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm. 105,5 juta
dosis vaksin produksi Sinovac dalam bentuk bahan baku.
Vaksin ini bukanlah vaksin yang akan membuat tubuh kebal
terhadap virus corona, akan tetapi membuat tubuh lebih tahan, lebih cepat
mengindikasi jika terpapar virus, dan respon jadi lebih cepat melawan virus
tersebut. Jadi, meskipun sudah divaksin tetap harus mematuhi protokol kesehatan
karena virus corona masih bisa meneyang tubuhmu. Secara umum efek samping yang
timbul dari vaksin ini bermacam-maca. Bersifat ringan dan sementara, tidak
selalu ada dan bergantung pada kondisi tubuh. Melalui tahapan pengembangan dan
pengujian vaksin yang lengkap tipe efek samping berat dapat lebih dulu
terdeteksi sehingga dapat dievaluasi lebih lanjut. Manfaat vaksin jauh lebih
besar dibandingkan risiko sakit karena terinfeksi bila tidak divaksin.
Perlindungan yang ketat juga turut serta diterapkan untuk
membantu memastikan keamanan semua vaksin COVID-19. Vaksin COVID-19 harus
menjalani pengujian yang ketat dalam uji klinis untuk membuktikan bahwa
vaksin COVID-19 memenui tolak ukur yang
disetujui secara internasional terkait keamanan dan keefektifannya sebelum
menerima persetujuan dari WHO dan badan regulasi nasional. WHO dan pihak yang
berwenang akan terus-menerus memantau penggunaan vaksin COVID-19 untuk
memastikan bahwa vaksin tetap aman bagi semua yang menerimanya. Uji klinis
skala besar merupakan sebuah cara untuk mengetahui keamana dan efektivitas
vaksin. Vaksin yang efektiv dapat menurunkan kasus COVID-19 yang ringan,
sedang, hingga parah. Setelah divaksin, masih terdapat kemungkinan menularkan
infeksi ke orang lain tanpa terjangkit penyakit itu sendiri. Tetap gunakan
masker, sering cuci tangan, dan tetap menjaga jarak atau social distancing.
Sayangnya banyak
sekali masyarakat yang belum menyadari pentingnya vaksin ini. Mereka dihantui
ketakutan efek samping dari vaksinasi. Banyak keluhan yang disampaikan oleh
yang sudah vaksinasi seperti mengantuk, lapar, mual, sakit kepala bahkan berita
dimana ada orang yang sehabis divaksin meninggal. Hal ini terjadi karena saat
divaksin kondisi tubuh yang tidak fit, maka hal demikian akan rentan terjadi.
Hal ini sangat normal muncl gejalagejala tersebut. Hal ini merupakan pertanda
yang baik yang berarti tubuh sedang dalam proses menghasilkan respon imun.
Masyarakat kurang berminat untuk melakukan vaksinasi. Bahkan, ada di sebuah
daerah di Jawa timur menyelenggarakan kegiatan vaksinasi dengan menyediakan
bermacam-macam hadiah. Mulai ayam, kambing, dan hadiah-hadiah lainnya.
Hal ini dilakukan oleh pemerinah
setempat guna menggalakkan vaksinasi COVID-19 serta menarik minat masyarakat
agar mau mengikuti program vaksin.
Apalagi sekarang
sudah muncul varian baru dari virus corona yaitu varian delta. Varian ini
ditemukan di India pada sekitar desember 2020 yang pertama kalinya. Varian ini memiliki karakteristik penulaan
lebih cepat. Hingga 10 kali lipat dari strain asli. Mutasinya cepat dan dalam
sekali mutasi akan menimbulkan strain baru yang lebih cepat menularkan. Bukan
hanya itu, yang sebelumnya sia anak-anak lebih kebal terhadap COVID-19, malah
varian ini kasusnya meningkat dengan keluhan gejala yang berat. Kondisi semacam
ini akan sangat mengkhawatirkan untuk orang yang tidak pernah divaksinasi dan
mereka yang memiliki respon kekebalan tubuh yang rendah. Di Indonesia sendiri
varian ini sudah menjadi 160 kasus per 20 Juni 2021. Menurut riset yang
dilakukan Oxford University yang dipublikasikan dalam jurnal Cell, vaksin
AstraZeneca efektif terhadap virus corona varian delta dan kappa. Dari hasil
analisis Public Health England (PHE) menunjukkan bahwa vaksin Pfizer dan vaksin
AstraZeneca menawarkan perlindungan tinggi lebih dari 90 persen terhadap rawat
inap dari virs corona varian delta. Jadi gimana nih, masih ragu-ragu dengan
vaksin? Vaksin tidak menakitkan apalagi menakutkan, malah memberi
kebermanfaatan. Yok! Berangkat vaksin.
BAHAYA KECANDUAN:
RISIKO PENGGUNAAN GAWAI PADA ANAK-ANAK
oleh: Kafiatul Maria Sinta
Mendengar kata gawai siapa yang tidak mengetahuinya? Gawai bukanlah hal asing di zaman modern ini, apalagi sejak wabah Covid-19 melanda pengguna gawai di Indonesia semakin meningkat tidak hanya dikalangan orang dewasa tetapi juga anak-anak. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (KOMINFO) memaparkan Indonesia adalah "raksasa teknologi digital Asia yang sedang tertidur". Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa adalah pasar yang besar. Pengguna gawai Indonesia juga bertumbuh dengan pesat. Tercatat ada 96,4 persen atau 195,3 juta orang Indonesia yang mengakses di internet melalu gawai.
Melihat fenomena ini, kita tahu bahwa gawai berkontribusi diberbagai aspek kehidupan, gawai memberikan
berbagai macam kemudahan bagi manusia. Jika kita lihat dari segi manfaat, gawai
memiliki berbagai manfaat krusial diantaranya dalam dunia pendidikan, ekonomi,
budaya, dan lainnya. Ibarat kata seperti “dunia
dalam genggaman” banyak hal yang bisa kita lakukan melalui gawai, mulai
dari membaca buku, memesan makanan, menonton film, melakukan transaksi
keuangan, sebagai hiburan, dan masih banyak lagi. Karena itu, hampir semua
orang tidak bisa terpisahkan dengan gawai.
Namun waspadalah! Karena jika terlalu sering menggunakan gawai akan mengakibatkan sindrom
kecanduan. Sindrom ini dinamakan nomofobia
yang berasal dari istilah “no-mobilephone-phobia”.
Sebenarnya sindrom ini menyerang banyak orang dari berbagai kalangan usia.
Namun, anak-anak lah yang paling banyak terkena sindrom ini, karena anak-anak
selalu ingin update dengan hal-hal
terbaru.
Anak-anak adalah peniru terbaik, segala sesuatu yang
dilakukan oleh orang tuanya tidak luput dari perhatian anak, dalam fase tumbuh
kembangnya anak-anak menyukai hal-hal yang berbeda dan menarik. Beberapa orang
tua mungkin memberikan gawai untuk
membuat anaknya tidak rewel atau sebagai sarana mempelajari hal-hal baru.
Namun, dampak dari penggunaan gawai tetap
harus diperhatikan.
Pada dasarnya anak-anak usia di bawah 5 tahun belum mahir
membaca tapi ketika diberi gawai
mereka tetap bisa mengoperasikannya, canggih sekali ya anak-anak zaman
sekarang, hehe. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak memiliki daya ingat yang
kuat. Saya mengamati di lingkungan sekitar tempat tinggal saya, anak-anak yang
kecanduan gawai memiliki sikap yang
lebih emosional, dalam lingkup sosial mereka juga cenderung egois dan sulit
berbaur dengan teman di lingkungan sekitarnya. Banyak hal yang menjadi penyebab
anak kecanduan gawai, diantaranya
karena durasi pemakaian gawai yang
tidak diatur, kebiasaan orang-orang disekitarnya, kurangnya pengawasan,
kesibukan orang tua, dan lain sebagainya.
Banyak orang tua tidak menyadari bahwa anaknya mengalami
kecanduan. Berikut ini beberapa tanda kecanduan gawai yang perlu diperhatikan: (1) ketika bangun tidur langsung
mencari gawai, (2) merasakan cemas
yang berlebihan jika baterai gawai rendah,
(3) mengecek gawai 5 menit sekali,
(4) tidak bisa melewati hari tanpa gawai, dan (5) selalu menggenggam gawai
ketika beraktivitas. Tanda-tanda kecanduan gawai
yang lainnya yaitu ditandai dengan perasaan gelisah atau menjadi rewel saat
tidak diberi gawai, sulit fokus,
hingga muncul beberapa gejala atau masalah kesehatan. Jika beberapa tanda
kecanduan ini ada pada anak-anak kita, maka harus berhati-hati dan menggunakan gawai dengan bijak atau seperlunya
saja.
Ada sebuah ungkapan yang menyatakan “gawai dapat mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat”,
kenyataannya, gawai menyebabkan
banyak orang khususnya anak milenial hanya ingin berkomunikasi melalui gawai saja dan enggan bersosialisasi
dengan orangorang disekitarnya. Hal ini akan menimbulkan kesenjangan sosial dan
hilangnya rasa persatuan jika dibiarkan berlarut-larut. Penyalahgunaan gawai dikalangan anak-anak menjadi
permasalahan yang serius, karena jika digunakan secara berlebihan gawai
menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan maupun psikis anak. Kabar
buruknya, kecanduan gawai pada
anak-anak ternyata bisa memberikan dampak pada kesehatan dan bisa memengaruhi
pertumbuhannya. Beberapa dampak kesehatan yang bisa muncul pada anak yang
mengalami kecanduan gawai. 1) Gangguan
pada Mata
Anak-anak yang mengalami kecanduan gawai juga rentan mengalami gangguan pada mata. Hal ini terjadi karena
penggunaan gawai yang berlebihan akan membuat mata menjadi kering dan
menimbulkan rasa panas, sehingga memicu gangguan seperti mata lelah, mata
kering, hingga gangguan penglihatan seperti minus mata bertambah, penglihatan
kabur, dll.
2) Kurang Tidur
Anak-anak perlu mendapat waktu tidur yang cukup untuk
mendukung pertumbuhan dan menjaga kesehatan tubuh. Jika waktu tidur yang
dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi, maka berbagai macam penyakit mudah menyerang.
Kecanduan gawai bisa menyebabkan
anak-anak mengalami kurang tidur atau bahkan insomnia. Kondisi ini tidak boleh
dianggap sepele, sebab kurang tidur bisa mengganggu aktivitas anak, seperti
mengganggu proses belajar di sekolah yang kemudian membuat prestasinya menurun.
Hal ini juga membuat perkembangan otak menjadi tidak optimal. 3) Obesitas
Terlalu asyik bermain gawai
bisa menyebabkan anak kurang bergerak atau lebih sering duduk dan berbaring.
Hal ini akan membuat anak rentan mengalami obesitas alias kelebihan berat
badan. Padahal, anak-anak seharusnya aktif bermain bersama temannya di luar
rumah.
Obesitas tidak boleh dianggap
sepele, sebab kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit jangka panjang,
seperti obesitas, stroke usia dini,
hingga serangan jantung.
4)
Postur Tubuh Membungkuk
Dampak lainnya yaitu postur tubuh jadi bungkuk, anak yang
kecanduan gawai tanpa disadari sering menundukkan leher untuk melihat gawai.
Hal ini mengakibatkan beban leher dan tulang belakang jadi bertambah besar
karena harus menopang kepala, sehingga leher dan punggung terasa nyeri. Jika
dibiarkan terlalu lama, akan berdampak buruk bagi postur tubuh yaitu
membungkuk.
5)
Masalah Mental
Selain memberi dampak pada kesehatan fisik, kecanduan gawai juga bisa mengganggu kesehatan
mental. Kecanduan gawai memicu efek
samping berbahaya seperti meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan,
sulit fokus, kepribadian bipolar, psikosis, dan perilaku bermasalah lainnya.
Hal ini juga bisa memicu sifat agresif anak. Kecanduan gawai juga bisa membuat anak kesulitan bersosialisasi dengan
lingkungan sekitar dan meningkatkan risiko perasaan kesepian.
Melihat berbagai dampak negatif yang ditimbulkan, orang tua
perlu memberikan batasan agar risiko kecanduan gawai pada anak-anak bisa dihindari. Hal mendasar yang bisa
dilakukan adalah memberi contoh yang baik bagi anak, memberi edukasi pada anak
tentang pentingnya menghargai orang-orang disekitar, memberi pengertian terkait
penggunaan gawai, serta batasi waktu
penggunaan gawai. Peran orang tua
menjadi penentunya, dengan adanya komunikasi yang cukup antara anak dan orang
tua diharapkan dapat menghindari kecanduan gawai
pada anak. Memang sangat sulit untuk
menghilangkan kebiasaan yang sudah menjadi rutinitas, namun tidak ada kata
terlambat selagi ada kemauan dan tekad yang kuat.
