Kumpulan Esai

 “ Sudah TK Kok Belum Bisa Baca ?”  (Indonesia vs Finlandia)

oleh : Dimas Zakaria  

Ibu-ibu : “Anaknya si A Sudah TK kok belum bisa baca ?” aiishh setelah itu ibu dari si anak A akan memaksa anaknya untuk belajar dirumah/memasukkan les Privat. Tentunya pasti anak agak rewel (yaaa biasa anak-anak), lalu muncul pemaksaan, bagaimanapun keadaanya si anak yang penting belajar. Mau si anak nangis, jungkir balik, klesotan yang pentig belajar. bahkan anak tetangga dijadikan patokan keberhasilan. Hahaha, yang lebih parah sampai muncul kata “ gitu aja gak bisa !” (hmm menyakitkan)

Haduhh.. Memang kata-kata “ sudah TK kok belum bisa baca” sangat menusuk jiwa dan raga orang tua. Tapi lebih menusuk lagi jika orang tua memaksa si anak untuk bisa. Orang tua paling cuma malu sama orang-orang, merasa dirinya gagal dalam mendidik anak. Ahh Cuma malu, kita lihat dari segi si anak. kalau sampai ada paksaan terhadap si anak akibatnya bisa fatal lo, bisa mengganggu psikologi anak. Misal orang tua mengajari anak membaca, tapi si anak gak bisa-bisa, karena terbawa emosi sampai membentak-bentak (ngomong-ngomog itu yang ibu saya lakukan terhadap adik saya, tapi sekarang sudah enggak hehehe)lalu apa yang terjadi kedepanya ? pasti si anak juga akan mudah membentak-bentak, bahkan hal yang lebih parah si anak akan temperamental dikit-dikit marah, ngambek.

Sekarang coba kita tengok pendidikan di Finlandia. Kenapa Finlandia ? yaa karena Finlandia dianggap sebagai salah satu sitem pendidika terbaik di Dunia, selalu mengalahkan Amerika Serikat dalam literasi membaca, sains, dan matematika. Selain itu Finlandia selalu menempati skor terbaik dalam Program For International Student Assessment (PISA) yang dilakukan tiga tahun sekali sejak tahun 2000.

Ok kembali lagi ke tema, jadi di Finlandia sangat percaya untuk membiarkan anak-anak menjadi anak-anak, dengan berfokus pada permainan, kesehatan, dan kesejahteraan anak secara keseluruhan. Selain itu memberdayakan anak-anak untuk mengeksplorasi kreativitas alami mereka.  Di Finlandia sebelum umur 7 tahun penekanannya bukan pada matematika, membaca atau menulis  tetapi permainan kreatif, Begitu si anak terlibat dalam tugas yang mereka sukai, apakah memerankan sebuah cerita atau membangun sebuah bangunan, anak-anak menjadi termotivasi untuk terus memperbaiki dan meningkatkan tugas mereka dan untuk meningkatkan tantangan. Dari sudut pandang psikologis, dapat melihat bagaimana bermain dapat membantu anak-anak menjadi pembelajar yang kuat. Selain itu Permainan yang diatur dengan hati-hati membantu mengembangkan kualitas seperti rentang perhatian, ketekunan, konsentrasi, dan pemecahan masalah, yang pada usia empat tahun merupakan  keberhasilan akademis yang lebih kuat daripada usia di mana seorang anak belajar membaca. Kali ini Saya mengutip dari  Tiina Marjoniemi, kepala pusat penitipan anak di distrik Kallio di Helsinki kota Franzenia,  beliau berkata “Kami percaya anak-anak di bawah tujuh tahun belum siap untuk mulai sekolah, Mereka membutuhkan waktu untuk bermain dan aktif secara fisik. Ini adalah waktu untuk kreativitas.” Oh iya, Nyatanya umur ideal anak membaca dan menulis adalah 6-10 tahun. Itulah kenapa Finlandia terus percaya diri sebelum umur 7 tahun,  anak tidak diajarkan membaca dan menulis. 

Nahh .. gimana ibu-ibu ? masih memaksa anak TK untuk bisa membaca dan menulis ? nyatanya antara bisa membaca diumur 4 tahun dengan 6 tahun tidak ada bedanya untuk si anak. Paling Cuma orang tuanya yang besar kepala, karena anaknya diumur 4 tahun sudah bisa baca. Apalagi kalau ada tetangga yang memuji si Anak. Aaissshh, seakan orang tua merasa berhasil mendidik anak (hahaha).

 

BERAWAL DARI TABU MALAH BIKIN MALU

oleh : Ainun Nafi'ah

 

 Dari sekian banyaknya infomasi tentang seks yang dimuat dalam berbagai media maupun yang menjadi topik pembicaraan dari mulut ke mulut sejak dulu, faktanya tetap saja bahwa percakapan tentang seks sering diselimuti stigma negatif dan menjadi hal yang canggung. Lalu, bagaimana agar pendidikan mengenai seks di berbagai kalangan dapat berjalan dengan baik? Pendidikan seksual adalah suatu hal yang sangat penting, khususnya bagi remaja. Yang membuat topik seks menjadi tabu adalah ketika membahas pendidikan kesehatan seksual di kalangan remaja, mereka kemungkinan besar merasa malu untuk bertanya tentang topik tersebut atau bahkan tidak memiliki akses untuk mendapat informasi mengenai kesehatan seksual. 

 Pembicaraan mengenai seks kepada dan di kalangan remaja masih dianggap tabu. Orang tua kerap menghindari atau menutupi obrolan-obrolan seputar seks dengan dalih pembicaraan tersebut dianggap jorok dan tidak etis untuk diperbincangkan. Namun, di sisi lain aktivitas seks tetap lumrah hadir menemani sendi-sendi kehidupan remaja dan dewasa muda. Hal inilah yang membuat remaja tidak melakukan seks berdasarkan pengetahuan yang cukup dan keputusan yang tepat dan dengan cara yang aman.

 Padahal, pendidikan seks termasuk edukasi soal kesehatan reproduksi di dalamnya dan memiliki peran penting dalam mencegah perilaku seks yang menyimpang, pernikahan dini, maupun pelecehan atau kekerasan seksual. Dengan pengetahuan seputar kesehatan reproduksi, remaja diharapkan menjadi lebih mengerti bahwa pernikahan dini menyebabkan kehamilan dan kelahiran yang penuh dengan risiko. 

 Tak heran, angka kematian ibu melahirkan di Indonesia masih tinggi. Tingginya angka  kematian ibu bermula dari rendahnya tingkat pelaksanaan pendidikan seks kepada remaja. Tanpa pengetahuan yang cukup, mereka tidak paham bahwa aktivitas seksual dan reproduksi membutuhkan perencanaan yang matang. Oleh karena itu, dibutuhkan peran orang tua untuk mengajarkan pendidikan seks kepada anak-anaknya. 

 Tidak banyak orang tua yang membicarakan kesehatan reproduksi dengan anak karena kebanyakan dari mereka masih menganggap hal tersebut tabu atau tidak pantas untuk dibicarakan. Ada juga yang tidak tahu atau bingung bagaimana cara menyampaikannya. Sementara yang lain merasa enggan lantaran takut mendapat pertanyaan aneh atau justru dianggap mengajarkan anak untuk melakukan seks bebas. Padahal, menyembunyikan pendidikan seks dari anak justru akan membuat mereka lebih rentan, karena anak remaja sedang berada dalam fase mencari tahu dan memiliki rasa keingintahuan yang sangat tinggi. Kondisi tersebut membuat anak sama sekali tidak memiliki edukasi tentang seks dan suatu ketika saat anak sudah terbiasa bersosialisasi, mereka justru mendapat pengetahuan tentang seks dari teman-temannya atau memilih mesin pencari sebagai sarana untuk mempelajari mengenai seks dan kesehatan reproduksi. Alih-alih mendapat informasi yang akurat mengenai kesehatan reproduksi, anak remaja bisa saja tersesat akibat memperoleh informasi dari sumbersumber yang tidak aman dan tidak kredibel.

 Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting untuk memberikan anak pendidikan seks sejak dini. Meskipun pelajaran mengenai reproduksi dasar sudah ada di sekolah, memberikan pendidikan dan pengertian mengenai seks kepada anak membuat mereka merasa lebih aman dan nyaman membicarakan perkara seksualitasnya secara pribadi dan mendapat saran dari orang tua. Tak hanya itu, lewat pendidikan seks, anak-anak juga akan mengerti bagian-bagian tubuh yang tidak seharusnya disentuuh atau dilihat oleh orang lain. Sehingga dapat mencegah kemungkinan terjadinya kekerasan seksual pada anak. 

  Ada beberapa alasan mengapa topik tentang seks dianggap tabu. Alasan yang pertama adalah mengenai bahasanya sendiri. Tidak ada kata-kata yang tepat untuk menjelaskan suatu tindakan seks atau bagian tubuh tertentu. Kemudian alasan yang kedua, seringkali kata-kata yang digunakan untuk merujuk pada seks juga dijadikan kata-kata ‘umpatan’. Oleh karena itulah obrolan terbuka mengenai seks kerap menimbulkan stigma dan konotasi negatif. Selain itu, banyak orang yang tidak mengetahui terminologi yang tepat untuk digunakan. Misalnya, menggabungkan makna vagina (jalan yang menghubungkan bagian luar tubuh ke rahim) dan vulva (nama untuk bagian luar alat kelamin). Karena tidak memiliki bahasa yang tepat untuk bagian tubuh tertentu sangat mempengaruhi seseorang untuk mengomunikasikan pengetahuan mengenai seks. 

 Sudah lama menjadi perbincangan bahwa menonton pornografi dapat membuat orang mempunyai ekspektasi yang tidak realistis tentang seks, terutama jika mereka melakukannya di usia muda. Namun, fakta yang tidak dapat dipungkiri bahwa banyak anak muda menonton film porno tanpa sepengetahuan orang tua atau wali mereka. Oleh karena itu penting bagi mereka untuk berdiskusi dengan orang yang lebih mengerti baik guru, ahli, maupun orang tua tentang pornografi sehingga mereka dapat memiliki ruang untuk mengeksplorasi pertanyaan dan kekhawatiran yang mungkin akan terjadi kepada mereka. Pendidikan seks seharusya tidak hanya tentang reproduksi. Padahal, pendidikan seks adalah pengetahuan yang berisi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan anatomi tubuh manusia, sistem reproduksi manusia, proses pembuahan hingga kehamilan, hubungan seksual yang sehat, tingkah laku seksual, dan penularan penyakit seksual seperti HIV/AIDS.

 Pendidikan seks juga mengajarkan mengenai perkembangan alat kelamin dan perubahan fisik pada laki-laki dan wanita seperti proses menstruasi dan mimpi basah. Terkadang para remaja terlalu malu untuk bertanya kepada orang tua mereka hingga akhirnya mereka mencari tahu sendiri dan berujung mendapatkan informasi yang salah dan tidak tepat. 

 Dengan kondisi tersebut, rasanya tidak berlebihan jika pendidikan seks harus diberikan sejak dini. Memberikan pendidikan seks sejak dini bisa melindungi anak dari berbagai gangguan seksual. Beberapa orang masih banyak yang menganggap pendidikan seks adalah sesuatu yang tidak penting atau bahkan tidak perlu. Padahal, ada banyak manfaat dari pendidikan seks bagi anak dan remaja, di antara lain dapat memberikan informasi yang benar dan jelas tentang perkembangan tubuh di masa peralihan anak ke remaja, dapat mencegah remaja melakukan seks bebas, dapat mencegah kekerasan dan pelecehan seksual dengan menyadarkan bahwa mereka harus menghargai dan menjaga tubuh mereka, dapat mencegah aborsi akibat kehamilan di luar nikah, dapat mencegah pernikahan usia dini, dapat mencegah penularan penyakit kelamin, dapat membuat remaja mampu menghadapi tekanan dari temanteman mereka, dan dapat memelihara tegaknya nilai-nilai moral. 

 Strategi yang baik untuk memulai pendidikan seks kepada anak adalah dilakukan saat mereka masih usia dini dan dilanjutkan hingga mereka tumbuh dewasa, dengan demikian orang tua akan lebih mudah dan nyaman dalam menjelaskan ke anak saat anak mencapai usia remaja. Berikut adalah beberapa cara mengenalkan pendidikan seks kepada anak-anak dan remaja. Yang pertama mengenalkan anggota tubuh yang dilarang untuk disentuh dan dilihat oleh orang selain dirinya, mengajarkan perbedaan anggota tubuh dan alat vital antara perempuan dan lakilaki, menanamkan rasa malu kepada anak sejak kecil, membatasi aktifitas menonton dan menggunakan gawai, mendekatkan diri kepada anak agar anak merasa percaya kepada orang tua, dan membicarakan mengenai seks secara santai kepada anak. 

 

Problematika sistem pendidikan di Indonesia

Oleh : Andi Kurniawan


Jika dihadapkan dengan sistem pendidikan di negeri lain,Indonesia sangat memilki banyak kekurangan walaupun di situ ada kelebihan tidak memungkiri bahwa pendidikan Inonesia masih sangat tertinggal dengan negeri lain, itu menurut pernyataan saya. Indonesia masih perlu merivisi SDM yang ada agar SDM dalam negeri sehingga mampu bersaing diluar sana. Kelemahan ini tidak hanya bersumber pada sistem pendidikan saja, tapi juga pada peserta didik, maka dari itu untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia harus memperbaiki tuntas sampai keakanya supaya tidak ada problem lagi di system pendidikan Negara Indonesia.

Permasalahan yang akan kita bahas pertama kali adalah system kurikulum pendidikan. Kurikulum yang digunakan di Indonesia masih kurang merata,sebagian masih menggunaka KTSP sehingga saat mereka naik ke jenjang kelas atau sekolah dengan menggunakan system kuriklum 2013 maka akan terjadi kebingungan sampai mereka bias beradaptasi kepada sitem pendidikan yang baru. Bahkan ada juga ekolah yang menggunakan kebijakan kurikulum berganti-ganti, seperti tahun ini menggunkan KTSP dan tahun depan diubah menjadi K13 dan sebaliknya, kebijakan tersebut dilakukan para guru karena adanya kendala di sarana prasanan sekolah yang tidak memungkinkan melanjutkan program tersebut, seperti contoh sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 terhalang dengan fasilitas computer dan lain-lain akan berpindah ke KTSP yang manual saja demi memenuhi tuntutan jam pembelajaran.

Selain itu akan terjadi permasalahan lagi ketika siswa yang pindah kesekolah yang menggunakan kurikulum K13 akan kesulitan karena materi yang diajarkan jauh berbeda dengan KTSP. Contohnya siswa SMP yang menggunaka KTSP pindah ke SMA yang sudah menerapkan kurikulum k13 maka siswa tersebut aan bingung karena sebagian materi tidak dijelaskan saat siswa tersebut menempuh di pembelajaran KTSP, itu akan membuatsiswa ketinggalan dalam proses pembelajaran jika iswa tersebut tidak mengejarnya dengan jam tambahan.

Dilain sisi pendidikan di Indonesia bias tertinggal juga karena kurangnya SDM yang mumpuni dan sarana prasarana yang ada tidak dapat menajmin terjadiya pembelajaran yang efektif. Contohnya saj bisakita lihat system pendidikan di pedalaman , masih sangat tertinggal dengan dunia luar itu membuktikan bahwa pemeraptaan pendidikan  di Indonesia belu maksimal, dalam bentuk sarana contohnya, banyak sekolahan yang berada di pedalaman kekurangan saranan dalam melakukan proses pembelajaran, seperti klas yang layak untuk para siswa melakukan proses belajar mengajar masih sangat meprihatikan. Dan dari segi SDM sendiri bahkan ada di sekolah – sekolah bahkan mungkin rata, satu guru memegang tiga mata pelajaran sekaligus, menurut saya itu sudah tidak logis, missal guru pendidikan olah raga memegang pelajaran agama, maka dari itu Indonesia harus leih memilih dan memilah kembali SDM yang ada supaya lebih maksimal lagi dalam proses pembelajaran.

Pendanaan di setiap sekolah juga menjadi hal yang sangat sekunder, mengingat bahwa sarana prasarana itu membutuhkan dana,bukan hanya keihklaasan dari guru atau pengajar banyak guru yang mengeluh akan gaji yang sedikit bahkan tidak ada tunjangan dalam proses belajar mengajar, dari sisi itu banyak juga guru yang mengundurkan diri memilih menajdi pengusaha yang lebih menjanjikan dari sini bias kita lihat bahwa pendanaan dapat berakibat buruk kepada pendidikan di Indonesia. Lain lagi dengan sarana prasarana, kadan adasekolah yang masih tertinggal tentang IT nya sudah lama berdiri tapi tetap saja manual menggunakan buku, bahkan listrik pun tidak ada, ini yang sangat berakibat fatal dalam pendidikan sehingga membut indonesi terpuruk dalam hal pendidikan.

Pada era saat inipendidikan sudah menjadi kebutuhan bukan lagi sebatas kewajiban yng harus dilakukan, semoga hal ini akan menjadi sebuah kebutuhan kepada setiap oang yang haus akan ilmu. Pendidik yang kreatif juga menjadi hal yang sangat signifikan mengingat guru adakah penyampai dalam proses pembelajaran, guru yang kreatif mampu menciptakan metode baru demi menopang kegiatan belajar mengajar supaya lebih efektif dan efisien.

Sebenarnya indonesia dapat memecahkan maslah pendidikan ini dengan banyak cara. Sebenarnya juga pemerintah sudah menjalankan banyak solusi untuk maslah ini, namun semua itu sia-sia kalau hanya pemerintah saja yang bergerak melakukanya sedangkan para masyarakat tidak bergerak dan berprtisipasi. Contohnya banyak anakyang sudah memutuskan utnuk tidak lanjut sekolah, mereka seperti itu karena faktor orang tua atau juga faktor ekonomi keluarga yang tidak mendukungnya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya. Tetati juga ada masalah ainya seperti dari guru yang bersangkutan, banyak guru yang tidak berkompeten dalam mengajar, misalnya guru yang hanya memberikan tugas dan tugas, atau guru yang tidak perhatian acuh tak acuh kepada siswa didiknya. Kaeran keadaan guru yang seperti inilah yang tidak mampu meningkatkan dan mencerdaskan generasi penerus bangsa indonesia. Keadaan guru seperti ini pasti ada, tidak bisa ita pungkiri banyak guru yang masih mengunakan sistem tugas dan tanpa penjelasan lalu pulang seenaknya sendiri, guru sepeti ini tidak bisa di hentikan maka dari tu harus siswa itua yang sadar akn pentingnya pendidikan demi masa depan dan negaranya.

Dari kekurangan-keurangan tersebut ternyata indonesia memiliki kelebihan, salah satu kelebihan pendidikan di indonesia adalah kedisiplinanyang dihasilkan saat sekolah, namun tidak semua sekolah memilikikedisiplinan tersebut, seperti masuk kelas tepat waktu, mengumpulkan pekerjaan rumah tepatwaktu dan lain-lain. Dan juga ada yang menerapan peraturan tegas sehingga siswa yng telat dihukum dan lain-lain, tapi dari semua itu jika tidak diterapkan dengan maksimal akan sulit membanfun karakter siswa yang disiplin karenameemehkn peraturan yang ada.

Jadi permasalahan pendidikan di indonesia masih sangat banyak dan perlu banya perbaikan supaya pendidikan di idonesia lebih maju dan tidak terus terpuruk ke depanya, mungkin dengan cara meningkatkan sarana prasarana, materi pemblajaran yang tidak terpaku kepada fakta, peningkatan pendidikan moral dan kreatifitas agar indonesia memiliki SDM yang berkualitas dan dapat menjunjung tinggi tanah air indonesia.

Harapan saya adalah indonesia kedepanya bisa memiliki kualitas para pelajar dan pengajar yang berkualitas baik dan tinggi akan moral. Mungkin memang banyak noda diwajah pendidikan bangsa indonesia tapi yakinlah semua akan menjadi mungkin untuk berubah kearah kemajuan apabila kita serius dalam hal perubahan yang lebih maju dan pembenahan yang maksimal. Apabila pemerintah dan masyarakat dan seluruh elemen masyarakat saling menyadari akan pentinya pendidikan dan menyadari posisinya masing-masing dalam kesinergitasan upaya pembenahan dankemajuan pendidikan indonesia, tidak mugnkin semua harapan itu sia-sia jika semua elemen berdaulat menyatukan niat agar terwujut impian hebat. Semoga kebaikan bangsa ini kan terlihat seiring dengan kebaikan seluruh warga negeri ini. Untuk menjunjung tinggi dan mengharumkan nama bangsa indonesia dan membuktikan ke negara lain bahwa pendidikan di indonesia mampu bersaing dengan pendidkan di negara luar, semoga terlaksana dengan hasil yang baik selaras dengan kebaikan niat utamanya.


Kurangnya Study Tentang Bapak Bangsa atau

Ir. Soekarno di sekolah-sekolah

Penulis : Anang Prabowo


      Ir.Soekarno mungkin sudah tak lagi asing di telinga kita kususnya sebagai bangsa indonesia. Siapa yang tak kenal bapak Ir.soekarno, beliau adalah sang revolusioner besar sekaligus presiden Republik Indoesia yang pertama. Namanya sangat harum sampai saat ini meskipun beliau sudah lama meninggal dunia. Bahkan untuk mengabdikan keharuman beliau banyak didirikanya patung-patung  serta nama beliau di gunakan nama jalan-jalan yang ada di kota-kota besar yang ada di Indonesia.

      Tapi sayangnya banyak dari pemuda ataupun orang tua masih belum tahu siapa Bung karno dan pemikiran-pemikiranya. Yang mereka tahu hanyalah bung karno adalah presiden RI yang pertama, yaa mungkin ada beberapa orang yang mengetahui pemikiran  Soekarno lebih dalam tapi jumlahnya bisa di hitung jari. Miris bukan ?,  padahal Bung karno adalah bapak bangsa yang seharusnya pemikiran-pemikiran beliau di jadikan pembelajaran untuk para generasi bangsa.

     Dr. Ir. H Soekarno adalah  Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1945 – 1967. Ia memainkan peranan penting dalam memerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah Belanda. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.

      Nama kecil Soekarno adalah Koesno Sosrodihardjo karena sering sakit-sakitan namanya di ganti menjadi Soekarno. Lahir di Surabaya, 6 juni 1901 merupakan putra dari Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Ibunda bung karno merupakan bangsawan Bali. Kedua orang tua Soekarno bertemu saat menjadi guru  di Bali.

        Masa kecil bung karno di besarkan di tengah-tengah keluarga kecil. Tetapi hal itu tidak menjadikannya mimpi buruk dalam masa kecil Soekarno. Soekarno juga memiliki eksistensi yang kuat, terbukti disaat bermain bersama teman-temanya, ia selalu menjadi pemimpin dalam permainanya tersebut. Setelah ia lulus dari HBS ( Hoogere Burger School) Sekolah Bumiputera. Kemudian ia dititipkan ayahnya kepada seorang teman yang dapat merubah pemikiran dan tindakanya. Yaitu Cokroaminoto pendiri sarekat Islam di Surabaya.

    Disana Bung karno banyak belajar dari Cokroaminoto sang guru, mulai dari berpidato sampai pemikiran-pemikiran agamis dan komunis. Dirumah pak  Cokrolah Soekarno mengerti tentang ilmu agama, fiqh, syariah, belajar mengaji dan lain-lain. Soekarno di kenal sebagai “kutu buku”. Tokoh islam yang dianggap mempengaruhi pemikiran islam Soekarno adalah KH. Ahmad Dahlan pendiri organisasi Muhammadiyah di Yogyakarta yang dikenal sebagai ajaran TBC 9 ( Tahayul Bid’ah Churafat) dan Ahmad Hassan yaitu pemimpin Persatuan Islam (Persis), yang ia kenal sejak ia sekolah di bandung.  Meskipun Soekarno adalah seorang nasionalis dan dapat dikatakan sekuler, ada juga yang mengatakan Soekarno adalah sosiallis-religius.

    Pemikiran Soekarno tentang persatuan dan kesatuan dipengaruhi oleh pemikiran Pak cokro. Itu terlihat dari idenya tentang NASAKOM ( nasionalis, agamis, dan komunis). Pemahaman Soekarno mengenai islam lebih dari sekedar orang pada umumnya. Ia mempelajari buku islam yang di tulis oleh cendikiawan muslim dan para orientalis yang biasanya memiliki gagasan kritis tentang islam. Gagasan Soekarno tergolong baru dan segar pada saat itu. Ia lebih modern dan maju dari pada tokoh agama islam di masanya.

     Pemikiranya tentang nasionalisme atau kebangsaan dan tanah air merupakan suatu kesatuan yang tak mampu di pisahkan. Ia memandang semuanya itu sebagai “Ibu Indonesia” yang memberikan seluruh isi alamnya untuk hidup kita semua. Itu sebabnya ia mengajak kita semua untuk mencintainya dan menghambakan diri kepadanya. Nasionalisme menurut Soekarno merupakan sebuah kekuatan bagi bangsa – bangsa yang terjajah yang kelak akan membuka masa gemilang bagi bangsa tersebut.

     Selain itu Bung karno juga dipengaruhi oleh gerakan modernisasi Islam ala Kemal Attatruk di Turki. Konsep Marxisme telah pula mempengaruhi pemikiran Soekarno. Hal tersebut tampak dengan PNI menyusun strategi perjuanganya, yaitu bersifat non-kooperasi, masa aksi, dan “ machtvorming” atau pembentukan kekuatan yang revolusioner.

     Gerakan Politik Islam Soekarno tidak terlalu tampak. Karena ideologi nasionalisme Soekarno lebih mendominasi daripada sisi keislamanya. Sikap Bung karno yang cenderung ke arah sekularisme, terlihat pada pemahamanya tentang bentuk negara. Menurutnya, demokrasi akan hidup jika tidak dicampur adukkan dengan agama, dan sebaliknya ada kerugian ( demokrasi tidak hidup) jika keduanya dicampur adukkan. Karena itu bagi Soekarno hanya ada dua mengenai hubungan agama da negara, persatuan agama dan negara tapi tanpa demokrasi atau demokrasi tapi negara dipisahkan dari agama. Tetapi ia memiliki konsep persatuan agama dan negara tersendiri, dengan cara cita-cita negara dapat bersatu dengan agama meskipun asas konstitusinya memisahkan diri dari agama.

     Pemikiran Soekarno mengenai perempuan juga dipengaruhi oleh semangat sosialis-Marxis. Soekarno begitu mencintai dan menghormati perempuan. Tidak bagi para istrinya, melainkan bagi para perempuan pada umumnya, terlebih pada perempuan-perempuan yang mencintai dan menghargai kerja keras suaminya. Tanpa seorang istri suami-suami dipelosok dunia manapun tak akan mampu bertahan dalam kerasnya hidup. Maka soekarno selalu menulis buku untuk para istrinya sebagai rasa hormat dan terima kasihnya. Dan Soekarno juga tak lupa menulis buku “sarinah” yang berisi tentang perempuan Indonesia yang di persembahkan untuk Sarinah. Mengingat jasa Sarinah yang sudah membuat sosok Soekarno menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

     Dari kalimat yang saya tulis  tentang biografi Bungkarno dan pemikiran-pemikiranya, saya ingin sedikit mengulas dari perjalan sang Proklamator ini. Saya sangat sedih akir-akir ini ketika saya terlibat dari beberapa diskusi dengan para pemikir-pemikir yang peduli dengan Bung Karno. Kususnya sebagai pemuda Blitar, yang dimana Blitar adalah Bumi peninggalan Bung karno serta makam Bung karno pun juga ada di kota Blitar.

    Tapi kenapa banyak sekali yang belum kita ketahui tentang bung karno, Kemaren dengan tidak sengaja saya ditemukan oleh para aktivis-aktivis dari organisasi baik itu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam  (HMI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM) serta para cendikiawan dan kepala perpusnas yang ada di depan makam Bung Karno sendiri. Kita berbincang-bincang sangat panjang tentang pemikiran-pemikiran Bung karno yang mungkin banyak dari pemikiran beliau yang belum bisa di wujudkan. Dari berbincangan itu menghasilkan pemikiran yaitu kenapa  di sekolah-sekolah baik itu SMP,SMA/SMK tidak di berikan muatan lokal tentang pemikiran Bung karno supaya generasi mengetahui sosok dari bung Karno yang bukan hanya Presiden RI yang pertama saja melainkan juga pemikiran-pemikiranya yang negarawan. Di samping itu untuk menstimulus dari pemuda bangsa untuk mencintai tanah air dan semangat bela negara.

      Perlu pembelajaran tentang pemikiran bung karno akan membuka pikiran pemuda bangsa untuk berfikir maju dengan semangat membangun negara yang lebih baik. Selain itu dari pembicaraan kemaren juga menhasilkan kesepakatan untuk membuka “Rumah study Bung karno” kususnya di kota Blitar ini. Tujuan didirikan Rumah Study ini agar para pemuda baik yang bersekolah atau yang tidak sekolah bisa belajar tentang pemikiran-pemikiran Bung Karno tersebut.