Orang tua memiliki peran penting untuk mengatasi kecanduan gawai pada anak-anak, ada berbagai cara untuk mengatasinya yaitu mengajak anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar, mengajak anak melakukan hal-hal positif di sekitar rumah misalnya menyiram tanaman, membereskan mainan, merapikan tempat tidur, dan sebagainya. Tidak perlu takut tuntutan zaman menghambat perkembangan diri anak. Anak sejatinya akan belajar pada waktunya. Orang tua utamanya membentuk hubungan dan mental anak. Ketika anak sudah bisa dikontrol di rumah, mereka akan bisa lebih siap menghadapi perkembangan zaman. Tidak perlu takut pengaruh kecanduan gawai dari luar.
oleh : Moh.Iksanuddin
Di sekeliling kita ada beberapa orang yang beruntung dan mampu untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, misalkan sarjana S1. Dari jenjang pendidikan tersebut pasti akan ada pilihan mengenai jurusan atau minat yang akan di pelajari dalam jengang pendidikan tersebut, dari pilihan itu akan di jalani hingga akhir jenjang tersebut. Dalam jurusan tersebut akan kita akan memepelajari teori-teori yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Selain itu masalah-masalah yang mungkin dihadapi dan cara untuk menyelesaiakan dari masalah itu. Tujuan dari setiap jurusan yang paling penting adalah mengembangkan apa yang menjadi tupoksi atau bagian dari jurusan tersebut, jika jurusan yang di ambil adalan pendidikan maka tujuan yang paling penting adalah meningkatkan pendidikan dan mencerdaskan lingkungan sekitar dari pendidik, berbeda lagi jika jurusannya peternakan maka tujuan dari jurusan itu adalah bagaimana agar ternaknya cepat tumbuh, cepat berkembang dan yang peling penting lagi adalah keuntungan dari ternak tersebut. Selain itu ada juga jurusan pertanian, dimana pada jurusan ini membahas mengenai teori dalam bertanam, proses penenanaman dan cara mengatasi hama tanaman. Dari bebrapa jurusan tadi mengasilkan poin diantaranya adalah setiap jurusan memiliki tugasnya masing-masing dan perlu untuk dilakukan atau harus ada yang melakukannya, agar sistem ini tetep berjalan dengan normal dan membawa kesejahteraan kepada seluruh masyarakat.
Mulai
kapan kita perlu memikirkan pekerjaan apa yang akan kita pilih kedepannya, jadi
rencana kita besok perlu kita rancang mulai dari sekarang. Walaupun kita tidak
bisa menjamin pekerjaan apa yang akan kita pilih setidaknya itu pernah kita
usahakan dengan segala pertimbangan dan baik buruk jika pekerjaan itu kita
pilih.
Masyarakat secara umum berfikir bahwasannya orang
yang sukses adalah orang yang bekerja menjadi PNS dan Pejabat, sebenarnya
pandangan ini kurang begitu sesuai karena pada dasarnya semua pekerjaan adalah
baik dan memiliki kekurangan dan kelebihan dari masing-masing pekerjaan
tersebut. Jadi jangan pernah merendahkan pekerjaan seseorang dan bersikaplah
menghargai karena itu adalah hasil dari belajar.
Mengapa hal ini bisa terjadi ? Disini saya akan
mengutarakan berdasarkan sepemahaman saya, menurut saya ada banyak faktor,
faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari diri individu
tersebut yang memengaruhi kenapa dia memilih kampus, jurusan tersebut untuk dia
ambil. Hal ini berkaitan mengenai kemampuan dari individu tersebut, selain itu
keinginan juga menjadi alasan kenapa individu tersebut memilihnya. Pilihan
mengenai hal itu sudah ia pilih sejak ia memilih kampus yang akan ia masuki dan
tentunya berdasarkan pilihan terbaik.
Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar
individu tersebut, seperti keluarga, atau bahkan lingkungan tempat tinggal. Faktor
inilah yang menurut saya sangat berpengaruh terhadap pilihan kampus, jurusan
yang akan ia atau calon mahasiswa ambil. Termasuk jurusan ada juga orang tua
yang memaksa anaknya untuk mengambil jurusan berdasarkan keinginannya dan bukan
keinginan anaknya. Bahkan pernah ada ucapan seperti ini ”Kamu saya kualiahkan
asalkan kamu mengambil jurusan yang Ayah/Ibu mau!”. Hal inilah yang terkadang
membuat saya tergeleng-geleng. Walaupun ketika seperti itu keadaanya saya
kadang tidak setuju, kenapa orang tua memaksa anaknya untuk mengambil jurusan
yang tidak ia minati atau sukai. Tapi lagi-lagi itu terbantahkan dengan
kewajiban kita sebagai anak terhadap orang tua. Dari dua faktor diatas
mengakibatkan ketidak merataan jurusan dalam setiap tahunnya. Sehingga ada jurusan
yang sangat sedikit di pilih oleh mahasiswa da nada juga yang sangat banyak
bahkan sampai tidak menerima mahasiswa di jurusa itu alias di tutup karena
penuh.
Berdasarkan informasi dari internet, tepatnya dari PINTEK, dari judul Daftar Jurusan Favorit dengan Persaingan Terberat Pada SBMPTN 2020 di
bidang Saintek adalah Teknik Informatika, Kedokteran (Pendidikan Dokter), Ilmu
Komputer, Teknik Biomedis, Teknik Informasi, Arsitektur, Farmasi, Pendidikan
Dokter Gigi, Aktuariadan Ilmu Gizi. Sedangkan di bidang Sosial Humaniora yang
paling diminati adalah Ilmu Komunikasi, Ilmu Hubungan Internasional, Manajemen,
Psikologi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Akuntansi, Bisnis Digital, dan Sastra
Inggris. Dari data di atas membuktikan bahwa tingkat kepedulian terhadap
keadaan ligkungan atau mayoritas pekerjaan dari masyarakat Indonesia sangatlah
rendah, jurusan pendidikan, peternakan atau perikanan sangat sedikit diminati
atau sangat sedikit di ambil. Ada satu lagi jurusan yang sebenarnya sangat
berpotensi dan jika dikembangakan akan sangat berpengaruh dengan perkembangan
perekonomian bangsa Indonesia, apa itu ? yakni jurusan pertanian. Kenapa itu
sangat berpengaruh, bisa kita lihat secara bersama dan seksama bahwa mayoritas
pekerjaan dari masyarakat Indonesia adalah petani. Tapi untuk minat dari
jurusan ini sangatlah sedikit bahkan hanya segelintir saja, padahal jika ini
bisa dikembangkan maka akan dapat menopang seluruh kehidupan atau kebutuhan
primer dari masing-masing indivudu. Tapi pandangan umum masyarakat adalah
jurusan pertaian adalah jurusan yang tidak bagus, kurang bermartabat, kurang
menjanjikan, atau kebanyaka petani berpendapat bahwa jurusan pertanian bisa
ditekuni atau di kerjakan diluar kampus, akinat dari ini adalah ketika dari
awal sudah tidak pernah digeluti maka akan terjadi yang namanya ketertinggalan
yang akan mengakibatkan pada lambatnya kemajuan dan lemahnya perkembangan
pertanian di Indonesia. Selain itu faktor lain yang membuat lemah juga adalah
banyaknya lahan pertanian yang menjadi perumahan atau alih fungsi dan setiap
tahunnya lahan terus menipis. Dari semua analisis ini, maka perlu adanya
pembahasan mengenai masalah ini agar masyarakat saat ini bisaa segera tau bahwa
apa yang mereka fikirkan dan mereka lakukan berdampak seperti ini.
Mahasiswa khususnya para pemuda juga sangat rendah
sekali antusiasnya terhadap pertanian, mereka tidak suka kotor, meraka tidak
mau melakukan apa yang orang tua mereka lakukan. Untuk itu mereka tidak mau
jika disuruh memilih jurusan pertaian. Mereka lebih ingin mengambil jurusan
yang bahkan bukan berdasarka kemampuan atau skill mereka, mereka juga memilih
jurusan mayoritas yang menurut mereka memberikan banyak teman dan bisa
mendapatkan kesenangan dari jurusan mayoritas tersebut.
PEREMPUAN ”BELAJAR, KARIR
ATAU IBU RUMAH
TANGGA”
oleh: Kusnul Fatimah
Persepsi ini semakin menjalar kemana-mana, hingga sampai
pada pembicaraan kodrat seorang perempuan. Masyarakat mencetuskan bahwa kodrat
seorang perempuan adalah 3 M yakni memasak, merias, dan melahirkan. Apa
sebenarnya makna kodrat dalam konteks kebahasaan kodrat adalah hukum alam,
dimana seseorang tidak bisa merubah atau menghindari kodratnya. Lalu apa maksud
dari kodrat berdasarkan konteks masyarakat. Kodrat adalah hukum yang di
canangkan masyakat, hukum yang ingin dilihat dan direalisasikan oleh
masyarakat. Lantas dalam kehidupan di era seperti ini kodrat dalam konteks mana
yang direalisasikan ? Tidak dapat dipungkiri kodrat dalam konteks kebahasaan
hanya berlaku di permukaan, sedangkan kodrat yang terjadi dimasyarakat umum
adalah kodrat dalam konteks masyarakat yaitu 3 M (memasak, merias, dan melahirkan).
Perihal kodrat perempuan yang dicanangkan masyarakat menjadi pembicaraan tiada
akhir dan menimbulkan banyak pro dan kontra. Mereka yang pro mendukung dan
membenarkan hal tersebut, bagi mereka yang kontra tentu saja mereka menolak
persepsi tersebut karena mereka mengetahui kodrat sesungguhnya seorang
perempuan adalah menstruasi, mengandung, melahirkan, dan menyusui. Namun bagi
mereka yang kontra tidak ada hal berarti yang dapat mereka lakukan untuk
mengubah bahkan menghapuskan persepsi tersebut karena mereka yang kontra mau
tidak mau harus menurut dan merealisasikan persepsi yang telah mendarah daging
dimasyarakat.
Dengan adanya penggaungan emansipasi wanita menjadi titik
terang bagi wanita yang haknya sempat dibatasi. Tentu hal ini tidak lepas dari
perjuangan seorang RA Kartini yang memperjuangkan hak-hak seorang perempuan. RA
Kartini merupakan sosok seorang perempuan yang lahir di Jepara pada tanggal 21
April 1879. Kartini lahir pada era dimana perempuan sangat dibatasi ruang
geraknya, bagai burung yang terkurung dalam sangkar. Namun keluarga Kartini
cukuplah terbuka dengan dunia luar, Kartini
masih diperbolehkan menikmati dunia luar sampai dengan umur 16 tahun.
Kartini gemar berkirim surat dengan sahabat Penanya yakni Estella Zeehandelar.
Dari surat-surat tersebut Kartini mencurahkan pemikiran-pemikirannya tentang
wanita pribumi. Dari surat-surat yang dikirimkan Kartini mencerminkan berbagai
pemikiran yang ia miliki tentang perempuan pribumi. Kartini ingin agar
perempuan Indonesia menjadi berani dan mandiri. Dimana ia tidak hanya
memperjuangkan kebahagiaannya sendiri melainkan berjuang untuk masyarakat, dan
dan berjuang untuk kebahagiaan sesama manusia. Dari pemikiran-pemikiran
lahirlah emansipasi wanita dimana perempuan mampu berdikari sesuai keinginannya
tanpa terbatas oleh adat yang sebelumnya membelenggu kebebasan wanita.
Walau emansipasi wanita telah bergaung lama, nyatanya tidak
semudah menghapus noda pada cermin. Pemikiran-pemikiran tentang perempuan yang
memiliki pendidikan tinggi dan bekerja dengan posisi strategis masihlah menjadi
momok bagi beberapa masyarakat. Beberapa masyarakat masih beranggapan bahwa
ketika perempuan memiliki pendidikan tinggi ataupun bekerja dengan posisi yang
strategis akan menjadikan perempuang lengah pada tanggungjawabnya dan lupa akan
kodrat seorang perempuan itu sendiri. ”Semakin mandiri seorang perempuan
semakin berani ia untuk melawan” seperti itulah menset yang masih mendarah
daging pada masyarakat yang telah modern ini.
Pendidikan merupakan kebutuhan setiap orang karena
pendidikan merupakan bekal untuk mengarugi kehidupan yang luas nan berliku.
Sehingga pendidikan sangatlah penting untuk dimiliki. Negara telah menekankan
bahwa masyarakatnya haruslah menjalani jenjang pendidikan seperti yang tertera
pada UUD 1945 pasal 31 yang berisi pendidikan adalah hak bagi setiap warga
negara tetapi pendidikan dasar merupakan kewajiban yang harus diikuti oleh
setiap warga negara dan pemerintah wajib membiayai kegiatan tersebut. Dari
pasal tersebut sudah cukup jelas bahwa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan
perempuan dalam menempuh pendidikan entah pendidikan jenjang SD, SMP, SMA atau
bahkan Perguruan Tinggi. Tetapi pada realitanya banyak perempuan yang diminta
untuk menghentikan jenjang pendidikannya sampai SMA (Sekolah Menengah Atas)
oleh orang tua, mereka tidak boleh melanjutkan pendidikan mereka ke jenjuang
Perguruan Tinggi. Kenapa, apa alasannya ? sungguh mencengangkan alasan yang
dilontarkan oleh orang tua mereka “perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi,
karena pada akhirnya kalian hanya akan menikah dan memenuhi kodrat kalian yaitu
Mengurus anak dan rumah saja. Jadi tidak ada gunanya bagi seorang perempuan un
tuk memiliki pendidikan tinggi sebab hal itu akan sia-sia saja.” Tamparan keras
realita. Dimana emansispasi wanita yang digaung-gaungkan dan dibanggakan oleh
masyarakat modern ternyata semua itu hanya berlaku dipermukaan dan hanya di
terapkan oleh kaum-kaum kalangan atas saja.