 

 


BENERAN NGOPI ATAU HANYA TRADISI DAN LIFESTYLE

oleh : Eva Nur Asyirah

         Sekarang ini ngopi merupakan hal wajib bagi mayoritas anak muda. Tak kenal waktu pagi, siang, sore, atau malam. Jika dahulu penikmat kopi banyak didominasi oleh pria paruh baya, kini trennya meluas ke kalangan anak muda bahkan keluarga. Tak hanya dari sisi usia, tempat menikmati kopi pun kini telah bergeser dari warung kopi pinggir jalan, atau tukang kopi sepeda keliling ke tempat kopi kekinian seperti coffe shop, kedai kekinian,dan tempat yang dimodifikasi sebaik mungkin untuk menunjang kepuasasan yang kenyamanan para konsumen .Kata ngopi pasti tidak asing lagi di telinga . Ya walaupun kadang yang mereka beli bukan kopi melainkan segelas es coklat ataupun minuman manis lainnya seperti red velvet. Entahlah itu tak penting, yang mereka cari adalah sesuatu yang mereka sebut ngopi. Berkumpul bersama teman, menikmati waktu luang, mencari spot foto esthetic, atau mereka para pemburu kafein yang sedang mencari surganya kopi. Semua dikemas dalam satu kata yaitu ngopi.

Aktivitas ngopi di indonesia kini telah manjadi fenomena yang menarik untuk dibicarakan bagi penikmat kopi maupun para konsumen awam. ngopi sendiri sudah ada sejak dahulu. Lebih tepatnya bisa dikatakan sebagai  tradisi dan hal wajib bagi sebagian kalangan. Setiap daerah di indonesia memiliki tradisi ngopi. Misalnya saja Masyarakat Aceh sangat senang meminum kopi. Daerah mereka pun sangat terkenal dengan kopi kelas dunia yaitu Aceh Gayo, masyarakat Aceh akan melakukan obrolan ringan ditemani oleh secangkir kopi dan ditambah dengan beberapa gorengan untuk menambah kehangatan suasana obrolan. Selain itu, Di Yogyakarta, masyarakatnya mengenal istilah kopi joss, yaitu kopi tubruk yang dimasukkan sebuah arang yang masih menyala. Kombinasi dari kopi tubruk dan arang yang masih menyala ini memberi sensasi rasa unik . Oleh masyarakat Yogyakarta, berkumpul dengan ditemani secangkir kopi joss diibaratkan mengumpulkan kembali balung tulang yang hilang atau dalam artian lain menjaga hubungan kekerabatan. Di Madura, tradisi minum kopi akan terlihat ketika menghidangkan kopi kepada tamu yang datang. Tidak peduli banyak sedikitnya tamu, asalkan terdapat kopi untuk disajikan, maka cukup untuk memulai silaturahim. Menurut masyarakat Madura, kopi lebih berarti dari nasi, makanan ringan, ataupun susu. Dari kopi ini juga terjalin hubungan silaturahim.

Sekarang ngopi tidak hanya sebagai saranya untuk berkumpul tetapi juga sebagai ajang untuk memamerkan finansial .  Semakin terkenal tempat dan semakin mahal kopi maupun makanan yang dipesan, itu artinya akan mempengaruhi pola pikir yang semakin merasa mampu.Selain itu, di era milenial ini sudah banyak warung kopi,kedai, dan restoran yang menghadirkan aktivitas ngopi dengan sensasi yang berbeda. Ditambah, kecanggihan teknologi yang sudah meraja lela.Tempat yang nyaman dan  Wifi merupakan salah satu objek pendukung paling kuat mengapa remaja merasa betah untuk berlama-lama larut dalam aktivitas ngopi. Secara tidak langsung aktivitas ngopi yang sudah disalah gunakan akan menjadi suatu kebiasaan yang buruk. Para remaja akan menghabiskan waktunya untuk aktivitas ini.

Padahal menurut bkkbn pada tahun 2020-2030 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) mencapai sekitar 70 persen, sedang 30 persen penduduk yang tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan usia di atas 65 tahun) . Dimana bonus demografi sendiri diartikan sebagai keadaan di mana usia produktif akan lebih banyak dibandingkan dengan usia tidak produktif. Artinya menurut data dari bkkbn diatas, remajalah yang mendapatkan bonus terbesar. Remaja sebagai tumpuan indonesia tuk yang lebih maju. Disini diharapkan peran remaja dalam meningkatkan produktifitas untuk terus  mengasah kemampuan diri, mengembangkan inovasi-inovasi serta tudak bergantung pada yang sudah ada.

Bila di bandingkan dengan realita yang ada pada saat ini,sangatlah krusial. Para remaja masih membuang-buang waktunya untuk aktivitas yang tidak produktif. Seperti aktivitas ngopi yang hanya sekedar berkumpul, serta memainkan gadget .  maka dari itu, Aktivitas ngopi harus diimbangi dengan produktifitas yang tinggi.  jika tidak, Bonus demografi itu akan sia-sia.Keadaan tersebut dimsnfaatkan para pebisnis untuk mengembangkan usahanya dengan berbagai strategi dan konsep semenarik mungkin. Oleh karena itu, perkembangan dunia perkopian semakin menjamur dan berkembang.

 Saat ini industri kopi sudah berkembang dengan sangat pesat. Kopi sudah mengalami pergeseran budaya dikalangan generasi muda. Seperti hal nya dahulu, masyarakat yang mengunjungi warung kopi hanya untuk menikmati secangkir kopi hitam. Namun saat ini tujuan seseorang datang ke kedai kopi bukan hanya untuk menikmati secangkir kopi. Istilah tempat kopi saja sudah bertransformasi, dari warung kopi menjadi kedai kopi. Tidak disangka saat ini kopi menjadi wadah untuk para pembisnis mendapatkan keuntungan yang besar. Dan kini biji kopi seolah menyulap perindustrian kopi untuk menjadi bisnis yang menjanjikan.

Semenjak media sosial makin populer dan banyak digunakan, bisnis kafe dan restoran semakin diminati karena sebagian besar anak muda mengalami masa transisi hobi.Diakui pula oleh sosiolog Sigit Rohadi, nongkrong di kafe merupakan gaya hidup anak muda perkotaan. Namun, gaya hidup ini merupakan gaya hidup yang konsumtif, semi hedonis.Maraknya tempat nongkrong itu bisa mengubah gaya hidup seseorang, tergantung juga pada karakteristik orang itu sendiri. Kalau orang tersebut merupakan pribadi yang tergolong “senang bergaul dan suka untuk mencoba hal baru” dan mereka sendiri tidak pelit untuk mengeluarkan uang berapapun jumlah hal tersebut dapat mengubah gaya hidup mahasiswa itu sendiri, seperti dirinya membuat dirinya seperti kaum dia yang sebenarnya bisa saja ia hanya tergolong sebagai kaum “proletar” yang tanpa dirinya dirinya untuk seperti kaum hedonisme. para mahasiswa yang datang ke kafe dan restoran Faktor penting adalah kafe dan resto kini sudah sangat beragam dan pilihan harganya juga menjangkau semua kalangan mulai dari kalangan atas, ekonomi kelas menengah, maupun masyarakt kalangan bawah.

Keberadaan kafe dan resto menjadi gaya hidup yang konsumtif karena nongkrong di kafe adalah suatu kegiatan yang biasa  dilaksanakan setiap akhir pekan dan salah satu aktivitas wajib untuk mengisi waktu luang  . Dari sini bisa dilihat, bahwa nongkrong dan ngopi sudah membudaya dan bisa juga disebut  dengan life style di setiap kalangan. Kedai kopi adalah lokasi paling nyaman untuk menikmati kopi maupun suasana. Baik ramai-ramai atau sendiri, pesan kopi atau tidak, diskusi atau sekedar membaca dan bersantai, kedai kopi adalah tempat terbaik.  Namun, juga harus diperhatikan bahwa kegiatan ngopi juga seharusnya diseimbangkan dengan kegiatan positif lainnya. Ngopi secukupnya sebagai sarana untuk  mengisi waktu luang atau menunjang kegiatan lainnya, tanpa mengganggu atau menghambat kegiatan inti. Dengan begitu kegiatan ngopi yang dilakukan tidak sia-sia, waktu yang dibuangpun bermanfaat, dan pastinya uang yang dikeluarkanpun juga berfaedah.

 

 



Sistem Proses Pembelajaran Masa Pandemi

oleh : Renita Meila Safitri 


Pada awal tahun 2020, dunia dimunculkan virus yang sangat mematikan. Virus tersebut adalah virus Corona atau covid-19. Virus Corona pertama kali ditemukan di Wuhan negara Cina. Virus Corona ini menyebar sangat cepat karena ditularkan melalui cairan tubuh seperti ludah dan darah serta perantara benda yang ada di sekitar kita seperti udara. Penderita covid-19 sangat sulit untuk dideteksi secara kasat mata karena gejala yang muncul hampir sama dengan gejala demam pada umumnya. Akibatnya beberapa negara di dunia menerapkan sistem. Begitu pula negara Indonesia, selama masa pandemi pemerintahan Indonesia menerapkan kebijakan lockdown di beberapa daerah ataupun provinsi. Selama masa pandemic pemerintah menetapkan kebijakan untuk mengatur sistem pendidikan secara lebih lanjut. Kebijakan tersebut adalah mewajibkan peserta didik untuk melakukan proses pembelajaran secara daring. Adanya kebijakan tersebut tentu saja banyak hal yang harus dipersiapkan oleh berbagai pihak, untuk menjelang keberlangsungan proses pembelajaran secara online atau daring. Selain itu adanya perlombaan dalam sistem pendidikan ini, mengakibatkan para peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan melewati masa transisi, dari proses pembelajaran tatap muka ke pembelajaran virtual atau daring.

Proses pembelajaran secara dari ini menuai problem mati di berbagai kalangan. Terutama di kalangan peserta didik dan orang tua peserta didik. Mereka yang setuju akan kebijakan tersebut serta memiliki fasilitas yang sudah lengkap beranggapan bahwa proses pembelajaran dari ini dapat menghemat biaya hidup mereka. Sepati biaya transportasi dan konsumsi yang berkurang serta pengumpulan tugas bisa dilakukan melalui platform dan aplikasi pada berangkat seluler lainnya. Singa tidak perlu mengumpulkan tugas secara langsung seperti pada waktu pembelajaran tetap mukaSehingga tidak perlu mengumpulkan tugas secara langsung seperti pada waktu pembelajaran tatap muka. Berbeda dengan mereka yang merasa keberatan yang beranggapan bahwa pelaku pembelajaran cara dari kurang efektif untuk diberlakukan. Alasannya karena tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam menangkap informasi atau menerima pembelajaran. Akibatnya adalah pemahaman peserta didik pada materi yang diberikan secara dari menjadi tidak maksimal. Selain itu pendidik juga mengalami kesulitan dalam memberikan pemahaman mengenai pendidikan karakter pada siswa yang seharusnya dilakukan secara objektif atau melalui pengamatan langsung. Bahkan tidak hanya itu keterbatasan perangkat dan kendala sinyal menjadi permasalahan utama yang menghambat proses pembelajaran daring. 

Proses pembelajaran berbasis daring atau online, siswa mendapat materi dan tugas lewat sosial media seperti kebanyakan lewat wa (WhatsApp). Siswa mengerjakan dirumah dan di foto kemudian dikirim lewat wa (WhatsApp). Tidak tau siswa ataupun wali murid maupun guru lesnya, guru hanya mengetahui siswa yang sudah mengirim hasil tugas di wa (WhatsApp) sudah dianggap tuntas tanpa mengetahui proses mengerjakan siswa tersebut. Siswa hanya diberi tugas dan materi lewat online. Proses pembelajaran dirumah tergantung dari siswanya tersebut dan wali murid atau orang tua yang mendampinginya atau mengawasinya. Terkadang siswa tidak benar-benar belajar apabila tidak ada pengawasan dari wali murid atau orang tua. Bakhan tidak ada semngat dalam belajar. Dan banyak wali murid atau orang tua yang tidak memperdulikan anaknya dalam belajar bahkan membiarkan anaknya mau belajar atau tidak.

Pembelajaran daring belum efektif dalam menilai hasil belajar siswa karena biasanya siswa diberi tugas dari guru yang mengerjakan bukan siswanya sendiri tetapi orang lain seperti wali maupun orang tuanya. Bahkan ada juga siswa yang satu semester tidak tahu materi apa yang diterima selama satu semester. Pada waktu ulangan dilaksanakan juga secara dari itu pun juga tidak dikerjakan oleh siswanya sendiri. Banyak siswa yang beranggapan bahwa mereka akan lulus dalam pembelajaran karena yang mengerjakan tugas-tugas bahkan ulangan itu walid ataupun pulang tuanya. Berbeda dengan sistem pembelajaran dahulu sebelum daring. Pembelajaran dahulu guru bisa melihat kemampuan dari setiap siswanya mana yang sudah paham dan belum paham berbeda dengan sekarang karena pembelajaran secara itu guru tidak bisa membedakan mana yang sudah paham dan tidak paham karena guru juga tidak tahu proses pembelajaran di setiap rumah siswa masing-masing. Adanya pemberitahuan dengan diperbolehkan sekolah tatap muka walaupun belum seminggu penuh seperti biasa dan siswa diberi tugas banyak siswa yang tidak bisa mengerjakan bahkan ada yang mengaku tidak pernah belajar selama daring dirumah. Banyak siswa yang mengalami penurunan terhadap hasil nilai mereka. Karena dalam proses daring banyak siswa yang tidak sungguh-sungguh bahkan tidak belajar karena tidak ada pengawasan dari wali murid atau orang tua mereka. Banyak siswa yang tugas dari awal semester sampai akhir semester menumpuk tidak dikerjakan. 

Perbeda dengan sistem belajar sebelum pandemi atau disebut dengan pembelajaran tatap muka. Siswa belajar belajar dari pagi sampai siang bahkan sore. Ini mnegajarkan kedisiplinan siswa dalam bangun pagi dan datang tetap waktu serta berseragam rapi di sekolah. Tidak hanya diajarkan dalam hal pengetahuan, tapi juga diajarkan berperilaku dan keterampilan dalam hal positif di sekolah yang bisa membentuk karakter siswa-siswinya.  Guru memberi materi dan tugas pada siswa. Guru bisa mengetahui siapa saja yang sudah paham dan belum dari keseluruhan siswa dan guru bisa memberikan penjelasan kembali materi yang belum paham bahkan kalau masih belum paham dijelaskan kembali dipertemuan keesokan harinya. Walaupun ada sebagian siswa yang kurang semangat pembelajar pasti ada salah satu pembelajaran yang diingatnya. Wali murid ataupun orang tua sangat mempercai sekolah atau guru untuk anaknya dalam proses belajar mengajar di sekolah. Wali murid hanya memantau anaknya dari nilai rapot di akhir semester dan anak yang mungkin mendapat nilai terendah atau mempunyai masalah disekolah, guru akan memberitahukan wali murid atau orang tua jika guru sudah tidak sanggup mengatasi siswanya. Guru juga memberikan tolerasi nilai kepada siswa apabila perilaku siswa disekolahan baik dan sopan. Bahkan guru memberikan nilai siswa sampai siswa tersebut tuntas dan naik kelas. 

Covid-19 sangat merugikan sebagian besar pihak dan keberlangsungan hidup manusia. Salah satunya disektor pendidikan di Indonesia. Selama masa pandemic, kita banyak mengandalkan teknologi, dan menerima berbagai macam informasi yang kebenarannya juga belum dapat dipastikan. Oleh karena itu, sangat penting adanya kesadaran dari dalam diri untuk menyaring setiap informasi yang masuk, serta memaksimalkan potensi diri untuk lebih fokus dalam belajar di masa pandemic. Selain itu, peran orang tua atau wali murid juga sangat penting dalam mendampingi, mengawasi, dan membimbing anak-anak mereka. Pada intinya, kasus covid-19 ini haruslah menjadi pembelajaran untuk kita semua, agar membiasakan diri dengan pola hidup bersih, disiplin, dan teratur, sehingga tercapai kehidupan yang normal seperti dulu sebelum ada pandemi. Pemerintah juga harus lebih bijak dalam peraturan karena pendidikan itu sangat penting diharuskan pembelajaran tatap muka diliburkan dengan diganti dengan pembelajaran berbasis daring, sedangkan masih banyak diluar pendidikan seperti pariwisata dan kegiatan laiinya diperbolehkan. 


Ekspektasi VS Realita Perkuliahan Daring

Oleh: Mutoharul Janan 


Perkuliahan daring atau online bukanlah sebuah sistem baru dalam dunia pendidikan, melainkan suatu sistem yang telah ada dengan beriringnya perkembangan dunia teknologi. Dunia boleh saja berbicara bahwa semua lini kehidupan telah diwarnai dan harus beradaptasi dengan teknologi. Akan tetapi, fakta di lapangan berbicara lain. Salah satunya adalah sistem pendidikan, dengan media digital atau daring masih sangat kurang di Indonesia. Perkuliahan daring tidak hanya memvirtualkan bahan pengajaran, tetapi juga soal fasilitas dan penyebaran jaringan internet. Selain itu, kemampuan para dosen dalam memberikan materinya dan daya tangkap mahasiswa lewat daring sangat perlu di evaluasi.

Perkuliahan online atau daring menjadi alternatif yang dianggap efektif di tengah merebaknya virus corona. Pandemi ini menuntut semua lembaga, tanpa pengecualian untuk menggunakan sarana media digital dalam kegiatan belajarnya semaksimal mungkin. Berbagai universitas berlomba-lomba mencari cara-cara yang efektif untuk mengoptimalkan sistem pengajarannya. Perkembangan teknologi yang kian canggih diharapkan mampu mengakomodasi dan memobilisasi sistem perkuliahan ini.

Akan tetapi, ada saja kerentanan dalam penerapan sistem perkuliahan darurat yang berbasis digital ini. Penyebaran jaringan internet yang belum merata ke semua daerah, sehingga efektivitas dan mutu perkuliahan menjadi rendah dan sukar untuk dipahami dengan cepat. Kepemilikan media pembelajaran jarak jauh juga masih sangat kurang. Tentunya media atau sarana menjadi penentu. Jika masih sangat kurang, sampai kapanpun sistem daring tidak akan bisa menjadi solusi di tengah pandemi ini.

Media bisa menjadi tolok ukur sejauh mana perkuliahan online dinyatakan masih minim atau telah maksimal. Selain itu, kegagapan para dosen dan mahasiswa dalam mengakses daring juga menjadi faktor penentu. Bisa saja jaringan dan fasilitas lengkap, tetapi kemampuan kedua belah pihak masih kurang, sangat berpengaruh dalam penerapan sistem daring. Kegagapan dari keduanya atau salah satu dari keduanya akan membuat kecanduan minimalis daring tak terobati. Kerentanan-kerentanan ini yang menghadirkan berbagai potret ketidakpuasaan dan ketidakefektivan dari sistem daring darurat selama pandemi Covid-19. Dengan demikian, perkuliahan daring di tengah pandemi ini adalah sebuah solusi yang efektif?

Institusi pendidikan dinilai sebagai salah satu sektor yang cepat menanggapi gelombang penyebaran virus corona. Institusi pendidikan membuat reaksi cepat karena dinilai potensial meningkatkan penyebaran. Sekolah dengan basis jumlah murid yang cukup banyak sangat berpengaruh terhadap proses penyebaran Covid-19. Selain sekolah, universitas pun ditutup untuk sementara. Perkuliahan dialihkan ke rumah. Semuanya pun berlangsung dari rumah. Proses belajar-mengajar akhirnya tersendat. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pun menerapkan kebijakan sistem belajar dari rumah. Belajar dari rumah membuat slogan merdeka belajar semakin kelihatan. Apa maksud merdeka dalam konteks belajar dari rumah? Dari fenomena dan kesan umum yang terlihat, proses belajar justru di luar kendali. Belajar dari rumah untuk konteks pelajar SD-SMA adalah liburan. Kita tidak bisa menyangkal bahwa efektivitas kegiatan belajar dengan pantuan jarak jauh oleh para pendidik dan bimbingan langsung dari orangtua hanya berlangsung di pekan awal. Berada di rumah selama pandemi diharapkan tetap produkif dalam belajar. Akan tetapi, kadang-kadang orang justru merasa bebas-merdeka untuk belajar. Dalam hal ini, juga diterapkan prinsip “semau gue.” Belajar dari rumah adalah sebuah tameng yang dipakai untuk menahan tuduhan bahwa selama Covid-19 sistem pendidikan vakum.

Pada jenjang yang lebih tinggi, seperti Perguruan Tinggi (PT), kebijakan belajar dari rumah ditopang kuat dengan optimalisasi penggunaan sarana teknologi komunikasi. Dari sini, kemudian kita mengenal istilah “belajar online.” Sistem belajar ini diperkuat lagi dengan istilah e-learning. Mekanismenya pun sepenuhnya diberikan kepada teknologi. Kuliah dengan dengan sistem online, penilaian dan pengiriman tugas dengan sistem online, hingga absensi kehadiran juga dilakukan dengan sistem online. Dalam sistem belajar berbasis online ini mengandaikan bahwa semua peserta didik dan pendidik paham tentang teknologi dan fitur-fitur yang dioperasikan. Selama pandemi, pendidikan terasa adanya leap terhitung sejak awal akhir Februari 2020. Pasca instruksi pemerintah untuk belajar dari rumah, bekerja dari rumah, ataupun beribadah dari rumah dan lain sebagainya membuat situasi di Indonesia menjadi beda. Hal ini juga berdampak dalam proses pendidikan. Bagaimana tidak, hampir 100% aktivitas kerja dan sekolah dilakukan dari rumah. Dengan fenomena ini teknologi menjadi penguasa yang membius mata masyarakat. Serba-serbi kehidupan diwarnai oleh dunia online. Absensi, materi pembelajaran, tugas, kuis, ulangan harian, dan berbagai ujian dilakukan dari rumah via berragam aplikasi yang ada dalam jasa daring. Dengan adanya sistem ini seolah semua orang telah pandai dengan sistem daring.

Akan tetapi, fenomena di lapangan mengafirmasi adanya kendala yang tak terelakkan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya fasilitas, persiapan, dan mental pendidikan Indonesia, masih menjadi momok mematikan bagi proses pembelajaran daring. Kita perlu menyadari bahwa tidak semua mahasiswa berasal dari keluarga kelas menengah ke atas. Tidak semua mahasiswa dan pengajar di Indonesia menikmati proses milenial ini. Tidak semua mereka memiliki gawai dan laptop. Ada yang punya tetapi susah untuk mendapatkan akses internet. Bahkan di daerah tertentu tidak ditemukan jaringan internet. Ada yang tidak memiliki duaduanya. Selain itu, kapabilitas dan kreativitas para dosen adalah salah satu tuntutan terbesar dalam sistem perkuliahan daring atau jarak jauh di satu sisi. Di lain sisi, ketekunan, keseriusan mahasiswa menjadi tuntutan lain. Akan tetapi keduanya tidak terlepas dari jaringan atau koneksi. Hal ini tentunya menjadi salah satu faktor penentu dalam pelaksaan perkuliahan online. 

Sistem ini sebenarnya sebuah peralihan metode face to face (jarak dekat) ke metode screen to screen (jarak jauh). Dasarnya adalah ketersediaan semua informasi yang relevan secara real time melalui jaringan dengan menghubungkan orang, benda dan sistem dioptimalkan, terorganisir secara mandiri dan penciptaan nilai lintas jaringan yang dapat sesuai dengan berbagai kriteria, seperti biaya, ketersediaan dan sumber daya. Tentunya sistem ini mempunyai visi yang sangat membantu mahasiswa dan pengajar dalam keadaan apapun dan dimanapun tetap bisa melaksanakan perkuliahan.

Lalu, seberapa efektif model pembelajaran online ini berpengaruh bagi proses belajar para peserta didik atau mahasiswa? Dari fenomena yang terlihat, intensitas ketertarikan peserta didik dalam mengikuti kuliah online sangat kecil. Bahkan, kebanyakan menciptakan kejenuhan dalam proses belajar. Beberapa mahasiswa merasa kehilangan momen perjumpaan langsung dengan dosen-dosen favorit. Seperti tak ada yang dipelajari selama semester ini. Ini reaksi-reaksi spontan yang disampaikan mahasiswa terkait sistem belajar online. Intensitas ketertarikan pada sistem belajar online tentunya membuat seseorang tidak produktif dan memilih absen. Padahal, kehadiran (presence) merupakan salah satu tolok ukur dalam membantu proses internalisasi pendidikan dalam kegiatan belajar. Dari sharing banyak mahasiswa, kebanyakan telah memilih pulang kampung dan berlibur. Tak ada kuliah. Kuliah memberatkan karena memerlukan data dan harus mencari tempat baik agar terkoneksi. 

Kuliah online dengan kata lain menambah beban perkuliahan karena harus membeli data agar bisa masuk dalam kelas online dan mendownload-upload tugas perkuliahan. Menurut penulis, sistem perkuliahan daring di tengah pandemi adalah sebuah solusi dan sekaligus pelarian. Mengapa demikian? Dapat dikatakan solusi jika pihak universitas atau fakultas telah memberikan input dan praktik skill dalam penetrasi berbagai fasilitas “elearning”. Pemantapan dalam soal fasilitas dan skill para pengajar menjadi salah satu standar penting dalam perkuliahan daring. Sementara di lain sisi, dapat dikatakan sebagai pelarian jika proses perkuliahan yang terjadi dalam kebingugan, entah karena sarana maupun faktor dosen dan mahasiswa. Hal ini diafirmasi oleh banyaknya keluhan dari mahasiswa. 

Perkuliahan online hanyalah judul belaka. Banyak dosen kebingungan, dalam waktu singkat harus mempelajari macam-macam sarana pembelajaran daring. Karena tuntutan segera melanjutkan proses pembelajaran, metode ralat dan galat (trial and error) terpaksa di terapkan. Dan yang terjadi adalah para pengajar hanya dan selalu memberikan tugas online setiap kali jam pelajarannya, tanpa mengadakan tatap muka dengan menggunakan berbagai aplikasi yang ada.Tanggung jawab utama dari para pendidik ialah bahwa mereka tidak hanya sadar akan prinsip-prinsip umum pembentukan pengalaman saat ini dengan menciptakan kondisi lingkungan tertentu, tetapi mereka juga menerima dalam bentuk konkret hal-hal di sekitarnya yang sangat kondusif bagi perolehan pengalaman yang menuntun pada pertumbuhan dan pencapaian ilmu yang diperoleh peserta didik. Namun situasi sekaramg sangat memberi beban pada mahasiswa dan membuat pengalaman perkuliahan menjadi sesuatu yang membosankan, bahkan bisa sampai pada titik kejenuhan dan berdampak pada tidak berkualitasnya pendidikan yang diperoleh. 

Mahasiswa terengah-engah mengikuti proses pembelajaran. Dalam sekejap tugas menumpuk. Mereka dituntut bertransformasi jadi pembelajar mandiri dalam waktu semalam. Ini didasarkan kegagapan para pengajar yang tidak mempunyai skill khusus dalam bidang ini atau tidak adanya keseriusan dari pihak universitas atau fakultas dalam merespon dan memaksimalkan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Hal ini nyata ketika dunia pendidikan berhadapan dengan situasi pandemi. Ada begitu banyak lembaga pendidikan yang tidak siap untuk melaksanakan sistem pembelajarannya secara online. Jika terjadi, maka itu bisa saja ikut-ikutan dan terpaksa. 

Perkuliahan daring di tengah pandemi Covid-19 sering dikatakan sebagai kurikulum darurat. Kurikulum ini bisa dikatakan sebagai babak baru dalam sistem pendidikan di Indonesia. Ketersediaan software (piranti lunak), website, akses internet, listrik, gadget, dan komputer menjadi ciri khas implementasi model ini. Karakteristik proses pendidikan abad ke21 selalu menemui tantangan dan juga sekaligus mendatangkan peluang baru. Gejala ini hadir sebagai konsekuensi dari perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Reformasi pendidikan yang berasal dari pengembangan model kurikulum virtual akan berdampak pada terciptanya sistem pendidikan gaya baru. Lyn Haas menegaskan bahwa pendidikan itu harus bersifat demokratis, yakni; pendidikan untuk semua. Hal ini senada dengan spirit pasal 31 ayat (1) UUD 1945, “semua warga negara berhak mendapatkan  pendidikan”, maka semua mahasiswa dan pengajar seharusnya memperoleh perlakuan yang sama, memberikan skill dan keterampilan yang sesuai dengan kemajuan teknologi terkini, kemampuan komunikasi global.

Semoga wabah Covid-19 ini tidak hanya membawa kepanikan di ruang publik, tetapi ini menjadi salah satu titik pacu bagi bangsa Indonesia, khususnya pemerintah dan kementerian terkait untuk berkonsentrasi penuh mengerahkan seluruh anggaran pendidikan tahun ini untuk menciptakan kurikulum virtual. Proses belajar mengajar via teknologi daring, sambil menyiapkan sarana prasarana pendukung, ketersediaan jejaring internet, manajerial yang berdaya saing, sampai pada keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan. Pemerataan kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia menjadi kewajiban yang mesti diprioritaskan, sesuai amanat sila ke-5 Pancasila; “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Indonesia yang adil, sama rasa–satu rasa, proses pendidikan wajib memberi kenyamanan bagi seluruh peserta didik dan pendidik se-Indonesia Raya. 