Hal tersebut juga berlaku pada seorang perempuan yang
bekerja baik dengan posisi strategis ataupun tidak. Ketika mereka menikah bukan
masyarakat yang menuntut mereka lagi melainkan pasangannya sendiri. Kebanyakan
pasangan akan meminta istrinya untuk fokus mengurus rumah dan anak saja,
suamilah yang akan mencari nafkah. Padahal bekerja bukanlah halangan bagi
perempuan untuk melaksanakan tugas-tugasnya sebagai seorang istri. Perempuan
mampu melakukan itu semua sekaligus tanpa perlu mengorbankan salah satunya.
Pasangan yang diharap dapat mendukung pasangannya ketika berada pada posisi
yang sulit tapi malah terkadang mematahkan harap, asa yang telah dibumbug
tinggi.
Perempuan selalu saja diposisikan untuk memilih salah satu
dari berbagai pilihan yang ada, bagaikan sebuah hal yang tabu ketika perempuan
mampu melakukannya sekaligus. Pertanyaan itu sekali lagi muncul “mengapa
perempuan selalu diposisikan untuk memilih ?”. Tidak pernah terlontar
pertanyaan yang mengharuskan seorang laki-laki untuk memilih salah satu
diantara berbagai pilihan yang ada. “Hanya perempuan dan untuk perempuan
sajakah pertanyaan itu mencuat ?.” Apakah suatu hal yang mustahil bagi seorang
perempuan untuk melakukan dua pekerjaan. Perempuan dan laki-laki hanya
dibedakan pada bentuk fisiknya saja selebihnya sama. Perempuan dapat melakukan
pekerjaan laki-laki dan laki-laki bisa mengerjakan pekerjaan perempuan bukankah
begitu harusnya. Saling mendukung dan melengkapi satu induvidu dengan yang lain
Tidak dapat dipungkiri perjalanan realisasi emansipasi
wanita yang kerap di suarakan oleh masyarakat modern tidaklah selamanya mulus dan
sesuai dengan yang diharapkan apalagi di masyarakat yang beragam adat dan
bermacam perspektif ini. Perbedaan jenis kelamin ternyata bisa membelenggu
gerak hidup seorang insan di negara beribu pulau ini. Bukan perihal norma,
kebudayaan, kepercayaan, dan ekonomi saja yang membatasi gerak seseorang,
melainkan jenis kelamin.
Generasi milenial pasti tidak asing dengan kata pacar, sebuah hubungan yang disepakati antara kedua belah pihakdisepakati antara kedua belah pihak yaitu antara pihak laki-laki dan pihak perempuan. Namun dengan seiring perkembangan zaman kini pacar atau beerpacaran hanya untuk eksis dimedia sosial tau dengan kata lain hanya untuk pansos saja. Memang tidak semua kalangan anak muda lihai dalam hal berpacaran ada juga yang malu-malu kucing dan bahkan ada juga yang begitu percaya diri memamerkan hubungan mereka.
Dalam sudut pandangan
orang tua berpacaran memiliki arti yang
yang sangat luas, ada pihak orang tua yang mendidik anaknya dengan ketat
alias tidak boleh berpacaran sebelum usia mereka bisa dikatakan pas dan ada
pula dari pihak orang tua yang santai saja saat melihat anaknya berpacaran atau
menjalin hubungan dengan seorang laki-laki namun tetap dalam aturan atau norma
yang berlaku dalam keluarga bahkan dalam lingkungan masing-masing. Namun tidak
bisa dipungkiri dari pihak orang tua pasti selalu memiliki pikiran was-was atau
kawatir akan nasib anak yang menjalin hubungan atau berpacaran, apalagi orang
tua yang memiliki anak perempuan. Pasti tingkat kekawatiran orang tua sedikit
tinggi.
Seperti yang dapat
kita lihat bawasanya berpacaran pada tahun ini menjadi tren tersendiri hal ini
dikarenakan banyaknya dunia maya yang memamerkan gambar, vidio, isuisu bahkan
gosip mengenai sebuah hubungan yaitu BERPACARAN. Dengan demikian masyarakat
yang mengonsumsi dunia maya terutama anak-anak dan remaja yang sangat tertarik
dengan hal tersebut. Apalagi anak yang dengan leluasa memaki gawai mereka untuk
mengakses dunia maya. Selain dunia maya sekarang banyak tayangan televisi
yang memamerkan sebuah film yang asik
ditonton bertema pacaran, hal inilah yang menjadi tonggak terbesar dimana hal
berpacaran menjadi umum dan tidak diragukan lagi.
Namun tidak semua
anak-anak dan remaja yang melazimkan berpacaran menjadi hal yang umum, ada pula
dari mereka yang memiliki pola pikir yang tidak sama dan ada pula dari pihak
orang tua yang tidak begitu respek akan dunia maya dan menjadikan mereka acuh
tak acuh pada hal tersebut yang akan menjadi jalan luas pada anak yang menjalin
hubungan berapacaran tersebut. Semua akan kembali pada pola pikir dan pada diri
anak dan remaja itu sendiri. Dimana kita harus bisa membedakan mana yang baik
dan mana yang kurang baik.
Essay ini bertujuan untuk membentuk suatu hal dan pola pikir
yang baru, dengan cara yang sangat efisien yaitu mengubah pola pikir tentang
berpacaran yang hanya berisi hal-hal negatif menjadi hal yang baru dan bisa
dikatakan positif yaitu dengan cara berpacaran sehat atau mendidik pacar kita.
Namun essay ini saya tujukan hanya untuk remaja atau anak yang sudah memiliki
usia yang cukup untuk menjalin sebuah hubungan berpacaran tersebut. Namun
tidak bisa dipungkiri jika anak-anak
yang sudah terlanjur menjalin hubungan atau berpacaran tanpa sepengetahuan
orang tua bahkan orang tua yang acuh tak acuh.
Essay ini dapat dibaca oleh siapa pun namun kita harus tetap
miliki pola pikir yang baik akan hal yang kurang baik atau dengan kata lain
berfikir positif. Bagaimana berpacaran yang sehat itu ? Nah hal ini dapat
dilakukan dengan cara yang mudah dan mulai detik ini juga yaitu dengan cara
mendidik pacar kita. Dalam hal apa yang perlu kita didik? Pasti banyak
terlintas pertanyaan seperti itu. Okey langsung saja hal-hal yang perlu kita
didik pada pasangan atau pacar kita yaitu mengenai hal etitud, etitud sangat
jarang sekali dipakai pada saat berpacaran hal ini dapat dibuktikan dengan
adanya fakta mengenai hamil diluar nikah.
Dengan demikian maka etitud menjadi didikan yang paling
utama, karena etitud akan menunjukkan kepribadian pasangan kita mengenai sifat nyata yang dimiliki pasangan
kita. Dengan didikan etitud pula kita mampu melihat apakah kita cocok dengan
pasangan kita kali ini dan kita pun dapat memutuskan menjalin hubungan hingga
kejenjang yang lebih lanjut atau tidak. Selain etitud didikan selanjutnya yaitu
hati nurani, lalu bagaimana cara kita mendidik pasangan mengenai hati nurani?
Pasti akan timbul pemikiran sedemikian rupa. Nah cara mendidik pasangan
mengenai hati nurani yaitu dengan cara berempati, ajak saja pasangan kalian
mengenal hal-hal yang tidak lazim bahkan bisa dikatakan tidak berharap terjadi
pada hubungan kalian lalu lihat respon apa yang timbul atau dilakukan pada
pasangan kalian. Dengan respon itulah maka kalian akan mengetahui seberapa
empati pasangan kalian dengan hal-hal tersebut. Hal ini dapat ditarik
kesimpulan bawasanya pasangan kalian memiliki tingkat empati yang rendah atau
tinggi dan ubah pola pikir kalian bagaimana jika hal tersebut terjadi pada
kalian apakah pasangan kalian memiliki merespon dengan empati yang telah kalian
simpulkan tersebut.
Selanjutnya kita masuk pada didikan yang baru yaitu pada
didikan pengertian, lalu bagaimana cara mendidik pasangan kita pada tarraf
pengertian. Disini pengertian memiliki arti yang sangat luas namun pada kali
ini kita akan mengulas pasa satu pandangan yaitu penngertian mengenai hubungan.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengajak pasangan kalian pulang atau
mengenalkan pada orang tua kalian, nah... seberaapa pengertian pasangan kalian
akan kondisi atau kehidupan pada keluarga kalian. Nah pada taraf pengertian ini
maka pasangan kalian akan mengulas seberapa respon pengertianya akan lingkungan
keluarga kalian, namun jika kalian masih ragu untuk membawa pasangan kalian
pulang karena alasan yang cukup besar maka kalian bisa melakukan cara lain
yaitu denga mengajak pasangan kalian pada organisasi atau mengajak pasangan
kalian nongkrong dengan teman kalian yang memiliki karakteristik yang beragam.
Nah dengan cara ini maka pasangan kalian akan menunjukkan seberapa penegertian
akan kondisi yang sedanng kalian alami tidak bisa dipungkiri jika pasangan
kalian memiliki respon yang kurang baik maka kalian harus dapat mengolah pola
pikir kalian menjadi pikiran yang positif dengan alasan yang cukup kuat atau
menyimpulkan bawasanya pasangan kalian kurang mampu memiliki pengertian dengan
hal yang baru atau kondisi yang baru.
Selanjutnya kita masuk pada didikan mengenai pengaturan
waktu, nah didikan kali ini cukup menarik untuk diulas karena kebanyakan dari
mereka yang menjalin hubungan kurang mampu mengatur waktu yang baik. Bahkan
waktu untuk kencan atau hanya sekedar makan bersama itu pun akan sulit
dilakukan, tetapi ada pula dari sudut lain mengenai pengaturan waktu yang bisa
dikatan boros yaitu sangat sering bertemu ! hal ini yang perlu dihindari saat
berpacaran karena dengan sering bertemu kita akan mendapat kesimpulan dari
orang-orang yang kurang tau akan hidup kita atau dengan kata lain gosip.
Lalu bagai mana cara didikan waktu yang tepat itu? Yaitu
dengan cara mengatur jadwal dalam pertemuan bahkan menghitung berapa kali waktu
bertemu untuk sekedar makan atau berkencan. Apalagi kalian yang sudah remaja
dan menuju dewasa untuk menjalin hungan yang pasti yaitu ke jenjang pernikahan
maka didikan waktu ini sangat diperlukan karena kalian akan mengetahui seberapa
banyak waktu pasangan kalian untuk kalian.
Nah dari ulasan beberapa didikan diatas dapat kalian lakukan pada pasangan kalian kusunya untuk kalian yang telah menjalin hubungan cukup lama dan menuju jenjang pernikahan dan untuk kalian yang telah berpacaran maka didik pacar kalian mulai detik ini agar kalian dapat mengetahui seberapa konsisten pasangan kalian hingga menuju jenjang pernikahan.
“BERANTAS KORUPSI DI NEGARA KITA”
oleh : Miftahul Arifin
Pasti kalian disini sudah banyak yang tahu soal permasalahan yang ada di negara kita, salah satunya adalah tindakan korupsi yang di lakukan aparatur negara. Suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan dan kemajuannya dalam melaksanakan pembangunan. Pembangunan sebagai suatu proses perubahan yang direncanakan mencakup semua aspek kehidupan masyarakat. Indonesia merupakan salah satu negara terkaya di Asia, dapat kita lihat dari keanekaragaman sumber daya alamnya dibandingkan dengan negara lain di Asia, awalnya merupakan sebuah negara yang kaya, disisi lain juga tergolong sebagai negara yang miskin. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kualitas sumber daya manusianya. Kualitas tersebut bukan hanya dari segi pengetahuan atau intelektualnya, tetapi juga menyangkut kualitas moral dan kepribadiannya. Rapuhnya moral dan rendahnya tingkat kejujuran dari aparatur penyelenggara negara menyebabkan terjadinya korupsi. Korupsi yang terjadi di Indonesia sekarang ini sudah menjadi patologi sosial (penyakit sosial) yang sangat berbahaya dan mengancam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Korupsi di indonesia sudah menjadi masalah yang sangat
kronis, hal ini dimulai sejak manusia meulai mengenal kehidupan dan terus
mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Upaya yang sudah dilakukan
untuk memerangi korupsi, tetapi masih memerlukan upaya yang luar biasa untuk
meminimalkan kejahatan korupsi saat inidan masa yang akan datang. Berbagai
upaya perombakan telah dilakukan untuk memberantas korupsi, namun tidak dapat
dipungkiri bahwa praktik korupsi masih saja terjadi.
Apakah kalian tahu seberapa banyak kasus korupsi yang sudah
terungkap. Jumlah kasus korupsi di Indonesia dari tahun ketahun semakin
meningkat. Kasus korupsi yang telah diputuskan oleh Mahkamah Agung (MA) dari
2014-2015 sebanyak 803 kasus. Jumlah ini meningkat jauh dibandingkan
tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan
Corrupion Perception Index (CPI) yang dikeluarkan oleh Transparansi
Internasional(TI), skor Indonesia naik 2 poin dari peringkat 19 pada tahun 2015.