HADUH!!! PEMAHAMAN SALAH KAPRAH,  MASA DEPAN ANAK BUBRAH 

oleh : Silvi Latifatul Ummah



Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan bagian dari usaha sadar melaksanakan pembangunan manusia seutuhnya, sejak dekade terakhir telah mengambil tempat yang sentral dalam membangun masyarakat Indonesia. Pendidikan anak usia dini telah mengalami perubahan paradigma. PAUD merupakan usaha sadar dari seluruh masyarakat, sekolah, pemerintah, swasta dalam melakukan tugas pendidikan. Pendidikan yang dilakukan pada anak usia dini pada hakikatnya adalah upaya memfasilitasi perkembangan anak secara menyeluruh dengan menekankan pada  pengembangan seluruh aspek kepribadian anak. Perkembangan anak usia dini merupakan peningkatan kesadaran dan kemampuan anak untuk mengenal dirinya dan berinteraksi dengan lingkungannya seiring dengan pertumbuhan fisik yang dialaminya. Pendidikan bagi anak usia dini menjembatani agar proses perkembangan anak tidak mengalami kendala atau hambatan pada masa perkembangannya yang sangat diperlukan untuk modal berinteraksi dengan lingkungannya. Oleh karena itu, pendidikan anak usia dini telah menjadi perhatian berbagai kalangan, baik para orang tua, para ahli pendidikan, masyarakat, dan pemerintah. 

Perhatian yang begitu besar terhadap pendidikan anak usia dini dapat dimengerti karena berbagai hasil penelitian menyimpulkan bahwa perkembangan yang diperoleh pada masa usia dini sangat mempengaruhi perkembangan anak pada tahap berikutnya dan dapat meningkatkan perkembangan produktivitas kerja di masa dewasa. Namun, dalam kenyataan sehari-hari, praktik pembelajaran PAUD, misalnya di Taman Kanak-Kanak, telah menjadi permasalahan di Indonesia pada beberapa tahun terakhir ini. Hal ini disebabkan pola pembelajaran yang dilaksanakan cenderung bersifat akademis, yaitu pembelajaran yang lebih menekankan pada pencapaian kemampuan anak dalam membaca, menulis, dan berhitung. Pembelajaran kurang memperhatikan usia dan tingkat perkembangan anak. Kecenderungan ini disebabkan antara lain oleh pemahaman yang keliru terhadap konsep pembelajaran awal pada anak usia dini.

Banyak anak-anak tingkatan taman kanak-kanak belum bisa membaca dan mengeja di daerahku.  Orang tua selalu menuntut anaknya bisa membaca. Setiap hari mereka disuruh untuk membaca-membaca dan membaca. Anak menjadi bosan dan enggan untuk belajar. Bahkan, banyak orang tua yang membanding-bandingkan dengan anak tetangganya yang masih kecil tetapi sudah mahir membaca. Dengan berperilaku sepeerti itu mereka mngharapkan menjadi semangat anaknya ketika belajar. Akan tetapi, anak malah enggan dan pesimis untuk belajar membaca. “Halah, angel gak iso aku!” (halah, susah tidak bisa baca aku.) Sentak anak yang belum bisa baca. Mereka sulit untuk diajak belajar. Disisi lain orang tua sangat menuntut anaknya bisa membaca. Mereka mengharapkan ketika anaknya nanti masuk di Sekolah Dasar sudah mahir membaca.

Sejak tahun 2019 di Indonesia, pembelajaran sekolah yang biasa dilakukan secara tatap muka dialihkan menjadi  online atau biasa disebut daring (dalam jaringan). Karena dampak dari virus covid 19. Hal ini menjadi masalah besar dalam dunia pendidikan khususnya tingkat PAUD. Banyak orang tua yang resah akan hal ini. Pasalnya anak yang sudah mulai bisa membaca, sekarang enggan dan malas untuk belajar. Mereka malah memilih bermain dengan gawainya. 

Tak sedikit dari orang tua yang mengambil tindakan dengan mengantarkan anaknya ke bimbingan belajar Anak Usia Dini. Mereka hanya mengantarkan, kemudian pulang. Selang beberapa saat mereka menjemputnya kembali. Ketika anak mulai bisa mengeja di sekolah atau tempat belajar (bimbel) seharusnya di rumah juga dibimbing untuk belajar. Namun, itu mustahil. Orang tua hanya menyuruh anaknya belajar. Namun tidak mau untuk mendampingi, apalagi mengajarinya. Setelah pulang ya sudahlah. Tidak ada refleksi dari orang tua. Hingga ketika pembelajaran di rumah si anak lupa terhadap pembelajaran kemarin.

Ada orang tua yang berusaha mengajari anaknya mengeja di rumah. Namun saat pembelajaran  berlangsung, melihat proses belajar dan kemampuan belajar anaknya yang minim. Mereka langsung menggeretak anaknya. “ngene lho le, kat mau ra iso-iso to jan bocah kok bodo eram.” (gini lho nak, dari tadi kok tidak bisa –bisa, kamu bodoh sekali). Si anak langsung terdiam, menangis dan enggan untuk belajar kembali. Melihat anaknya yang seperti itu, orang tua malah langsung pergi dan membiarkan anaknya. Si anak langsung lari dan bermain dengan teman-temannya.

Kurangnya perhatian yang dicontohkan orang tua seperti, anak yang masih duduk dibangku TK yang masih memerlukan kasih sayang atau perhatian dari orang tua, karena kesibukan ibu yang mementingkan pekerjaan. Karena mereka beranggapan uang adalah segalanya. Ketidak pedulian yang konstan dari orang tua dapat berdampak hasil belajar yang buruk disekolah akan mengakibatkan anak tidak naik kelas, hal tersebut dapat menurunkan semangat anak dalam mengikuti pembelajaran ulang. Anak menjadi tidak semangat dalam belajar. Ketika melihat temannya yang selalu diantar sekolah, disuapi ibunya ketika makan dan ditanya sudah makan atau belum. Si anak pasti merasa iri dengan temannya yang demikian. Mereka tidak pernah merasakan betapa senangnya mendapatkan perhatian yang penuh dari orang tua mereka.

Orang tua adalah pendidik yang pertama dan utama bagi anak. Orang tua harus bisa menjadi suri tauladan bagi anaknya. Apalagi di masa pandemi ini, banyak orang tua yang harus bekerja dari rumah. Otomatis, setiap hari dan setiap saat selalu bertemu dengan keluarga termasuk anaknya. Untuk itu diperlukan sikap yang baik dan bijak sebagai orang tua. Anak Usia Dini tidak hanya disuruh untuk belajar membaca saja. Semestinya anak juga diajak untuk berinteraksi tentang beraneka cara. Misalnya mengajak kegiatan menyirami bunga di taman, memberi makan hewan, mengajak bercengkrama, berbagi rasa dengan anak dan lain sebagainya. 

Orang tua harus dapat memahami karakteristik anak mereka. Bukannya malah mebandingkan anak mereka dengan anak tetangga. Karakter merupakan sifat bawaan yang biasanya diturunkan dari kedua orangtua. Karakter ini terkadang bisa membuat orang-orang di sekitarnya senang, namun beberapa juga membuat para orang tua kesulitan untuk mengatasinya. Sayangnya banyak pula orang tua yang belum paham menangani perilaku anak-anak pada usia dini. Sehingga dibutuhkan pengertian serta wawasan yang luas bagi orang tua dalam memahami karakteristik anak. Sehingga nantinya tidak akan memberikan pengaruh buruk pada perkembangan anak. 

Pemahaman orang tua tentang pembelajaran Anak usia dini harus sudah bisa membaca itu adalah hal yang salah. Perlu adanya penjelasan dan pembenahan tentang pemahaman tersebut. Padahal seharusnya pembelajaran yang dilakukan pada anak usia dini adalah untuk mengembangkan seluruh potensi meliputi fisik, kognitif, bahasa, sosio emosional. Tujuan pendidikan pada anak usia dini adalah untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya. Sehingga anak memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa depan.  Orang tua harus membantu menyiapkan anak mencapai belajar di sekolah. Seorang anak akan semangat belajar jika orang tua memberi perhatian, motivasi atau dorongan terhadap pendidikan anak.  


GAYA BELAJAR DIMASA PANDEMI (oleh : Adi Triana)


Awal 2020 di dunia dihebohkan dengan adanya virus yang sangat mematikan, virus tersebut adalah Covid­19. Virus tersebut pertama kali di Wuhan, kemudian menyebar diseluruh dunia termasuk di Indonesia. Adanya virus tersebut membuat Indonesia menerapkan kebijakan lockdown . pandemic covid­19 ini bedmpak signifikan terhadap berbagai sektor, salah satunya dibidang pendidikan.

Karena selama pandemi ini, pemerintah menetapkan kebijakan untuk mengatur sistem pendidikan sebaik mungkin. Salah satu sistem pembelajaran yang diterapkan oleh pemerintah yaitu pembelajaran daring, dengan sistem pembelajaran daring tentu saja semua pihak harus mempersiapkan segala hal dengan sebaik mungkin untuk menunjang keberlangsungan proses pembelajaran daring.

Karena pembelajaran daring sangatlah berbeda dengan pembelajaran sebelum adanya daring, sehingga para pendidik, peserta didik serta tenaga pendidik harus melewati masa transisi, yang mulanya dari proses pembelajaran tatap muka, menjadi pembelajaran daring atau online.

Bagiamana pembelajaran dimasa pandemi ini? Cukup membosankan atau cukup menyenangkan?

Pertanyaan tersebut sangatlah sering kita dengar dari orang­orang,bahkan orang tua sendiri. Pelajar yang lain pun pastinya juga sering mendengar, sampai­sampai mereka bingung mau menjawab apa. Karena belajar dimasa pandemi ini ada sisi positif maupun negatif.

Banyak yang beranggapan bahwa proses pembelajaran dimasa pandemi ini cukup efektif. Karena dapat meminimalisir tersebarnya virus covid­19. Proses pembelajaran secara daring ini menuai polemik di berbagai kalangan masyarakat, terutama dikalangan peserta didik dan orang tua peserta didik.. bukankah pembelajaran daring ini sangat menguntungkan ?.. Mereka yang memiliki fasilitas lengkap pastinya beranggapan bahwa pembelajaran daring ini dapat mengehemat biaya hidup mereka, seperti biaya transportasi ke sekolahan dan uang saku peserta didik. Intinya proses pembelajaran daring banyak membawa sisi positif, bukankah begitu ?.

Tetapi bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki fasilitas yang lengkap ?..pastinya mereka sangat keberatan dengan proses pembelajaran daring ini. Menurut mereka kurang efektif untuk diberlakukan. Karena tidak semua peserta didik maupun orang tuanya memiliki fasilitas untuk melakukan daring, salah satunya yaitu Hp atau Handphone. Karena alat tersebut merupakan hal yang sangat penting dan tidak semua peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami atau menangkap atau menerima materi pembelajaran dari pendidik. Sehingga mengakibatkan peserta didik kurang maksimal dalam memahami materi yang disampaikan. Tidak hanya peserta didik, pendidikpun pastinya juga mengalami kesulitan dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik.

Apakah hanya itu­itu saja kesulitan yang dialami oleh peserta didik maupun pendidik ?.. tentu saja tidak..yang menjadi permasalahan utama dalam proses pembelajaran daring ini yaitu kendala sinyal. Terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok atau daerah terpencil.

Dengan berbagai permasalahan yang ada, akhirnya pemerintah bertidak untuk mengatasi permasalahan­permasalahan yang ada, salah satunya memberikan bantuan kuota gratis bagi seluruh peserta didik di Indonesia, Namun tunjangan tersebut belum menjamin maksimalnya proses pembelajaran online atau daring. Karena besar kemungkinan peserta didik, menggunakan bantuan kuota gratis tersebut untuk kepentingan lain, di luar kepentingan pembelajaran daring..Bukankah begitu? Tentu saja benar…. anak jaman sekarang pastinya tidak bisa jauh dengan yang namnaya media sosial. Pastinya bantuan kuota tersebut digunakan untuk media sosial yang mereka miliki, seperti Fb. Twitter, Ig, bahkan mungkin untuk melihat film di YT yang membutuhkan kuota yang besar. Sehingga bantuan kuota yang mereka dapat akan cepat habis. Tentu saja mengakibatkan proses pembelajaran daring tetap tidak berjalan secara maksimal.

Kalo membicarakan masalah pembelajaran dimasa pandemi ini, tidak ada habisnya. Saya sendiri sebagai pelajar juga merasakan efek dari proses pembelajaran daring. Awal­awal diberlakukan pembelajaran daring menurut saya cukup menyenangkan dan lebih efisien. Tetapi setelah beberapa bulan pembelajaran daring, saya merasakan sangat membosankan. Karena tidak bisa bertemu dengan teman­teman, disisi lain saya juga merasakan bahwa saya kesuliatan dalam memahami materi yang disampaikan dan menjadikan saya malas dalam belajar. Jadi kalo dipikir­pikir, pembelajaran daring menyenangkan dan lama­kelamaan juga membosankan.. Apa kalian sependapat dengan saya ?

Tetapi setelah hampir satu tahun diberlakukan proses pembelajaran daring. Dan dikarenakan virus Covid­19 mulai mereda. Kini pemerintah mulai merancang kebijakan baru terkait sistem pembelajaran yang akan diberlakukan di tahun 2021, setelah mempertimbangkan berbagi hal dan melihat situasi dan kondisi penyebaran virus Covid­19. Pemerintah menerapkan bijak yaitu memperbolehkan pembelajaran tatap muka..wah pastinya senang bukan ?.. Saya sendiri mendengar kabar tersebut merasa senang bukan main. Bagiamana dengan kalian ?..

Kebijakan tersebut harus dengan syarat­syarat khusus pastinya.. kalo tidak ada persyaratan dan semua instansi pendidikan melaksanakan pembelajaran tatap muka, bukankah malah memperparah penyebaran virus Covid­19. Nah.. jadi untuk menyegah penyebaran Covid­19, pemerintah memberikan kebijakan hanya kepada daerah yang zona hijau dan pastinya harus ijin dipemerintah setempat. Pembelajaran tatap muka sendiri dibatasi, maksutnya siswa ketika masuk sekolah dibagi menjadi 2 kelompok pada setiap kelasnya. Kelompok pertama masuk hari senin dan kelompok kedua masuk hari selasa, dan seterusnya..Tetapi tergantung atau melihat situasi kondisi instansi sekolah tersebut. Muridnya sedikit atau banyak, jika banyak bisa dipertimbangkan lagi dengan menggunakan cara yang sudah saya sampaikan di atas.

Tetapi pastinya pembelajaran tatap muka tersebut juga memiliki dampak negatif maupun positifnya.. bagiamana dengan kalian para pelajar yang saat ini sudah merasakan pembelajaran tatap muka. Cukup menyenangkan atau sama­sama membosankan ?.. Kalau menurut saya, sebagai pelajar, yaa pastinya menyenangkan. Karena bisa bertemu dengan teman­teman, di samping itu bisa mendapatkan uang saku.hehehe.. Kalian juga begitu kan ?

Nah.. untuk daerah yang masih zona merah, kuning maupun oranye bagaimana. Apa sama seperti didaerah zona hijau?..Pastinya tidak. Karena daerah yang berada ketiga zona tersebut belum diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka.. mereka hanya bisa melakukan pembelajaran secara daring samapai zona daerah mereka hijau.. tetapi jangan berkecil hati yaa.. tetap semangat belajarnya..

Penularan Covid­19 yang sempat menurun, kini mengalami kenaikan kembali karena banyaknya masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan dan mungkin salah satunya karena penerapan kebijakan pembelajaran tatap muka di beberapa daerah. Sehingga untuk meminimalisir penularan virus covid­19, beberapa instansi pendidikan membatalkan atau mengurungkan untuk melaksanakan proses pembelajaran secara tatap muka. Mereka sangat mengkhawatirkan upaya yang dilakukan akan sia­sia atau bahkan akan membawa dampak buruk yaitu bertambahnya penyebaran virus covid­19.

Memang tidak dapat dipungkiri covid­19 sangatlah merugikan berbagai pihak, salah satunya sektor pendidikan. Dimasa pandemi ini teknologi sangatlah dibutuhkan, dan banyak informasi­informasi baik itu positif maupun negatif yang kita dapat. Jadi, kita sebagai pelajar sangatlah harus berhati­hati dalam memilih dan memilah informasi yang didapat, dan bagi para orang tua harus selalu siap dan sigap dalam mengawasi anak­anaknya dalam penggunaan gadget dan ketika proses pembelajaran daring. Pada intinya tetaplah semangat walaupun dalam proses pembelajaran daring, dan tetaplah mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari virus covid­19.


Pendidikan dan Perempuan

oleh : Vella Yunanda Fitri


Di zaman maju seperti ini, masih ada saja yang menganggap perempuan tidak harus sekolah tinggi. Anggapan tersebut sering kita dengar bukan? 

Anggapan tersebut pastinya sering kita dengar dari orang-orang di sekitar. Entah itu dari tetangga bahkan saudara kita. Sebenarnya, akupun juga tidak tahu mengapa di era seperti ini masih ada orang-orang yang beranggapan seperti  itu. Saya juga tidak habis pikir mengapa hal tersebut bisa terjadi. Terkadang saya bertanya-tanya apakah pemikiraan seperti itu muncul karena mereka benci dengan dunia pendidikan, tidak suka kemajuan, atau mungkin ingin maju tapi tidak ada kesempatan?

Ya...begitulah, permasalahan ini terjadi di daerahku. Pasalnya banyak dari mereka yang beranggapan bahwa setelah anak lulus SMA, maka sudah cukup baginya untuk belajar. 

Orang-orang di daerahku beranggapan bahwa sekolah itu menghabiskan banyak uang. Seperti yang kita tahu, di era seperti ini banyak sekali beasiswa pendidikan, banyak tunjangan biaya sekolah, bahkan pemerintah pada saat ini juga menyediakan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Indonesia Pintar (PIP) yang bisa digunakan sebagai tunjungan biaya pendidikan. Tidak hanya itu, hampir di setiap sekolah juga memfasilitasi biaya sekolah, mulai dari beasiswa siswa berprestasi, beasiswa tahfid qur’an, bahkan beasiswa kurang mampu pun disediakan. Sebenarnya, mengeluh karena biaya pendidikan itu sudah wajar.  Yang tidak wajar di  sini adalah ketika seseorang beranggapan bahwa sekolah selalu menghabiskan banyak uang.

Anggapan tadi bukanlah satu-satunya permasalahan di daerahku. Alasan lain bahwa perempuan tidak harus sekolah tinggi yaitu “sekolah tinggi ora njamin sukses” (gumam mereka). Beberapa dari mereka mengatakan bahwa sekolah tinggi tidak menjamin kesuksesan. Dari pernyataan tersebut saya berpikir bahwa selama ini beberapa orang masih berpikir sempit. Maksud saya, banyak dari masyarakat mengartikan sukses merupakan sebuah ukuran kekayaan. Tetapi kenyataanya sukses merupakan kemampuan untuk hidup mandiri dengan usahanya sendiri tanpa meugikan orang lain. Memang, anggapan-anggapan masyarakat seperti ini bisa terjadi, bahkan tanpa bersekolah tinggi seseorang juga bisa sukses, namun ada hal yang perlu kita tahu bahwa minimnya pengetahuan serta rendahnya pendidikan menjadi faktor utama seseorang gagal dalam usaha. 

Bukan hanya itu, banyak dari mereka mengatakan bahwa “timbang di engge mbayar sekolah, luwung di engge tuku sapi”. Maksudnya, dari pada uangnya untuk membayar biaya pendidikan lebih baik digunakan untuk membeli sapi. Memang tidak bisa dipungkiri, masyarakat jawa sangat suka dengan dunia ternak, khususnya ternak sapi. Menurut orangorang disekitarku sapi merupakan segalanya, hal  ini dikarenakan sapi dapat beranak pinak serta memiliki daya jual yang semakin harinya bisa bertambah. Hal inilah yang mendasari mereka lebih suka membeli sapi dari pada untuk biaya sekolah.

Berbicara tentang beberapa masalah di atas, antara perempuan dan pendidikan memang sulit untuk disatukan. Pasalnya anggapan-anggapan seperti ini terus ada dan selalu ada. tidak hanya orang tua, bahkan juga anak muda memiliki anggapan yang sama. Entah sampai kapan masyarakat akan selalau beranggapan seperti ini. Terkadang saya sempat  kepikiran, bagaimana jika pemikiran seperti ini terus ada dan berkembang. Sungguh miris bukan?

Masyarakat yang tidak suka dengan dunia pendidikan pastinya akan selalu berpikiran negatif tentang pendidikan. Hal ini dikarenakan pemikiran masyarakat yang masih sangat jahiliyah. Ya....memang betul, sekarang ini memang sudah masuk era globalisasi. Era dimana kehidupan semakin maju dan canggih.  Seharusnya saat ini masyarakat sudah sadar akan pentingnya pendidikan. Seperti yang kita ketahui, banyak teknologi terbaru yang memudahkan kita dalam melakukan sesuatu. Tetapi sayang, anggapan-anggapan negatif n tentang dunia pendidikan terus berkembang. Zaman sekarang ini memang bisa dikatakan maju, tetapi pemikiran masih  dahulu. Masih banyak pandangan negatif tentang pendidikan. Sebenarnya tidak semua masyarakat memiliki pandangan seperti ini, tetapi juga tidak jarang masyarakat yang berpikiran sempit tentang pendidikan. 

Ada satu alasan yang memang menurut saya sangat tidak masuk akal. Alasan ini menurut saya sudah tidak ada sangkut pautnya dengan pendidikan, apalagi pada perempuan. Mengapa saya katakan tidak masuk akal? hal ini dikarenakan masih ada yang beranggapan bahwa “cah wedok sekolah duwur diengge opo, bakale yo rabi” maksudnya untuk apa perempuan sekolah tinggi, nanti ujung-ujungnya juga menikah. Saya sering tertawa sendiri apabila ada orang yang masih beranggapan seperti ini. Pertanyanya, apakah perempuan berpendidikan tidak boleh menikah? Apakah ada dasar hukumnya sebelum menikah perempuann tidak boleh mengejar pendidikan dahulu? Bukannya belajar adalah suatu kewajiban? Lantas mengapa masih ada masyarakat yang beranggapan demikian. Beberapa masyarakat memang masih berpikiran kuno, mereka masih ada yang beranggapan bahwa perempuan yang memasuki usia remaja harus disegerakan untuk menikah. Mungkin sebagian dari mereka takut apabila putrinya tidak segera menikah, hal ini dikarenakan jika anak remaja tidak segera dinikahkan maka akan jadi perawan tua. Ketakukan seperti inilah justru yang membuat indonesia banyak kasus pernikahan dini, perceraaian, putus sekolah, serta maraknya pengangguran. 

Berbeda dengan anggapan masyarakat, ternyata sebagian dari kita, entah anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa terkadang juga berpikiran kuno. Banyak sekali alasan tentang putusnya pendidikan, khususnya bagi anak perempuan. Mereka kerap berpikir tidak ingin melanjutkan ke jenjeng sekolah tinggi dengan alasan biaya. Sering kali saya mendengar alasan mereka tidak melanjutkan pendidikan dikarenakan mereka tidak ingin menyusahkan orang tua.

Mereka lebih memilih untuk bekerja dengan alasan mendapatkan uang serta bisa membeli apa yang mereka inginkan. Dari sini dapat kita ketahui, ternyata masih banyak sekali anak muda yang berpikiran sempit. Karena faktor ekonomi mereka berpikir seperti ini. Tetapi ada yang perlu kita garis bahwahi bahwasanya kualitas pendidikan nantinya akan menentukan pekerjaan. Dengan pendidikan pekerjaan kita juga menjadi layak, memang tidak ada jaminanya bahwa orang yang berpendidikan selalu mendapatkan pekerjaan mapan, tetapi pekerjaan pada zaman maju seperti ini memandang suatu pendidikan, betul begitu bukan?

Berbagai pernyataan-pernyataan di atas seharusnya tidak pantas untuk dilontarkan. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa anggapan seperti ini sulit untuk dihilangkan. Selalu ada anggapan bahwa pendidikan pada perempuan memang kurang penting. Sebenarnya baik perempuan ataupun laki-laki menurut saya tidak ada batasan untuk belajar. Ketika mereka masih mampu, maka wajib baginya untuk selalu menuntut ilmu. Pendidikan merupakan ajang potensi diri. Dengan pendidikan kita bisa memantaskan diri, menjadi perempuan yang berhati nurani, berwawasan luas serta dihormati. Dengan pendidikan seorang perempuan akan mampu membantu pasangannya dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan. Selain menjadi wanita yang cerdas bagi pasangan, pendidikan dapat menjadikan perempuan  sebagai guru terbaik bagi anak anaknya kelak. 

Sudah sepantasnya perempuan berpendidikant tinggi. Bukan untuk mencari nama, bukan untuk ajang lomba, tetapi patut kita garis bawahi bahwa sejatinya perempuan yanng berpendidikan adalah perempuan yang sadar akan kemajuan. 


AKU TIDAK SUKA, HINGGA AKU SANGAT MENYUKAINNYA 

oleh: Alfina Candra Sagitri

Entah ada berapa hal yang tidak aku sukai di muka bumi ini, salah satunya adalah jengkol. Jengkol adalah tumbuhan khas di Asia Tenggara, masyarakat Indonesia mengenalnnya sebagai bahan pangan. Jengkol termasuk dalam polong-polongan dan diketahui jengkol dapat mencegah diabetes karena bersifat diuretic dan baik untuk kesehatan jantung namun tidak berlebihan dalam mengkonsumsinnya selain itu tanaman jengkol memiliki kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.

Lalu apa yang membuatku tidak suka bahkan melihatnya saja ingin muntah, ya tentu saja bau jengkol yang menyengat.

Dulu kala saat aku berusia 8 tahun mama dan papa mengajakku pergi ke acara keluarga, disana aku menikmati acarannya hingga tepat waktunnya untuk makan. Semua makanan telah aku cicipi namun ada satu makanan yang disajikan dalam mangkuk sedang berisi masakan baloda dan aku hanya menatap karena aku tidak tau apa yang dimasak dalam bumbu balado itu.

Hingga tanteku menghampiri dan memaksaku untuk mencoba memakannya. Aku tidak yakin dan bingung waktu itu apakah makanan itu boleh dimakan oleh anak-anak dan rasannya seperti apa, entah tanteku yang usil atau bagaimana ia terus memaksaku untuk memakannya dan terus menungguku untuk memakan jengkol itu

Hingga aku memaksakan diri memakannya, pertama yang aku rasakan adalah bumbu baladonnya kemudian tekstur jengkol yang liat saat aku mengunyahnnya  tiba-tiba aku merasakan ada sedikit rasa pait, akhirnya aku muntahkan sebelum rasa aneh lainnya timbul.

Sedikit jengkel kepada tanteku karena memaksaku memakan jengkol yang tak seharusnya anak-anak makan. Keponakan yang seusiaku ingin mengajak bermain bersama, saat aku berbicara lebih dekat dengannya dia berkata mulutku bau dan meninggalkanku.

Aku menangis tidak diajak main karena bau mulut, aku pergi ke mama dan bercerita sambil memangis. Bau mulutku disebabkan oleh jengkol yang aku makan tadi walaupun cuma sedikit baunya membekas. Kemudian mamaku menyuruhku menggosok gigiku lagi dan memakan buah-buhan untuk menghilahkan baunnya.

Semenjak kejadian itu aku tidak suka dengan jengkol. Sampai aku tumbuh dewasa aku tetap tidak menyukainnya aku selalu menghindarinya saat di jamuan makan, makan diwarteg, makan di restaurant atau dimanapun, saat sepulang dari kantor aku pernah mendapat nasi kotak didalamnya ada lauk jengkol dan aku memilih membuangnya.

Namun semua itu berubah setelah kakakku menikah. Kakakku menikah dengan perempuan yang cantik, jago memasak, dan pecinta jengkol. Pernah dijam makan siang kakak ipar memasak untuk kami tentunnya ada menu berbau jengkol yang tak terlewatkan yaitu semur jengkol. Aku hanya diam dimeja makan menatap masakan itu tersaji dimeja makan ini.

Lagi-lagi dengan paksaan, kakak ipar memaksaku untuk mencoba memakan semur jengkol buatannya dia meyakinkanku bahwa masaknnya sangatlah enak. Tak hanya kakak ipar, kakakku pun juga ikut memaksaku kembali mencoba makan jengkol.

Akhirnya aku mencoba kembali memakannya dengan gigitan kecil dan aku ulangi dengan gigitan besar. Aku kaget rasanya benar-benar enak tidak sama dengan waktu dulu, jengkolnya empuk tidak liat, bumbu semurnya berasa dan satu yang aku temui saat mengunyahnnya aku tak mencium bau menyengat hanya bau rempah-rempah dan tidak ada rasa pait didalamnnya. Semenjak hari itu aku mulai mencoba makan jengkol yang ada di warteg atau dimanapun itu. Dan lama kelaman jengkol menjadi satu menu kesukaanku. Dari sini aku menyimpulkan jangan pernah mencoba satu kali untuk menemukan rasa lain yang lebih enak.

Sama halnnya dengan kita memilih produk-produk lokal atau brand lokal, namannya juga lokal pasti ada beberapa yang kurang baik dalam penyelesain produknya dikarenkan beberapa fator, jika kita mau memilih produk atau brand lokal dengan selektif kita akan menemukan produk atau brand lokal yang sangat luar biasa kualitasnnya bahkan produk atau brand luar negeri saja tidak ada apa-apannya.

Seperti brand Erigo Apparel yang menyedikan kaos, jaket dan fesyen lainnya, kualitas bahan dan edisinya tak kalah bagus dengan H&M. lanjut ada brand Matoa, produk yang disajikan oleh Matoa adalah jam tangan yang terbuat dari kayu lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan jam tangan yang terbuat dari stainless stell dan sejenisnya, buat pecinta jam tangan atau kolektor harus tau brand ini selain hargannya yang pas dikantong daya saing atau daya jual pasarnnya tidak kalah dengan jam tangan kenamaan Rolex.

Buat kalian yang suka koleksi sepatu ada brand dari Nah Project, kualitas sepatu dari brand ini sudah tidak diragukan lagi bahkan orang nomor satu di Indonesia memakainnya, Nah Project ini tak kalah saing dengan brand mendunia seperti Nike ataupun Jordan. Dan masih banyak lagi brand lokal yang keren tentunnya.

Daripada membeli yang KW kenapa tidak membeli brand lokal Indonesia yang sama bagusnya. Serta jangan takut untuk mencoba memakai brand lokal Indonesia. Banyak brand lokal yang bagus, jika dirasa kamu tidak cocok dengan salah satu brand lokal sebenarnnya kamu hanya belum menemukan brand apa yang sesuai dengan keinginanmu dan di Indonesia menyediakannya mulai dari fesyen, aksesoris, perkakas, dan masih banyak lagi. Ayo dukung terus brand lokal Indonesia agar menjadi brand-brand yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Indonesia. 


Bullying Adalah Malapetaka

oleh : Fahmi Khairudi Anwar




Percaya atau tidak, masalah sesederhana apapun kalau memang tidak ditanggapi dengan serius pasti akan menghasilkan dampak atau efek yang luar biasa. Bullying adalah salah satunya. Siapa sangka, ada orang yang rela mengakhiri hidupnya karena di-bully. Mengerikan bukan? Ya, Tapi jangan khawatir, semua permasalahan selalu ada solusinya. Mungkin banyak dari kita yang pernah mendengar kata bullying. Tetapi apa sebenarnya makna dari bullying? Bullying atau perundungan merupakan suatu tindakan mengintimidasi dan memaksa seorang atau kelompok yang lebih lemah untuk melakukan sesuatu yang tidak  mereka kehendaki, dengan maksud untuk membahayakan fisik, mental atau emosional  melalui pelecehan atau bahkan penyerangan. Orang tua, pendidik dan sekolah bahkan sering tidak menyadari adanya tindakan bullying ini.

Bentuk yang paling sering dijumpai dari perundungan/ bullying di lingkungan sekolah adalah pelecehan dalam bentuk ucapan/verbal, yang bisa datang dalam bentuk ejekan, menggoda atau meledek dalam penyebutan nama. Jika tidak diperhatikan, bentuk penyalahgunaan ini dapat meningkat menjadi teror fisik seperti menyerang fisik, intimidasi berkelompok secara terus menerus atau bahkan tidak menutup kemungkinan terjadinya pemerkosaan.

Biasanya pelaku memulai bullying di sekolah pada usia muda, dengan melakukan teror pada salah satu atau beberapa anak laki-laki dan perempuan yang ia anggap lebih lemah dan bisa diganggu secara emosional atau intimidasi psikologis. Anak bisa melakukan perundungan karena berbagai alasan.

Mencari perhatian. Ya, alasan sepele ini jika tidak ditanggapi akan memunculkan terjadinya bullying. Biasanya karena mencari perhatian dari teman sebaya dan orang tua mereka, atau juga karena merasa penting dan merasa memegang kendali. Banyak juga tindakan bullying di sekolah dipacu karena meniru tindakan orang dewasa di sekitarnya atau program televisi. Mendapatkan keuntungan. Ini juga bisa menjadi alasan seorang anak untuk melakukan bullying. Ia merasa bisa mendapat keuntungan tertentu, mulai dari keuntungan material hingga seksual, kepuasan diri. Jika ini yang menjadi alasan untuk menjadi pelaku bullying, maka sebenarnya dirinya sudah dekat dengan sifat psikopat. Ia akan merasa puas ketika melihat orang lain menderita dan tersiksa.

Penindasan/perundungan/bullying memiliki efek jangka panjang, baik pada korban maupun si penindas itu sendiri. Untuk korban, perlakuan itu merampas rasa percaya diri mereka. Ini akan menciptakan trauma berkepanjangan.  Untuk pelaku bullying, efeknya adalah menjadi sebuah kebiasaan dan kenikmatan untuk meningkatkan ego mereka serta menumbuhkan karakter seorang kriminal.

Ketakutan dan trauma emosional yang diderita si korban dapat memicu kecenderungan untuk benci pada hal-hal yang berbau sekolah. Ada sebuah ketakutan dan kengerian bagi mereka setiap mereka pergi ke sekolah. Akibatnya bisa fatal, mereka bisa memilih untuk putus sekolah. Sedang di lain pihak, anak-anak yang terbiasa melakukan atau menjadi korban bullying di sekolah akhirnya dikhawatirkan dapat menjadi orang dewasa yang kejam atau penjahat.

Saya jadi teringat kisah pilu dibalik kebengisan musuh batman yakni “joker” sosok komedian gagal, Arthur Fleck pria yang diabaikan oleh masyarakat dan berubah menjadi penjahat yang sangat keji. Arthur tumbuh dari masyarakat kalangan bawah yang terus gagal untuk meraih kesuksesan dalam profesinya sebagai komedian stand up. Hidupnya kerap dirundung pilu. Titik terbawah hidup Arthur terjadi saat ia diolok-olok oleh presenter yang diperankan lewat siaran TV nasional. Begitu banyak kekecewaan yang membuatnya menjadi pribadi pahit dan akhirnya, berubah menjadi pembunuh. Arthur ini mengubah identitas dirinya dengan menjadi badut Joker, menampilkan pribadi baru yang jahat. Lewat kisah itu, bisa kita rasakan betapa luar biasanya efek dari tindak bullying ini. Walaupun hanya sebatas kisah opini saja sih, tetapi ngeri juga bila memang benar-benar terjadi.

Dapat disimpulkan dari tulisan di atas, bahwa alasan utama seseorang melakukan tindak bullying menurut saya adalah untuk mencari atau mendapatkan suatu kepuasan diri. Tidak bisa dipungkiri saya sendiri pernah menjadi pelaku tindak bullying. Dan benar, saya mendapat kepuasan diri yang saya harapkan begitu. Iya, tetapi itu hanya sebatas tindak bullying yang ringan menurut saya yakni sarkasme dan satire. Dan anggapan saya dengan tidak merasa berdosa waktu itu untuk melatih mental siswa baru di sekolah. Secara kan, sebagai senior sekolah apalagi juga anggota OSIS saat itu juga ingin dong menunjukkan eksistensinya. Ternyata ketika saya memahami hakikat dan akibat yang begitu berdampak pada banyak aspek dari tindak bullying tersebut, ya tetap merupakan Tindakan yang salah. Saya memahami stigma berpikir kalau kita lihat, kan sekarang masih ada beberapa kegiatan yang menggunakan kekerasan untuk kegiatan penerimaan anggota baru. Dan biasanya hal tersebut akan menjadi siklus, junior yang dulunya pernah mengalami bullying akan melakukan hal yang sama ke juniornya lagi, karena ketika ia melakukan itu, ia merasa percaya diri karena mereka bisa menguasai orang lain Apapun itu, bagaimanapun bentuk tindak bullying tetap menimbulkan efek jangka pendek maupun jangka panjang, langsung maupun tidak langsung yang tetap membekas pilu.

Ada kasus anak dibully dengan cara diledek dan itu sangat berpengaruh dalam hidupnya karena ia tidak mendapatkan social support yang cukup dari orang tua maupun lingkungannya. Begitupula ada kasus yang sebaliknya, dimana korban bisa membela dirinya lantaran mempunyai social support yang besar dari keluarga. Jadi dampak bullying itu sangatlah beragam.

Perilaku bullying tentu saja bisa dihilangkan dan pastinya penghilangan tindak bullying tersebut memerlukan kerjasama berbagai pihak, terutama untuk remaja yang tidak berada dalam perlindungan /tanggung jawab institusi tertentu. Karena itu, kita membutuhkan kolaborasi yang baik dari berbagai pihak, mulai dari orang tua, sekolah dan masyarakat (organisasi pemuda, organisasi keagamaan, institusi pendidikan) sehingga bisa menjadi panutan yang memberikan petunjuk sekaligus menyeleksi mana kegiatan yang positif yang harus dikembangkan, dan mana kegiatan yang negatif dan wajib diberhentikan.

Karena itu, orang tua harus mendidik anak agar berdaya dan mandiri sejak dini, agar anak punya rasa percaya diri yang baik sehingga anak tidak mudah dimanipulasi oleh orang lain. Salah satu cara yang bisa dilakukan para orang tua adalah dengan memasukkan anak ke berbagai aktivitas, karena dengan mengikuti aktivitas tersebut akan menimbulkan perasaan mampu, dan percaya diri pada dirinya. Selain itu, orang tua juga harus sadar pada segala sesuatu yang terjadi pada sang buah hati, sehingga apabila ada suatu permasalahan, orang tua bisa mendeteksinya sejak dini, dan menyelesaikannya.

Kepada orang tua yang saat ini sedang memiliki buah hati yang sedang menuntut ilmu dimanapun ia berada saya berpesan agar selalu memperhatikan kebiasaan anak. Jika mulai ada perubahan segera diskusikan dengan anak. Jangan posisikan diri sebagai seorang yang berkuasa atas diri anak tetapi posisikan diri anda sebagai seorang sahabat


Garuda Indonesia dan Korupsi

oleh : Faruk Ahmadi Maruf

 


Pada akhir-akhir ini kita disuguhkan dengan fakta tentang salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, yang mengalami kondisi keuangan yang tidak sehat diketahui bersama pandemi Covid 19 setahun terakhir menghatam berbagai sektor industri, ekonomi di masyarakat termasuk salah satu perusahaan berplat merah ini. Krisis yang dialami berdampak pada anjlok jumlah penumpang domestik maupun Internasional, di lain sisi utang perseroan terus menumpuk mencapai Rp. 70 Triliun dan diperkirakan bertambah Rp. 1 Triliun disetiap bulannya.

Menghadapi permasalahan seperti ini manajemen Garuda Indonesia tidak berpangku tangan begitu saja, berbagai upaya telah dilakukan untuk memastikan solvabilitas dapat dikurangi dengan baik. Selain itu pihak manajemen maskai tengah melakukan upaya renegosiasi dengan lessor pesawat, tak hanya itu perseroan melakukan restrukrisasi utang usaha termasuk terhadap BUMN dan mitra usaha yang lain dan negosiasi restrukturisasi pinjaman perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

Berbagai macam permasalahan muncul di perseroan ini Tak hanya itu, pada tahun 2019 Garuda Indonesia kembali digoncang oleh penyelundupan Harley yang dilakukan mantan Dirut Garuda, Ari Askhara hal itupun menambah garam di luka perusahaan ini. Selain itu terdapat beberapa kasus seperti Komisi Pengawas Persaingan Usaha memeriksa indikasi kartel yang dilakukan Garuda Indonesia terkait kenaikan tarif pesawat dan biaya kargo. Terjadi praktik monopoli dan rangkap jabatan dikalangan pimpinan perusahaan. Kasus laporan keuangan Garuda Indonesia jajaran Komisaris menolak hasil laporan keungan yang disampaikan Direksi, lembaga negara seperti BEI, OJK hingga BPK dan Kementrian Keuangan telah turun tangan mengahadpi masalah ini. Ohak kemenkeu menjatuhkan sanksi kepada Akuntan Publik  Kasner Sirumapea dan Kantor Akuntan Publik sebagai auditor laporan keungan Garuda sejumlah denda sebesar 1,25 M harus dibayar pihak Garuda Indonesia atas laporan keungan mereka yang bermasalah.

Jika melihat berbagai masalah yang ada harusnya ini menjadi bahan evalluasi dari Pemerintah untuk memilih jajaran pimpinan perseroan yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas. Tak hanya itu lembaga harus mampu membuat organisasi yang sehat, organisasi sehat sendiri merupakan organiasai yang mampu berkinerja tinggi dan sustainble dengan 9 ciri-ciri antara lain adanya direction, accountability, coordination and control, environment and values, external orientation, motivation, capablilities, innovation and leadership.  

Pencegahan tindak pidana korupsi merupakan pekerjaan yang berat dilakukan. Hal ini harus dilakukan dengan bersama-sama serta membutuhkan komitmen nyata dari pimpinan. Selain itu strategi pencegahan korupsi diperlukan, agar bahaya korupsi dapat ditanggulangi dan celahnya dapat tertutup. Kecenderungan orang melakukan korupsi terjadi ketika ada motif, rasionalisasi yang berasal dari masing-masing individu dan ada kesempatan yang berkaitan dengan sistem yang memiliki celah korupsi. upaya pencegahan korupsi tidak cukup dengan perbaikan sistem, namun harus juga dilakukan melalui perbaikan perilaku dari setiap individu. Selain itu komitmen harus di mulai dari diri sendiri.


Impor Biji Plastik Terhadap Pengusaha Biji Plastik Di Indonesia

oleh : Febry Mubayanah Zulfa


Sekarang ini plastik sudah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat modern. Penggunaan plastik menjadi cara yang nyaman dan mudah untuk menyimpan atau membawa makanan dan barang lainnya. Dari berbagai aspek kehidupan, penggunaan plastik menjadi alternatif yang menarik dari pada penggunaan bahan lainnya. Namun, penggunaan plastik dapat menimbulkan banyak dampak negatif bagi lingkungan, hal ini berkaitan dengan meningkatnya produksi barang-barang plastik yang sekali pakai dan tidak diimbangi dengan kemampuan dalam menangani limbah plastik tersebut. Sampah plastik yang berada di lingkungan sekitar tidak dapat membusuk seperti sampah organik. Kebanyakan sampah plastik tidak dapat terurai dengan sendirinya dan bahkan jika sampah plastik tersebut mampu terurai sendiri akan menimbulkan plastik mikro atau bahan plastik yang menjadi potongan mikroskopis. Hadirnya sampah plastik adalah ancaman terhadap lingkungan.   

Bukan hanya di perkotaan saja permasalahan sampah ini terjadi, bahkan sekarang di daerah pedesaan mulai menimbulkan kegelisahan. Sampah memberikan dampak terhadap penurunan kualitas lingkungan, baik udara, air, dan tanah. Penurunan kualitas lingkungan ini juga dapat menimbulkan penyakit karena adanya organisme yang tumbuh pada sampah. Sampah yang tidak dikelola dengan baik sudah pasti memberikan dampak negatif dari berbagai sisi, oleh karena itu di zaman sekarang ada yang berusaha membuat sampah anorganik plastik, khusunya botol minuman dan gelas plastik untuk dijadikan sebuah peluang usaha dalam mendapatkan keuntungan. Baik dijual secara langsung di pengepul rosok maupun diolah menjadi biji plastik yang tentunya akan memiliki harga jual yang lebih tinggi.  

Biji plastik sendiri merupakan bahan dasar dari pembuatan perabot rumah tangga berbahan plastik hingga karung. Usaha biji plastik sendiri dapat dikatakan sebagai usaha yang menjanjikan, karena masih sedikit yang mengetahui tentang usaha ini dan bagaimana langkah penyetorannya. Dengan adanya para pendiri usaha biji plastik ini, dapat memberikan angin segar bagi para warga sekitar yang belum memiliki pekerjaan. Lapangan pekerjaan terbuka lebar bagi warga sekitar yang dapat melakukan hal-hal berkaitan dengan kemampuan fisik. Akan tetapi usaha biji plastik ini juga dapat dikatakan sulit, botol plastik maupun gelas plastik harus dikelompokkan dari jenisnya terlebih dahulu. Walaupun sama-sama memiliki nama botol plastik atau gelas plastik, tentu saja bahan pembuatannya berbeda.

Pengelompokan botol plastik atau gelas plastik ini bertujuan untuk mempermudah dalam proses penggilingan. Pada hasil akhir setelah proses penggilingan warna yang akan dihasilkan dari setiap botol plastik maupun gelas plastik akan terlihat. Ada yang berwarna putih bersih dan ada yang berwarna sedikit kecoklatan.  

Untuk mensiasati hal tersebut, ada pemilik usaha biji plastik yang memilih menggunakan bahan kimia. Bahan kimia dipergunakan dalam proses pencucian botol plastik maupun gelas plastik. Di dalam proses pencucian plastik mentah dengan bahan kimia khusus inilah bertujuan untuk menghasilkan plastik yang bersih dan untuk mendapatkan hasil akhir penggilingan berwarna putih. Penggunaan bahan kimia tersebut dapat dikatakan aman bagi penggunanya selama melakukan sesuai dengan aturan yang sudah tertera. Memakai masker, kaca mata, sarung tangan, serta berpakaian tertutup. Hal ini harus dilakukan bagi pengguna bahan kimia karena efek yang ditimbulkan dari bahan kimia ketika mengenai anggota tubuh adalah panas dan sedikit membengkak. Efek akan mereda dalam beberapa hari, akan tetapi lebih baik jika dapat mencegahnya terlebih dahulu. 

Bahan kimia yang dibutuhkan dalam proses pencucian botol plastik maupun gelas plastik sampai saat ini belum tersedia di daerah kota Blitar, sehingga para pemilik usaha biji plastik yang sudah mengetahui cara ini harus pergi keluar kota terlebih dahulu untuk mendapatkannya. Dalam penggunaan bahan kimia pun harus dilakukan secara berulang-ulang kali, tidak dapat hanya sekali coba. Setelah pencucian, botol plastik atau gelas plastik dimasukkan ke dalam mesin pemanas, agar cepat kering dan dapat digiling. Akan tetapi kendala dapat ditemui pada tahap ini jika tidak ada mesin pemanas. Menjemur di bawah terik matahari menjadi alternatif yang tentu saja jika datang musim hujan, plastik atau botol plastik membutuhkan waktu lebih lama untuk lanjut ke proses penggilingan. 

Tahapan selanjutnya dalam mengolah biji plastik adalah menggilingnya, penggilingan ini membutuhkan waktu yang lama serta mesin yang cukup banyak. Mulai dari digilingnya plastik besar ke plastik kecil, dilanjutkan dengan proses perebusan, dan pengecekan berkalikali untuk mendapatkan plastik yang sesuai. Di dalam proses penggilingan juga memerlukan tempat yang luas dengan tujuan di dalam sekali proses mendapatkan hasil yang banyak. Dalam proses penggilingan inilah yang membutuhkan waktu lama, hasil giling yang tidak sesuai akan terus diulang sampai benar-benar memeroleh hasil yang sesuai.    

Pemilik usaha biji plastik akan menargetkan sendiri kapan saja waktu kirim ke perusahaan plastik yang disesuaikan dengan banyak biji plastik yang mampu diolahnya. dalam sekali kirim dengan berat 7-8 ton dan dapat dilakukan 3 kali kirim dalam seminggu dapat berkurang dengan seiring berjalannya waktu. Pengusaha biji plastik baru saling bermunculan sehingga membuat ketersediaan bahan mentah botol plastik dan gelas plastik menjadi berkurang. Ditambah lagi dengan keputusan baru pemerintah tahun 2019 akhir yang membuka impor plastik besar-besaran. Impor plastik ini memberikan dampak yang sangat buruk bagi para pemilik usaha biji plistik di Indonesia. 

Salah satu dampak yang dapat dirasakan bagi pemilik usaha biji plastik adalah penurunan harga. Impor plastik memberikan keuntungan dengan harga yang jauh lebih murah dibanding biji plastik di Indonesia. Warna biji plastik lebih putih juga menjadi unggulan dari dari impor biji plastik. Hal tersebut tentu saja lebih dipilih perusahan plastik untuk pengolahan lebih lanjut dan dalam sisi lain para pemilik usaha biji plastik dalam negeri tengah berusaha keras untuk meningkatkan kualitas produksi biji plastik.  

Pengaruh dari impor biji plastik, semakin lama mempersempit pasaran bagi pemilik usaha biji plastik dalam negeri, hal ini terlihat dari semakin banyaknya plastik yang diimpor. Tentu hal ini semakin membuat pemilik usaha biji plastik dalam negeri semakin tercekik. Banyak pemilik usaha biji plastik dalam negeri memilih mengehentikan karyawankaryawannya. Kebanyakan para pengusaha biji plastik memilih mengerjakan sendiri keseluruhan proses penggilingan, hal ini bertujuan guna menekan pengeluaran. Menekan biaya pengeluaran dan memberikan dampak buruk bagi kesehatan menjadi pilihan. Dengan pengerjaan keseluruhan proses penggilingan secara mandiri tanpa adanya karyawan seringkali membuat pengusaha biji plastik lebih memilih untuk menutup usaha dan berencana mencari pekerjaan lain. Tentulah hal ini berdampak buruk bagi Indonesia, dengan mengutamakan impor plastik maka sampah plastik yang semula dapat dijadikan peluang jitu harus kembali merasakan kegelisahan terhadap banyaknya sampah plastik. Apalagi sampah plastik  tidak dapat terurai dengan sendirinya. Tercatat sampah plastik khususnya botol plastik dan gelas plastik dapat terurai di alam membutuhkan sekitar 450 tahun. Dengan adanya impor plastik permasalahan sampah di Indonesia tidak dapat diminimalisir kecuali dengan adanya kesadaran tersendiri dalam mengurangi penggunaan bahan plastik atau bahkan beralih ke produk alami. 

IDUL ADHA YANG BERBEDA

Oleh: Hidayatul Fitriani


 Hari Raya Idul Adha akan segera tiba. Tepatnya akan tiba pada 20 Juli 2021. Hari yang ditunggu-tunggu bagi umat Islam, hari raya  yang disertai dengan penyembelihan hewan kurban dan kegiatan menunaikan Rukun Islam yang ke-5 yaitu Haji. Akan tetapi, dalam dua tahun ini Idul Adha sedikit berbeda, tepatnya di tahun 2020 dan 2021. Dimana umat Islam diseluruh dunia sedang dalam ujian menghadapi pandemi Virus Covid-19. 

Dalam kondisi yang seperti ini akankah kegiatan kebersamaan dalam perayaan Idul Adha, sholat berjamaah, penyembelihan hewan kurban tidak bisa kita jalankan? Tetap bisa dong, pelaksanaan kegiatan kurban di tengah situasi pandemi tetap berjalan optimal dengan mempertimbangkan aspek pencegahan dari penyebaran covid-19.

Dengan demikian umat Islam tidak perlu kawatir untuk tetap merayakan Hari Raya Idul Adha, tentunya dengan tetap mematuhi peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Setiap tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahunnya, umat Islam merayakan Idul Adha.

Kata Idul Adha berasal dari kata “id” dan “adha”. “Id” berakar pada kata “aada ya'uudu” yang memiliki arti dasar “menengok” atau “menjenguk” atau “kembali”. Disebut demikian karena hari raya terus kembali berulang setiap tahunnya. Di

Indonesia, Id kerap disamakan artinya dengan “ayyada”, yakni “berhari raya”. Sedangkan kata Adha bermakna “qurban”.

Dengan demikian, Idul Adha berarti kembali melakukan penyembelihan hewan kurban atau kerap disebut istilah Hari Raya Kurban. Idul Adha juga dikenal sebagai

“Lebaran Haji”. Sebab, di saat yang sama, umat Islam dari berbagai penjuru dunia juga tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. 

Pada saat itu Nabi Ibrahim belum dikaruniai seorang anak. Maka setelah Allah

SWT menganugerahkan seorang anak untuk Nabi Ibrahim hasil pernikahannya dengan

Siti Hajar, maka Allah SWT melihat bahwa  Ibrahim sangat mencintai anaknya dan Allah takut kecintaannya tersebut melebihi cinta Ibrahim kepadaNya sehingga Allah menguji dan memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putra kesayangannya tersebut. Kala itu, Nabi Ibrahim telah lanjut usia dan Ismail mencapai usia remaja. Dikisahkan, Nabi Ibrahim mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail. Mimpi tersebut merupakan bagian dari wahyu Allah SWT. 

Ketika terbangun, Ibrahim merasakan kesedihan yang mendalam. Sebab, setelah sekian lama menunggu penantian sang buah hati, dia harus mengorbankan anaknya. Allah hendak menguji sejauh mana keta'atan Nabi Ibrahim. Sebagai seorang hamba yang beriman dan taat kepada Allah, dia harus melaksanakan perintah Allah. Nabi Ibrahim kemudian mendatangi Nabi Ismail dan meminta pendapatnya.

Rupanya, jawaban dari Nabi Ismail sungguh luar biasa. Nabi Ismail justru meminta ayahnya untuk melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya. Ismail berkata demikian, "Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku Insya Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah Allah." (QS. Ash-Shaffat:102)

Nabi Ibrahim lantas menangis haru mendengar penuturan anaknya. Nabi Ibrahim pun dengan ikhlas dan sungguh-sungguh melaksanakan apa yang Allah perintahkan.

Namun ketika hendak dilaksanakan, Allah menggantinya dengan binatang domba. Dengan demikian, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail telah berhasil melewati ujian keimanan tersebut. Domba yang menjadi pengganti Nabi Ismail untuk disembelih itu menjadi asal mula melakukan ibadah qurban pada Idul Adha. 

Hukum melaksanakan qurban itu sendiri wajib bagi orang yang mampu atau memiliki keluasan rezeki untuk berqurban. Sebagaimana disebutkan dalam Alquran surah Al-Kautsar ayat 1-2, "Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berqurbanlah."

Hari Raya Qurban ini diperintahkan selama 4 hari, yakni sejak maghrib pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) sampai hari raya 'Id (10 Dzulhijjah), disambung 3 hari tasyrik. Manusia diharuskan melaksanakan haji dan qurban agar ingat bahwa hartanya yang digunakan itu untuk lebih mendekatkan diri padanya, yang dimana umat muslim diberi cobaan dengan mengorbankan hartanya untuk beribadah. Seperti sebuah ujian, umat muslim akan lulus jika ia dengan ikhlas mengunakannya untuk ibadah haji atau mau mengunakannya untuk berqurban  (menyembelih hewan), baik itu berupa sapi, kerbau, maupun kambing. 

Sepatutnya semua orang dapat mengambil hikmah-hikmah di balik hari raya kurban ini. Pimpinan-pimpinan negeri harus menunjukkan sifat ketakwaan, keadilan, dan rasa peduli kepada yang dipimpin yaitu rakyatnya sehingga rakyat memiliki kepercayaan dan kepatuhan kepada pemimpinnya. Ketakwaan yang tinggi pula akan membuat pimpinan-pimpinan negeri tidak akan memanfaatkan wewenang yang dimiliki untuk memperkaya diri sendiri bahkan orang seperti ini akan merasa malu jika kehidupannya lebih mewah daripada rakyat yang diwakilinya. Begitu pula rakyat selaku yang dipimpin, harus taat dan patuh kepada pemimpin serta selalu mendoakan pimpinan agar tetap adil dalam memimpin rakyatnya. 

Hari raya kurban ini mengajarkan kita cara untuk berhubungan baik kepada sang Pencipta (hablumminallah) dan juga cara berbuat baik kepada sesama manusia (hablumminannas). Dalam hubungannya dengan Allah, manusia mempersembahkan setiap ibadahnya khususnya ibadah kurban ini hanya kepada Allah, dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. Dalam hubungannya dengan manusia lain, maka manusia akan senantiasa berada dalam status kehidupan sosial. Ajaran Islam begitu memperhatikan solidaritas sosial dan mengejawantahkan rasa solidaritas tersebut melalui hari raya kurban ini yang begitu kental akan rasa saling berbagi. Kurban adalah salah satu media berbagi selain zakat, infak, dan sedekah untuk mengejawantahkan sikap kepekaan sosial.

Hendaknya hikmah dan pelajaran pada hari raya kurban tidak semata-mata diterapkan hanya dalam satu hari itu saja. Karena sesungguhnya hikmah dan pelajaran di balik hari raya kurban berlaku di sepanjang tahun. Pelajaran-pelajaran yang kemudian akan menghantarkan cinta Allah dan cinta manusia kepangkuan kita ketika kita mempelajari, mengamalkan, dan membagikan hikmah-hikmah dibalik hari raya kurban lalu bersabar di atasnya. 

Pada hari raya ini, umat islam yang mampu akan membeli dan menyerahkan hewan kurban kepada masjid terdekat atau menyetorkan uang atau dana pembelian hewan kurban ke lembaga ZIS nasional untuk dibagikan kepada kaum dhuafa yang membutuhkan. Hal ini menjadi momentum yang baik di mana setiap muslim bisa saling berbagi, saling membantu, dan saling berbagi rezeki, lewat hewan kurban yang dibagikan tersebut.

Sebagaimana firman Allah SWT: Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa) : Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami ; ampunilah kami ; dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (Q.S. Al-Baqarah: 286)

Jika sebelumnya kita merasa kesulitan untuk memiliki ketaqwaan tinggi kepada Allah SWT, seperti sulit meninggalkan larangan-Nya, dan merasa hati gundah gelisah karena sering kali meninggalkan perintah-Nya. Karena itu, pada hari raya Idul Adha memberi keutamaan untuk menghadapi permasalahan tersebut. Sebagaimana Allah SWT. berfirman:  Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.

Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orangorang yang berbuat baik. (Q.S. Al Hajj: 37)

Sebuah harta hanya sebuah pegangan, tapi pegangan hidup tidak hanya berpacu pada harta. Jadi momentum Idul Adha membuat kita dapat merelakan sebagian harta dan menciptakan sebuah harta itu menjadi pahala atau pembentukan sebuah ketakwaan.