Mungkin ini yang menjadi penyebab korupsi di negara yang
sangat kita cintai ini, dimulai dari sistem penyelenggaraan negara yang keliru,
sebagai negara yang berkembang pemerintah seharusnya memprioritaskan
pembangunan di bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan pada setiap negara
berkembang memiliki keterbatasan jumlah sumber daya manusia, uang, manajemen
dan teknologi. Kemudian hal yang sering dikeluhkan oleh para PNS yakni,
kompensasi pns yang rendah . Karena gaji yang rendah, banyak anggota PNS yang
melakukan korupsi. Rendahnya gaji yang diimbangi dengan pola hidup yang
konsumtif, mengakibatkan gaji yang meraka terima masih terasa kurang, yang
kemudian berakibat pada tindakan korupsi. Disis lain yang menjadi masalah
adalah dari pejabat itu sendiri, yaitu pejabat yang serakah karena memiliki
pola hidup yang konsumtif, keinginan dalam diri sendiri untuk berdiri sendiri
secara instan, kemudian sikap serakah dimana pejabat menyalahgunakan wewenang
dan jabatannya. Kemudian masih banyak juga penegakan hukum yang tidak berjalan,
hampir di semua lini kehidupan, baik di lembaga pemerintahan maupun di lembaga
sosial karena segala sesuatu yang diukur dengan uang. Menurut pandangan saya
yang saya ketahui dan yang bikin saya sangat kesal adalah hukuman yang ringan
terhadap para koruptor, dapat kita lihat para koruptor mendapat hukuman yang
sangat ringan, didalamm penjara para koruptor jiga dilengkapi dengan
fasilitas-fasilita yang sang memadai, seperti layaknya hotel bintang 5, menurut
pandangan saya hal ini tidak menimbulkan efek jera bagi mereka yang melakukan
korupsi, bahkan tidak menimbulkan rasa takut dalam masyarakat.
Sebenarnya kebijakan nasional dalam upaya pemberantasan
korupsi sudah ada tapi disisi lain masih maraknya korupsi di indonesia yang
disinyalir berasal dari semua bidang dan sektor pembangunan, apalagi setelah
ditetapkannya pelaksanaan otonomi daerah berdasarkan UndangUndang Nomor 32
tahun 2004, korupsi terjadi bukan hanya
pada tingkat pusat tetapi juga pada tingkat daerah dan bahkan menembus ke
tingkat pemerintahan yang paling kecil di daerah. Pemerintah Indonesia
sebenarnya tidak tinggal diam sih... ha..haa...ha.. upaya yang dilakukan
pemerintah melalui berbagai kebijakan berupa peraturan perundang-undangan dari
yang tertinggi yaitu Undang-Undang Dasar 1945 sampai dengan Undang-Undang
tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, upaya
pencegahan praktik korupsi juga dilakukan di lingkungan eksekutif atau
penyelenggara negara, dimana masing-masing instansi memiliki Internal Control
Unit (unit pengawas dan pengendali dalam instansi) yang berupa inspektorat.
Sebenarnya pemerintah sudah mencari Solusi untuk memberantas
Korupsi di Indonesia tapi saya rasa tidak berjalan, haa..ha..haaa... kita
sebagai generasi muda yang memiliki kompetensi, cerdas, terampil, tangguh, dan
berdaya saing tinggi dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pembangunan negara,
mengusulkan beberapa solusi yang mungkin ini dapat membantu para pemerintah
dalam mencari solusi.
Solusi yang
pertama yakni, dengan Memasukkan Pendidikan Anti Korupsi di Sekolah / Perguruan
Tinggi . Melaui pendidikan anti korupsi, para siswa sejak awal sudah mengetahui
tentang seluk beluk praktik korupsi sekaligus konsekuensi yang akan diterima
oleh para pelaku. Mendidik para siswa dari usia dini tentang akhlak atau moral
yang sesuai dengan ajaran-ajaran sosial keagamaan dan membantu mewujudkan
seluruh cita-cita warga negara Indonesia dalam menciptakan pemerintahan yang
bersih dan baik demi masa depan yang lebih baik dan beradab. Solusi yang kedua
yakni dengan membagun supermasi hukum yang kuat. Hukum adalah pilar keadilan,
ketika hukum tak mampu lagi menjamin keadilan, maka runtuhlah kepercayaan
publik pada institusi ini. Ketidakjelasan kinerja para pelaku hukum akan memberi
ruang pada tipikor untuk berkembang dengan bebas. Oleh karena itu, perlu
dilakukan upaya membangun supremasi hukum yang kuat.
Solusi yang ketiga yakni, menghapus remisi bagi para
koruptor . Setiap peringatan hari kemerdekaan republik Indonesia pasti para
koruptor mendapatkan remisi tahanan, sehingga banyak kalangan yang merasa
kecewa terhadap kejadian ini. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan
bahwa remisi bagi kasus korupsi akan memicu semangat mereka untuk memberantas
tindak pidana korupsi di negeri ini. Jika hal ini dibiarkan terjadi, tidak
menutup kemungkinan tindak pidana korupsi akan terjadi terus-menerus pada anak
cucu kita, karena hukum yang seharusnya membuat para pelaku tidak berjalan
sesuai dengan potensinya. Seharusnya hukuman yang didapat para koruptor itu
diganjar dengan hukuman yang seberatberatnya, seperti hukuan mati atau hukuman
yang pantas untuk didapat.
Korupsi merupakan suatu tindakan kejahatan yang diri sendiri
yang sangat merugikan negara. Penyebab korupsi adalah kesalahan pengajaran
etika, Rendahnya pendidikan, kemiskinan, tidak adanya hukuman yang keras,
rendahnya sumber daya manusia, serta struktur ekonomi yang sangat konsumtif.
Korupsi merupakan musuh kita bersama dan untuk memberantasnya tentunya yang
sangat dibutuhkan oleh para penegak hukum yang berwenang, dengan undang-undang
dengan seluruh, dan seluruh lapisan masyarakat. Generasi muda sebagai sumber
daya manusia adalah kunci dari keberhasilan pembangunan bangsa. Generasi muda
yang diharapkan dalam pembangunan ini penting sebagai generasi penerus bangsa
dalam mengisi pembangunan untuk mendukung terwujudnya cita-cita bangsa
Indonesia. Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Jika engkau jatuh, engkau
akan jatuh diantara bintang-bintang. Jayalah negriku, jayalah bangsaku.
Astono Mulyo Nama Asli Makam Bung Karno
(Ir.
Soekarno Presiden RI Pertama)
oleh : Hafid Arbiraya
Ir. Soekarno adalah presiden Republik Indonesia pertama. Beliau lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan ayahnya R. Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai Sarimben dengan nama kecil Koesno. Ir. Soekarno dua bersaudara dengan kakaknya Soekarmini yang lahir tiga tahun sebelum Soekarno lahir.
Ayah Ir. Soekarno adalah seorang guru
pemerintah Kolonial Belanda. Ia di angkat sebagai guru pada bulan Agustus 1898
di Surabaya. Pekerjaanya sebagai guru menuntut Raden Soekemi berpindah-pindah
tempat tugas. Pada tanggal 28 Desember 1901 Raden Soekemi menerima keputusan
untuk di pindah tugas ke kecamatan Ploso di Jombang sebagai Mantri Guru.
Selanjutnya pada tanggal 23 November 1907 ia menerima keputusan dari
Kementerian Pendidikan Kolonial Belanda di Batavia untuk di pindah tugaskan ke
Sidoarjo.
Pada tanggal 22
Januari 1909 Raden Soekemi menerima keputusan lagi untuk di pindah tugas ke
Mojokerto. Selanjutnya di pindah tugas lagi di Blitar Pada tanggal 2 Februari
1915 menurut keputusan dari Batavia untuk menjadi Mantri Guru di Normaalschool.
Pada saat di Blitar inilah Raden Soekemi membeli rumah untuk di jadikan tempat tinggal, rumah ini di kenal dengan nama Istana Gebang yang bangunan utama luasnya sekitar 400 meter. Bangunan yang berdiri di areal seluas 1700 meter persegi inilah yang dulu sempat menjadi rumah masa kecil Ir. Soekarno. Istana Gebang terletak di jalan Sultan Agung, Blitar.
Hingga semasa
muda saat Soekarno sekolah di HBS Surabaya ia selalu pulang ke orang tuanya di
Blitar untuk mengambil keperluan biaya sekolah dan pemondokan setiap bulannya
maupun saat-saat liburan sekolah Ir. Soekarno senan tiasa berada di Blitar.
Saat menjadi presidenpun Soekarno masih
kerap berkunjung ke rumahnya di Blitar karena ibunya Idayu Nyoman Rai Sarimben
masih tinggal di rumah tersebut sejak ayah Soekarno Raden Soekemi wafat di
Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta karena jatuh dan mengalami
sakit keras sampai meninggal pada tanggal 18 Mei 1945 dan di makamkan di
pemakaman Karet hingga wafat ibundanya pada tanggal 13 September 1958.
Sampai pada tanggal 21 Juni 1970 Soekarno
wafat dan di semayamkan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta.
Tanggal 22 Juni 1970 Jenazah Soekarno di terbangkan dari bandara Halim Perdana
Kusuma menuju bandara Abdul Rahman Saleh Malang yang selanjutnya di bawa
memakai mobil jenazah Rumah Sakit Angkatan Darat Soepraoen Malang untuk di
makamkan di Blitar yang kelak kemudian hari di pugar dan di resmikam menjadi
Makam Bung Karno pada tanggal 21 Juni 1979 dengan memindahkan kerangka-kerangka
para pahlawan kemerdekaan Blitar yang ada di sekelilingnya ke Taman
Makam Pahlawan “Raden Widjaja” yang telah di persiapkan keberadaanya di awal tahun 1970 sebelum Soekarno wafat.
Areal makam
Ir. Soekarno di desain dengan arsitektur khas Jawa yaitu bangunan joglo yang
merupakan rumah tradisional masyarakat Jawa. Cungkup dari rumah joglo tersebut
bagian atap terbuat dari tembaga berbentuk sirip ikan bersusun tiga sebagai
simbol perjalanan hidup manusia melalui alam purwo (dalam kandungan), alam
madyo (kehidupan), dan alam wasono (alam setelah meninggal). Bagian ujung atap
berbentuk lancip sebagai simbol kepercayaan kepada sang pencipta. Atap ini di
topang empat tiang balok berukuran satu meter.
Pusara Bung Karno di apit pusara mendiang ayahnya Raden Soekemi
Sosrodihardjo dan ibundanya
Ida Ayu Nyoman Rai. Di bagian kepala pusara Bung Karno
terdapat batu pualam hitam yang bertuliskan “Di sini di makamkan Bung Karno,
Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Penyambung
Lidah Rakyat Indonesia.”
Sejak 2004 telah
di tambahkan bangunan baru yang menjadi satu kompleks dengan makam Bung Karno
yaitu Perpustakaan dan Museum Bung Karno. Di dalam musium makam Bung Karno
terdapat sebuah lukisan Ir. Soekarno yang berada tepat di pintu masuk. Selain
lukisan, di dalam musium makam Bung Karno juga terdapat baju jaman dahulu yang
di pakai oleh Ir. Soekarno, juga ada uang yang di gunakan pada jaman dahulu.
Selain
benda-benda tersebut di musium makam Bung Karno juga terdapat foto-foto bapak
Ir. Soekarno dari ia masih kanak-kanak sampai ia menjadi kakek. Bung karno di
juluki sebagai “1000 wajah”, karena ia memiliki wajah yang berbeda saat ia
masih kecil hingga sudah tua.
Menurut
penuturan dari Bapak Kafi selaku juru kunci Makam Bung Karno, dulu area tanah
makam adalah Taman Makam Pahlawan bernama Taman Bahagia yang menjadi naungan
dari Yayasan Karang Mulyo. Tetapi Yayasan Karang Mulyo melepas Taman Bahagia
dan di berikan yang beralih menjadi asset pemerintah untuk melakukan
pembangunan pada makam presiden pertama Republik Indonesia ini.
Untuk menghargai Yayasan Karang Mulyo pemerintah memberi nama Astono Mulyo pada makam presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno. Tetapi berselang waktu nama Astono Mulyo mulai pudar. Nama asli Astono Mulyo kalah tenar dengan nama Makam Bung Karno yang sampai saat ini lekat menjadi nama makam presiden pertama Republik Indonesia.
Banyak dari para peziaroh makam yang tidak mengetahui nama
asli dari makam Ir. Soekarno. Bahkan banyak dari kalangan warga sekitar area
makam yang tidak mengetahui nama asli dari makam Ir. Soekarno. Terlebih lagi
dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar yang menjadi pengelola dari
objek Makam Ir. Soekarno menyebut makam Astono Mulyo dengan nama Makam Bung
Karno.
Dari pengelola sendiri seharusnya bisa lebih
mempopulerkan nama Astono Mulyo menjadi nama dari Makam Ir. Soekarno.
Pentingnya sejarah yang membuat nama Astono Mulyo saat ini harus lebih di
populerkan.
Tidak seharusnya nama
asli dari makam Ir. Soekarno mulai di lupakan bahkan hamper hilang, karena nama
Astono Mulyo adalah termasuk sejarah dari berdirinya makam Ir. Soekarno. Apakah
kelalaian, lupa atau memang tidak mau peduli sehingga Makam Astono Mulyo bisa
berganti nama dan kalah tenar dengan nama Makam Bung Karno. Hilangnya pengetahuan
masyarakat tentang nama asli Makam Astono Mulyo bisa saja suatu saat menjadi
cikal bakal hilangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya sejarah dari
makam presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno.