Selamat hari raya idul Adha 2021, patuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi. Walaupun sedang dalam ujian menghadapi pandemi Virus Covid-19, tidak menjadi penghalang untuk meninggalkan perintahNya. 


Konten Kreator TikTok Semakin Dihujat Semakin Viral

Semakin Amoral

oleh: Ika Nur Anisah 


Aplikasi tiktok merupakan aplikasi yang rilis pada tahun 2016 dan baru terkenal di tahun 2019. Masa pandemi sekarang membuat aplikasi ini banyak diminati dari berbagai kalangan. Pada mulanya isi dari konten tiktok didominasi oleh konten berjoget. Seiring berputarnya waktu sekarang sudah banyak jenis konten tiktok. Hal yang perlu digaris bawahi di sini adalah terlalu banyak konten yang kurang bermakna dan kurang bermanfaat. Banyak kreator berlomba-lomba membuat konten agar mendapatkan fyp (For Your Page= rekomendasi langsung dari pihak tiktok), sayangnya konten yang dianggap lazim dan sudah biasa jarang mendapat fyp dan sedikit sekali viewer-nya. Sedangkan konten yang tidak pantas mendapatkan viewer yang lebih banyak. Konten yang sudah biasa seperti cara memasak, belajar, tutorial tentang suatu hal akan kalah dengan konten tiktok yang berjoget-joget, konten perselisihan, konten pacaran, konten nikah muda, dan konten tabu lainnya. Hal ini lah yang membuat para konten kreator mulai memutar otaknya dengan melakukan berbagai cara agar viewer dan folower-nya meningkat.

Kalau diperhatikan banyak artis tiktok yang dulunya adalah konten kreator yang dijadikan panutan, tapi lambat laun viewer-nya mulai sedikit, dan follower-nya masih tetap saja. Sehingga satu-satunya jalan adalah membuat sensasi baru dengan melakukan hal anehaneh, dan yang paling cepat adalah konten sindir-sindiran. Alhasil viewer-nya meningkat tetapi dengan jalan hujatan dari netizen, para konten kretor tiktok justru merasa senang jika dihujat. Karena hal itu membuat dirinya lebih viral dan banyak endorse yang akan datang. Banyak artis entertainment yang juga mengikuti cara ini, mereka saling sindir saling hujat lewat konten dengan mengaitkan segala hal sambil berkata kasar. Banyak penonton yang menikmati drama tiktok ini, tanpa mereka sadari mereka telah membuang banyak waktu untuk hal sepele. Tidak cukup sampai di situ, bahkan banyak konten kreator yang mulai menantang kreator lain.  Hal tersebut berhasil menuai hujatan netizen dan nama kreator tersebut menjadi lebih viral. Jika panutannya saja seperti itu bagaiamana dengan followernya? Tentu jawabanya mereka juga meniru apa yang dilakukan panutan, kebnayakan konten kreator tiktok baru akan memulai karir dengan drama menyindir kretor lain atau grub lain, setelah mendapat hujatan netizen seminggu kemudian dia akan membuat video klarifikasi dan permintaan maaf. Setelah itu nama dia menjadi redup lagi, kemudian dia akan mulai dengan konten meresahkan yang lain kemudian klarifikasi lagi, hal ini terus berlanjut sampai sekarang. 

Mirisnya lagi banyak kreator tiktok yang mengubah dirinya agar dihujat netizen sehingga dia akan viral dan terkenal. Banyak kreator laki-laki mengubah dirinya menjadi perempuan lalu berpenampilan culun dan mulai menggoda kreator laki-laki tiktok yang terkenal. Hal itu membuat dia menerima hujatan dari fans kreator laki-laki dan setelahnya dia menjadi viral. Perilaku yang seperti ini juga dilakukan oleh kreator perempuan dengan berdalih mengatakan jika dia adalah laki-laki dengan memakai kerudung, ia mengatakan jika hal itu hanya sebuah penanda ciri khas. Lebih parahnya lagi melihat barisan guru-guru juga mengikuti prinsip ini. Hanya demi sebuah konten dia menggunakan profesinya untuk memviralkan diri. Sebenarnya tidak ada salahnya guru membuat sebuah konten tiktok, yang salah adalah isi konten isi tersebut menyalahi aturan.  

Seorang konten kreator harusnya bisa memberikan konten yang positif, dan bermanfaat bagi follower-nya. Lucunya negeri ini  kreator yang memberi konten positif malah sepi penonton karena dianggap kurang menarik. Sedangkan konten tidak pantas banyak bertebaran menghiasi fyp beranda tiktok. Hal tersebut juga memancing warga luar negeri agar dapat terkenal. Kebanyakan yang sering dijadikan konten antar negara adalah sebuah perselisihan yang tidak ada ujungnya. Seperti konten mengenai hak milik Indonesia dan hak milik Malaysia, beberapa bulan terakhir ini juga dihebohkan dengan konten warga luar negeri yang menganggap warga Asia sebagai kumpulan orang rasisme. Kasus lain yang kerap kali adalah dengan mulai menghujat apa yang ada di Indonesia kemudian mereka menjadi viral dengan hujatan, lebih enehnya lagi banyak konten kreator luar wanita yang melakukannya, biasanya pada awalnya mereka menyanjung Indonesia lambat laun saat viewer mulai sepi mereka mulai mengkritik Indonesia. 

Lebih jauh lagi, perseteruan tiktok yang selalu viral adalah konten konflik antara game Free Fire dengan PUBG dan Mobile legend, KPOPERS dengan Anime Lovers, dan antar artis tiktokers. Anehnya kreator dari konflik tersebut yang paling banyak viral itu adalah wanita, pada awalnya penonton laki-laki mulai menyajung kontennya. Tapi lama-lama mereka mulai sadar jika kreator itu biasa saja lalu muncul kreator tiktok yang lain yang lebih cantik. Sehingga membuat kreator lama meredup dan mulai mengekspos konten yang tidak benar. Lucunya jika kreator wanita ini terlalu viral sampai-sampai banyak lelaki yang menjadikan kontennya sebagai status WhatsApp maka dia akan dihujat oleh semua penonton wanita di Indonesia. Hal itu diatasnamakan ketidakterimaan mereka karena pacarnya membuat postingan mengenai kreator tiktok tersebut. Memang netizan wanita Indonesia terkenal keganasannya, bahkan mereka pernah menghilangkan akun artis tiktok Filipina terkenal bernama Reemar yang dinilai menyaingi perempuan Indonesia. Hal itu terus berlanjut ke artis tiktok perempuan indonesia seolah seperti tradisi yang mendarah daging. 

Konten tiktok sekarang merupakan ajang membuka aib, para kreator dengan berani dan tanpa malu menunjukan hal itu. Bagi mereka siapa yang memiliki aib lebih banyak maka akan semakin viral. Bahkan banyak tren tiktok yang tidak senonoh diikuti oleh kreator tiktok  Indonesia. Tren yang menunjukan jika sudah menikah diumur 14 tahun dan punya anak, tren menggunakan bahasa asing yang memiliki arti tidak patut, tren menunjukkan aib diri atas korban pelecehan, tren membuka leher bagi wanita berhijab ke pacarnya, tren prank yang tabu, dan masih banyak tren tiktok masa kini yang kurang patut.

Bahkan perilaku stalking sudah wajar dibuat konten, mereka menyalahi privasi orang lain dengan memvideo orang tersebut secara diam-diam. Kemudian kreator tersebut mengunggahnya di tiktok dengan dalih tiktok “do your magic-temukan orang ini untukku”, kemudian akan banyak viewer yang mencoba membantu dia. Setelah bertemu dengan orang yang ada di video, para viewer akan berbondong-bondong menjodoh-jodohkan mereka tanpa peduli perasaan dari orang yang ada divideo. Ada beberapa yang saling menerima perasaan, ada juga yang terang-terangan merasa risih, bahkan sampai ada seorang istri yang melabrak konten kreator tiktok karena memvideo suaminya secara diam-diam lalu dijadikan konten. Penonton yang melihat tren ini bukannya mengingatkan penyalahan hak privasi orang lain,  mereka malah semakin mendukung kreator untuk berbuat melewati batas. 

Ada beberapa alasan lain yang membuah rasa malu kreator konten tiktok memudar dan semakin giat membuat konten tabu tanpa malu, karena zaman sekarang ada istilah “kalau enggak good looking enggak dihargai dan “good looking selalu dibela, artinya jika penampilan fisik tidak cantik atau tampan akan dicap buruk bagi netizen walaupun kontennya bagus dan jika kreatornya memiliki konten buruk dan tidak baik karena dia good looking maka akan selalu dibela oleh netizen. Hal ini seperti pepatah orang yang sedang jatuh cinta yaitu “tinja kucing enak rasanya”. 

Zaman sekarang bahakan dunia privasi ditiadakan, semuanya dibuat konten tidak ada privasi dalam kejadian dan kegiatan di rumah. Hal itu dilakukan semata hanya demi mendapat sebuah viewer dan follower dalam jumlah besar. Sebenarnya dalam membuat sebuah konten itu kuncinya konsisten, percuma viral sekali dari jalur hujatan maka hasilnya juga akan redup lagi. Lebih baik membuat konten yang lebih bermanfaat dan bermakna, tetapi hal ini juga tidak bisa dipersalahkan satu pihak saja. Dari pihak viewer juga harus memiliki kesadaran tinggi mengenai konten-konten yang bermanfaat dan tidak bermanfaat serta mendukung konten-konten positif. Istilah baru sekarang bukan lagi mulutmu harimaumu, melainkan jarimu harimauamu. Semakin banyak hujatan bukan lagi membuat kreator down malah menambah sikap amoralnya, tetapi jika banyak dukungan pada konten positif maka orang juga akan mengikuti konten-konten positif tersebut. Sehingga banyak orang yang viral dari konten positif bukan lagi konten negatif.



MENGAPA MEARAGUKAN VAKSIN? AYO KITA BERANGKAT VAKSIN

oleh : Irma Nurul Lutfiah 


Corona yang tak kunjung pulang membuat seluruh makhluk di bumi pontang-panting berlari menjauhinya. Sejauh saya bisa berlari dari corona malah si dia ngenalin kerabatkerabatnya. Pasukannya dibawa semua. Gak habis pikir, corona betah sekali menghantui imun tubuh. Lockdown pun sudah dilakukan yang hampir melumpuhkan roda kehidupan. Bagaima enggak? PHK dimana-mana, perusahaan-perusahaan gulung tikar, aktivitas perekonomian mogok di tengah jalan, sedangkan aktivitas kesehatan diharuskan berjalan tanpa hambatan. Jika tak memiliki pekerjaan bagaiamana mau beli makan? Ga ada asupan gizi dan akhirnya kelaparan, tak mati sekalian? Heiii itu pikiran pendek sekali.

Corona takut ko sama kebersihan, itu yang saya tahu saat awal mula corona menjajaki Indonesia. Dulunya mencuci tangan hanya menyiram tangan dengan air, sejak corona datang setidaknya mencuci tangan dengan sabun hingga berbuih. Berburu masker yang mendadak harganya naik melejit. Bahkan fashion pun juga menciptakan masker-masker yang fashionable buat ootd an biar keren, kemudian foto pasang senyum manis dan muka sinis,  cekrekk upload di laman instagram dan  faceboook. Tapi karena #dirumahaja harus tetap ditaati banyak masyarakat yang mengalihkan aktivitasnya ke dunia maya. Aktivitas di luar rumah sangat dibatasi. Sekolah dengan kegiatan tatap muka ditiadakan, diganti dengan cara daring. Siswa-siswi bersekolah dari rumah. Gedung-gedung sekolah seperti bangunan terbengkalai karena memang tak ada aktivitas di dalamnya. 

Awal tahun 2020 dimana virus ini mulai menyebar di Indonesia, dengan penyebaran yang sangat cepat. Hal ini memaksa dan mengharuskan pemerintah untuk membuat  kebijakan-kebijakan dalam menangani virs ini. Kebijakan awal yang dilakukan adalah dengan memberi perintah kepada kedutaan Indonesia yang ada di China guna memperhatikan WNI yang terisolasi di Wuhan. Yaa virus ini berasal dari Wuhan, China. Sudah tahu kan bagaimana menakutkannya virus ini di Negara tersebut. Banyak sekali manusia yang tumbang karena virus ini. Memaksa pemerinah China membangun dua buah rumah sakit besar hanya dengan waktu yang singkat. 

Pada April 2020 pemerintah memberlakukan PSBB (Pembatasan Besar Berskala Besar) yang merupakan pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (COVID !9) sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran yang lebih luas, yang meliputi wilayah Provinsi DKI Jakarta, Kota Depok, Kota Makassar, Kota Tanggerang Selatan, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Pekanbaru, Kabupaten Tanggerang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi dan Kota Tanggerang. PSBB ini berakhir pada Juni 2020 dengan diberlakukannya normal baru. 

Hingga kini sudah tercatat 2,16 juta kasus dengan 1,87 juta sembuh dan 58.024 meninggal dunia. Angkanya tak main-main. Pemerintah masih terus melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona ini. Pada Juni 2021 pemerintah telah mengupayakan dengan salah satunya program vaksinasi pemerintah menurunkan 14 juta vaksin di tanah air yang akan disebarluaskan di seluruh Indonesia. Ini merupakan vaksin tahap ke-18 dengan jenis vaksin sinovac. Hingga kini pemerintah sudah menerima 118,7 juta dosis vaksin yang terdiri dari 13,2 juta dosis vaksin jadi produksi Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm. 105,5 juta dosis vaksin produksi Sinovac dalam bentuk bahan baku.

Vaksin ini bukanlah vaksin yang akan membuat tubuh kebal terhadap virus corona, akan tetapi membuat tubuh lebih tahan, lebih cepat mengindikasi jika terpapar virus, dan respon jadi lebih cepat melawan virus tersebut. Jadi, meskipun sudah divaksin tetap harus mematuhi protokol kesehatan karena virus corona masih bisa meneyang tubuhmu. Secara umum efek samping yang timbul dari vaksin ini bermacam-maca. Bersifat ringan dan sementara, tidak selalu ada dan bergantung pada kondisi tubuh. Melalui tahapan pengembangan dan pengujian vaksin yang lengkap tipe efek samping berat dapat lebih dulu terdeteksi sehingga dapat dievaluasi lebih lanjut. Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risiko sakit karena terinfeksi bila tidak divaksin.  

Perlindungan yang ketat juga turut serta diterapkan untuk membantu memastikan keamanan semua vaksin COVID-19. Vaksin COVID-19 harus menjalani pengujian yang ketat dalam uji klinis untuk membuktikan bahwa vaksin  COVID-19 memenui tolak ukur yang disetujui secara internasional terkait keamanan dan keefektifannya sebelum menerima persetujuan dari WHO dan badan regulasi nasional. WHO dan pihak yang berwenang akan terus-menerus memantau penggunaan vaksin COVID-19 untuk memastikan bahwa vaksin tetap aman bagi semua yang menerimanya. Uji klinis skala besar merupakan sebuah cara untuk mengetahui keamana dan efektivitas vaksin. Vaksin yang efektiv dapat menurunkan kasus COVID-19 yang ringan, sedang, hingga parah. Setelah divaksin, masih terdapat kemungkinan menularkan infeksi ke orang lain tanpa terjangkit penyakit itu sendiri. Tetap gunakan masker, sering cuci tangan, dan tetap menjaga jarak atau social distancing. 

 Sayangnya banyak sekali masyarakat yang belum menyadari pentingnya vaksin ini. Mereka dihantui ketakutan efek samping dari vaksinasi. Banyak keluhan yang disampaikan oleh yang sudah vaksinasi seperti mengantuk, lapar, mual, sakit kepala bahkan berita dimana ada orang yang sehabis divaksin meninggal. Hal ini terjadi karena saat divaksin kondisi tubuh yang tidak fit, maka hal demikian akan rentan terjadi. Hal ini sangat normal muncl gejalagejala tersebut. Hal ini merupakan pertanda yang baik yang berarti tubuh sedang dalam proses menghasilkan respon imun. Masyarakat kurang berminat untuk melakukan vaksinasi. Bahkan, ada di sebuah daerah di Jawa timur menyelenggarakan kegiatan vaksinasi dengan menyediakan bermacam-macam hadiah. Mulai ayam, kambing, dan hadiah-hadiah lainnya.

Hal ini dilakukan oleh pemerinah setempat guna menggalakkan vaksinasi COVID-19 serta menarik minat masyarakat agar mau mengikuti program vaksin. 

 Apalagi sekarang sudah muncul varian baru dari virus corona yaitu varian delta. Varian ini ditemukan di India pada sekitar desember 2020 yang pertama kalinya.  Varian ini memiliki karakteristik penulaan lebih cepat. Hingga 10 kali lipat dari strain asli. Mutasinya cepat dan dalam sekali mutasi akan menimbulkan strain baru yang lebih cepat menularkan. Bukan hanya itu, yang sebelumnya sia anak-anak lebih kebal terhadap COVID-19, malah varian ini kasusnya meningkat dengan keluhan gejala yang berat. Kondisi semacam ini akan sangat mengkhawatirkan untuk orang yang tidak pernah divaksinasi dan mereka yang memiliki respon kekebalan tubuh yang rendah. Di Indonesia sendiri varian ini sudah menjadi 160 kasus per 20 Juni 2021. Menurut riset yang dilakukan Oxford University yang dipublikasikan dalam jurnal Cell, vaksin AstraZeneca efektif terhadap virus corona varian delta dan kappa. Dari hasil analisis Public Health England (PHE) menunjukkan bahwa vaksin Pfizer dan vaksin AstraZeneca menawarkan perlindungan tinggi lebih dari 90 persen terhadap rawat inap dari virs corona varian delta. Jadi gimana nih, masih ragu-ragu dengan vaksin? Vaksin tidak menakitkan apalagi menakutkan, malah memberi kebermanfaatan. Yok! Berangkat vaksin.  



BAHAYA KECANDUAN: RISIKO PENGGUNAAN GAWAI PADA ANAK-ANAK

oleh: Kafiatul Maria Sinta

 


Mendengar kata gawai siapa yang tidak mengetahuinya? Gawai bukanlah hal asing di zaman modern ini, apalagi sejak wabah Covid-19 melanda pengguna gawai di Indonesia semakin meningkat tidak hanya dikalangan orang dewasa tetapi juga anak-anak. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (KOMINFO) memaparkan Indonesia adalah "raksasa teknologi digital Asia yang sedang tertidur". Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa adalah pasar yang besar. Pengguna gawai Indonesia juga bertumbuh dengan pesat. Tercatat ada 96,4 persen atau 195,3 juta orang Indonesia yang mengakses di internet melalu gawai

 

Melihat fenomena ini, kita tahu bahwa gawai berkontribusi diberbagai aspek kehidupan, gawai memberikan berbagai macam kemudahan bagi manusia. Jika kita lihat dari segi manfaat, gawai memiliki berbagai manfaat krusial diantaranya dalam dunia pendidikan, ekonomi, budaya, dan lainnya. Ibarat kata seperti “dunia dalam genggaman” banyak hal yang bisa kita lakukan melalui gawai, mulai dari membaca buku, memesan makanan, menonton film, melakukan transaksi keuangan, sebagai hiburan, dan masih banyak lagi. Karena itu, hampir semua orang tidak bisa terpisahkan dengan gawai. 

 

Namun waspadalah! Karena jika terlalu sering menggunakan gawai akan mengakibatkan sindrom kecanduan. Sindrom ini dinamakan nomofobia yang berasal dari istilah “no-mobilephone-phobia”. Sebenarnya sindrom ini menyerang banyak orang dari berbagai kalangan usia. Namun, anak-anak lah yang paling banyak terkena sindrom ini, karena anak-anak selalu ingin update dengan hal-hal terbaru. 

 

Anak-anak adalah peniru terbaik, segala sesuatu yang dilakukan oleh orang tuanya tidak luput dari perhatian anak, dalam fase tumbuh kembangnya anak-anak menyukai hal-hal yang berbeda dan menarik. Beberapa orang tua mungkin memberikan gawai untuk membuat anaknya tidak rewel atau sebagai sarana mempelajari hal-hal baru. Namun, dampak dari penggunaan gawai tetap harus diperhatikan. 

 

Pada dasarnya anak-anak usia di bawah 5 tahun belum mahir membaca tapi ketika diberi gawai mereka tetap bisa mengoperasikannya, canggih sekali ya anak-anak zaman sekarang, hehe. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak memiliki daya ingat yang kuat. Saya mengamati di lingkungan sekitar tempat tinggal saya, anak-anak yang kecanduan gawai memiliki sikap yang lebih emosional, dalam lingkup sosial mereka juga cenderung egois dan sulit berbaur dengan teman di lingkungan sekitarnya. Banyak hal yang menjadi penyebab anak kecanduan gawai, diantaranya karena durasi pemakaian gawai yang tidak diatur, kebiasaan orang-orang disekitarnya, kurangnya pengawasan, kesibukan orang tua, dan lain sebagainya. 

 

Banyak orang tua tidak menyadari bahwa anaknya mengalami kecanduan. Berikut ini beberapa tanda kecanduan gawai yang perlu diperhatikan: (1) ketika bangun tidur langsung mencari gawai, (2) merasakan cemas yang berlebihan jika baterai gawai rendah, (3) mengecek gawai 5 menit sekali, (4) tidak bisa melewati hari tanpa gawai, dan (5) selalu menggenggam gawai ketika beraktivitas. Tanda-tanda kecanduan gawai yang lainnya yaitu ditandai dengan perasaan gelisah atau menjadi rewel saat tidak diberi gawai, sulit fokus, hingga muncul beberapa gejala atau masalah kesehatan. Jika beberapa tanda kecanduan ini ada pada anak-anak kita, maka harus berhati-hati dan menggunakan gawai dengan bijak atau seperlunya saja. 

 

Ada sebuah ungkapan yang menyatakan “gawai dapat mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat”, kenyataannya, gawai menyebabkan banyak orang khususnya anak milenial hanya ingin berkomunikasi melalui gawai saja dan enggan bersosialisasi dengan orangorang disekitarnya. Hal ini akan menimbulkan kesenjangan sosial dan hilangnya rasa persatuan jika dibiarkan berlarut-larut. Penyalahgunaan gawai dikalangan anak-anak menjadi permasalahan yang serius, karena jika digunakan secara berlebihan gawai menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan maupun psikis anak. Kabar buruknya, kecanduan gawai pada anak-anak ternyata bisa memberikan dampak pada kesehatan dan bisa memengaruhi pertumbuhannya. Beberapa dampak kesehatan yang bisa muncul pada anak yang mengalami kecanduan gawai. 1) Gangguan pada Mata

Anak-anak yang mengalami kecanduan gawai juga rentan mengalami gangguan pada mata. Hal ini terjadi karena penggunaan gawai yang berlebihan akan membuat mata menjadi kering dan menimbulkan rasa panas, sehingga memicu gangguan seperti mata lelah, mata kering, hingga gangguan penglihatan seperti minus mata bertambah, penglihatan kabur, dll. 

2) Kurang Tidur

Anak-anak perlu mendapat waktu tidur yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan menjaga kesehatan tubuh. Jika waktu tidur yang dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi, maka berbagai macam penyakit mudah menyerang. Kecanduan gawai bisa menyebabkan anak-anak mengalami kurang tidur atau bahkan insomnia. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele, sebab kurang tidur bisa mengganggu aktivitas anak, seperti mengganggu proses belajar di sekolah yang kemudian membuat prestasinya menurun. Hal ini juga membuat perkembangan otak menjadi tidak optimal.  3) Obesitas

Terlalu asyik bermain gawai bisa menyebabkan anak kurang bergerak atau lebih sering duduk dan berbaring. Hal ini akan membuat anak rentan mengalami obesitas alias kelebihan berat badan. Padahal, anak-anak seharusnya aktif bermain bersama temannya di luar rumah.

Obesitas tidak boleh dianggap sepele, sebab kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit jangka panjang, seperti obesitas, stroke usia dini, hingga serangan jantung.

4)      Postur Tubuh Membungkuk

Dampak lainnya yaitu postur tubuh jadi bungkuk, anak yang kecanduan gawai tanpa disadari sering menundukkan leher untuk melihat gawai. Hal ini mengakibatkan beban leher dan tulang belakang jadi bertambah besar karena harus menopang kepala, sehingga leher dan punggung terasa nyeri. Jika dibiarkan terlalu lama, akan berdampak buruk bagi postur tubuh yaitu membungkuk.

5)      Masalah Mental

Selain memberi dampak pada kesehatan fisik, kecanduan gawai juga bisa mengganggu kesehatan mental. Kecanduan gawai memicu efek samping berbahaya seperti meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan, sulit fokus, kepribadian bipolar, psikosis, dan perilaku bermasalah lainnya. Hal ini juga bisa memicu sifat agresif anak. Kecanduan gawai juga bisa membuat anak kesulitan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan meningkatkan risiko perasaan kesepian. 

 

Melihat berbagai dampak negatif yang ditimbulkan, orang tua perlu memberikan batasan agar risiko kecanduan gawai pada anak-anak bisa dihindari. Hal mendasar yang bisa dilakukan adalah memberi contoh yang baik bagi anak, memberi edukasi pada anak tentang pentingnya menghargai orang-orang disekitar, memberi pengertian terkait penggunaan gawai, serta batasi waktu penggunaan gawai. Peran orang tua menjadi penentunya, dengan adanya komunikasi yang cukup antara anak dan orang tua diharapkan dapat menghindari kecanduan gawai pada anak.  Memang sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan yang sudah menjadi rutinitas, namun tidak ada kata terlambat selagi ada kemauan dan tekad yang kuat.

 

 Orang tua memiliki peran penting untuk mengatasi kecanduan gawai pada anak-anak, ada berbagai cara untuk mengatasinya yaitu mengajak anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar, mengajak anak melakukan hal-hal positif di sekitar rumah misalnya menyiram tanaman, membereskan mainan, merapikan tempat tidur, dan sebagainya. Tidak perlu takut tuntutan zaman menghambat perkembangan diri anak. Anak sejatinya akan belajar pada waktunya. Orang tua utamanya membentuk hubungan dan mental anak. Ketika anak sudah bisa dikontrol di rumah, mereka akan bisa lebih siap menghadapi perkembangan zaman. Tidak perlu takut pengaruh kecanduan gawai dari luar.



 KENAPA MINAT KULIAH BERDASARKAN POTENSI LINGKUNGAN ATAU PEKERJAAN ORANG TUA BEGITU RENDAH ?

oleh : Moh.Iksanuddin


Di sekeliling kita ada beberapa orang yang beruntung dan mampu untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, misalkan sarjana S1. Dari jenjang pendidikan tersebut pasti akan ada pilihan mengenai jurusan atau minat yang akan di pelajari dalam jengang pendidikan tersebut, dari pilihan itu akan di jalani hingga akhir jenjang tersebut. Dalam jurusan tersebut akan kita akan memepelajari teori-teori yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Selain itu masalah-masalah yang mungkin dihadapi dan cara untuk menyelesaiakan dari masalah itu. Tujuan dari setiap jurusan yang paling penting adalah mengembangkan apa yang menjadi tupoksi atau bagian dari jurusan tersebut, jika jurusan yang di ambil adalan pendidikan maka tujuan yang paling penting adalah meningkatkan pendidikan dan mencerdaskan lingkungan sekitar dari pendidik, berbeda lagi jika jurusannya peternakan maka tujuan dari jurusan itu adalah bagaimana agar ternaknya cepat tumbuh, cepat berkembang dan yang peling penting lagi adalah keuntungan dari ternak tersebut. Selain itu ada juga jurusan pertanian, dimana pada jurusan ini membahas mengenai teori dalam bertanam, proses penenanaman dan cara mengatasi hama tanaman. Dari bebrapa jurusan tadi mengasilkan poin diantaranya adalah setiap jurusan memiliki tugasnya masing-masing dan perlu untuk dilakukan atau harus ada yang melakukannya, agar sistem ini tetep berjalan dengan normal dan membawa kesejahteraan kepada seluruh masyarakat.

Mulai kapan kita perlu memikirkan pekerjaan apa yang akan kita pilih kedepannya, jadi rencana kita besok perlu kita rancang mulai dari sekarang. Walaupun kita tidak bisa menjamin pekerjaan apa yang akan kita pilih setidaknya itu pernah kita usahakan dengan segala pertimbangan dan baik buruk jika pekerjaan itu kita pilih.

Masyarakat secara umum berfikir bahwasannya orang yang sukses adalah orang yang bekerja menjadi PNS dan Pejabat, sebenarnya pandangan ini kurang begitu sesuai karena pada dasarnya semua pekerjaan adalah baik dan memiliki kekurangan dan kelebihan dari masing-masing pekerjaan tersebut. Jadi jangan pernah merendahkan pekerjaan seseorang dan bersikaplah menghargai karena itu adalah hasil dari belajar.

Mengapa hal ini bisa terjadi ? Disini saya akan mengutarakan berdasarkan sepemahaman saya, menurut saya ada banyak faktor, faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari diri individu tersebut yang memengaruhi kenapa dia memilih kampus, jurusan tersebut untuk dia ambil. Hal ini berkaitan mengenai kemampuan dari individu tersebut, selain itu keinginan juga menjadi alasan kenapa individu tersebut memilihnya. Pilihan mengenai hal itu sudah ia pilih sejak ia memilih kampus yang akan ia masuki dan tentunya berdasarkan pilihan terbaik.

Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar individu tersebut, seperti keluarga, atau bahkan lingkungan tempat tinggal. Faktor inilah yang menurut saya sangat berpengaruh terhadap pilihan kampus, jurusan yang akan ia atau calon mahasiswa ambil. Termasuk jurusan ada juga orang tua yang memaksa anaknya untuk mengambil jurusan berdasarkan keinginannya dan bukan keinginan anaknya. Bahkan pernah ada ucapan seperti ini ”Kamu saya kualiahkan asalkan kamu mengambil jurusan yang Ayah/Ibu mau!”. Hal inilah yang terkadang membuat saya tergeleng-geleng. Walaupun ketika seperti itu keadaanya saya kadang tidak setuju, kenapa orang tua memaksa anaknya untuk mengambil jurusan yang tidak ia minati atau sukai. Tapi lagi-lagi itu terbantahkan dengan kewajiban kita sebagai anak terhadap orang tua. Dari dua faktor diatas mengakibatkan ketidak merataan jurusan dalam setiap tahunnya. Sehingga ada jurusan yang sangat sedikit di pilih oleh mahasiswa da nada juga yang sangat banyak bahkan sampai tidak menerima mahasiswa di jurusa itu alias di tutup karena penuh.

Berdasarkan informasi dari internet, tepatnya dari PINTEK, dari judul Daftar Jurusan Favorit dengan Persaingan Terberat Pada SBMPTN 2020 di bidang Saintek adalah Teknik Informatika, Kedokteran (Pendidikan Dokter), Ilmu Komputer, Teknik Biomedis, Teknik Informasi, Arsitektur, Farmasi, Pendidikan Dokter Gigi, Aktuariadan Ilmu Gizi. Sedangkan di bidang Sosial Humaniora yang paling diminati adalah Ilmu Komunikasi, Ilmu Hubungan Internasional, Manajemen, Psikologi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Akuntansi, Bisnis Digital, dan Sastra Inggris. Dari data di atas membuktikan bahwa tingkat kepedulian terhadap keadaan ligkungan atau mayoritas pekerjaan dari masyarakat Indonesia sangatlah rendah, jurusan pendidikan, peternakan atau perikanan sangat sedikit diminati atau sangat sedikit di ambil. Ada satu lagi jurusan yang sebenarnya sangat berpotensi dan jika dikembangakan akan sangat berpengaruh dengan perkembangan perekonomian bangsa Indonesia, apa itu ? yakni jurusan pertanian. Kenapa itu sangat berpengaruh, bisa kita lihat secara bersama dan seksama bahwa mayoritas pekerjaan dari masyarakat Indonesia adalah petani. Tapi untuk minat dari jurusan ini sangatlah sedikit bahkan hanya segelintir saja, padahal jika ini bisa dikembangkan maka akan dapat menopang seluruh kehidupan atau kebutuhan primer dari masing-masing indivudu. Tapi pandangan umum masyarakat adalah jurusan pertaian adalah jurusan yang tidak bagus, kurang bermartabat, kurang menjanjikan, atau kebanyaka petani berpendapat bahwa jurusan pertanian bisa ditekuni atau di kerjakan diluar kampus, akinat dari ini adalah ketika dari awal sudah tidak pernah digeluti maka akan terjadi yang namanya ketertinggalan yang akan mengakibatkan pada lambatnya kemajuan dan lemahnya perkembangan pertanian di Indonesia. Selain itu faktor lain yang membuat lemah juga adalah banyaknya lahan pertanian yang menjadi perumahan atau alih fungsi dan setiap tahunnya lahan terus menipis. Dari semua analisis ini, maka perlu adanya pembahasan mengenai masalah ini agar masyarakat saat ini bisaa segera tau bahwa apa yang mereka fikirkan dan mereka lakukan berdampak seperti ini.

Mahasiswa khususnya para pemuda juga sangat rendah sekali antusiasnya terhadap pertanian, mereka tidak suka kotor, meraka tidak mau melakukan apa yang orang tua mereka lakukan. Untuk itu mereka tidak mau jika disuruh memilih jurusan pertaian. Mereka lebih ingin mengambil jurusan yang bahkan bukan berdasarka kemampuan atau skill mereka, mereka juga memilih jurusan mayoritas yang menurut mereka memberikan banyak teman dan bisa mendapatkan kesenangan dari jurusan mayoritas tersebut.

Kembali ke simpulnya, dari sini perlu langkah baik dari individu atau lingkungan mengenai potensi pertanian yang jika benar dilakukan akan menjadikan perubahan yang sangat signifikan terhadap perkembangan bangsa Indonesia. Ketika posisi kita saat ini sedang tidak memilih atau berada di jurusan pertanian yang bisa kita lakukan ialah melakukan dan mau bertani, hal ini bisa kita mulai dari berkebun di halaman dengan media dari limbah atau barang-barang yang tidak digunakan tapi masih bisa berubah menjadi media tanaman. Jika setiap rumah bisa mencukupi kebutuhan memasak maka hal ini bisa menimbulkan kesukaan terhadap menanam dan ketika ini bisa berlanjut maka minat generasi muda lama-lama akan meningkat. Peningkatan ini akan membuat siklus ini tidak berkelanjutan dan membawa Indonesia menjadi Negara Maju dan semoga dari sini keadilan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia bisa terwujud. 


PEREMPUAN ”BELAJAR, KARIR ATAU IBU RUMAH

TANGGA”

oleh: Kusnul Fatimah

 

Di dunia ini ada dua jenis manusia yaitu laki-laki dan perempuan. Apa itu laki-laki dan apa itu perempuan. Laki-laki adalah sosok manusia yang memiliki alat kelamin yang disebut penis, memiliki jakun, dan adakalanya ia berkumis, sedangkan sosok manusia yang disebut perempuan adalah manusia yang mempunyai alat kelamin bernama vagina, dapat mengalami menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui. Tubuh laki-laki juga cenderung lebih kuat dan lebih berani dibandingkan perempuan, karena tubuh perempuan lebih kecil sehingga kekuatannya tak sekuat laki-laki. Dari sinilah muncul persepsi bahwa perempuan lemah dan ringkih sehingga perlu dilindungi dan harus berdiri di belakang seseorang yang lebih kuat yakni laki-laki.

Persepsi ini semakin menjalar kemana-mana, hingga sampai pada pembicaraan kodrat seorang perempuan. Masyarakat mencetuskan bahwa kodrat seorang perempuan adalah 3 M yakni memasak, merias, dan melahirkan. Apa sebenarnya makna kodrat dalam konteks kebahasaan kodrat adalah hukum alam, dimana seseorang tidak bisa merubah atau menghindari kodratnya. Lalu apa maksud dari kodrat berdasarkan konteks masyarakat. Kodrat adalah hukum yang di canangkan masyakat, hukum yang ingin dilihat dan direalisasikan oleh masyarakat. Lantas dalam kehidupan di era seperti ini kodrat dalam konteks mana yang direalisasikan ? Tidak dapat dipungkiri kodrat dalam konteks kebahasaan hanya berlaku di permukaan, sedangkan kodrat yang terjadi dimasyarakat umum adalah kodrat dalam konteks masyarakat yaitu 3 M (memasak, merias, dan melahirkan). Perihal kodrat perempuan yang dicanangkan masyarakat menjadi pembicaraan tiada akhir dan menimbulkan banyak pro dan kontra. Mereka yang pro mendukung dan membenarkan hal tersebut, bagi mereka yang kontra tentu saja mereka menolak persepsi tersebut karena mereka mengetahui kodrat sesungguhnya seorang perempuan adalah menstruasi, mengandung, melahirkan, dan menyusui. Namun bagi mereka yang kontra tidak ada hal berarti yang dapat mereka lakukan untuk mengubah bahkan menghapuskan persepsi tersebut karena mereka yang kontra mau tidak mau harus menurut dan merealisasikan persepsi yang telah mendarah daging dimasyarakat.

Dengan adanya penggaungan emansipasi wanita menjadi titik terang bagi wanita yang haknya sempat dibatasi. Tentu hal ini tidak lepas dari perjuangan seorang RA Kartini yang memperjuangkan hak-hak seorang perempuan. RA Kartini merupakan sosok seorang perempuan yang lahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879. Kartini lahir pada era dimana perempuan sangat dibatasi ruang geraknya, bagai burung yang terkurung dalam sangkar. Namun keluarga Kartini cukuplah terbuka dengan dunia luar, Kartini  masih diperbolehkan menikmati dunia luar sampai dengan umur 16 tahun. Kartini gemar berkirim surat dengan sahabat Penanya yakni Estella Zeehandelar. Dari surat-surat tersebut Kartini mencurahkan pemikiran-pemikirannya tentang wanita pribumi. Dari surat-surat yang dikirimkan Kartini mencerminkan berbagai pemikiran yang ia miliki tentang perempuan pribumi. Kartini ingin agar perempuan Indonesia menjadi berani dan mandiri. Dimana ia tidak hanya memperjuangkan kebahagiaannya sendiri melainkan berjuang untuk masyarakat, dan dan berjuang untuk kebahagiaan sesama manusia. Dari pemikiran-pemikiran lahirlah emansipasi wanita dimana perempuan mampu berdikari sesuai keinginannya tanpa terbatas oleh adat yang sebelumnya membelenggu kebebasan wanita.

Walau emansipasi wanita telah bergaung lama, nyatanya tidak semudah menghapus noda pada cermin. Pemikiran-pemikiran tentang perempuan yang memiliki pendidikan tinggi dan bekerja dengan posisi strategis masihlah menjadi momok bagi beberapa masyarakat. Beberapa masyarakat masih beranggapan bahwa ketika perempuan memiliki pendidikan tinggi ataupun bekerja dengan posisi yang strategis akan menjadikan perempuang lengah pada tanggungjawabnya dan lupa akan kodrat seorang perempuan itu sendiri. ”Semakin mandiri seorang perempuan semakin berani ia untuk melawan” seperti itulah menset yang masih mendarah daging pada masyarakat yang telah modern ini.

Pendidikan merupakan kebutuhan setiap orang karena pendidikan merupakan bekal untuk mengarugi kehidupan yang luas nan berliku. Sehingga pendidikan sangatlah penting untuk dimiliki. Negara telah menekankan bahwa masyarakatnya haruslah menjalani jenjang pendidikan seperti yang tertera pada UUD 1945 pasal 31 yang berisi pendidikan adalah hak bagi setiap warga negara tetapi pendidikan dasar merupakan kewajiban yang harus diikuti oleh setiap warga negara dan pemerintah wajib membiayai kegiatan tersebut. Dari pasal tersebut sudah cukup jelas bahwa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam menempuh pendidikan entah pendidikan jenjang SD, SMP, SMA atau bahkan Perguruan Tinggi. Tetapi pada realitanya banyak perempuan yang diminta untuk menghentikan jenjang pendidikannya sampai SMA (Sekolah Menengah Atas) oleh orang tua, mereka tidak boleh melanjutkan pendidikan mereka ke jenjuang Perguruan Tinggi. Kenapa, apa alasannya ? sungguh mencengangkan alasan yang dilontarkan oleh orang tua mereka “perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, karena pada akhirnya kalian hanya akan menikah dan memenuhi kodrat kalian yaitu Mengurus anak dan rumah saja. Jadi tidak ada gunanya bagi seorang perempuan un tuk memiliki pendidikan tinggi sebab hal itu akan sia-sia saja.” Tamparan keras realita. Dimana emansispasi wanita yang digaung-gaungkan dan dibanggakan oleh masyarakat modern ternyata semua itu hanya berlaku dipermukaan dan hanya di terapkan oleh kaum-kaum kalangan atas saja. 

Hal tersebut juga berlaku pada seorang perempuan yang bekerja baik dengan posisi strategis ataupun tidak. Ketika mereka menikah bukan masyarakat yang menuntut mereka lagi melainkan pasangannya sendiri. Kebanyakan pasangan akan meminta istrinya untuk fokus mengurus rumah dan anak saja, suamilah yang akan mencari nafkah. Padahal bekerja bukanlah halangan bagi perempuan untuk melaksanakan tugas-tugasnya sebagai seorang istri. Perempuan mampu melakukan itu semua sekaligus tanpa perlu mengorbankan salah satunya. Pasangan yang diharap dapat mendukung pasangannya ketika berada pada posisi yang sulit tapi malah terkadang mematahkan harap, asa yang telah dibumbug tinggi. 

Perempuan selalu saja diposisikan untuk memilih salah satu dari berbagai pilihan yang ada, bagaikan sebuah hal yang tabu ketika perempuan mampu melakukannya sekaligus. Pertanyaan itu sekali lagi muncul “mengapa perempuan selalu diposisikan untuk memilih ?”. Tidak pernah terlontar pertanyaan yang mengharuskan seorang laki-laki untuk memilih salah satu diantara berbagai pilihan yang ada. “Hanya perempuan dan untuk perempuan sajakah pertanyaan itu mencuat ?.” Apakah suatu hal yang mustahil bagi seorang perempuan untuk melakukan dua pekerjaan. Perempuan dan laki-laki hanya dibedakan pada bentuk fisiknya saja selebihnya sama. Perempuan dapat melakukan pekerjaan laki-laki dan laki-laki bisa mengerjakan pekerjaan perempuan bukankah begitu harusnya. Saling mendukung dan melengkapi satu induvidu dengan yang lain

Tidak dapat dipungkiri perjalanan realisasi emansipasi wanita yang kerap di suarakan oleh masyarakat modern tidaklah selamanya mulus dan sesuai dengan yang diharapkan apalagi di masyarakat yang beragam adat dan bermacam perspektif ini. Perbedaan jenis kelamin ternyata bisa membelenggu gerak hidup seorang insan di negara beribu pulau ini. Bukan perihal norma, kebudayaan, kepercayaan, dan ekonomi saja yang membatasi gerak seseorang, melainkan jenis kelamin.  


Mendidik Pacar Hingga Menikah
oleh: Mery Irmawati 

Generasi milenial pasti tidak asing dengan kata pacar, sebuah hubungan yang disepakati antara kedua belah pihakdisepakati antara kedua belah pihak yaitu antara pihak laki-laki dan pihak perempuan. Namun dengan seiring perkembangan zaman kini pacar atau beerpacaran hanya untuk eksis dimedia sosial tau dengan kata lain hanya untuk pansos saja. Memang tidak semua kalangan anak muda lihai dalam hal berpacaran ada juga yang malu-malu kucing dan bahkan ada juga yang begitu percaya diri memamerkan hubungan mereka.

Dalam sudut  pandangan orang tua berpacaran memiliki arti yang  yang sangat luas, ada pihak orang tua yang mendidik anaknya dengan ketat alias tidak boleh berpacaran sebelum usia mereka bisa dikatakan pas dan ada pula dari pihak orang tua yang santai saja saat melihat anaknya berpacaran atau menjalin hubungan dengan seorang laki-laki namun tetap dalam aturan atau norma yang berlaku dalam keluarga bahkan dalam lingkungan masing-masing. Namun tidak bisa dipungkiri dari pihak orang tua pasti selalu memiliki pikiran was-was atau kawatir akan nasib anak yang menjalin hubungan atau berpacaran, apalagi orang tua yang memiliki anak perempuan. Pasti tingkat kekawatiran orang tua sedikit tinggi. 

 Seperti yang dapat kita lihat bawasanya berpacaran pada tahun ini menjadi tren tersendiri hal ini dikarenakan banyaknya dunia maya yang memamerkan gambar, vidio, isuisu bahkan gosip mengenai sebuah hubungan yaitu BERPACARAN. Dengan demikian masyarakat yang mengonsumsi dunia maya terutama anak-anak dan remaja yang sangat tertarik dengan hal tersebut. Apalagi anak yang dengan leluasa memaki gawai mereka untuk mengakses dunia maya. Selain dunia maya sekarang banyak tayangan televisi yang  memamerkan sebuah film yang asik ditonton bertema pacaran, hal inilah yang menjadi tonggak terbesar dimana hal berpacaran menjadi umum dan tidak diragukan lagi.

 Namun tidak semua anak-anak dan remaja yang melazimkan berpacaran menjadi hal yang umum, ada pula dari mereka yang memiliki pola pikir yang tidak sama dan ada pula dari pihak orang tua yang tidak begitu respek akan dunia maya dan menjadikan mereka acuh tak acuh pada hal tersebut yang akan menjadi jalan luas pada anak yang menjalin hubungan berapacaran tersebut. Semua akan kembali pada pola pikir dan pada diri anak dan remaja itu sendiri. Dimana kita harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang kurang baik.

Essay ini bertujuan untuk membentuk suatu hal dan pola pikir yang baru, dengan cara yang sangat efisien yaitu mengubah pola pikir tentang berpacaran yang hanya berisi hal-hal negatif menjadi hal yang baru dan bisa dikatakan positif yaitu dengan cara berpacaran sehat atau mendidik pacar kita. Namun essay ini saya tujukan hanya untuk remaja atau anak yang sudah memiliki usia yang cukup untuk menjalin sebuah hubungan berpacaran tersebut. Namun tidak  bisa dipungkiri jika anak-anak yang sudah terlanjur menjalin hubungan atau berpacaran tanpa sepengetahuan orang tua bahkan orang tua yang acuh tak acuh.

Essay ini dapat dibaca oleh siapa pun namun kita harus tetap miliki pola pikir yang baik akan hal yang kurang baik atau dengan kata lain berfikir positif. Bagaimana berpacaran yang sehat itu ? Nah hal ini dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan mulai detik ini juga yaitu dengan cara mendidik pacar kita. Dalam hal apa yang perlu kita didik? Pasti banyak terlintas pertanyaan seperti itu. Okey langsung saja hal-hal yang perlu kita didik pada pasangan atau pacar kita yaitu mengenai hal etitud, etitud sangat jarang sekali dipakai pada saat berpacaran hal ini dapat dibuktikan dengan adanya fakta mengenai hamil diluar nikah.

Dengan demikian maka etitud menjadi didikan yang paling utama, karena etitud akan menunjukkan kepribadian pasangan kita  mengenai sifat nyata yang dimiliki pasangan kita. Dengan didikan etitud pula kita mampu melihat apakah kita cocok dengan pasangan kita kali ini dan kita pun dapat memutuskan menjalin hubungan hingga kejenjang yang lebih lanjut atau tidak. Selain etitud didikan selanjutnya yaitu hati nurani, lalu bagaimana cara kita mendidik pasangan mengenai hati nurani? Pasti akan timbul pemikiran sedemikian rupa. Nah cara mendidik pasangan mengenai hati nurani yaitu dengan cara berempati, ajak saja pasangan kalian mengenal hal-hal yang tidak lazim bahkan bisa dikatakan tidak berharap terjadi pada hubungan kalian lalu lihat respon apa yang timbul atau dilakukan pada pasangan kalian. Dengan respon itulah maka kalian akan mengetahui seberapa empati pasangan kalian dengan hal-hal tersebut. Hal ini dapat ditarik kesimpulan bawasanya pasangan kalian memiliki tingkat empati yang rendah atau tinggi dan ubah pola pikir kalian bagaimana jika hal tersebut terjadi pada kalian apakah pasangan kalian memiliki merespon dengan empati yang telah kalian simpulkan tersebut.

Selanjutnya kita masuk pada didikan yang baru yaitu pada didikan pengertian, lalu bagaimana cara mendidik pasangan kita pada tarraf pengertian. Disini pengertian memiliki arti yang sangat luas namun pada kali ini kita akan mengulas pasa satu pandangan yaitu penngertian mengenai hubungan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengajak pasangan kalian pulang atau mengenalkan pada orang tua kalian, nah... seberaapa pengertian pasangan kalian akan kondisi atau kehidupan pada keluarga kalian. Nah pada taraf pengertian ini maka pasangan kalian akan mengulas seberapa respon pengertianya akan lingkungan keluarga kalian, namun jika kalian masih ragu untuk membawa pasangan kalian pulang karena alasan yang cukup besar maka kalian bisa melakukan cara lain yaitu denga mengajak pasangan kalian pada organisasi atau mengajak pasangan kalian nongkrong dengan teman kalian yang memiliki karakteristik yang beragam. Nah dengan cara ini maka pasangan kalian akan menunjukkan seberapa penegertian akan kondisi yang sedanng kalian alami tidak bisa dipungkiri jika pasangan kalian memiliki respon yang kurang baik maka kalian harus dapat mengolah pola pikir kalian menjadi pikiran yang positif dengan alasan yang cukup kuat atau menyimpulkan bawasanya pasangan kalian kurang mampu memiliki pengertian dengan hal yang baru atau kondisi yang baru.

Selanjutnya kita masuk pada didikan mengenai pengaturan waktu, nah didikan kali ini cukup menarik untuk diulas karena kebanyakan dari mereka yang menjalin hubungan kurang mampu mengatur waktu yang baik. Bahkan waktu untuk kencan atau hanya sekedar makan bersama itu pun akan sulit dilakukan, tetapi ada pula dari sudut lain mengenai pengaturan waktu yang bisa dikatan boros yaitu sangat sering bertemu ! hal ini yang perlu dihindari saat berpacaran karena dengan sering bertemu kita akan mendapat kesimpulan dari orang-orang yang kurang tau akan hidup kita atau dengan kata lain gosip.

Lalu bagai mana cara didikan waktu yang tepat itu? Yaitu dengan cara mengatur jadwal dalam pertemuan bahkan menghitung berapa kali waktu bertemu untuk sekedar makan atau berkencan. Apalagi kalian yang sudah remaja dan menuju dewasa untuk menjalin hungan yang pasti yaitu ke jenjang pernikahan maka didikan waktu ini sangat diperlukan karena kalian akan mengetahui seberapa banyak waktu pasangan kalian untuk kalian.

Nah dari ulasan beberapa didikan diatas dapat kalian lakukan pada pasangan kalian kusunya untuk kalian yang telah menjalin hubungan cukup lama dan menuju jenjang pernikahan dan untuk kalian yang telah berpacaran maka didik pacar kalian mulai detik ini agar kalian dapat mengetahui seberapa konsisten pasangan kalian hingga menuju jenjang pernikahan. 


  

           

“BERANTAS KORUPSI DI NEGARA KITA”

oleh : Miftahul Arifin

Pasti kalian disini sudah banyak yang tahu soal permasalahan yang ada di negara kita, salah satunya adalah tindakan korupsi yang di lakukan aparatur negara. Suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan dan kemajuannya dalam melaksanakan pembangunan. Pembangunan sebagai suatu proses perubahan yang direncanakan mencakup semua aspek kehidupan masyarakat. Indonesia merupakan salah satu negara terkaya di Asia, dapat kita lihat dari keanekaragaman sumber daya alamnya dibandingkan dengan negara lain di Asia, awalnya merupakan sebuah negara yang kaya, disisi lain juga tergolong sebagai negara yang miskin. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kualitas sumber daya manusianya. Kualitas tersebut bukan hanya dari segi pengetahuan atau intelektualnya, tetapi juga menyangkut kualitas moral dan kepribadiannya. Rapuhnya moral dan rendahnya tingkat kejujuran dari aparatur penyelenggara negara menyebabkan terjadinya korupsi. Korupsi yang terjadi di Indonesia sekarang ini sudah menjadi patologi sosial (penyakit sosial) yang sangat berbahaya dan mengancam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

Korupsi di indonesia sudah menjadi masalah yang sangat kronis, hal ini dimulai sejak manusia meulai mengenal kehidupan dan terus mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Upaya yang sudah dilakukan untuk memerangi korupsi, tetapi masih memerlukan upaya yang luar biasa untuk meminimalkan kejahatan korupsi saat inidan masa yang akan datang. Berbagai upaya perombakan telah dilakukan untuk memberantas korupsi, namun tidak dapat dipungkiri bahwa praktik korupsi masih saja terjadi.

Apakah kalian tahu seberapa banyak kasus korupsi yang sudah terungkap. Jumlah  kasus korupsi  di Indonesia dari tahun ketahun semakin meningkat. Kasus korupsi yang telah diputuskan oleh Mahkamah Agung (MA) dari 2014-2015 sebanyak 803 kasus. Jumlah ini meningkat jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan  Corrupion Perception Index (CPI) yang dikeluarkan oleh Transparansi Internasional(TI), skor Indonesia naik 2 poin dari peringkat 19  pada tahun 2015. 

Mungkin ini yang menjadi penyebab korupsi di negara yang sangat kita cintai ini, dimulai dari sistem penyelenggaraan negara yang keliru, sebagai negara yang berkembang pemerintah seharusnya memprioritaskan pembangunan di bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan pada setiap negara berkembang memiliki keterbatasan jumlah sumber daya manusia, uang, manajemen dan teknologi. Kemudian hal yang sering dikeluhkan oleh para PNS yakni, kompensasi pns yang rendah . Karena gaji yang rendah, banyak anggota PNS yang melakukan korupsi. Rendahnya gaji yang diimbangi dengan pola hidup yang konsumtif, mengakibatkan gaji yang meraka terima masih terasa kurang, yang kemudian berakibat pada tindakan korupsi. Disis lain yang menjadi masalah adalah dari pejabat itu sendiri, yaitu pejabat yang serakah karena memiliki pola hidup yang konsumtif, keinginan dalam diri sendiri untuk berdiri sendiri secara instan, kemudian sikap serakah dimana pejabat menyalahgunakan wewenang dan jabatannya. Kemudian masih banyak juga penegakan hukum yang tidak berjalan, hampir di semua lini kehidupan, baik di lembaga pemerintahan maupun di lembaga sosial karena segala sesuatu yang diukur dengan uang. Menurut pandangan saya yang saya ketahui dan yang bikin saya sangat kesal adalah hukuman yang ringan terhadap para koruptor, dapat kita lihat para koruptor mendapat hukuman yang sangat ringan, didalamm penjara para koruptor jiga dilengkapi dengan fasilitas-fasilita yang sang memadai, seperti layaknya hotel bintang 5, menurut pandangan saya hal ini tidak menimbulkan efek jera bagi mereka yang melakukan korupsi, bahkan tidak menimbulkan rasa takut dalam masyarakat.

Sebenarnya kebijakan nasional dalam upaya pemberantasan korupsi sudah ada tapi disisi lain masih maraknya korupsi di indonesia yang disinyalir berasal dari semua bidang dan sektor pembangunan, apalagi setelah ditetapkannya pelaksanaan otonomi daerah berdasarkan UndangUndang Nomor 32 tahun 2004,  korupsi terjadi bukan hanya pada tingkat pusat tetapi juga pada tingkat daerah dan bahkan menembus ke tingkat pemerintahan yang paling kecil di daerah. Pemerintah Indonesia sebenarnya tidak tinggal diam sih... ha..haa...ha.. upaya yang dilakukan pemerintah melalui berbagai kebijakan berupa peraturan perundang-undangan dari yang tertinggi yaitu Undang-Undang Dasar 1945 sampai dengan Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, upaya pencegahan praktik korupsi juga dilakukan di lingkungan eksekutif atau penyelenggara negara, dimana masing-masing instansi memiliki Internal Control Unit (unit pengawas dan pengendali dalam instansi) yang berupa inspektorat.

Sebenarnya pemerintah sudah mencari Solusi untuk memberantas Korupsi di Indonesia tapi saya rasa tidak berjalan, haa..ha..haaa... kita sebagai generasi muda yang memiliki kompetensi, cerdas, terampil, tangguh, dan berdaya saing tinggi dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pembangunan negara, mengusulkan beberapa solusi yang mungkin ini dapat membantu para pemerintah dalam mencari solusi.

Solusi yang pertama yakni, dengan Memasukkan Pendidikan Anti Korupsi di Sekolah / Perguruan Tinggi . Melaui pendidikan anti korupsi, para siswa sejak awal sudah mengetahui tentang seluk beluk praktik korupsi sekaligus konsekuensi yang akan diterima oleh para pelaku. Mendidik para siswa dari usia dini tentang akhlak atau moral yang sesuai dengan ajaran-ajaran sosial keagamaan dan membantu mewujudkan seluruh cita-cita warga negara Indonesia dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan baik demi masa depan yang lebih baik dan beradab. Solusi yang kedua yakni dengan membagun supermasi hukum yang kuat. Hukum adalah pilar keadilan, ketika hukum tak mampu lagi menjamin keadilan, maka runtuhlah kepercayaan publik pada institusi ini. Ketidakjelasan kinerja para pelaku hukum akan memberi ruang pada tipikor untuk berkembang dengan bebas. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya membangun supremasi hukum yang kuat.

Solusi yang ketiga yakni, menghapus remisi bagi para koruptor . Setiap peringatan hari kemerdekaan republik Indonesia pasti para koruptor mendapatkan remisi tahanan, sehingga banyak kalangan yang merasa kecewa terhadap kejadian ini. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa remisi bagi kasus korupsi akan memicu semangat mereka untuk memberantas tindak pidana korupsi di negeri ini. Jika hal ini dibiarkan terjadi, tidak menutup kemungkinan tindak pidana korupsi akan terjadi terus-menerus pada anak cucu kita, karena hukum yang seharusnya membuat para pelaku tidak berjalan sesuai dengan potensinya. Seharusnya hukuman yang didapat para koruptor itu diganjar dengan hukuman yang seberatberatnya, seperti hukuan mati atau hukuman yang pantas untuk didapat.