Covid Betah Tinggak Di Bumi
oleh : Sania Nur Hidayati
Satu tahun belakangan ini duniadigemparkan oleh munculnya virus baru yaitu virus Covid (Corona). Virus dengan gejala yang paling umum terjadi yaitu demam, batuk kering, kelelahan, dan juga rasa tidak nyaman dan nyeri, nyeri tenggorokan, diare, mata merah (konjungtivitis), sakit kepala, hilangnya indera perasa atau penciuman, ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki, kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri dada atau rasa tertekan pada dada, hilangnya kemampuan berbicara atau bergerak. Virus yang telah menjadi perbincangan di dunia. Negara yang pertama kali melaporkan virus tersebut adalah Wuhan, China. Dimana virus pertama kali bermula di Negara tersebut lalu menyebar hingga keseluruh penjuru dunia. Betapa mengerikannya karena pada saat pertama kali munculnya virus tersebut mampu membuat masyarakat dunia ketakutan, cemas, khawatir, karena virus tersebut dapat mematikan dalam kurun waktu 14 hari.
Fenomena pagebluk yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya
akan menjadi separah ini. Seluruh Negara berupaya mencegah virus tersebut agar
tidak menyebar luas di negaranya. Berbagaikan kebijakan-kebijakan barupun
dikeluarkan seperti memaksa masyarakat untuk merubah gaya hidup menjadi lebih
sehat, melakukan lockdown dalam jangka waktu yang ditentukan, seluruh aktifitas
banyak yang dihentikan, akibatnya aktifitas masyarakat terganggu, hingga
ekonomi duniapun mampu dilumpuhkan oleh virus ini, keadaan ekonomi di duniapun
menurun, dan aktifitas-aktifitas yang melibatkan perkumpulan di hentikan
sementara termasuk aktifitas pendidikan. Masyarakat semakin resah karena di
samping bertambahnya angka yang positif Covid, juga banyak masyarakat yang
mulai kehilanan pekerjaan, sehingga muncullah kasus baru yaitu kelaparan,
masyarakat mengalami krisis yang luar biasa akibat dampak Covid secara ekonomi.
Di Indonesia virus covid ini masuk pada awal Maret 2020,
pemerintah pengumumkan untuk pertama kalinya ada dua kasus pasien positif Covid
di Indonesia lalu menyebar di seluruh Indonesia, awal mula kasus Covid ini
muncul di Indonesia harga masker dan handsinitizer melonjak tinggi.
Masyarakat menggunakan kasus tersebut
untuk mencari pundi-pundi rupiah. Tak hanya itu, karena masyarakat Indonesia
yang ketakutan akan penyebaran Covid yang mematikan, masyarakatpun
berbondong-bondong untuk membeli masker dan hansinitizer, akibatnya stok masker
di toko-toko banyak yang kosong,
hansinitizer kosong, sabun antiseptik kosong. Hingga pada akhirnya pemerintah
mengeluarkan kebijakan untuk memberi hukuman bagi siapa saja yang menjual
masker dan hansinitizer dengan harga tinggi yang tak wajar dipasaran, semenjak
saat itu stok masker dan sanitizer dipasaran mulai normal, harganyapun juga
normal sewajarnya.
Satu tahun lebih telah berlalu, kasus Covid tak kunjung
usai, kasus Covid semakin lama semakin melunjak tinggi, termasuk di Indonesia, seperti
telah menyatu ke dalam kehidupan sehari-hari. Masuk dan tinggal di sela-sela
kehidupan manusia. Masyarakat harus mampu
beradaptasi di tengah-tengah kasus Covid ini , seperti seleksi alam
dengan keadaan. Hingga pada akhirnya aktifitas telah kembali normal kembali,
dengan aturan-aturan baru seperti memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak.
Perlahan ekonomi pun mulai membaik mesti belum sempurna. Virus Covid memang
belum menghilang dalam kehidupan manusia, namun manusia telah mampu membagi
dunianya untuk hidup bersebelahan dengan virus Covid. Kasus Covid di Indonesia
memang setiap hari masih bertambah, angka kematianpun juga bertambah, bahkan
virus covid banyak yang bermutasi dengan memunculkan gejala-gejala baru, bahkan
ada yang mengalami positif Covid manun tanpa gejala, Virus yang menyerang
system kekebalan atau anti body manusia ini memang sangat ganas, namun jika virus ini menyerang kepada
seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik maka orang tersebut
bisa sembuh dari Covid, namun jika virus ini menyerang orang yang memiliki
sistem kekebalan tibuh yang antibodynya lemah maka bisa berakibat fatal seperti
kritis hingga meninggal.
Karena munculkan kasus Covid yang tak kunjung usai ini para
ilmuwan dan juga dokter-dokter berusaha mencari dan menciptakan obat maupun
vaksin yang dapat menangkal dan mematikan virus Covid ini. Berbagai macam
percobaan telah dilakukan sehingga muncullah vaksin Covid yang telah diresmikan
dan diakui legal lalu diproduksi dalam jumlah banyak untuk disebarkan keseluruh
perjuru dunia untuk mengantisipasi
penyebaran Covid lebih lanjut. Dengan munculnya vaksin Covid ini pemerintah
khususnya Indonesia membeli dalam jumlah yang banyak lalu disebarkan kepada
seluruh masyarakat dan golongan sebagai upaya untuk melawan virus yang tak
kunjung usai ini.
Program vaksinasi Covid di Indonesia ini mulai dilakukan
oleh kalangan pemerintah, yang dilakukan pada tanggal 13 Januari 2021 di Istana
Negara Jakarta. Orang yang pertama kali disuntik vaksin buatan Sinovac adalah
Bapak Presiden
Joko Widodo, dan juga sejumlah
pejabat, tokoh agama, organisasi profesi serta perwakilan masyarakat turut
mengikuti vaksinasi. Kemudian setelah itu vaksin disebarkan untuk kalangan
tenaga kesehatan dan tenaga penunjang kesehatan, setelah tenaga kesehatan
mendapat vaksin kemudian golongan selanjutnya adalah masyarakat. Vaksin Covid
untuk masyarakat umum ini mulai dibuka pada bulan Juli 2021. Vaksinasi tersebut
terbuka untuk 33 provinsi di Indonesia. Vaksinasi Covid untuk masyarakat umum
tersebut bisa diikuti di fasilitas kesehatan yang membuka layanan vaksinasi
dengan syarat berusia delapan belas tahun ke atas dan menunjukkan KTP.
Banyak sekali kalangan masyarakat umum yang
merasa takut, cemas, gelisah dan ragu untuk melakukan vaksin di layanan
kesehatan di daerah setempatnya, hal ini disebabkan karena masyarakat takut
akan efek samping dari vaksin Covid yang di anggap mengerikan, sehingga menjadi
momok untuk tidak melakukan vaksin tersebut. Evek samping dari vaksin
diantaranya lengan sakit, demam, kelelahan, sakit kepala, mual, nyeri otot,
kelenjar getah bening bengkak, ada juga beberapa orang yang mengalami seperti
reaksi elergi, gumpalan darah langka, miokarditis, gejala yang dialami setiap
orang memang berbeda-beda, gejala yang ditimbulkan bergantung kepada kekebalan
tubuh dan imun dari masingmasing orang. Banyak sekali beredar kabar di
masyarakat orang yang meninggal setelah mendapatkan suntik vaksin, tak hanya
satu orang, tetapi ada puluhan orang yang mengalaminya, sehingga masyarakat
merasa takut dan paranoid untuk
melakukan vaksin. Padahal hal tersebut terjadi karena orang yang meninggal usai
menerima vaksin Covid baik Sinovac maupun Astrazeneca hampir semua memiliki
diagnosis penyakit penyerta. Padahal
untuk bisa mendapatkan vaksin Covid salah satu persyaratannya adalah tidak
boleh memiliki riwayat penyakit. Hal tersebut perlu diperhatikan dengan teliti
karena bisa berakibat fatal.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah,
baik lockdown, pembatasan sosial berskala besar, karantina, larangan mudik, dan
vaksin, harapannya agar virus Covid ini bisa hilang dari Indonesia. Dan juga
hal tersebut dapat terwujud karena kerjasama masyarakat dan juga pemerintah,
seperti mematuhi protocol kesehatan, cuci tangan, memakai masker, dan juga jaga
jarak. Semoga kasus Covid ini segera hilang dari Indonesia dan seluruh dunia.
GENOSE RP 40.000,-
VS ANTIGEN RP 900.000,-
oleh: Waljana Binti Basar
Media sosial pun ramai dengan pro dan kontra pengguna gense.
Terutama sebab gense dinilai tial bisa menjadi rujuka penapsan awal covid.
Padahal penggunaan gense digemari oleh masyarakat karena harga yang terjangkau
dan juga masyarakat tidak harus dicolok hidungnya seperti tes pcr atau antigen.
Klaim pengembang gense itu keakuratannya tinggii di atas 80 persen dan itu
bagus sekali, sehingga wajar apabila genose dibeikan izin edar oleh kmentrin
kesehatan.
GeNoSe C19 merupakan
alat buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mendeteksi virus corona melalui
hembusaan napas. Alat ini telah mendapat izin edar dari Kementrian RI AKD
2040102283. Tarif GeNoSe sebesar RP 40.000,-, tarif tersebut jauh lebih murah
dibandingkan dengan swab antgen. Antigen sendiri merupakan tes yang dilakukan dengan metode swab atau
usap untuk mengambil sampel dari skresi hidung dan tenggorokan. Penggunaan
GeNose untuk mendeteksi penyakit COVID-19 melalui embusan napas telah dijadikan
salah satu alternatif skrining kesehatan pada berbagai moda transportasi umum
selama pandemi COVID-19.
GeNose C19 mampu
mengidentifikasi virus Corona dengan cara mendeteksi senyawa organik yang mudah
menguap atau volatile organic compound
(VOC). VOC diketahui dapat terbentuk karena adanya infeksi virus Corona dan keluar
bersama embusan napas. Penelitian menunjukkan bahwa para penderita COVID-19
menghasilkan VOC yang lebih tinggi daripada orang yang tidak terkena infeksi
virus Corona. Pada tes GeNose, orang yang diperiksa akan diminta mengembuskan
napas ke sebuah alat berbentuk tabung, kemudian alat sensor dalam tabung
tersebut akan mendeteksi VOC dalam napas yang diembuskan. GeNose
membutuhkan
waktu sekitar 2−3 menit untuk mendeteksi ada tidaknya VOC yang bisa menandakan
COVID-19. Satu unit alat GeNose diperkirakan mampu melakukan sekitar 120 kali
pemeriksaan per harinya.
GeNose C19 telah melalui uji profiling pada 600 sampel di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah
Sakit Lapangan Khusus COVID-19 Bambanglipuro, Yogyakarta, dan menunjukkan
tingkat akurasi hingga 97%.Dari hasil uji coba tersebut, tes GeNose C19 dinilai
bisa menjadi alternatif untuk mendeteksi infeksi virus Corona. Meski begitu,
masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan tingkat akurasi dan
efektivitas GeNose dalam mendeteksi virus Corona secara spesifik. Pasalnya, VOC
yang dideteksi dalam tes GeNose C19 juga bisa terdapat pada embusan napas
penderita penyakit pernapasan lainnya, seperti asma, kanker paru-paru, dan
penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Oleh karena itu, mendiagnosis penyakit COVID-19 sebenarnya tidak cukup
mengandalkan tes GeNose C19. Sampai saat ini, hasil tes PCR dan
pemeriksaan dari dokterlah yang masih menjadi standar untuk mendiagnosa
COVID-19, sementara pemeriksaan lainnya hanya digunakan untuk skrining.
Sebagai salah satu alat
skrining, GeNose C19 yang ditemukan oleh para ahli dari UGM ini diharapkan
dapat membantu mendeteksi penderita COVID-19 yang tidak bergejala, sehingga
tingkat penyebaran COVID-19 bisa lebih terkontrol. Namun, apa pun hasil tes
GeNose C19, semua orang harus tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah
penularan COVID-
Pendeteksi virus
corona ini bekerja melalui embusan napas. Artificial Intelligence (AI) atau
kecerdasan buatan terdapat dalam GeNose mengambil data dari embusan napas
manusia. GeNose C19 bekerja dengan mendeteksi pola senyawa VoC atau Volatile
Organic Compound dalam embusan napas manusia. Pola VoC orang sakit dan orang
sehat akan berbeda. Alat yang dilengkapi dengan 10 sensor utama ini, mampu
mengukur perbedaan kadar VoC itu secara lebih sensitif.
Sebelumnya beberapa pihak merencanaka pemakaian genose
sebagai salah satu syarat perjalanan diusulkann utuk dihapus. Salah satu
alasannya karena dianggap tidak akurat dalam mendeteksi virus Covid-19. Hal
tersebut patut untuk dipertayakan, sebab jika genose tidak akurat , seharusnya
lonjakan kasus Covid-19 sudah terjadi 2-3 bulan lalu, tapi faktaya bulan maret
dan april justru kasus Covid Indonesia pada titik terendah. Padahal genose
murupakan alat uji yang paling murah, akan tetapi bukan murahan. Terbukti dari
diizinkannya beredar genose yang dikeluarkan oleh kemenkes (KEMENKES RI AKD
204010228830).