Korupsi merupakan suatu tindakan kejahatan yang diri sendiri yang sangat merugikan negara. Penyebab korupsi adalah kesalahan pengajaran etika, Rendahnya pendidikan, kemiskinan, tidak adanya hukuman yang keras, rendahnya sumber daya manusia, serta struktur ekonomi yang sangat konsumtif. Korupsi merupakan musuh kita bersama dan untuk memberantasnya tentunya yang sangat dibutuhkan oleh para penegak hukum yang berwenang, dengan undang-undang dengan seluruh, dan seluruh lapisan masyarakat. Generasi muda sebagai sumber daya manusia adalah kunci dari keberhasilan pembangunan bangsa. Generasi muda yang diharapkan dalam pembangunan ini penting sebagai generasi penerus bangsa dalam mengisi pembangunan untuk mendukung terwujudnya cita-cita bangsa Indonesia. Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang. Jayalah negriku, jayalah bangsaku.


Astono Mulyo Nama Asli Makam Bung Karno

(Ir. Soekarno Presiden RI Pertama)

oleh : Hafid Arbiraya

 


 Ir. Soekarno adalah presiden Republik Indonesia pertama. Beliau lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan ayahnya R. Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai Sarimben dengan nama kecil Koesno. Ir. Soekarno dua bersaudara dengan kakaknya Soekarmini yang lahir tiga tahun sebelum Soekarno lahir.

 Ayah Ir. Soekarno adalah seorang guru pemerintah Kolonial Belanda. Ia di angkat sebagai guru pada bulan Agustus 1898 di Surabaya. Pekerjaanya sebagai guru menuntut Raden Soekemi berpindah-pindah tempat tugas. Pada tanggal 28 Desember 1901 Raden Soekemi menerima keputusan untuk di pindah tugas ke kecamatan Ploso di Jombang sebagai Mantri Guru. Selanjutnya pada tanggal 23 November 1907 ia menerima keputusan dari Kementerian Pendidikan Kolonial Belanda di Batavia untuk di pindah tugaskan ke Sidoarjo.

 Pada tanggal 22 Januari 1909 Raden Soekemi menerima keputusan lagi untuk di pindah tugas ke Mojokerto. Selanjutnya di pindah tugas lagi di Blitar Pada tanggal 2 Februari 1915 menurut keputusan dari Batavia untuk menjadi Mantri Guru di Normaalschool.

 Pada saat di Blitar inilah Raden Soekemi membeli rumah untuk di jadikan tempat tinggal, rumah ini di kenal dengan nama Istana Gebang yang bangunan utama luasnya sekitar 400 meter. Bangunan yang berdiri di areal seluas 1700 meter persegi inilah yang dulu sempat menjadi rumah masa kecil Ir. Soekarno. Istana Gebang terletak di jalan Sultan Agung, Blitar.

Hingga semasa muda saat Soekarno sekolah di HBS Surabaya ia selalu pulang ke orang tuanya di Blitar untuk mengambil keperluan biaya sekolah dan pemondokan setiap bulannya maupun saat-saat liburan sekolah Ir. Soekarno senan tiasa berada di Blitar.

Saat menjadi presidenpun Soekarno masih kerap berkunjung ke rumahnya di Blitar karena ibunya Idayu Nyoman Rai Sarimben masih tinggal di rumah tersebut sejak ayah Soekarno Raden Soekemi wafat di

Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta karena jatuh dan mengalami sakit keras sampai meninggal pada tanggal 18 Mei 1945 dan di makamkan di pemakaman Karet hingga wafat ibundanya pada tanggal 13 September 1958. 

 Sampai pada tanggal 21 Juni 1970 Soekarno wafat dan di semayamkan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta. Tanggal 22 Juni 1970 Jenazah Soekarno di terbangkan dari bandara Halim Perdana Kusuma menuju bandara Abdul Rahman Saleh Malang yang selanjutnya di bawa memakai mobil jenazah Rumah Sakit Angkatan Darat Soepraoen Malang untuk di makamkan di Blitar yang kelak kemudian hari di pugar dan di resmikam menjadi Makam Bung Karno pada tanggal 21 Juni 1979 dengan memindahkan kerangka-kerangka para pahlawan kemerdekaan Blitar yang ada di sekelilingnya ke Taman

Makam Pahlawan “Raden Widjaja” yang telah di persiapkan keberadaanya di awal tahun 1970 sebelum Soekarno wafat. 

Areal makam Ir. Soekarno di desain dengan arsitektur khas Jawa yaitu bangunan joglo yang merupakan rumah tradisional masyarakat Jawa. Cungkup dari rumah joglo tersebut bagian atap terbuat dari tembaga berbentuk sirip ikan bersusun tiga sebagai simbol perjalanan hidup manusia melalui alam purwo (dalam kandungan), alam madyo (kehidupan), dan alam wasono (alam setelah meninggal). Bagian ujung atap berbentuk lancip sebagai simbol kepercayaan kepada sang pencipta. Atap ini di topang empat tiang balok berukuran satu meter.

Pusara Bung Karno di apit pusara mendiang ayahnya Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibundanya

Ida Ayu Nyoman Rai. Di bagian kepala pusara Bung Karno terdapat batu pualam hitam yang bertuliskan “Di sini di makamkan Bung Karno, Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.”

Sejak 2004 telah di tambahkan bangunan baru yang menjadi satu kompleks dengan makam Bung Karno yaitu Perpustakaan dan Museum Bung Karno. Di dalam musium makam Bung Karno terdapat sebuah lukisan Ir. Soekarno yang berada tepat di pintu masuk. Selain lukisan, di dalam musium makam Bung Karno juga terdapat baju jaman dahulu yang di pakai oleh Ir. Soekarno, juga ada uang yang di gunakan pada jaman dahulu.

Selain benda-benda tersebut di musium makam Bung Karno juga terdapat foto-foto bapak Ir. Soekarno dari ia masih kanak-kanak sampai ia menjadi kakek. Bung karno di juluki sebagai “1000 wajah”, karena ia memiliki wajah yang berbeda saat ia masih kecil hingga sudah tua.

Menurut penuturan dari Bapak Kafi selaku juru kunci Makam Bung Karno, dulu area tanah makam adalah Taman Makam Pahlawan bernama Taman Bahagia yang menjadi naungan dari Yayasan Karang Mulyo. Tetapi Yayasan Karang Mulyo melepas Taman Bahagia dan di berikan yang beralih menjadi asset pemerintah untuk melakukan pembangunan pada makam presiden pertama Republik Indonesia ini.

 Untuk menghargai Yayasan Karang Mulyo pemerintah memberi nama Astono Mulyo pada makam presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno. Tetapi berselang waktu nama Astono Mulyo mulai pudar. Nama asli Astono Mulyo kalah tenar dengan nama Makam Bung Karno yang sampai saat ini lekat menjadi nama makam presiden pertama Republik Indonesia. 

Banyak dari para peziaroh makam yang tidak mengetahui nama asli dari makam Ir. Soekarno. Bahkan banyak dari kalangan warga sekitar area makam yang tidak mengetahui nama asli dari makam Ir. Soekarno. Terlebih lagi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar yang menjadi pengelola dari objek Makam Ir. Soekarno menyebut makam Astono Mulyo dengan nama Makam Bung Karno.

 Dari pengelola sendiri seharusnya bisa lebih mempopulerkan nama Astono Mulyo menjadi nama dari Makam Ir. Soekarno. Pentingnya sejarah yang membuat nama Astono Mulyo saat ini harus lebih di populerkan.

 Tidak seharusnya nama asli dari makam Ir. Soekarno mulai di lupakan bahkan hamper hilang, karena nama Astono Mulyo adalah termasuk sejarah dari berdirinya makam Ir. Soekarno. Apakah kelalaian, lupa atau memang tidak mau peduli sehingga Makam Astono Mulyo bisa berganti nama dan kalah tenar dengan nama Makam Bung Karno. Hilangnya pengetahuan masyarakat tentang nama asli Makam Astono Mulyo bisa saja suatu saat menjadi cikal bakal hilangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya sejarah dari makam presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno. 



 

Covid Betah Tinggak Di Bumi

oleh : Sania Nur Hidayati


Satu tahun belakangan ini duniadigemparkan oleh munculnya virus baru yaitu virus Covid (Corona). Virus dengan gejala yang paling umum terjadi yaitu demam, batuk kering, kelelahan, dan juga rasa tidak nyaman dan nyeri, nyeri tenggorokan, diare, mata merah (konjungtivitis), sakit kepala, hilangnya indera perasa atau penciuman, ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki, kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri dada atau rasa tertekan pada dada, hilangnya kemampuan berbicara atau bergerak. Virus yang telah menjadi perbincangan di dunia. Negara yang pertama kali melaporkan virus tersebut adalah Wuhan, China. Dimana virus pertama kali bermula di Negara tersebut lalu menyebar hingga keseluruh penjuru dunia. Betapa mengerikannya karena pada saat pertama kali  munculnya virus tersebut mampu membuat masyarakat dunia ketakutan, cemas, khawatir, karena virus tersebut dapat mematikan dalam kurun waktu 14 hari. 

Fenomena pagebluk yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya akan menjadi separah ini. Seluruh Negara berupaya mencegah virus tersebut agar tidak menyebar luas di negaranya. Berbagaikan kebijakan-kebijakan barupun dikeluarkan seperti memaksa masyarakat untuk merubah gaya hidup menjadi lebih sehat, melakukan lockdown dalam jangka waktu yang ditentukan, seluruh aktifitas banyak yang dihentikan, akibatnya aktifitas masyarakat terganggu, hingga ekonomi duniapun mampu dilumpuhkan oleh virus ini, keadaan ekonomi di duniapun menurun, dan aktifitas-aktifitas yang melibatkan perkumpulan di hentikan sementara termasuk aktifitas pendidikan. Masyarakat semakin resah karena di samping bertambahnya angka yang positif Covid, juga banyak masyarakat yang mulai kehilanan pekerjaan, sehingga muncullah kasus baru yaitu kelaparan, masyarakat mengalami krisis yang luar biasa akibat dampak Covid secara ekonomi.

Di Indonesia virus covid ini masuk pada awal Maret 2020, pemerintah pengumumkan untuk pertama kalinya ada dua kasus pasien positif Covid di Indonesia lalu menyebar di seluruh Indonesia, awal mula kasus Covid ini muncul di Indonesia harga masker dan handsinitizer melonjak tinggi. Masyarakat  menggunakan kasus tersebut untuk mencari pundi-pundi rupiah. Tak hanya itu, karena masyarakat Indonesia yang ketakutan akan penyebaran Covid yang mematikan, masyarakatpun berbondong-bondong untuk membeli masker dan hansinitizer, akibatnya stok masker di toko-toko  banyak yang kosong, hansinitizer kosong, sabun antiseptik kosong. Hingga pada akhirnya pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk memberi hukuman bagi siapa saja yang menjual masker dan hansinitizer dengan harga tinggi yang tak wajar dipasaran, semenjak saat itu stok masker dan sanitizer dipasaran mulai normal, harganyapun juga normal sewajarnya. 

Satu tahun lebih telah berlalu, kasus Covid tak kunjung usai, kasus Covid semakin lama semakin melunjak tinggi, termasuk di Indonesia, seperti telah menyatu ke dalam kehidupan sehari-hari. Masuk dan tinggal di sela-sela kehidupan manusia. Masyarakat harus mampu  beradaptasi di tengah-tengah kasus Covid ini , seperti seleksi alam dengan keadaan. Hingga pada akhirnya aktifitas telah kembali normal kembali, dengan aturan-aturan baru seperti memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Perlahan ekonomi pun mulai membaik mesti belum sempurna. Virus Covid memang belum menghilang dalam kehidupan manusia, namun manusia telah mampu membagi dunianya untuk hidup bersebelahan dengan virus Covid. Kasus Covid di Indonesia memang setiap hari masih bertambah, angka kematianpun juga bertambah, bahkan virus covid banyak yang bermutasi dengan memunculkan gejala-gejala baru, bahkan ada yang mengalami positif Covid manun tanpa gejala, Virus yang menyerang system kekebalan atau anti body manusia ini memang sangat  ganas, namun jika virus ini menyerang kepada seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik maka orang tersebut bisa sembuh dari Covid,  namun  jika virus ini menyerang orang yang memiliki sistem kekebalan tibuh yang antibodynya lemah maka bisa berakibat fatal seperti kritis hingga meninggal. 

Karena munculkan kasus Covid yang tak kunjung usai ini para ilmuwan dan juga dokter-dokter berusaha mencari dan menciptakan obat maupun vaksin yang dapat menangkal dan mematikan virus Covid ini. Berbagai macam percobaan telah dilakukan sehingga muncullah vaksin Covid yang telah diresmikan dan diakui legal lalu diproduksi dalam jumlah banyak untuk disebarkan keseluruh perjuru dunia  untuk mengantisipasi penyebaran Covid lebih lanjut. Dengan munculnya vaksin Covid ini pemerintah khususnya Indonesia membeli dalam jumlah yang banyak lalu disebarkan kepada seluruh masyarakat dan golongan sebagai upaya untuk melawan virus yang tak kunjung usai ini.

Program vaksinasi Covid di Indonesia ini mulai dilakukan oleh kalangan pemerintah, yang dilakukan pada tanggal 13 Januari 2021 di Istana Negara Jakarta. Orang yang pertama kali disuntik vaksin buatan Sinovac adalah Bapak Presiden

Joko Widodo, dan juga sejumlah pejabat, tokoh agama, organisasi profesi serta perwakilan masyarakat turut mengikuti vaksinasi. Kemudian setelah itu vaksin disebarkan untuk kalangan tenaga kesehatan dan tenaga penunjang kesehatan, setelah tenaga kesehatan mendapat vaksin kemudian golongan selanjutnya adalah masyarakat. Vaksin Covid untuk masyarakat umum ini mulai dibuka pada bulan Juli 2021. Vaksinasi tersebut terbuka untuk 33 provinsi di Indonesia. Vaksinasi Covid untuk masyarakat umum tersebut bisa diikuti di fasilitas kesehatan yang membuka layanan vaksinasi dengan syarat berusia delapan belas tahun ke atas dan menunjukkan KTP. 

 Banyak sekali kalangan masyarakat umum yang merasa takut, cemas, gelisah dan ragu untuk melakukan vaksin di layanan kesehatan di daerah setempatnya, hal ini disebabkan karena masyarakat takut akan efek samping dari vaksin Covid yang di anggap mengerikan, sehingga menjadi momok untuk tidak melakukan vaksin tersebut. Evek samping dari vaksin diantaranya lengan sakit, demam, kelelahan, sakit kepala, mual, nyeri otot, kelenjar getah bening bengkak, ada juga beberapa orang yang mengalami seperti reaksi elergi, gumpalan darah langka, miokarditis, gejala yang dialami setiap orang memang berbeda-beda, gejala yang ditimbulkan bergantung kepada kekebalan tubuh dan imun dari masingmasing orang. Banyak sekali beredar kabar di masyarakat orang yang meninggal setelah mendapatkan suntik vaksin, tak hanya satu orang, tetapi ada puluhan orang yang mengalaminya, sehingga masyarakat merasa  takut dan paranoid untuk melakukan vaksin. Padahal hal tersebut terjadi karena orang yang meninggal usai menerima vaksin Covid baik Sinovac maupun Astrazeneca hampir semua memiliki diagnosis penyakit penyerta.  Padahal untuk bisa mendapatkan vaksin Covid salah satu persyaratannya adalah tidak boleh memiliki riwayat penyakit. Hal tersebut perlu diperhatikan dengan teliti karena bisa berakibat fatal. 

 Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, baik lockdown, pembatasan sosial berskala besar, karantina, larangan mudik, dan vaksin, harapannya agar virus Covid ini bisa hilang dari Indonesia. Dan juga hal tersebut dapat terwujud karena kerjasama masyarakat dan juga pemerintah, seperti mematuhi protocol kesehatan, cuci tangan, memakai masker, dan juga jaga jarak. Semoga kasus Covid ini segera hilang dari Indonesia dan seluruh dunia.


GENOSE RP 40.000,- VS ANTIGEN RP 900.000,-

oleh: Waljana Binti Basar

 

Lonjakan kasusu Covid di tanah AIR menyeret pengguna genoe atau gadjah mada electric nose ovid-19 alias alat deteksi covid menggunaka napas uatan dalam negri. Penggunaan genose di sarana trnportasi publik yang ramai dinilai tidak valid sebab genose belm terbuki ilmiah sebagai alat deteksi virus covid? 

Media sosial pun ramai dengan pro dan kontra pengguna gense. Terutama sebab gense dinilai tial bisa menjadi rujuka penapsan awal covid. Padahal penggunaan gense digemari oleh masyarakat karena harga yang terjangkau dan juga masyarakat tidak harus dicolok hidungnya seperti tes pcr atau antigen. Klaim pengembang gense itu keakuratannya tinggii di atas 80 persen dan itu bagus sekali, sehingga wajar apabila genose dibeikan izin edar oleh kmentrin kesehatan.

GeNoSe C19  merupakan alat buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mendeteksi virus corona melalui hembusaan napas. Alat ini telah mendapat izin edar dari Kementrian RI AKD 2040102283. Tarif GeNoSe sebesar RP 40.000,-, tarif tersebut jauh lebih murah dibandingkan dengan swab antgen. Antigen sendiri merupakan  tes yang dilakukan dengan metode swab atau usap untuk mengambil sampel dari skresi hidung dan tenggorokan. Penggunaan GeNose untuk mendeteksi penyakit COVID-19 melalui embusan napas telah dijadikan salah satu alternatif skrining kesehatan pada berbagai moda transportasi umum selama pandemi COVID-19.

GeNose C19 mampu mengidentifikasi virus Corona dengan cara mendeteksi senyawa organik yang mudah menguap atau volatile organic compound (VOC). VOC diketahui dapat terbentuk karena adanya infeksi virus Corona dan keluar bersama embusan napas. Penelitian menunjukkan bahwa para penderita COVID-19 menghasilkan VOC yang lebih tinggi daripada orang yang tidak terkena infeksi virus Corona. Pada tes GeNose, orang yang diperiksa akan diminta mengembuskan napas ke sebuah alat berbentuk tabung, kemudian alat sensor dalam tabung tersebut akan mendeteksi VOC dalam napas yang diembuskan. GeNose

membutuhkan waktu sekitar 2−3 menit untuk mendeteksi ada tidaknya VOC yang bisa menandakan COVID-19. Satu unit alat GeNose diperkirakan mampu melakukan sekitar 120 kali pemeriksaan per harinya.

GeNose C19 telah melalui uji profiling pada 600 sampel di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 Bambanglipuro, Yogyakarta, dan menunjukkan tingkat akurasi hingga 97%.Dari hasil uji coba tersebut, tes GeNose C19 dinilai bisa menjadi alternatif untuk mendeteksi infeksi virus Corona. Meski begitu, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan tingkat akurasi dan efektivitas GeNose dalam mendeteksi virus Corona secara spesifik. Pasalnya, VOC yang dideteksi dalam tes GeNose C19 juga bisa terdapat pada embusan napas penderita penyakit pernapasan lainnya, seperti asma, kanker paru-paru, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Oleh karena itu, mendiagnosis penyakit COVID-19 sebenarnya tidak cukup mengandalkan tes GeNose C19. Sampai saat ini, hasil tes PCR dan pemeriksaan dari dokterlah yang masih menjadi standar untuk mendiagnosa COVID-19, sementara pemeriksaan lainnya hanya digunakan untuk skrining.

Sebagai salah satu alat skrining, GeNose C19 yang ditemukan oleh para ahli dari UGM ini diharapkan dapat membantu mendeteksi penderita COVID-19 yang tidak bergejala, sehingga tingkat penyebaran COVID-19 bisa lebih terkontrol. Namun, apa pun hasil tes GeNose C19, semua orang harus tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-

19.

Pendeteksi virus corona ini bekerja melalui embusan napas. Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan terdapat dalam GeNose mengambil data dari embusan napas manusia. GeNose C19 bekerja dengan mendeteksi pola senyawa VoC atau Volatile Organic Compound dalam embusan napas manusia. Pola VoC orang sakit dan orang sehat akan berbeda. Alat yang dilengkapi dengan 10 sensor utama ini, mampu mengukur perbedaan kadar VoC itu secara lebih sensitif.

Sebelumnya beberapa pihak merencanaka pemakaian genose sebagai salah satu syarat perjalanan diusulkann utuk dihapus. Salah satu alasannya karena dianggap tidak akurat dalam mendeteksi virus Covid-19. Hal tersebut patut untuk dipertayakan, sebab jika genose tidak akurat , seharusnya lonjakan kasus Covid-19 sudah terjadi 2-3 bulan lalu, tapi faktaya bulan maret dan april justru kasus Covid Indonesia pada titik terendah. Padahal genose murupakan alat uji yang paling murah, akan tetapi bukan murahan. Terbukti dari diizinkannya beredar genose yang dikeluarkan oleh kemenkes (KEMENKES RI AKD 204010228830). 

YLKI khawatir akurasi hasil tes Genose yang rendah karena bisa menghasilkan negatf yang pals. Dia menegaska faktor harga seharusnya bukan pertimbngan utama. Sebab, hal ini terkait denan keselmatadan eamanan seseorang. Oleh karena itu Tulus mengusulkan tes covid menggunaka antigen. Oknum tersebut berusaha mengkambig hitamkan Genose tanpa data dan hanyaa menduga saja. Hanya dapat dari “katanya” atau “infoya, tanpa pegang data yang valid atau juga dari kelompok yang mempunyai kepentikan politik maupun kepentingan bisnis. Berdasarkan data jika genose menjadi penyebab maka seharusnya lonjakan Covid sudah terjadi setelah Genose dipergunakan sekitar bulan maret atau april 2021 bukan bulan juni. Tidak adil jika genose dituduh sebagai biang keladi lonjakan kasus Covid baru-baru ini.

Meningkatnya Covid-19 bukan disebabkan oleh genose, akan tetapi karena rendahnya kedisiplinan rakyat, lemahnya kontrol aparat serta kurangnya upaya pencegahan yang diakukan egara, misalnya pembagin masker dan tain gratis di masyarakat. Aroma perrsaingan bisnis antara genose dan antige pun tercium, hal ini isa saja terjadi walapupun konspirasi konfik itu sulit dibuktikan.

Jika genose ditiadaakan yang paling merasa terpukul adalah rakyat kecil, karena sejatinya rakyat kecil lah yang tetap harus beraktivits mencari nafkah meskipun dalam masa pandemi seperti sekarang ini. Genose dengan harga yang terjangkau ini menjadi bukti bahwa negara itu hadir untuk semua rakyat, tanpa ada pembedaan antara orang kaya dan orang miskin. Penghentian genose hanya membuat kesehatan hanya untuk orang kaya saja yang mampu membayar mahal hanya untuk tes saja.

Jika sampai usulan penghapuan genose ini  disetujui oleh pemerintah, maka yang akan sangat rugi adalah masyarakat yang berada di bawah. Karena penghapusan genose ini sama dengan mematikan ekonomi masyarakat kalangan bawah.dan jika saampai genose di hapus maka secara tomatis biaya untuk menempuh sebuah perjalanan akan kian mahaal, karena harus swab antigen. Selain itu perekonomian dibidang transportasi pun akan sang menurun, karena banyaknya penumpang transportasi umum adalah masyarkat kalangan bawah.

Padahal kehadiran genose itu membawa dua sisi positf  yakni bisa dijangkau oleh beragam kalangan dan disisi lain memantu negara indonesia untuk melakukan identifikasi untuk mereka yang terkena covid-9 dengan cepaat dan murah.  

Sebaiknya genose tidak hanya diunakan di bandara atau stasiun saja. Akan tetapi jug digunaka di bandra atau stasiun saja. Tapi juga digunaka di termina, pasar, mal, kelurahan, dan berbagai tempat umum. Sehngga akses masyarakat untuk meakukan deteksi dini terhda covid semakin terbuka dengan harga terangau.


Menjadi Dewasa Bukan Soal Usia

oleh : Ika Septi Nurul Arini


Menjadi dewasa merupakan hal yang pasti dilalui oleh semua orang. Seseorang dikatakan telah dewasa itu bukan berdasarkan umur atau sifat yang dimilikinya, akan tetapi memiliki pola pikir yang matang. Pola pikir tersebut didapatkan berdasarkan seberapa banyak pengalaman yang sudah dilalui. Kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ujian hidup serta permasalahan yang hadir dalam hidup seseorang sangat memngaruhi sifat kedewasaan seseorang. Ketika seseorang dihadapkan pada sebuah masalah yang menuntutnya untuk mengambil sikap dan keputusan yang dapat membantunya menyelesaikan masalah tersebut. Jika ia memilih untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan kepala dingin dan keputusan yang dipikirkan sebelumnya, hal itu juga akan memengaruhi dan merubah kepribadiannya. Sedangkan jika ia  memilih untuk tidak lari meninggalkannya atau seolah tak terjadi apa-apa hal itu justru akan menjadikannya stress dan terpuruk dengan masalah yang ia alami.

Pada masa sekarang sedang gencar-gencarnya istilah insecure atau perasaan cemas, tidak mampu, dan kurang percaya diri yang membuat seseorang merasa tidak aman dengan kehidupannya.  Perasaan insecure merupaka perasaan yang normal terjadi pada peralihan usia remaja menuju usia dewasa. Masa peralihan tersebut merupakan masa di mana seseorang mulai mencari jati diri atau memikirkan tentang  masa depan apa yang akan dia inginkan. Masa peralihan tersebut dinamakan quarter life crisis.

quarter life crisis

Quarter life crisis atau krisis seperempat abad adalah periode saat seseorang berusia 18-30 tahun yang merasa tidak memiliki arah, khawatir, bingung, dan galau akan ketidakpastian kehidupannya di masa mendatang. Tidak hanya itu, orang yang mengalami fase quarter life crisis kerap memeprtanyakan eksistensinys sebagai seorang manusia. Bahkan ada juga orang yang mempunyai pemikiran bahwa dirinya itu tidak berguna dan tidak memiliki tujuan hidup yang pasti.

Quarter life crisis terjadi ketika masa peralihan awal atau mulai munculnya masalah dalam hidup seseorang untuk pertama kalinya. Penyebab terjadinya quarter life crisis diantaranya:

1) Mengalami masalah pekerjaan atau financial

Dalam sircle pekerjaan yang pertama kali dilalui, seseorang belajar untuk memahami serta menghargai jenis kepala yang berbeda baik dari segi pemikiran maupun kepribadian. Tiap hari seorang karyawan menghabiskan waktunya sekitar 8 jam untuk bekerja. Percaya atau tidak, dalam dunia kerja sejumlah masalah akan muncul dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Karena, ketika seseorang membiarkannya akan timbul masalah-masalah baru yang muncul yang justru akan membuat stress dan terjerembab dalam masalah tersebut. Masalah-masalah yang muncul dalam dunia kerja seperti halnya kewalahan dalam menangani pekrjaan yang semakin menumpuk, hasil kerja tidak sesuai ekspektasi, konflik dengan rekan kerja, dan lain sebagainya.

(2) Merencanakan karir dan masa depan

Semakin bertambahnya usia, semakin banyak pula beban yang musti ditanggung dalam pundaknya. Hal itu menjadi alasan sseorang untuk dapat memiliki karir dan masa depan yang sukses. Kesuksesan merupakan sebuah kebanggan tersendiri bagi seseorang, apalagi dapat mengangkat derajat orang tua serta menjadi anak yang membanggakan. Namun, dalam merencanakan karir tersebut perlu adanya bimbingan dari orang  yang berpengalaman atau jika di sekolah dinamakan bimbingan konseling. Bimbingan karir banyak dikesampingkan oleh pihak sekolah dengan alasan tidak adanya jam regular bimbingan konseling dan tidak optimalnya layanan yang diterima siswa.

(3) Menjalani hidup mandiri untuk pertama kalinya

Dalam fase kehidupan ada waktu di mana seseorang harus memutuskan untuk hidup mandiri dan jauh dari orang tua. Pertama kalinya mengurus kebutuhan diri sendiri yang akan membuat stress bagaimana mengatur waktu serta pemasukan sebaik mungkin. Entah masih sekolah, kuliah, atau sudah memiliki pekerjaan, masalah yang dihadapi tidak jauh berbeda ketika seseorang harus hidup sendiri, masak sendiri, cuci baju sendiri, dan lain sebagainya. Adakalnya dalam kesendirian muncul pikiran overthinking ketika menjalani kesibukan setiap hari dengan kegiatan yang diulang-ulang hingga membuat bosan dan merasa muak dengan hidup. Apalagi tidak mempunyai seseorang untuk dijadikan tempat berkeluh kesah, karena semua temanmu pun memiliki masalahnya sendiri-sendiri.

(4) Mengalami putus cinta setelah menjalani suatu hubungan yang lama,

Putus cinta merupakan hal yang lumrah terjadi di kalangan anak muda. Namun, jika jatuh cinta itu terjadi untuk yang pertama kalinya; pertama kali merasa dicintai dan mencintai, pertama kali memiliki seseorang yang dapat dijadikan sandaran ketika sedih ataupun senang. Kehidupan percintaan pun tak semulus yang terlihat di drama korea. Permasalahan bisa saja muncul, sebab perbedaan pemikiran, memikirkan masa depan namun memperdebatkan keyakinan, perasaan cemburu yang menyulut pertengkaran, atau perasaan bosan yang menyebabkan salah satu dari mereka menginginkan orang baru sebagai pengalihan perhatian yang berujung kata putus dengan tanpa penyelesaian. Kata orang, cinta pertama merupakan kenangan yang sulit dilupakan dan paling membekas di ingatan. Gagal moveon dan berakhir dengan mental break down menjadikan seseorang tak memerdulikan tentang dirinya sendiri apalagi masa depan apa yang akan dia lalui. Orang lain hanya bisa mengasihani memberikan motivasi tapi, yang menjalani dan menyelesaikan luka diri ya hanya diri sendiri. Jadi, jangan jatuh cinta terlalu dalam pada seseorang yang tak pasti dimiliki, kalau belum siap patah hati itu bisa dinamakan bunuh diri.