YLKI khawatir akurasi hasil tes Genose yang rendah karena
bisa menghasilkan negatf yang pals. Dia menegaska faktor harga seharusnya bukan
pertimbngan utama. Sebab, hal ini terkait denan keselmatadan eamanan seseorang.
Oleh karena itu Tulus mengusulkan tes covid menggunaka antigen. Oknum tersebut
berusaha mengkambig hitamkan Genose tanpa data dan hanyaa menduga saja. Hanya
dapat dari “katanya” atau “infoya, tanpa pegang data yang valid atau juga dari
kelompok yang mempunyai kepentikan politik maupun kepentingan bisnis.
Berdasarkan data jika genose menjadi penyebab maka seharusnya lonjakan Covid
sudah terjadi setelah Genose dipergunakan sekitar bulan maret atau april 2021
bukan bulan juni. Tidak adil jika genose dituduh sebagai biang keladi lonjakan
kasus Covid baru-baru ini.
Meningkatnya Covid-19 bukan disebabkan oleh genose, akan tetapi
karena rendahnya kedisiplinan rakyat, lemahnya kontrol aparat serta kurangnya
upaya pencegahan yang diakukan egara, misalnya pembagin masker dan tain gratis
di masyarakat. Aroma perrsaingan bisnis antara genose dan antige pun tercium,
hal ini isa saja terjadi walapupun konspirasi konfik itu sulit dibuktikan.
Jika genose ditiadaakan yang paling merasa terpukul adalah
rakyat kecil, karena sejatinya rakyat kecil lah yang tetap harus beraktivits
mencari nafkah meskipun dalam masa pandemi seperti sekarang ini. Genose dengan
harga yang terjangkau ini menjadi bukti bahwa negara itu hadir untuk semua
rakyat, tanpa ada pembedaan antara orang kaya dan orang miskin. Penghentian
genose hanya membuat kesehatan hanya untuk orang kaya saja yang mampu membayar
mahal hanya untuk tes saja.
Jika sampai usulan penghapuan genose ini disetujui oleh pemerintah, maka yang akan
sangat rugi adalah masyarakat yang berada di bawah. Karena penghapusan genose
ini sama dengan mematikan ekonomi masyarakat kalangan bawah.dan jika saampai
genose di hapus maka secara tomatis biaya untuk menempuh sebuah perjalanan akan
kian mahaal, karena harus swab antigen. Selain itu perekonomian dibidang
transportasi pun akan sang menurun, karena banyaknya penumpang transportasi
umum adalah masyarkat kalangan bawah.
Padahal kehadiran genose itu membawa dua sisi positf yakni bisa dijangkau oleh beragam kalangan
dan disisi lain memantu negara indonesia untuk melakukan identifikasi untuk
mereka yang terkena covid-9 dengan cepaat dan murah.
Sebaiknya genose
tidak hanya diunakan di bandara atau stasiun saja. Akan tetapi jug digunaka di
bandra atau stasiun saja. Tapi juga digunaka di termina, pasar, mal, kelurahan,
dan berbagai tempat umum. Sehngga akses masyarakat untuk meakukan deteksi dini
terhda covid semakin terbuka dengan harga terangau.
Menjadi Dewasa Bukan Soal Usia
oleh : Ika Septi Nurul Arini
Menjadi dewasa merupakan hal yang pasti dilalui oleh semua orang. Seseorang dikatakan telah dewasa itu bukan berdasarkan umur atau sifat yang dimilikinya, akan tetapi memiliki pola pikir yang matang. Pola pikir tersebut didapatkan berdasarkan seberapa banyak pengalaman yang sudah dilalui. Kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ujian hidup serta permasalahan yang hadir dalam hidup seseorang
sangat memngaruhi sifat kedewasaan seseorang. Ketika seseorang dihadapkan pada
sebuah masalah yang menuntutnya untuk mengambil sikap dan keputusan yang dapat
membantunya menyelesaikan masalah tersebut. Jika ia memilih untuk menyelesaikan
masalah tersebut dengan kepala dingin dan keputusan yang dipikirkan sebelumnya,
hal itu juga akan memengaruhi dan merubah kepribadiannya. Sedangkan jika
ia memilih untuk tidak lari meninggalkannya
atau seolah tak terjadi apa-apa hal itu justru akan menjadikannya stress dan
terpuruk dengan masalah yang ia alami.
Pada masa sekarang sedang gencar-gencarnya istilah insecure
atau perasaan cemas, tidak mampu, dan kurang percaya diri yang membuat
seseorang merasa tidak aman dengan kehidupannya. Perasaan insecure merupaka perasaan
yang normal terjadi pada peralihan usia remaja menuju usia dewasa. Masa
peralihan tersebut merupakan masa di mana seseorang mulai mencari jati diri
atau memikirkan tentang masa depan apa
yang akan dia inginkan. Masa peralihan tersebut dinamakan quarter life
crisis.
quarter
life crisis
Quarter life crisis
atau krisis seperempat abad adalah periode saat seseorang berusia 18-30 tahun
yang merasa tidak memiliki arah, khawatir, bingung, dan galau akan ketidakpastian
kehidupannya di masa mendatang. Tidak hanya itu, orang yang mengalami fase
quarter life crisis kerap memeprtanyakan eksistensinys sebagai seorang manusia.
Bahkan ada juga orang yang mempunyai pemikiran bahwa dirinya itu tidak berguna
dan tidak memiliki tujuan hidup yang pasti.
Quarter life crisis
terjadi ketika masa peralihan awal atau mulai munculnya masalah dalam hidup
seseorang untuk pertama kalinya. Penyebab terjadinya quarter life crisis
diantaranya:
1) Mengalami masalah pekerjaan atau financial
Dalam sircle pekerjaan yang pertama kali dilalui, seseorang
belajar untuk memahami serta menghargai jenis kepala yang berbeda baik dari
segi pemikiran maupun kepribadian. Tiap hari seorang karyawan menghabiskan
waktunya sekitar 8 jam untuk bekerja. Percaya atau tidak, dalam dunia kerja
sejumlah masalah akan muncul dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Karena,
ketika seseorang membiarkannya akan timbul masalah-masalah baru yang muncul
yang justru akan membuat stress dan terjerembab dalam masalah tersebut.
Masalah-masalah yang muncul dalam dunia kerja seperti halnya kewalahan dalam
menangani pekrjaan yang semakin menumpuk, hasil kerja tidak sesuai ekspektasi,
konflik dengan rekan kerja, dan lain sebagainya.
(2) Merencanakan karir dan masa depan
Semakin bertambahnya usia, semakin banyak pula beban yang musti
ditanggung dalam pundaknya. Hal itu menjadi alasan sseorang untuk dapat
memiliki karir dan masa depan yang sukses. Kesuksesan merupakan sebuah
kebanggan tersendiri bagi seseorang, apalagi dapat mengangkat derajat orang tua
serta menjadi anak yang membanggakan. Namun, dalam merencanakan karir tersebut
perlu adanya bimbingan dari orang yang
berpengalaman atau jika di sekolah dinamakan bimbingan konseling. Bimbingan
karir banyak dikesampingkan oleh pihak sekolah dengan alasan tidak adanya jam
regular bimbingan konseling dan tidak optimalnya layanan yang diterima siswa.
(3) Menjalani hidup mandiri untuk pertama kalinya
Dalam fase kehidupan ada waktu di mana seseorang harus memutuskan
untuk hidup mandiri dan jauh dari orang tua. Pertama kalinya mengurus kebutuhan
diri sendiri yang akan membuat stress bagaimana mengatur waktu serta pemasukan
sebaik mungkin. Entah masih sekolah, kuliah, atau sudah memiliki pekerjaan,
masalah yang dihadapi tidak jauh berbeda ketika seseorang harus hidup sendiri,
masak sendiri, cuci baju sendiri, dan lain sebagainya. Adakalnya dalam
kesendirian muncul pikiran overthinking ketika menjalani kesibukan setiap
hari dengan kegiatan yang diulang-ulang hingga membuat bosan dan merasa muak
dengan hidup. Apalagi tidak mempunyai seseorang untuk dijadikan tempat berkeluh
kesah, karena semua temanmu pun memiliki masalahnya sendiri-sendiri.
(4) Mengalami putus cinta setelah menjalani suatu hubungan yang
lama,
Putus cinta merupakan hal yang lumrah terjadi di kalangan anak
muda. Namun, jika jatuh cinta itu terjadi untuk yang pertama kalinya; pertama
kali merasa dicintai dan mencintai, pertama kali memiliki seseorang yang dapat
dijadikan sandaran ketika sedih ataupun senang. Kehidupan percintaan pun tak
semulus yang terlihat di drama korea. Permasalahan bisa saja muncul, sebab
perbedaan pemikiran, memikirkan masa depan namun memperdebatkan keyakinan, perasaan
cemburu yang menyulut pertengkaran, atau perasaan bosan yang menyebabkan salah
satu dari mereka menginginkan orang baru sebagai pengalihan perhatian yang
berujung kata putus dengan tanpa penyelesaian. Kata orang, cinta pertama
merupakan kenangan yang sulit dilupakan dan paling membekas di ingatan. Gagal moveon
dan berakhir dengan mental break down menjadikan seseorang tak
memerdulikan tentang dirinya sendiri apalagi masa depan apa yang akan dia
lalui. Orang lain hanya bisa mengasihani memberikan motivasi tapi, yang
menjalani dan menyelesaikan luka diri ya hanya diri sendiri. Jadi, jangan jatuh
cinta terlalu dalam pada seseorang yang tak pasti dimiliki, kalau belum siap
patah hati itu bisa dinamakan bunuh diri.
(5) Melihat teman sebaya yang sudah mencapai suatu pencapaian seperti
impian dan kesuksesan
Sukses merupakan mimpi yang pasti diinginkan terjadi oleh
kebanyakan orang. Belajar dengan giat, melakukan semua pekerjaan dengan
sebaik-baiknya dengan harapan dapat menghasilkan hal yang berguna dan
memuaskan. Tapi seperti halnya roda yang berputar, ada kalanya hidup merasa
semuanya berjalan lancar seperti yang diinginkan, ada saatnya pula akan
merasakan berada di bawah dengan datangnya berbagai macam permasalahan. Ketika
melihat kesuskesan orang lain yang lebih dari diri sendiri pasti ada perasaan
iri dengan pertanyaan ‘kenapa?’ penuh di kepala. Apa selama ini usaha yang
dilakukan kurang, apa berdoa dan sedekah yang dilakukan tak menghasilkan, serta
banyak pertanyaan lain yang dilayangkan.
Carrol Bryant, seorang penulis buku, berkata “Growing old is
mandatory but growing up is optional” yang berarti menjadi tua adalah
pasti, tapi menjadi dewasa itu pilihan. Jadi,
dewasa itu bukan memang bukan hal yang mudah. Menjadi dewasa adalah
belajar banyak hal, memutuskan sesuatu bukan berdasarkan perasaan, mengambil
sisi positif dari banyak kejadian yang dapat dijadikan pengalaman. Pengalaman
pun tidak melulu tentang pekerjaan serta pengetahuan, tapi tentang saling
menghargai perbedaan dan memberikan kesempatan orang lain untuk menyatakan
pikiran.
Jadilah dewasa karena pola pikirmu yang menerima. Kamu tak bisa terus mengandalkan uluran tangan orang lain untuk berdiri. Tak bisa menyenderkan kepala pada mereka yang seolah selalu ada sebab terbiasa. Meskipun manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri, nyatanya yang bertanggungjawab atas diri sendiri tetap diri sendiri, bukan orang tua apalagi sahabat setia. Saat dunia terasa membosankan jangan menyalahkan orang lain apalagi Tuhan, jalani apa yang ada di depan. Tetaplah berusaha yang terbaik, tak perlu membanding-bandingkan bagaimana diri ini di mata orang lain. Jika belum tergambarkan bagaimana masa depan, lakukan apa saja yang di depan selagi masih bisa dilakukan. Takdir membutuhkan usahamu tapi tak bisa membelakangimu.
PERAN
TEKNOLOGI DI MASA PANDEMI
oleh : Rikandari Kurniawati
Pada akhir tahun 2019,
dunia sedang dilanda pandemi covid-19 hingga detik ini. Tak terkecuali
Indonesia. Pandemi covid-19 masuk ke Negara Indonesia pada bulan maret 2020. Tak
terhitung banyaknya pasien covid-19. Hal ini membuat masyarakat panik dengan
adanya virus ini. Virus covid-19 dapat menyerang sistem pernapasan, virus ini
sangat berbahaya bagi manusia dan dapat menimbulkan kematian. Sudah ada
beribu-ribu orang yang meninggal akibat virus yang mematikan ini.
Apakah kalian tau apa itu
pandemi covid-19 ?
Covid-19 adalah virus
yang berbahaya yang dapat menular cepat hanya dengan bersentuhan atau melalui
hamparan udara. Maka dari itu, dengan kemunculan virus covid-19, aktivitas
masyarakat menjadi terhenti. Karena, pemerintah memberikan kebijakan pada
masyarakat Indonesia. Mereka diharuskan selalu menjaga imun tubuh, menjaga
jarak, memakai masker, mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer, dan
menghindari kerumunan, guna meminimalisir penularan virus covid-19. Pemerintah
juga memberikan kebijakan agar masyarakat Indonesia selalu di rumah saja, agar
terhindar dari kerumunan. Dan membuat perekonomian masyarakat menjadi turun
drastis. Misalnya, para pedagang harus kehilangan konsumen dan harus gulung
tikar, karena adanya kebijakan pemerintah yang harus lockdown atau harus di rumah saja. Bahkan, pekerjaan lain pun harus
terhenti seperti, guru, pekerja kantor, siswa dan mahasiswa, dan lain-lain.
Apakah masyarakat
begitu saja menyerah mencari pendapatan di tengah pandemi covid-19 dan
perekonomian yang menurun sangat drastis ? tentunya tidak. Jika masyarakat
hanya berdiam diri tanpa aktivitas, mana mungkin mereka bisa mencari makan
untuk keluarga ?
Di masa pandemi
covid-19 seperti ini, peran teknologi sangatlah penting. Teknologi adalah alat
atau mesin yang diciptakan manusia untuk membantu manusia dalam mengerjakan
berbagai hal supaya lebih mudah dan efisien. Dengan adanya teknologi, semua
dapat dijangkau secara online. Masyarakat
dapat mengakses melalui gawai untuk mencari pendapatan. Misalnya, mereka bisa
menjual dagangannya atau onlineshop
melalui teknologi internet atau marketplace.
Karena, dengan berjualan online lebih
memudahkan penjual dan pembeli. Pembeli lebih mudah membeli secara online tanpa harus mendatangi toko, dan
pembeli tinggal menunggu barang dating melalui kurir. Dengan berjualan secara online, juga bisa meningkatkan
keuntungan bagi penjual. Karena, jangkauan pasar sangat luas, mayoritas
masyarakat juga sudah memiliki akun media sosial untuk melihat
postingan-postingan atau barang yang dijual dan penjual dapat mempromosikan
melalui media sosial seperti FB, IG, WhatsApp, atau aplikasi seperti Shopee,
lazada, tokopedia, Jd.id, dan lain sebagainya. Selain untuk berjualan pakaian,
accessories, masyarakat juga bisa menjual makanan melalui grabfood.
Selain berjualan secara
online, teknologi di masa pandemi covid-19 ini, juga sangat berpengaruh
terhadap orang yang berkerja kantoran. Misalnya, guru, dosen, dan pegawai bank.
Aktivitas mereka juga berubah total, akibat dari pandemi covid-19. Dan mereka
tidak bisa lagi pergi ke kantor untuk bekerja. Tetapi, dengan adanya teknologi
mereka masih bisa bekerja. Pekerja kantoran dapat mengerjakan pekerjaannya
hanya dari rumah saja melalui aplikasi yang sudah tersedia.
Pemerintah juga memaksa
percepatan di sektor pendidikan. Pembelajaran daring memaksa orang tua dan
anak-anak harus akrab dengan internet. Guru dan dosen bisa mengajar melalui
aplikasi. Tak terkecuali siswa dan mahasiswa. Mereka dapat melakukan aktivitas
belajarnya melalui daring (dalam jaringan). Meskipun ini ada dampak negatifnya,
tetapi juga ada dampak positifnya bagi siswa dan mahasiswa. Jika biasanya
mereka melakukan aktivitas belajar secara tatap muka bersama guru sekarang
mereka bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi, yakni mereka bisa belajar
bersama guru melalui aplikasi di gawai atau laptop masing-masing siswa dan
mahasiswa. Misalnya, menggunakan aplikasi ruang guru, classroom, google meet,
zoom, e-learning, youtube, edmodo dan lain-lain. Meskipun terkadang akses
internet di pedalaman tidak dapat mengakses secara mudah dan harus mencari
tempat yang mudah untuk dijangkau internet untuk pembelajaran daring (dalam
jaringan).
Dunia pendidikan harus
melek teknologi. Dan tentunya ada kendala baik dari guru dan siswa. Bagi guru,
ia harus mempersiapkan materi pembelajaran dengan mendesain materi dan evaluasi
dengan memanfaatkan teknologi tersebut dengan cara guru membuat video
pembelajaran agar siswa memahaminya lebih gampang dan seperti pembelajaran
tatap muka. Bagi orang tua, mereka harus menyediakan fasilitas untuk
anak-anaknya mengikuti pembelajaran daring seperti gawai, laptop, atau
komputer. Tetapi, pembelajaran daring ini juga menghambat pertumbuhan siswa dan
pastinya siswa merasa bosan bukan ? karena setiap hari harus berkelut dengan
gawai dan laptop. Dan tidak bisa bermain dengan teman-temannya. Juga
membosankan harus dianjurkan di rumah saja. Tidak bisa merefresh pikiran.
Tentunya kalian pasti
merindukan berwisata ke tempat wisata favorit kalian ? dengan adanya pandemi
covid-19 ini, pasti kalian tidak bisa ke mana-mana. Karena, pemerintah
menganjurkan harus di rumah saja dan semua wisata harus ditutup guna menghindari
kerumunan dan meminimalisir penularan covid-19. Tetapi, kalian jangan khawatir.
Kalian bisa berkumpul dengan keluarga inti dengan cara mendirikan tenda atau
camping di area rumah dengan menghiasi tenda sesuai selera agar terlihat
berbeda. Masih kurang bahagia ? Masih ada solusinya dong. Dengan kalian
menginap di hotel dengan nuansa yang unik agar terlihat berbeda. Atau jika di
rumah saja, kalian bisa masak memasak dengan keluarga. Atau kalian bisa
mendirikan bioskop untuk bisa nonton bersama keluarga.
Masih kurag bahagia ?
Kalian bisa loh untuk liburan secara virtual. Jika ke tempat wisata takut akan
penularan covid-19. Sekarang sudah banyak loh para operator pariwisata yang
memberikan pelayanan baru dengan menghadirkan tour wisata virtual. Caranya, kalian
tinggal cari informasi di internet atau media sosial mengenai liburan virtual
ini, kalian langsung registrasi, kemudian nyalakan laptop atau gawai kalian,
aktifkan zoom, kemudian kalian bisa langsung menikmati liburan virtual. Jika
kalian ingin wisata virtual pantai, gunung, atau yang lain, kalian bisa
menghubungi operator pariwisata tersebut. Jangan khawatir, pastinya ada yang
gratis dong. Dijamin liburan kalian pasti menyenangkan, meskipun tidak
mendatangi langsung tempat wisatanya dan hanya melalui virtual saja.
Bahkan, di masa pandemi
covid-19 ini masyrakat juga bisa konsultasi kesehatan dengan dokter secara online melalui aplikasi. Dengan begitu,
masyarakat bisa memahami edukasi dari dokter terkait kesehatan. Masyarakat
harus tetap mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi seperti ini, jika
masyarakat abai dengan protokol kesehatan, akan membahayakan masyarakat itu
sendiri. Pasalnya, pandemi covid-19 ini sangat berbahaya bagi kesehatan.
Tentunya, di masa
pandemi covid-19 seperti ini, teknologi sangat bermanfaat bagi masyarakat bukan
? Teknologi tidak hanya digunakan sebagai komunikasi saja. Tetapi, sekarang
proses belajar mengajar menjadi lebih mudah dan fleksibel, serta berpengaruh
dengan keadaan ekonomi masyarakat dengan cara berjualan online.
Pastinya, dengan
teknologi yang berganti tahun semakin berkembang, baik dari segi pembuat dan
penggunanya. Dengan adanya teknologi yang lebih modern, tentunya masyarakat
akan lebih mudah untuk mengakses apapun di internet. Teknologi sangat
memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Semoga dengan adanya
teknologi, menjadi langkah awal untuk memperbaiki mutu pendidikan dengan teknologi
yang lebih modern.
DAMPAK
PANDEMI COVID-19 TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA
oleh: Ana Maratus Sholihah
Coronavirus Disease 2019 atau yang
sering disebut Covid-19 merupakan virus
yang tersebar di seluruh negara-negara 2 tahun terakhir ini, termasuk negara
Indonesia. Virus covid-19 berawal di Wuhan China diawal tahun 2019. Di
Indonesia dinyatakan virus covid-19 masuk pada bulan maret tahun 2019. Dengan
populasi masyarakat Indonesia yang tergolong banyak, virus covid-19 mudah
sekali menyebar di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang tidak menerapkan
protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Virus covid-19 telah menjadi
perbincangan yang tiada habisnya dalam surat kabar, berita televisi, berita
radio, dan segala macam sosial media yang ada.
Virus covid-19 telah membawa banyak
dampak buruk terhadap segala aktivitas, baik aktivitas sebuah negara maupun
aktivitas masyarakat itu sendiri. Adapun dampak dari covid-19 yang sangat
berpengaruh dalam kehidupan manusia adalah dampak ekonomi. perekonomian
merupakan suatu hal pokok dalam suatu kehidupan, melemahnya perekonomian suatu
negara mempengaruhi perkembangan dari suatu negara tersebut.
Terhambatnya aktivitas
perekonomian secara otomatis membuat pelaku usaha melakukan efisiensi untuk
menekan kerugian, Akibatnya, banyak pekerja yang dirumahkan atau bahkan
diberhentikan (PHK). Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)
per 7 April 2020, akibat pandemi Covid-19, tercatat sebanyak 39.977 perusahaan
di sektor formal yang memilih merumahkan, dan melakukan PHK terhadap
pekerjanya. Total ada 1.010.579 orang pekerja yang terkena dampak ini.
Rinciannya, 873.090 pekerja dari 17.224 perusahaan dirumahkan, sedangkan
137.489 pekerja di-PHK dari 22.753 perusahaan. Sementara itu, jumlah perusahaan
dan tenaga kerja terdampak di sektor informal adalah sebanyak 34.453 perusahaan
dan 189.452 orang pekerja. Namun, dalam catatan kebijakannya, tim riset SMERU
menyebut bahwa angka ini belum menggambarkan tingkat pengangguran secara
keseluruhan karena belum memasukkan pengangguran dari sektor informal dan
angkatan kerja baru yang masih menganggur.
Perekonomian masyarakat Indonesia ketika
adanya covid-19 sungguh sangat memprihatinkan. Banyak karyawan yang di PHK dari
pekerjaannya, banyak pedagang yang kehilangan pelanggannya, banyak perusahaan
yang berhenti beroperasi, dan masih banyak lagi. Pekerjaan yang biasa dilakukan
diluar rumah saat itu harus dikerjakan lewat rumah. Masyarakat dihimbau untuk
tetap dirumah saja, melakukan berbagai aktivitas dirumah termasuk bekerja via
online. Sedangkan beberapa masyarakat yang memiliki pekerjaan tertentu, tidak
dapat melakukan aktivitas kerjanya didalam rumah. Misalkan seorang driver ojek,
pedang keliling dan masih banyak lagi. Mereka tidak bisa mengerjakan pekerjaan
jika tidak keluar dari rumah untuk keliling menjemput rezeki.
Banyak masyarakat yang harus kehilangan
pekerjaannya dalam masa pandemi ini, salah satu contohnya yaitu seorang
karyawan yang harus dipulangkan atau di PHK dikarenakan berbagai alasan seperti
perusahaan mengalami penurunan dalam bisnisnya, perusahaan untuk sementara
waktu diberhetikan operasinya, dan bahkan perusahaan yang sudah tidak
beroperasi lagi alias bangkrut. Karyawan pun tidak dapat protes dengan hal
tersebut, karena para karyawan tahu dan paham dengan keadaan yang saat ini
sedang dihadapi oleh perusahaan yang ditempatinya itu.
Selain itu para pedagang juga merasa
resah, dikarenakan omsetnya semakin menurun dari waktu kewaktu. Barang ketika
sebelum pandemi yang seharusnya terjual dalam waktu 1 bulan , ketika masa
pandemi barang terjual selama 3 bulan. Hal tersebut dikarenakan masyarakat yang
mulai mengurangi kebiasaan konsumtif mereka yang biasa mereka lakukan
disebabkan keuangan yang mulai menurun.
Para tenaga kerja di luar negripun juga
beberapa di pulangkan dan tidak boleh sama sekali pulang sampai pandemi
covid-19 sudah hilang. Para tenaga kerja luar negeri yang di pulangkan menjadi
kehilangan pekerjaan, mereka tidak bisa kembali ke tempat asal mereka bekerja
dikarenakan lock down. Orang dari luar tidak bisa masuk maupun keluar dari
tempat mereka. Para tenaga kerja luar negeri hanya mengandalkan sisa uang
tabungan mereka untuk kehidupannya sementara. Mereka hendak mencari pekerjaan
di Indonesia pun juga kesulitan. Selain dikarenakan pandemi, rata-rata mereka
tidak memiliki keahlian tertentu yang bisa dilakukan.
Seiring berjalannya waktu masyarakat
mulai beradaptasi dengan keadaan, negara mulai memperbolehkan masyarakatnya
untuk keluar dari rumah beraktivitas seperti biasa namun tetap menggunakan
protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, seperti memakai masker, sering
mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer, menjaga jarak, dan menjauhi
kerumunan. Pemerintah setempat juga menyediakan tempat - tempat untuk mencuci
tangan di wilayah yang rawan orang berkerumun seperti pasar, tempat ibadah, di
kantor-kantor pemerintahan dan masih banyak lagi.