(5) Melihat teman sebaya yang sudah mencapai suatu pencapaian seperti impian dan kesuksesan

Sukses merupakan mimpi yang pasti diinginkan terjadi oleh kebanyakan orang. Belajar dengan giat, melakukan semua pekerjaan dengan sebaik-baiknya dengan harapan dapat menghasilkan hal yang berguna dan memuaskan. Tapi seperti halnya roda yang berputar, ada kalanya hidup merasa semuanya berjalan lancar seperti yang diinginkan, ada saatnya pula akan merasakan berada di bawah dengan datangnya berbagai macam permasalahan. Ketika melihat kesuskesan orang lain yang lebih dari diri sendiri pasti ada perasaan iri dengan pertanyaan ‘kenapa?’ penuh di kepala. Apa selama ini usaha yang dilakukan kurang, apa berdoa dan sedekah yang dilakukan tak menghasilkan, serta banyak pertanyaan lain yang dilayangkan.

Carrol Bryant, seorang penulis buku, berkata “Growing old is mandatory but growing up is optional” yang berarti menjadi tua adalah pasti, tapi menjadi dewasa itu pilihan. Jadi,  dewasa itu bukan memang bukan hal yang mudah. Menjadi dewasa adalah belajar banyak hal, memutuskan sesuatu bukan berdasarkan perasaan, mengambil sisi positif dari banyak kejadian yang dapat dijadikan pengalaman. Pengalaman pun tidak melulu tentang pekerjaan serta pengetahuan, tapi tentang saling menghargai perbedaan dan memberikan kesempatan orang lain untuk menyatakan pikiran.

Jadilah dewasa karena pola pikirmu yang menerima. Kamu tak bisa terus mengandalkan uluran tangan orang lain untuk berdiri. Tak bisa menyenderkan kepala pada mereka yang seolah selalu ada sebab terbiasa. Meskipun manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri, nyatanya yang bertanggungjawab atas diri sendiri tetap diri sendiri, bukan orang tua apalagi sahabat setia. Saat dunia terasa membosankan jangan menyalahkan orang lain apalagi Tuhan, jalani apa yang ada di depan. Tetaplah berusaha yang terbaik, tak perlu membanding-bandingkan bagaimana diri ini di mata orang lain. Jika belum tergambarkan bagaimana masa depan, lakukan apa saja yang di depan selagi masih bisa dilakukan. Takdir membutuhkan usahamu tapi tak bisa membelakangimu. 

PERAN TEKNOLOGI DI MASA PANDEMI

oleh : Rikandari Kurniawati


Pada akhir tahun 2019, dunia sedang dilanda pandemi covid-19 hingga detik ini. Tak terkecuali Indonesia. Pandemi covid-19 masuk ke Negara Indonesia pada bulan maret 2020. Tak terhitung banyaknya pasien covid-19. Hal ini membuat masyarakat panik dengan adanya virus ini. Virus covid-19 dapat menyerang sistem pernapasan, virus ini sangat berbahaya bagi manusia dan dapat menimbulkan kematian. Sudah ada beribu-ribu orang yang meninggal akibat virus yang mematikan ini.

Apakah kalian tau apa itu pandemi covid-19 ?

Covid-19 adalah virus yang berbahaya yang dapat menular cepat hanya dengan bersentuhan atau melalui hamparan udara. Maka dari itu, dengan kemunculan virus covid-19, aktivitas masyarakat menjadi terhenti. Karena, pemerintah memberikan kebijakan pada masyarakat Indonesia. Mereka diharuskan selalu menjaga imun tubuh, menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer, dan menghindari kerumunan, guna meminimalisir penularan virus covid-19. Pemerintah juga memberikan kebijakan agar masyarakat Indonesia selalu di rumah saja, agar terhindar dari kerumunan. Dan membuat perekonomian masyarakat menjadi turun drastis. Misalnya, para pedagang harus kehilangan konsumen dan harus gulung tikar, karena adanya kebijakan pemerintah yang harus lockdown atau harus di rumah saja. Bahkan, pekerjaan lain pun harus terhenti seperti, guru, pekerja kantor, siswa dan mahasiswa, dan lain-lain.

Apakah masyarakat begitu saja menyerah mencari pendapatan di tengah pandemi covid-19 dan perekonomian yang menurun sangat drastis ? tentunya tidak. Jika masyarakat hanya berdiam diri tanpa aktivitas, mana mungkin mereka bisa mencari makan untuk keluarga ?

Di masa pandemi covid-19 seperti ini, peran teknologi sangatlah penting. Teknologi adalah alat atau mesin yang diciptakan manusia untuk membantu manusia dalam mengerjakan berbagai hal supaya lebih mudah dan efisien. Dengan adanya teknologi, semua dapat dijangkau secara online. Masyarakat dapat mengakses melalui gawai untuk mencari pendapatan. Misalnya, mereka bisa menjual dagangannya atau onlineshop melalui teknologi internet atau marketplace. Karena, dengan berjualan online lebih memudahkan penjual dan pembeli. Pembeli lebih mudah membeli secara online tanpa harus mendatangi toko, dan pembeli tinggal menunggu barang dating melalui kurir. Dengan berjualan secara online, juga bisa meningkatkan keuntungan bagi penjual. Karena, jangkauan pasar sangat luas, mayoritas masyarakat juga sudah memiliki akun media sosial untuk melihat postingan-postingan atau barang yang dijual dan penjual dapat mempromosikan melalui media sosial seperti FB, IG, WhatsApp, atau aplikasi seperti Shopee, lazada, tokopedia, Jd.id, dan lain sebagainya. Selain untuk berjualan pakaian, accessories, masyarakat juga bisa menjual makanan melalui grabfood.

Selain berjualan secara online, teknologi di masa pandemi covid-19 ini, juga sangat berpengaruh terhadap orang yang berkerja kantoran. Misalnya, guru, dosen, dan pegawai bank. Aktivitas mereka juga berubah total, akibat dari pandemi covid-19. Dan mereka tidak bisa lagi pergi ke kantor untuk bekerja. Tetapi, dengan adanya teknologi mereka masih bisa bekerja. Pekerja kantoran dapat mengerjakan pekerjaannya hanya dari rumah saja melalui aplikasi yang sudah tersedia.

Pemerintah juga memaksa percepatan di sektor pendidikan. Pembelajaran daring memaksa orang tua dan anak-anak harus akrab dengan internet. Guru dan dosen bisa mengajar melalui aplikasi. Tak terkecuali siswa dan mahasiswa. Mereka dapat melakukan aktivitas belajarnya melalui daring (dalam jaringan). Meskipun ini ada dampak negatifnya, tetapi juga ada dampak positifnya bagi siswa dan mahasiswa. Jika biasanya mereka melakukan aktivitas belajar secara tatap muka bersama guru sekarang mereka bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi, yakni mereka bisa belajar bersama guru melalui aplikasi di gawai atau laptop masing-masing siswa dan mahasiswa. Misalnya, menggunakan aplikasi ruang guru, classroom, google meet, zoom, e-learning, youtube, edmodo dan lain-lain. Meskipun terkadang akses internet di pedalaman tidak dapat mengakses secara mudah dan harus mencari tempat yang mudah untuk dijangkau internet untuk pembelajaran daring (dalam jaringan).

Dunia pendidikan harus melek teknologi. Dan tentunya ada kendala baik dari guru dan siswa. Bagi guru, ia harus mempersiapkan materi pembelajaran dengan mendesain materi dan evaluasi dengan memanfaatkan teknologi tersebut dengan cara guru membuat video pembelajaran agar siswa memahaminya lebih gampang dan seperti pembelajaran tatap muka. Bagi orang tua, mereka harus menyediakan fasilitas untuk anak-anaknya mengikuti pembelajaran daring seperti gawai, laptop, atau komputer. Tetapi, pembelajaran daring ini juga menghambat pertumbuhan siswa dan pastinya siswa merasa bosan bukan ? karena setiap hari harus berkelut dengan gawai dan laptop. Dan tidak bisa bermain dengan teman-temannya. Juga membosankan harus dianjurkan di rumah saja. Tidak bisa merefresh pikiran.

Tentunya kalian pasti merindukan berwisata ke tempat wisata favorit kalian ? dengan adanya pandemi covid-19 ini, pasti kalian tidak bisa ke mana-mana. Karena, pemerintah menganjurkan harus di rumah saja dan semua wisata harus ditutup guna menghindari kerumunan dan meminimalisir penularan covid-19. Tetapi, kalian jangan khawatir. Kalian bisa berkumpul dengan keluarga inti dengan cara mendirikan tenda atau camping di area rumah dengan menghiasi tenda sesuai selera agar terlihat berbeda. Masih kurang bahagia ? Masih ada solusinya dong. Dengan kalian menginap di hotel dengan nuansa yang unik agar terlihat berbeda. Atau jika di rumah saja, kalian bisa masak memasak dengan keluarga. Atau kalian bisa mendirikan bioskop untuk bisa nonton bersama keluarga.

Masih kurag bahagia ? Kalian bisa loh untuk liburan secara virtual. Jika ke tempat wisata takut akan penularan covid-19. Sekarang sudah banyak loh para operator pariwisata yang memberikan pelayanan baru dengan menghadirkan tour wisata virtual. Caranya, kalian tinggal cari informasi di internet atau media sosial mengenai liburan virtual ini, kalian langsung registrasi, kemudian nyalakan laptop atau gawai kalian, aktifkan zoom, kemudian kalian bisa langsung menikmati liburan virtual. Jika kalian ingin wisata virtual pantai, gunung, atau yang lain, kalian bisa menghubungi operator pariwisata tersebut. Jangan khawatir, pastinya ada yang gratis dong. Dijamin liburan kalian pasti menyenangkan, meskipun tidak mendatangi langsung tempat wisatanya dan hanya melalui virtual saja.

Bahkan, di masa pandemi covid-19 ini masyrakat juga bisa konsultasi kesehatan dengan dokter secara online melalui aplikasi. Dengan begitu, masyarakat bisa memahami edukasi dari dokter terkait kesehatan. Masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi seperti ini, jika masyarakat abai dengan protokol kesehatan, akan membahayakan masyarakat itu sendiri. Pasalnya, pandemi covid-19 ini sangat berbahaya bagi kesehatan.

Tentunya, di masa pandemi covid-19 seperti ini, teknologi sangat bermanfaat bagi masyarakat bukan ? Teknologi tidak hanya digunakan sebagai komunikasi saja. Tetapi, sekarang proses belajar mengajar menjadi lebih mudah dan fleksibel, serta berpengaruh dengan keadaan ekonomi masyarakat dengan cara berjualan online.

Pastinya, dengan teknologi yang berganti tahun semakin berkembang, baik dari segi pembuat dan penggunanya. Dengan adanya teknologi yang lebih modern, tentunya masyarakat akan lebih mudah untuk mengakses apapun di internet. Teknologi sangat memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Semoga dengan adanya teknologi, menjadi langkah awal untuk memperbaiki mutu pendidikan dengan teknologi yang lebih modern.

  

DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA

oleh: Ana Maratus Sholihah



Coronavirus Disease 2019 atau yang sering disebut Covid-19  merupakan virus yang tersebar di seluruh negara-negara 2 tahun terakhir ini, termasuk negara Indonesia. Virus covid-19 berawal di Wuhan China diawal tahun 2019. Di Indonesia dinyatakan virus covid-19 masuk pada bulan maret tahun 2019. Dengan populasi masyarakat Indonesia yang tergolong banyak, virus covid-19 mudah sekali menyebar di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Virus covid-19 telah menjadi perbincangan yang tiada habisnya dalam surat kabar, berita televisi, berita radio, dan segala macam sosial media yang ada.

Virus covid-19 telah membawa banyak dampak buruk terhadap segala aktivitas, baik aktivitas sebuah negara maupun aktivitas masyarakat itu sendiri. Adapun dampak dari covid-19 yang sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia adalah dampak ekonomi. perekonomian merupakan suatu hal pokok dalam suatu kehidupan, melemahnya perekonomian suatu negara mempengaruhi perkembangan dari suatu negara tersebut.

Terhambatnya aktivitas perekonomian secara otomatis membuat pelaku usaha melakukan efisiensi untuk menekan kerugian, Akibatnya, banyak pekerja yang dirumahkan atau bahkan diberhentikan (PHK). Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) per 7 April 2020, akibat pandemi Covid-19, tercatat sebanyak 39.977 perusahaan di sektor formal yang memilih merumahkan, dan melakukan PHK terhadap pekerjanya. Total ada 1.010.579 orang pekerja yang terkena dampak ini. Rinciannya, 873.090 pekerja dari 17.224 perusahaan dirumahkan, sedangkan 137.489 pekerja di-PHK dari 22.753 perusahaan. Sementara itu, jumlah perusahaan dan tenaga kerja terdampak di sektor informal adalah sebanyak 34.453 perusahaan dan 189.452 orang pekerja. Namun, dalam catatan kebijakannya, tim riset SMERU menyebut bahwa angka ini belum menggambarkan tingkat pengangguran secara keseluruhan karena belum memasukkan pengangguran dari sektor informal dan angkatan kerja baru yang masih menganggur.

Perekonomian masyarakat Indonesia ketika adanya covid-19 sungguh sangat memprihatinkan. Banyak karyawan yang di PHK dari pekerjaannya, banyak pedagang yang kehilangan pelanggannya, banyak perusahaan yang berhenti beroperasi, dan masih banyak lagi. Pekerjaan yang biasa dilakukan diluar rumah saat itu harus dikerjakan lewat rumah. Masyarakat dihimbau untuk tetap dirumah saja, melakukan berbagai aktivitas dirumah termasuk bekerja via online. Sedangkan beberapa masyarakat yang memiliki pekerjaan tertentu, tidak dapat melakukan aktivitas kerjanya didalam rumah. Misalkan seorang driver ojek, pedang keliling dan masih banyak lagi. Mereka tidak bisa mengerjakan pekerjaan jika tidak keluar dari rumah untuk keliling menjemput rezeki.

Banyak masyarakat yang harus kehilangan pekerjaannya dalam masa pandemi ini, salah satu contohnya yaitu seorang karyawan yang harus dipulangkan atau di PHK dikarenakan berbagai alasan seperti perusahaan mengalami penurunan dalam bisnisnya, perusahaan untuk sementara waktu diberhetikan operasinya, dan bahkan perusahaan yang sudah tidak beroperasi lagi alias bangkrut. Karyawan pun tidak dapat protes dengan hal tersebut, karena para karyawan tahu dan paham dengan keadaan yang saat ini sedang dihadapi oleh perusahaan yang ditempatinya itu.

Selain itu para pedagang juga merasa resah, dikarenakan omsetnya semakin menurun dari waktu kewaktu. Barang ketika sebelum pandemi yang seharusnya terjual dalam waktu 1 bulan , ketika masa pandemi barang terjual selama 3 bulan. Hal tersebut dikarenakan masyarakat yang mulai mengurangi kebiasaan konsumtif mereka yang biasa mereka lakukan disebabkan keuangan yang mulai menurun.

Para tenaga kerja di luar negripun juga beberapa di pulangkan dan tidak boleh sama sekali pulang sampai pandemi covid-19 sudah hilang. Para tenaga kerja luar negeri yang di pulangkan menjadi kehilangan pekerjaan, mereka tidak bisa kembali ke tempat asal mereka bekerja dikarenakan lock down. Orang dari luar tidak bisa masuk maupun keluar dari tempat mereka. Para tenaga kerja luar negeri hanya mengandalkan sisa uang tabungan mereka untuk kehidupannya sementara. Mereka hendak mencari pekerjaan di Indonesia pun juga kesulitan. Selain dikarenakan pandemi, rata-rata mereka tidak memiliki keahlian tertentu yang bisa dilakukan.

Seiring berjalannya waktu masyarakat mulai beradaptasi dengan keadaan, negara mulai memperbolehkan masyarakatnya untuk keluar dari rumah beraktivitas seperti biasa namun tetap menggunakan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, seperti memakai masker, sering mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan. Pemerintah setempat juga menyediakan tempat - tempat untuk mencuci tangan di wilayah yang rawan orang berkerumun seperti pasar, tempat ibadah, di kantor-kantor pemerintahan dan masih banyak lagi.

Masyarakat yang berprofesi menjadi driver ojek juga menggunakan protokol kesehatan dengan cara kreatif, yaitu tetap menggunakan masker, membawa handsanitizer digunakan ketika penumpang hendak naik ojek dan sesudah naik ojek, tidak bersentuhan antara driver dan penumpang dengan cara memberi sekat seperti papan yang dipakai oleh driver ojek dibelakang punggungnya. Hal tersebut juga merupakan upaya mereka untuk tetap mencari nafkah tetapi tetap menjalankan protokol kesehatan sebagaimana mestinya.

Selain itu masyarakat mulai beralih profesi yang sebelumnya jualan barang secara langsung ketika sebelum pandemi, ketika pandemi saat ini berjualan secara online. Barang sekecil apapun nilainya mereka jual secara online. Mereka menggunakan berbagai sosial media yang ada, seperti facebook, instagram, twitter, whatsaap, dan masih banyak lagi. Mereka juga menggunakan aplikasi jual beli yang ada di internet, seperti shoope, lazada, JDID, buka lapak dan sebagainya.

Hal tersebut juga memberi dampak yang baik terhadap masyarakat yaitu masyarakat menjadi belajar ilmu teknologi yang sebelumnya mereka belum mengerti sama sekali sedangkan masyarakat luar negri sudah banyak sekali yang memanfaatkan gadget mereka deng baik. Tidak hanya para anak muda yang menggunakan ilmu teknologi tetapi para ibu – ibu dan bapak – bapak juga menggunakan ilmu teknologi atau gadget mereka untuk menjual maupun membeli kebutuhan mereka sehari - harinya.

Akses jalan yang sebelumnya tertutup saat ini sudah mulai terbuka, para tenaga kerja luar negri sudah diperbolehkan kembali bekerja di negara - negara tempat mereka bekerja sebelumnya. Seperti di Hongkong, Taiwan, Singapura, dan sebagainya. Namun sebelum mereka dikirim ke luar negeri, para tenaga kerja dipastikan dalam keadaan sehat dan menjalankan swab terlebi dahuli untuk mengetahui apakah terinfeksi covid-19 atau tidak. Jika para tenaga kerja luar negeri yang akan dikirim ternyata terinfeksi covid-19 maka mereka harus diisolasi terlebih dahulu selama 14 hari, dan belum diperbolehkan untuk berangkat. Sedangkan para tenaga kerja luar negeri yang sudah lolos tes kesehatan dan dinyatakan negatif saat tes swab, maka mereka diperbolehkan berangkat ke negara tempat tujuan bekerja.

Saat ini perekonomian indonesia sudah mulai membaik dari waktu ke waktu, meskipun beberapa pekerjaan tetap harus dikerjakan dari rumah, namun beberapa pekerjaan saat ini sudah bisa dikerjakan di luar rumah seperti sebelum pandemi covid-19. Selain itu saat ini sudah diterapkan adanya vaksin secara gratis untuk seluruh masyarakat indonesia demi mecegah penyebaran covid-19 di wilayah Indonesia. 


Susah Gak Sih Jadi Penulis? Gak Susah Kok Kalo

Ikutin Beberapa Tips Berikut Ini

oleh : Nurina Masrurotun Naja

                                                 



 

Pertanyaan ini sering banget saya denger atau saya baca di kolom komentar wattpad, twitter, Instagram atau di platform medsos lain yang biasanya digunakan author untuk mengupload  karyanya.

Kenapa? Heran ya kok cerita bisa lari ke medsos. Jangan heran, itu mungkin kamunya aja yang kurang jauh mainnya. Gih, sana main yang jauh dulu. Canda jauh.

Di abad 21 yang serba-serbi canggih ini semua orang berlomba-lomba untuk memanfaatkan teknologi internet, dari sana kita bisa tau semua informasi yang ada di seluruh dunia dari smartphone kita. Tidak usah meropotkan diri membuka buku yang tebal itu jika kita bisa sekali klik membuka laman di bar pencarian lalu mengetik kata kunci dan seperkian detik apa yang kita cari ada di depan kita. Mudah bukan. Hal itu juga dimanfaatkan penulis atau sekarang nama bekennya author, bisa disingkat “thor” juga. (anak wattpad pasti tau, haha.. nyengir lu anak watty)

Sekarang membaca cerita atau novel tidak hanya di aplikasi Wattpad, NovelToon, Joylada, WeRead, WebNovel, Inovel dll. Tapi sekarang kalian bisa membacanya di media sosial kalian seperti Twitter, Instagram, Line, Facebook, Tiktok dll, bagi yang gak suka baca tulisan yang banyak-banyak cocok nih. Yah, meskipun banyak chapternya sih.

Menulis cerita itu memang tidak segampang kelihatannya, tdak hanya asal ketik saja, tapi juga memikitrkan hal-hal yang berkaitan untuk menunjang alur cerita. Tak heran jika banyak penulis baru yang kesusahan menulis.

 

Kenapa menulis?

Kamu menulis karena apa? Mengabut? Mengpengen nulis karena ikut-ikutan aja? Atau mau buat karya? Jika kamu ingin menulis karena hobi maka lanjutkanlah hobimu, asahlah sampai hobimu menjadi bakatmu (siapa tau malah jadi ladang cuan). Buatlah suatu alasan yang kuat untuk mengingatkanmu tentang “Alasan” kenapa kamu ingin menulis. Jangan cuma modal semangat dan tekat kamu memutuskan untuk menulis sebuah cerita dan mempublikasikannya, apakah itu motivasi yang tepat? Atau jika tanpa motivasi apakah kamu akan terus menulis?. karena bagaimanapun juga motivasi itu sangat penting untuk menuntun keberhasilanmu menuntaskan apa yang akan menjadi keinginamu, menulis. Menulislah jika kamu ingin menulis, jangan menulis jika kamu terpaksa atau cuma ikut-ikutan, karena hasilnya akan berbeda. 

 

Gimana kalo mood menyerang?

Ya gak gimana-gimana, ajak bertarung aja sekalian. Jika saat menulis tiba-tiba mood  kamu buruk, apakah itu kesalahan lingkungan sekitarmu atau keadaanmu? TIDAK, meskipun tetap saja hal itu menjadi penyebab gagalnya kamu mewujudkan keinginan untuk bisa menulis adalah dirimu sendiri loh sebenarnya, bukan lingkungan atau keadaanmu. Yang menghambatmu itu adalah kurangnya “Alasan” dan “Motivasi” untuk menulis. Jika kamu mengalami mood buruk maka ingatlah kedua hal tersebut. Jika kamu masih tidak bisa mengalahkan mood mu... sini cerita, punya masalah apa kamu? Pasti berat ya, ayo kamu pasti kuat. (jika kamu punya masalah yang berat, istirahat saja)

 

Kenapa susah sekali menuangkan ide ke dalam tulisan?

Siapa yang kayak gini?. Udah merangkai alur cerita di kepala tapi saat menghadap laptop jadi hilang, hilang kemana ide-ide itu?. Karena hal ini sering terjadi bagi penulis pemula sehingga menghambat penulis untuk memulai menulis cerita. Ini bisa dikatakan sesuatu yang akrab sekali bagi banyak penulis, sebenarnya ada banyak faktor mengapa calon penulis gagal menuangkan idenya ke dalam tulisan. Yang pertama adalah “malas”. Rasa malas itu sering muncul apalagi jika hati dan jiwa sedang lelah. Biasanya penulis baru banyak yang terkena penyakit ini, alasannya “halah, aku emang gak ada bakat malas lanjutin” atau “gak ada waktu buat lanjutin”, padahal jika diluangkan pasti sudah sampai beberapa chapter. yang kedua adalah “lupa akan motivasi dan alasan untuk menulis”, alasannya gak mau lanjut karena udah gak bisa menuangkan ide ke dalam tulisan, maka ingatlah alasanmu di awal saat kamu ingin menjadi penulis, ingatlah apa motivasimu untuk menulis cerita. Ulangi mengingat kedua hal tersebut untuk membangkitkan semangatmu kembali. Dan yang ketiga adalah “ponsel”, ini adalah racun utamanya. Siapa sih yang gak tergoda dengan benda ini, sekali pegang kamu akan susah lepas, gimana mau lepas jika dihadapkan dengan Whatsapp, Tiktok, Youtube, Facebook, Dan Twitter. Jika kamu mengalami kesulitan di atas, ingatlah saran yang paling sering diucapkan oleh penulis Wattpad yang sudah berpengalaman adalah perbanyak membaca dan menonton karena itu sangat membantu memperkaya wawasan dalam menulis.

 

Cara mudah biar lancar menulis

Buat aja sinopsis atau ringkasan cerita. Hal tersebut sangat membantu memperlancar saat kau menulis cerita. Dalam KBBI sinopsis adalah ringkasan cerita yang berisi cuplikan seluruh adegan sehingga membentuk tema cerita. Nah, untuk penulis baru wajib dicoba dan wajib diterapkan untuk mempermudah merangkai alur dan menulis cerita. Fungsinya tidak hanya mengingat ide atau gagasan yang sudah terbentuk tapi juga mengatur alur cerita dari awal hingga akhir sehingga meminimalisasi hilangnya ide atau bahasa kerennya stuck (berhenti di tengah jalan karena kehilangan ide atau alur cerita) tapi juga menghindari kerancuan alur.

 

Menulis cerita perlu senjata gak?

Perlu lah masa enggak~. Masa mau bertarung gak punya senjata, nanti kalau disalahkan kepenulisan atau ejaannya sama pembaca kena mental, nanti nageesss~. Buat penulis baru atau penulis lama sangat perlu mempelajari tata kepenulisan, buat apa? Tentu saja biar tulisannya bermutu. Bisa dilihat karya penulis novel yang sudah terkenal, bukankah tulisannya sangat bagus dan rapi, banyak kok penulis Wattpad yang dilirik oleh penerbit, maka dari itu kamu jangan mau kalah, terus belajar dan berkarya siapa tau karyamu bakal dilirik oleh penerbit dan karyamu akan dibukukan (lumayan dapet cuan). Ayo perbaiki penulisanmu agar bermutu. Berikut ini senjata yang wajib kamu punya.

1.      KBBI

Jangan ngaku penulis kalau gak punya KBBI. KBBI hukumnya wajib dimiliki oleh setiap penulis. KBBI itu ibarat kamusnya ejaan bagi penulis. Kan tidak lucu kalau pembaca mengoreksi ejaan kamu dari awal bab sampai akhir dan ternyata ada yang salah dan yang paling memalukan yaitu di setiap chapter ada salah satu pembaca yang sama selalu komen betulin ejaan kamu yang salah. Malu gak? Malu gak? Malu lah masa enggak. Untuk menghindari hal itu sangat perlu bagi penulis download aplikasi KBBI di playsore.

2.      PUEBI

PUEBI sudah ada di playstore. Perlunya aplikasi PUEBI bagi penulis untuk mengetahui aturan-aturan seperti pemakaian huruf, penulisan kata, pemakaian tanda baca, dan penulisan unsur serapan. Banyak sekali penulis yang gak peduli tentang aturan penulisan, tapi yang paling banyak ditemui adalah pemakaian tanda baca dan penulisan kata. Katanya biar keren kalau kata-katanya atau kalimatnya disingkat, padahal itu jelas salah kaprah dan jelas sekali penerbit tidak akan melirik karya yang seperti itu. Maka dari itu sangat perlu penulis punya aplikasi PUEBI.

3.      Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia

Selain PUEBI, buku ini juga sangat berguna. Buku ini mempermudah untuk menata kaidah-kaidah berbahasa saat menulis. buku ini lebih lengkap ketimbang PUEBI. Jika kamu ingin menulis tentang cerita fiksi, buku Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia sangat cocok untuk kamu pelajari, karena bahasa di dalam cerita fiksi sangat berbobot sehingga perlu mempelajari tata kebahasaan agar pembaca paham apa yang ingin disampaikan penulis lewat kalimat-kalimat yang penulis rangkai.

4.      Tesaurus Bahasa Indonesia

Biasanya penulis novel banyak kesulitan saat menulis cerita panjang seperti novel adalah menghindari penggunaan kata yang berulang atau repetisi. Mengganti kata tersebut dengan padanan katanya merupakan satu-satunya cara agar tidak terjai repetisi. Untuk menghindari itu maka sangat perlu untuk download aplikasi ini untuk membantumu menghindari kata repetisi.

5.      Berbagai Macam Buku Kepenulisan

Untuk mengembangkan kemampuan menulis, adakalanya banyak membaca buku-buku tentang tips menulis agar kamu dapat wawasan luas.

6.      GOOGLE

Pasti udah gak asing lagi dengan mbah google kan, mesin pencari yang sangat membantu sekali bagi penulis untuk mencari sebuah informasi. Kita bisa menggali informasi yang kita butuhkan untuk mendukung bahan cerita yang kita buat.

 

 

Semangat berkarya dan terus menulis.





Semoga Bermanfaat

 

 

 



 




 



 




 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Watak Tokoh Utama pada Cerpen Anak Kebanggaan Karya A.A Navis

Situs Umpak Balekambang Kabupaten Blitar