Masyarakat yang berprofesi menjadi
driver ojek juga menggunakan protokol kesehatan dengan cara kreatif, yaitu
tetap menggunakan masker, membawa handsanitizer digunakan ketika penumpang
hendak naik ojek dan sesudah naik ojek, tidak bersentuhan antara driver dan
penumpang dengan cara memberi sekat seperti papan yang dipakai oleh driver ojek
dibelakang punggungnya. Hal tersebut juga merupakan upaya mereka untuk tetap
mencari nafkah tetapi tetap menjalankan protokol kesehatan sebagaimana
mestinya.
Selain itu masyarakat mulai beralih
profesi yang sebelumnya jualan barang secara langsung ketika sebelum pandemi,
ketika pandemi saat ini berjualan secara online. Barang sekecil apapun nilainya
mereka jual secara online. Mereka menggunakan berbagai sosial media yang ada,
seperti facebook, instagram, twitter, whatsaap, dan masih banyak lagi. Mereka
juga menggunakan aplikasi jual beli yang ada di internet, seperti shoope,
lazada, JDID, buka lapak dan sebagainya.
Hal tersebut juga memberi dampak yang
baik terhadap masyarakat yaitu masyarakat menjadi belajar ilmu teknologi yang
sebelumnya mereka belum mengerti sama sekali sedangkan masyarakat luar negri
sudah banyak sekali yang memanfaatkan gadget mereka deng baik. Tidak hanya para
anak muda yang menggunakan ilmu teknologi tetapi para ibu – ibu dan bapak –
bapak juga menggunakan ilmu teknologi atau gadget mereka untuk menjual maupun
membeli kebutuhan mereka sehari - harinya.
Akses jalan yang sebelumnya tertutup
saat ini sudah mulai terbuka, para tenaga kerja luar negri sudah diperbolehkan
kembali bekerja di negara - negara tempat mereka bekerja sebelumnya. Seperti di
Hongkong, Taiwan, Singapura, dan sebagainya. Namun sebelum mereka dikirim ke
luar negeri, para tenaga kerja dipastikan dalam keadaan sehat dan menjalankan
swab terlebi dahuli untuk mengetahui apakah terinfeksi covid-19 atau tidak.
Jika para tenaga kerja luar negeri yang akan dikirim ternyata terinfeksi
covid-19 maka mereka harus diisolasi terlebih dahulu selama 14 hari, dan belum
diperbolehkan untuk berangkat. Sedangkan para tenaga kerja luar negeri yang
sudah lolos tes kesehatan dan dinyatakan negatif saat tes swab, maka mereka
diperbolehkan berangkat ke negara tempat tujuan bekerja.
Saat ini perekonomian indonesia sudah
mulai membaik dari waktu ke waktu, meskipun beberapa pekerjaan tetap harus
dikerjakan dari rumah, namun beberapa pekerjaan saat ini sudah bisa dikerjakan
di luar rumah seperti sebelum pandemi covid-19. Selain itu saat ini sudah
diterapkan adanya vaksin secara gratis untuk seluruh masyarakat indonesia demi
mecegah penyebaran covid-19 di wilayah Indonesia.
Susah
Gak Sih Jadi Penulis? Gak Susah Kok Kalo
Ikutin
Beberapa Tips Berikut Ini
oleh : Nurina Masrurotun Naja
Pertanyaan ini sering banget saya denger atau saya baca di kolom komentar wattpad, twitter, Instagram atau di platform medsos lain yang biasanya digunakan author untuk mengupload karyanya.
Kenapa? Heran ya kok cerita bisa lari ke medsos. Jangan heran, itu mungkin kamunya aja yang kurang jauh mainnya. Gih, sana main yang jauh dulu. Canda jauh.
Di abad 21 yang serba-serbi canggih ini semua orang berlomba-lomba untuk memanfaatkan teknologi internet, dari sana kita bisa tau semua informasi yang ada di seluruh dunia dari smartphone kita. Tidak usah meropotkan diri membuka buku yang tebal itu jika kita bisa sekali klik membuka laman di bar pencarian lalu mengetik kata kunci dan seperkian detik apa yang kita cari ada di depan kita. Mudah bukan. Hal itu juga dimanfaatkan penulis atau sekarang nama bekennya author, bisa disingkat “thor” juga. (anak wattpad pasti tau, haha.. nyengir lu anak watty)
Sekarang membaca cerita atau novel tidak hanya di aplikasi Wattpad, NovelToon, Joylada, WeRead, WebNovel, Inovel dll. Tapi sekarang kalian bisa membacanya di media sosial kalian seperti Twitter, Instagram, Line, Facebook, Tiktok dll, bagi yang gak suka baca tulisan yang banyak-banyak cocok nih. Yah, meskipun banyak chapternya sih.
Menulis cerita itu
memang tidak segampang kelihatannya, tdak hanya asal ketik saja, tapi juga
memikitrkan hal-hal yang berkaitan untuk menunjang alur cerita. Tak heran jika
banyak penulis baru yang kesusahan menulis.
Kenapa menulis?
Kamu menulis karena
apa? Mengabut? Mengpengen nulis karena ikut-ikutan aja? Atau mau buat karya? Jika
kamu ingin menulis karena hobi maka lanjutkanlah hobimu, asahlah sampai hobimu
menjadi bakatmu (siapa tau malah jadi ladang cuan). Buatlah suatu alasan yang
kuat untuk mengingatkanmu tentang “Alasan”
kenapa kamu ingin menulis. Jangan cuma modal semangat dan tekat kamu memutuskan
untuk menulis sebuah cerita dan mempublikasikannya, apakah itu motivasi yang
tepat? Atau jika tanpa motivasi apakah kamu akan terus menulis?. karena
bagaimanapun juga motivasi itu sangat penting untuk menuntun keberhasilanmu
menuntaskan apa yang akan menjadi keinginamu, menulis. Menulislah jika kamu
ingin menulis, jangan menulis jika kamu terpaksa atau cuma ikut-ikutan, karena
hasilnya akan berbeda.
Gimana kalo mood menyerang?
Ya gak gimana-gimana,
ajak bertarung aja sekalian. Jika saat menulis tiba-tiba mood kamu buruk, apakah itu
kesalahan lingkungan sekitarmu atau keadaanmu? TIDAK, meskipun tetap saja hal
itu menjadi penyebab gagalnya kamu mewujudkan keinginan untuk bisa menulis
adalah dirimu sendiri loh sebenarnya, bukan lingkungan atau keadaanmu. Yang
menghambatmu itu adalah kurangnya “Alasan”
dan “Motivasi” untuk menulis. Jika
kamu mengalami mood buruk maka
ingatlah kedua hal tersebut. Jika kamu masih tidak bisa mengalahkan mood mu... sini cerita, punya masalah
apa kamu? Pasti berat ya, ayo kamu pasti kuat. (jika kamu punya masalah yang
berat, istirahat saja)
Kenapa susah sekali menuangkan ide ke
dalam tulisan?
Siapa yang kayak gini?.
Udah merangkai alur cerita di kepala tapi saat menghadap laptop jadi hilang,
hilang kemana ide-ide itu?. Karena hal ini sering terjadi bagi penulis pemula sehingga
menghambat penulis untuk memulai menulis cerita. Ini bisa dikatakan sesuatu
yang akrab sekali bagi banyak penulis, sebenarnya ada banyak faktor mengapa
calon penulis gagal menuangkan idenya ke dalam tulisan. Yang pertama adalah “malas”. Rasa malas itu sering muncul
apalagi jika hati dan jiwa sedang lelah. Biasanya penulis baru banyak yang
terkena penyakit ini, alasannya “halah, aku emang gak ada bakat malas lanjutin”
atau “gak ada waktu buat lanjutin”, padahal jika diluangkan pasti sudah sampai
beberapa chapter. yang kedua adalah “lupa
akan motivasi dan alasan untuk menulis”, alasannya gak mau lanjut karena
udah gak bisa menuangkan ide ke dalam tulisan, maka ingatlah alasanmu di awal
saat kamu ingin menjadi penulis, ingatlah apa motivasimu untuk menulis cerita.
Ulangi mengingat kedua hal tersebut untuk membangkitkan semangatmu kembali. Dan
yang ketiga adalah “ponsel”, ini
adalah racun utamanya. Siapa sih yang gak tergoda dengan benda ini, sekali
pegang kamu akan susah lepas, gimana mau lepas jika dihadapkan dengan Whatsapp,
Tiktok, Youtube, Facebook, Dan Twitter. Jika kamu mengalami kesulitan di atas,
ingatlah saran yang paling sering diucapkan oleh penulis Wattpad yang sudah
berpengalaman adalah perbanyak membaca dan menonton karena itu sangat membantu
memperkaya wawasan dalam menulis.
Cara mudah biar lancar menulis
Buat aja sinopsis atau
ringkasan cerita. Hal tersebut sangat membantu memperlancar saat kau menulis
cerita. Dalam KBBI sinopsis adalah ringkasan cerita yang berisi cuplikan
seluruh adegan sehingga membentuk tema cerita. Nah, untuk penulis baru wajib
dicoba dan wajib diterapkan untuk mempermudah merangkai alur dan menulis
cerita. Fungsinya tidak hanya mengingat ide atau gagasan yang sudah terbentuk
tapi juga mengatur alur cerita dari awal hingga akhir sehingga meminimalisasi hilangnya
ide atau bahasa kerennya stuck
(berhenti di tengah jalan karena kehilangan ide atau alur cerita) tapi juga
menghindari kerancuan alur.
Menulis cerita perlu senjata gak?
Perlu lah masa enggak~.
Masa mau bertarung gak punya senjata, nanti kalau disalahkan kepenulisan atau
ejaannya sama pembaca kena mental, nanti nageesss~. Buat penulis baru atau
penulis lama sangat perlu mempelajari tata kepenulisan, buat apa? Tentu saja
biar tulisannya bermutu. Bisa dilihat karya penulis novel yang sudah terkenal,
bukankah tulisannya sangat bagus dan rapi, banyak kok penulis Wattpad yang
dilirik oleh penerbit, maka dari itu kamu jangan mau kalah, terus belajar dan
berkarya siapa tau karyamu bakal dilirik oleh penerbit dan karyamu akan
dibukukan (lumayan dapet cuan). Ayo perbaiki penulisanmu agar bermutu. Berikut
ini senjata yang wajib kamu punya.
1.
KBBI
Jangan
ngaku penulis kalau gak punya KBBI. KBBI hukumnya wajib dimiliki oleh setiap
penulis. KBBI itu ibarat kamusnya ejaan bagi penulis. Kan tidak lucu kalau
pembaca mengoreksi ejaan kamu dari awal bab sampai akhir dan ternyata ada yang
salah dan yang paling memalukan yaitu di setiap chapter ada salah satu pembaca
yang sama selalu komen betulin ejaan kamu yang salah. Malu gak? Malu gak? Malu
lah masa enggak. Untuk menghindari hal itu sangat perlu bagi penulis download
aplikasi KBBI di playsore.
2.
PUEBI
PUEBI
sudah ada di playstore. Perlunya
aplikasi PUEBI bagi penulis untuk mengetahui aturan-aturan seperti pemakaian
huruf, penulisan kata, pemakaian tanda baca, dan penulisan unsur serapan.
Banyak sekali penulis yang gak peduli tentang aturan penulisan, tapi yang
paling banyak ditemui adalah pemakaian tanda baca dan penulisan kata. Katanya
biar keren kalau kata-katanya atau kalimatnya disingkat, padahal itu jelas
salah kaprah dan jelas sekali penerbit tidak akan melirik karya yang seperti
itu. Maka dari itu sangat perlu penulis punya aplikasi PUEBI.
3.
Tata
Bahasa Praktis Bahasa Indonesia
Selain
PUEBI, buku ini juga sangat berguna. Buku ini mempermudah untuk menata
kaidah-kaidah berbahasa saat menulis. buku ini lebih lengkap ketimbang PUEBI.
Jika kamu ingin menulis tentang cerita fiksi, buku Tata Bahasa Praktis Bahasa
Indonesia sangat cocok untuk kamu pelajari, karena bahasa di dalam cerita fiksi
sangat berbobot sehingga perlu mempelajari tata kebahasaan agar pembaca paham
apa yang ingin disampaikan penulis lewat kalimat-kalimat yang penulis rangkai.
4.
Tesaurus
Bahasa Indonesia
Biasanya
penulis novel banyak kesulitan saat menulis cerita panjang seperti novel adalah
menghindari penggunaan kata yang berulang atau repetisi. Mengganti kata
tersebut dengan padanan katanya merupakan satu-satunya cara agar tidak terjai repetisi.
Untuk menghindari itu maka sangat perlu untuk download aplikasi ini untuk membantumu menghindari kata repetisi.
5.
Berbagai
Macam Buku Kepenulisan
Untuk
mengembangkan kemampuan menulis, adakalanya banyak membaca buku-buku tentang
tips menulis agar kamu dapat wawasan luas.
6.
GOOGLE
Pasti
udah gak asing lagi dengan mbah google
kan, mesin pencari yang sangat membantu sekali bagi penulis untuk mencari
sebuah informasi. Kita bisa menggali informasi yang kita butuhkan untuk
mendukung bahan cerita yang kita buat.
Semangat berkarya dan
terus menulis.
Semoga Bermanfaat
luar biasa
BalasHapus